Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 5

PERANCANGAN PERKERASAN KAKU


Disusun untuk memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Perancangan
Perkerasan Jalan Raya

Dosen :
Agus Juhara, ST., MT.

Disusun Oleh :
Muhammad Faizal Ramadhan
2411151038
Kelas B

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
2018
Rencanakan :
Diketahui data parameter perencanaan sebagai berikut :
1. CBR tanah dasar = 6%
2. Kuat Tarik lentur (fcf)= 4,437 Mpa (f’c = 350 kg/cm2, silinder)
3. Bahan pondasi bawah = Stabilisasi
4. Mutu baja tulangan = BJTU 40
Tegangan leleh (fy) = 4000 kg/cm2 untuk BMDT
BJTU 25
Tegangan leleh (fy) = 2500 kg/cm2 untuk BBDT
5. Koefisien gesek antara pelat beton dengan pondasi (µ) = 1,5
6. Bahu jalan Beton
7. Ruji (dowel)
8. Data lalu lintas harian rata-rata :
Mobil Penumpang 1.1 3000 kend/Hari
Bus 8Ton 1.2 200 kend/Hari
Truk 2 As 1.2 150 kend/Hari
Truk 3 As 1.22 50 kend/Hari
Trailer 1.22-22 20 kend/Hari
Trailer 1.2 - 22 10 kend/Hari

Pertumbuhan lalu lintas (i) : 10% per tahun


Umur rencana (UR) : 22 Tahun
Direncanakan perkerasan beton semen untuk jalan 4 lajur 2 arah untuk jalan Arteri.
Perencanaan meliputi :
1. Perkerasan beton bersambung tanpa tulangan (BBTT)
2. Perkerasan beton bersambung dengan tulangan (BBDT)
3. Perkerasan beton menerus dengan tulangan (BMDT)
Penyelesaian :
1. Analisis Lalu Lintas
Tabel 1.1 Perhitungan Jumlah sumbu Berdasarkan Jenis dan Bebannya
Jumlah STRT STRG STdRG
Konfigurasi beban sumbu (ton) Jumlah sumbu per kend Jumlah sumbu
Jenis Kendaraan Kendaraan BS JS BS JS BS JS
RD RB RGD RGB (bh) (bh) (bh) (ton) (bh) (ton) (bh) (ton) (bh)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Mobil Penumpang 1.1 1 1 - - 3000 - - - - - - - -
Bus 8Ton 1.2 3 5 - - 200 2 400 3 200 5 200 - -
Truk 2 As 1.2 5 8 - - 150 2 300 5 150 8 150 - -
Truk 3 As 1.22 6 14 - - 50 2 100 6 50 - - 14 50
Trailer 1.2 - 22 6 8 15 - 10 3 30 6 10 8 10 15 10
6 15 15 - 20 3 60 6 20 - - 15 20
Trailer 1.22-22
- - - - 15 20
890 430 360 100

Faktor pertumbuhan Lalu lintas R


Jika Memakai Rumus maka :

(1+10%)22 −1
𝑅= = 71.40274939
10%
Tabel 1.3 jumlah lajur bedasarkan lebar perkerasan dan koefisien distibusi (C)

Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN) selama umur rencana 15 tahun


A. Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga (JSKN)
JSKN = 365 x JSKNH x R
= 365 x 890 x 71.40274939= 23195183.14

B. JSKN Rencana
JSKN Rencana = C x JSKN
= 0,45 x 23195183.14
= 10437832.41
2. Perhitungan Repetisi Sumbu Yang Terjadi

Tabel 1.4 Perhitungan Jumlah sumbu Berdasarkan Jenis dan Bebannya


Jenis Sumbu Beban Sumbu Jumlah Sumbu Proporsi Beban Proporsi Sumbu Lalu Lintas Rencana Repetisi Yang Terjadi
1 2 3 4 5 6 7
6 235 0.251336898 0.490813648 9941490.375 1226378.078
STRT 5 300 0.320855615 0.490813648 9941490.375 1565589.035
3 400 0.427807487 0.490813648 9941490.375 2087452.047
Total 935 1.00
8 310 0.436619718 0.372703412 9941490.375 1617775.337
STRG
5 400 0.563380282 0.372703412 9941490.375 2087452.047
Total 710 1.00
15 60 0.230769231 0.13648294 9941490.375 313117.8071
STdRG
14 200 0.769230769 0.13648294 9941490.375 1043726.024
260 1.00
Total Jumlah sumbu 1905
Komulatif 9941490.375

Grafik Tebal Pondasi Bawah Minimum Untuk Perkerasan Beton Semen


CBR Tanah Dasar Efektif dan Tebal Pondasi Bawah

Tabel 1.5 Tebal Tarksiran Beton


3. Perhitungan Tebal Pelat Beton

Sumber data beban Hasil Survey


Jenis perkerasan BBTT dengan ruji
Jenis Bahu Beton
Umur Rencana 22 Tahun
JSK 10437832.41
Faktor Keamanan Beban 1.1 Tabel 4
Kuat tarik lentur 28 hari 4.437 Mpa
Jenis dan tebal lapis pondasi Stabilitas semen 125 cm BP
CBR tanah dasar 6%
CBR Efektif 25%
Tebal taksiran pelat beton 160 mm

Tabel 1.6 Faktor Keamanan Beban (FKB)


Tabel 1.7 Mencari Tegangan Ekuivalen (TE) dan Faktor Erosi (FE)
5. Tabel 1.8 Analisa Fatik dan Erosi
Beban rencana pada roda Analisa fatik Analisa Erosi
Jenis Sumbu Faktor tegangan dan erosi
Beban sumbu ton (Kn) (KN) Repetisi yang terjadi Repitisi Ijin % Persen rusak % Repitisi Ijin % Persen rusak %
1 2 3 4 5 6 7 8 9
60 36 938232.1269 TE STRT = 1.18 TT 0 TT 0
STRT 50 30 1759185.238 FRT STRT = 0.27 TT 0 TT 0
30 18 2345580.317 FE STRT = 2.02 TT 0 TT 0
80 24 1876464.254 TE STRG = 1.75 2,000,000 93.82321269 3500000 53.6132644
STRG 50 15 2345580.317 FRT STRG = 0.41 TT 0 TT 0
FE STRG = 2.62 TT 0 TT 0
150 22.5 586395.0793 TE STdRT = 1.46 TT 0 TT 0
STdRG
140 21 586395.0793 FRT STdRG = 0.33 TT 0 TT 0
FE STdRG = 2.6
TOTAL 94% < 100% 53,6% < 100%

KESIMPULAN :

Karena rusak fatik (telah lebih kecil (mendekati) 100% maka tebal pelat diambil 16 cm.
Berdasarkan hasil presentasi Analisa Fatik sebesar 94% < 100 %, dan Analisa Erosi 53,6% < 100 %, maka
tebal pelat diambil 160mm (16cm) karna tidak terlalu boros
6. Perhitungan Tulangan
6.1 Perkerasan Beton Bersambung Tanpa Tulangan
 Tebal Pelat : 16 cm
 Lebar Pelat : 4 x 3,5 cm
 Panjang Pelat :5m
 Sambungan susut dipasang tiap jarak : 5 m
 Ruji digunakan dengan diameter 28 mm, panjang 45
cm,jarak 30 cm
 Batang Pengikat digunakan baja ulir diameter
16mm,panjang 69 cm dan jarak 60 cm

6.2 Perkerasan Beton Bersambung Dengan Tulangan


 Tebal Pelat : 16 cm
 Lebar Pelat : 4 x 3,5 cm
 Panjang Pelat : 15 m
 koefsien gesek antara pelat beton
dengan pondasi bawah : 1,5
 Kuat tarik ijin baja : 250 Mpa
 Berat isi beton : 2400 kg/m3
 Gravitasi : 9,81 m/dt2

Tabel 1.9 Nilai koefisien gesek

6.3 Tulangan Memanjang

1,5 𝑥 15 𝑥 2400 𝑥 9,81 𝑥 0,16


As perlu = = 169,5168 𝑚𝑚2/𝑚′
2 𝑥 250
As Min = 0,10 % x 160 x 1000 = 160 mm2/m’