Anda di halaman 1dari 2

PUBERTAS Pertambahan berat badan prasapih dan pascasapih (sampai umur

396 hari) yang lebih cepat akan mempercepat timbulnya pubertas


pada sapi-sapi potong dara (Wiltbank et al., 1966, disitasi
Menurut Toelihere (1985), pubertas atau dewasa kelamin adalah olehToelihere, 1985).
umur atau waktu di mana organ-organ reproduksi mulai berfungsi
Sapi-sapi dara Santa Gertrudis dan Shorthorn yang dikandangkan
dan perkembang-biakan dapat terjadi. Pada hewan jantan,
pada temperatur 28,9 oC mencapai pubertas pada umur 398 hari,
pubertas ditandai oleh kesanggupannya berkopulasi dan
sedang yang dikandangkan pada temperatur 10 oC mencapai
menghasilkan sperma di samping perubahan-perubahan kelamin
pubertas pada umur 300 hari, dan yang ditempatkan di kandang
sekunder lain. Pada hewan betina, pubertas dicerminkan oleh
terbuka dan berhubungan dengan kondisi luar mencapai pubertas
terjadinya estrus dan ovulasi. Pubertas terjadi sebelum dewasa
pada umur 320 hari (Dale et al., 1959, disitasi oleh Toelihere,
tubuh tercapai.
1985). Penempatan domba-domba betina pada temperatur 32,2
Pada kuda ternak betina, pubertas terjadi pada umur 10 – 24 o
C selama sebulan sebelum musim reproduksi akan
bulan (rata-rata 18 bulan), sapi 4 – 24 bulan (rata-rata 16 – 18 memperlambat datangnya musim tersebut pada kebanyakan
bulan), kerbau 2 – 3 tahun, domba 6 – 12 bulan, dan babi 5 – 8 domba betina (Dutt, 1960, disitasi oleh Toelihere, 1985).
bulan (rata-rata 6 bulan). Pada kuda jantan pubertas terjadi [pada
Hewan-hewan betina pada beberapa spesies siklus reproduksi
umur 12 – 24 bulan (rata-rata 18 bulan), sapi 6 – 18 bulan (rata-
berlangsung terus-menerus sepanjang tahun apabila tidak terjadi
rata 9 – 12 bulan), domba 4 – 12 bulan (rata-rata 7 – 8 bulan), dan
kebuntingan, tetapi pada beberapa spesies lain siklus tersebut
babi 4 – 8 bulan (rata-rata 5 – 7 bulan) (Toelihere, 1985).
hanya terjadi pada musim tertentu dalam satu tahun yang disebut
Umur pubertas dipengaruhi oleh genetik, makanan, temperatur, musim kawin (breeding season). Musim kawin dipengaruhi oleh
dan musim. Faktor-faktor genetik yang mempengaruhi umur lama siang hari/penyinaran, temperatur udara, dan ketersediaan
pubertas dicerminkan oleh perbedaan antar bangsa, strain, dan pakan. Pada domba yang hidup di daerah sub tropis, domba-
tipe. Sapi India, pada umunya, mencapai pubertas 6 – 12 bulan domba yang cukup umur dan berat badannya sehingga secara
lebih lambat daripada sapi Eropa. Kuda dan sapi tipe besar fisiologis telah mencapai opubertas tidak akan memperlihatkan
cenderung masak lebih lambat daripada tipe kecil. Pengaruh- tanda-tanda luar pubertas sampai musim kawin tiba, kegiatan
pengaruh genetik pada ternak mamalia betina, terutama pada reproduksinya akan terhenti (keadaan anestrus) pada musim di
inbreeding dan crossbreeding, menunjukkan bahwa gen-gen yang mana siang hari berlangsung lama dan estrus akan timbul kembali
mempengaruhi pubertas sebagian besar bersifat non additive apabila malam bertambah panjang dan siang bertambah pendek.
sehingga seleksi untuk umur pubertas yang lebih muda di dalam Jadi domba berespon terhadap panjang siang hari yang berkurang
suatu bangsa relatif tidak akan efektif (Toelihere, 1985). sehingga disebut short day breeders. Sebaliknya unggas
Makanan yang cukup perlu untuk fungsi endokrin dan pencapaian berespon pada siang hari yang bertambah sehingga disebut long
berat badan yang normal. Pertumbuhan dan perkembangan organ day breeders (Toelihere, 1985). Toelihere (1985) menambahkan
reproduksi betina muda dihambat oleh kekurangan makanan, baik bahwa lama penyinaran secara buatan juga berpengaruh
energi, protein, mineral, maupun vitamin (Toelihere, 1985). terhadap kegiatan reproduksi. Di Indonesia, kegiatan reproduksi
domba dan ternak domestik lainnya berlangsung sepanjang tahun motil, dan konsentrasi spermatozoa baru terjadi pada sapi 6 – 9
dan tidak terpengaruh musim-musim tertentu, tetapi kegiatan bulan sesudah awal pubertas (Almquist dan Cunningham, 1967,
reproduksi hewan liar dipengaruhi oleh musim. Hal itu berkaitan disitasi oleh Toelihere, 1985).
dengan ketersediaan pakan. Anak-anak hewan liar akan mati jika
Kemampuan pejantan dalam melakukan perkawinan sangat
dilahirkan pada musim yang tidak menguntungkan (ketersediaan
dipengaruhi oleh kebugarannya. Pejantan yang terlalu gemuk
pakan terbatas). Seleksi alam selama ratusan tahun telah berlaku
cenderung malas dan kurang trampil dalam melakukan
terhadap variasi bermusim dalam sekresi dan pelepasan hormon
perkawinan karena berat badannya menghambat mobilitasnya.
terutama gonadotropin dari adenohypophysa. Gen bertanggung-
jawab terhadap produksi dan atau pelepasan hormon.

Soal-soal

1. Sebutkan beberapa jenis ternak di Indonesia yang


mengenal musim kawin !
2. Buatlah urutan faktor-faktor (dari yang paling
mempengaruhi pubertas) antara pakan, lama penyinaran, dan
temperatur udara !

KINERJA PEJANTAN

Kinerja pejantan dapat diukur dari breeding-loadnya. Kepadatan


hunian untuk sistem kawin di padang gembala adalah 25 - 35 ekor
untuk tiap ekor domba pejantan vearling, dan antara 35 - 60 ekor
untuk seekor domba jantan yang telah dewasa. Domba-domba
jantan masih sangat produktif sampai umur 6 atau 8 tahun
(Blakely dan Bade, 1998).
Breeding load dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas sperma yang
dihasilkan dan kemampuan pejantan dalam melakukan
perkawinan. Jumlah dan kualitas sperma dipengaruhi oleh umur.
Peninggian yang berarti dalam volume ejakulat, jumlah sperma