Anda di halaman 1dari 6

PERSIAPAN

Daftar lagu yang akan dialunkan pada saat drama berlangsung. Anda bisa mengganti setiap lagu yang ada dalam konsep ini
dengan lagu-lagu yang lain.

Pemeran cerita: 4 Pembaca puisi


Penyanyi: Bagilah anak-anak menjadi tiga kelompok di mana masing-masing kelompok menyanyikan lagu yang berbeda,
memakai baju yang berbeda pula. Kemudian mintalah seluruh anak untuk berkumpul bersama menyanyikan lagu penutupnya.
Bila ada lebih dari tiga kelompok penyanyi, tambahkanlah lagu-lagu cadangan.
KONSEP DRAMA
Puisi I dibacakan:
Pada suatu ketika,
pada zaman dahulu kala.
Ada kisah tentang seorang bayi,
yang harus kalian tahu.
Ayahnya adalah Yusuf,
dan Maria adalah ibunya.
Bayi ini sangat istimewa,
Dialah Putra tunggal Allah.

Kelompok penyanyi I menyanyikan lagu "Mary`s Boy Child". Seorang penyanyi didandani sebagai Maria dan menggendong
boneka bayi, seorang lagi sebagai Yusuf dan anak-anak lain berperan sebagai bermacam-macam binatang.

Puisi II dibacakan (sambil lagu "Mary`s Boy Child" tetap dialunkan):


"Siapakah Anak ini?"
Maria menunggang keledai,
dan Yusuf berjalan menuntunnya,
dan para malaikat menyertai mereka dari jauh,
menyanyikan lagu-lagu pujian.

Ketika mereka tiba di Betlehem,


pasangan ini ditolak
oleh pemilik penginapan,
yang mengatakan tidak ada tempat bagi mereka.

Yusuf mendesak,
mengatakan bahwa istrinya perlu tempat untuk bersalin.
Pemilik penginapan itu memberitahu letak sebuah kandang
binatang dan jerami.

Perjalanan Maria dan Yusuf berakhir


di sebuah kandang yang penuh dengan jerami,
di sanalah Maria melahirkan
Raja kita.

Malaikat turun dari surga,


dan mereka mulai memuji.
Para gembala di padang yang dingin,

"Kami bawa kabar gembira!"

Kelompok penyanyi II menyanyikan lagu "Hark the Herald Angels Sing". (Para penyanyi didandani sebagai malaikat, gembala,
dan kawanan domba.)

Puisi III dibacakan:


Natal yang Pertama
mengabarkan kedatangan Raja
segera tersiar,
Para malaikat itu mengabarkan kepada para gembala
bahwa seorang Raja telah lahir.

Sebuah bintang bersinar dari surga,


untuk menerangi jalan para Majus
menuju ke palungan Bayi itu,
yang lahir di hari Natal.
Kelompok III menyanyikan lagu "Away in a Manger" (penyanyi didandani sebagai tiga raja/majus dan sebagai bintang). Untuk
kostum bintang, gunakan gabus yang sudah dibentuk bintang dan hiasi dengan bunga-bunga. Anak-anak yang masih TK bisa
didandani dengan kostum bintang.

Puisi IV dibacakan:
Dan semua yang ada di dekat-Nya,
menyembah dan memuji atas kelahiran-Nya.

Untuk Bayi, Raja yang bernama Yesus,


Juru Selamat kami di bumi!
Mari rayakan Natal
dengan permen dan hadiah-hadiah dan apa saja.
Ingatlah kita memiliki seorang Juru Selamat,
yang memberi kita hidup kekal.

PENUTUP
Semua pemain menyanyikan lagu "Joy to the World". Dan setelah itu memberikan ucapan selamat Natal kepada semua hadirin.
NATAL YANG TEDUH

Natal telah menjadi puisi alam raya


Hiruk-pikuk pekik sorak hura-hura
Apalagi cuma gegap gempita iklan
agaknya sudah tidak diperlukan
Mohon jangan gaduh
Sang Bayi Penebus bumi
masih tertidur nyenyak
dalam dekapan Bunda terkasih
semua ilalang, seisi kandang
adalah segala yang teduh
dalam syukur dan simpuh
Ya, Natal itu puisi alam raya
karena itu jangan gaduh
bumi kita telah ditebus
perlu istirahat dan tidur
Ia sudah amat lelah
bekerja keras menata nasib
beri kesempatan ia bermimpi
biarkan ia merindu dan mencinta
merdeka dari segala tetek bengek
yang makin menjauhkan bumi kita
dari sang keabadian sendiri

SENANDUNG NATAL
Nyanyi suci di malam hari
Mengalun setanggi sesela hati
Adik mengapa dikau sendiri
Bersama abang mari ziarah ke gereja suci
Sunyi hati di gelap hari
Serangga mati di nyala api
Kristus janganlah pergi sertai kami
dalam sepi jalan sendiri
Dan bulan, kerinduan yang dalam
menikam nurani pengembara di perlawatan
Tuhan di palungan betapa pun kebesaran
Manusia nikmat tertidur di peristirahatan
Nyanyi suci di malam sepi
Mengalun hati diayun setanggi
Adik mari berlutut di sini
Tuhan hadir bagi insane
Sunyi suci di gelap dini
Berayun hati digetar nyanyi
Dan adik mari bukakan diri
Kristus istirahlah di hati kami
Kristus! Lindungilah dan berkati
Ajar kami berendah-hati
Dan biarlah tanganmu suci
di dahi kami tersilang aman abadi
By: Suparwata Wiraatmadja
SELAMAT DATANG DI HATIKU
Oleh: C. Mouwlaka

malam sudah larut meninggalkan jejak


siang yang panjangdi padang rumput di lembah sepi
meringkuk dalam selimut malam yang dingin
beberapa gembala dan domba gembala
sayup-sayup ada suara pujianturun membelah langit
malam yang hening menjadi terbangun
segala yang hidup menatap angkasa yang penuh tentara surgawi
dan terang surgawi membuka KASIH BAPA
”SEGALA PUJI BAGI ALLAH DI TEMPAT MAHA TINGGI
DAN DAMAI SEJAHTERA ATAS BUMI
DI ANTARA ORANG YANG BERKENAN PADANYA”
Tuhan Yesusselamat datang di duniaselamat datang di bumi
Selamat datang di antara manusia
Selamat datang di hati papa selamat datang di hati mama
selamat datang di hatiku

Mari Datang Kepada-Nya


Sarlen Julfree Manurung

Satu hari di bulan Desember


Dentang lonceng Gereja riuh bersahutan
Memanggil, mengundang anak-anak Tuhan untuk datang
“Mari masuk, mari semuanya masuk…”
Pintu Rumah Tuhan telah terbuka
Terbuka untukku, untuk kamu, untuk mereka, untuk kita semua,
Sehingga kita bisa larung dalam sukacita,
Bersama-sama merayakan, lahirnya bayi Yesus di Bethlehem
Raja di atas segala raja, Tuhan, Juru Selamat manusia

KETIKA CAHAYA DARI SURGA BERSINAR


“Damai di atas bumi, di antara orang yang
berkenan kepada-Nya”,
berkumandang di angkasa.
Ketika cahaya dari surga bersinar, hilanglah semua kegelapan.
Malaikat Tuhan turun ke bumi
dan membawa berita yang jelas.
Ketika cahaya dari surga bersinar, aku mendengar
malaikat berkata,
“Jangan takut, aku memberitakan kabar sukacita,
Karena Kristus telah lahir hari ini.”
Ketika cahaya dari surga bersinar,
nampak pemandangan yang indah;

Damai Allah dan kesukaan surgawi


turun ke dunia pada malam itu.
Cahaya dari surga masih bersinar
dan malaikat-malaikat masih bernyanyi;

Karena Kristus masih memberikan damai dan sukacita


dalam kehidupan, tempat Dia bertahta.
Amin
MALAM YANG SUNYI INI
Sst,
Bayi itu tidur
Dalam buaian ibu-Nya yang penuh kasih.
Malam sunyi,
Dan hewan ternak dalam kandang mendekam
Diam menyembah tanpa suara
Sst,
Dunia tertidur
Dalam mimpi bayi Yesus yang penuh kasih ini.
Hati kita tenang
Dan pikiran kita yang bercabang
Segera tenang dalam penyembahan yang tiada batasnya
Tidurlah, Nak, tidurlah
Tidur dalam kekudusan-Mu.
Tidurlah, bumi, tidurlah
Dalam perlindungan Tuhan

ASALKAN YESUS BERSAMA KITA


Tidak apa-apa Papa
Bila Natal kali ini aku memakai baju yang lama
Aku akan tetap lebih gemerlap daripada pohon terang itu
Karena sukacita berpendar dihatiku
Tidak apa-apa Mama
Sepatuku yang lama masih indah dipandang
Bintang pengharapan menuntunku tetap
Membawaku percaya dengan hati mantap
Tidak ada kue lezat dan kado berpita
Sungguh tidak mengapa Papa Mama tercinta
Asalkan Yesus bersama kita
O alangkah indahnya hidup kita

SANG WAKTU
Karya : Roos Lusy
Tak ada waktu pada-Nya
Karena Ia tak berwaktu
Namun Ia yang tak berwaktu,
telah membatasi diri-Nya oleh waktu
Dalam kesunyian malam itu,
waktu-Nya mulai dihitung
Ketika tangisan-Nya yang pertama menggema
Mendetakkan waktu-Nya yang pertama di bumi.
Oh, Sang penentu waktu yang tak berwaktu
Mengapa Engkau membiarkan diri-Mu di atur oleh waktu?
Mengapa Engkau merelakan diri-Mu dibatasi oleh waktu?
Mengapa Engkau menghadirkan diri-Mu ke dalam waktu?
Malam itu, dalam lenguhan hewan yang tak mengenal waktu
Engkau datang untuk memberi waktu yang baru bagi dunia
Engkau datang untuk menawarkan waktu sebagai anugerah
Engkau datang untuk mengatakan waktunya tidak lama lagi
Sebab dunia yang terbatas oleh waktu akan segera berakhir di dalam waktu
Engkau datang untuk mengatakan, waktuku adalah saat ini
Engkau datang untuk mengatakan kepadaku,
waktu-ku hanya sementara di sini, Engkau datang untuk mengatakan,
Berdamailah dengan Aku Sang Waktu yang sejati
Agar aku dapat bersama-Mu tanpa waktu.
SELAMAT NATAL, SAHABAT
Karya: George Sicillia
Desember telah tiba
Nuansa hijau, merah dan emas ada di mana-mana
Kidung nan indah pun menyeruak di keramaian
Orang-orang mulai menyibukkan diri dengan ibadah dan pesta
Kue-kue yang lezat dan rencana liburan
Tak lupa kado terindah untuk yang terkasih
Di hari Natal yang bahagia
Di antara gempita menggegap
Ijinkanku menyapamu wahai sahabat
Kau yang kesepian tanpa teman dan keluarga
Kau yang terbaring sakit dan terkulai lemah
Kau yang tersisih di suatu pojok yang gelap
Kau yang bertanya sendiri seperti apakah Natal kali ini
Natal ini masih milikmu
Dalam keriuhan pun dalam kesendirian
Natal datang menghampiri semua orang
Untuk satu alasan: Allah sungguh mengasihi dunia ini
Putra Natal datang untukku juga untukmu
Kamu tidak dilupakan-Nya Natal kali ini
Allah mengasihimu adalah berita indahnya
Selamat Natal, sahabatku..