Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH PEMASARAN KEFARMASIAN

JAMU TEMULAWAK INSTAN


“JATEMU”

Dosen pengampuh :
Nurul Ma’rifah, M. Farm. Klin., Apt

Disusun oleh :
Nur Fitriana Assufia
(201602008)

Program studi D3 Farmasi kelas A


STIKes DELIMA PERSADA GRESIK
TAHUN PELAJARAN 2018 / 2019

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, karunia,
serta hidayahnya juga sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah mengenai
jamu temulawak instan “jatemu” dalam mata kuliah pemasaran kefarmasian. Serta tak lupa pula
sholawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW.
Saya sadari betul bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran yang bersifat konstruktif kami harapkan agar dalam pembuatan tugas-tugas makalah
yang selanjutnya akan bisa jadi lebih baik lagi dari sekarang. Dan mohon maaf apabila ada kata-
kata didalam makalah ini yang menyinggung baik disengaja maupun tidak disengaja atau pun
yang membuat tidak nyaman, karena saya masih dalam proses belajar. Dan kepada Allah kami
memohon ampun.
Penyusun mengucapkan banyak terima kasih, semoga makalah ini dapat berguna bagi
setiap yang membacannya sehingga semakin menyadari dan dapat memahami. Semoga Allah
Pemilik Segala Ilmu, selalu memberi kemudahan bagi kita semua dalam mempelajari ilmu
pengetahuan demi kehidupan anak bangsa yang lebih baik dan bermartabat. Amin.

Gresik,10 Oktober 2018

Nur Fitriana Assufia

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, diantaranya adalah hutan tropis
yang mempunyai keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Sumber daya flora di wilayah
Indonesia diperkirakan sekitar 30-40 ribu spesies, diantaranya dikatagorikan sebagai tumbuhan
obat (Wijayakusuma, 2007). Saat ini, masyarakat semakin luas menggunakan tumbuhan obat
dalam mengatasi masalah kesehatannya dari pada menggunakan obat-obatan moderen. Hal ini
menandai adanya kesadaran untuk kembali ke alam ( back to nature ), dengan memanfaatkan
produk-produk alami yang diyakini memiliki efek samping yang relatif lebih rendah
dibandingkan obat moderen. Sejak lama masyarakat telah mengenal dan menggunakan obat-
obatan alamiah yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan mineral. Mereka meramu dan
meraciknya sendiri atas dasar pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun oleh generasi
sebelumnya (Dalimartha, 2007).
Temulawak dan kunyit merupakan tanaman yang sama-sama tergolong dalam suku
zingiberaceae. Kedua tanaman ini memiliki kandungan senyawa kimia yang diketahui
mempunyai keaktifan fisologi diantaranya kurkuminoid dan minyak atsiri (Ban,1985). Rimpang
temulawak sejak lama dikenal sebagai tanaman obat, diantaranya memiliki efek farmakologis
sebagai pelindung terhadap hati (hepatoprotektor ), meningkatkan nafsu makan, antiradang,
memperlancar pengeluaran empedu (kolagogum ), dan mengatasi gangguan pencernaan seperti
diare, konstipasi, dan disentri (Wijayakusuma, 2007).
Seiring perkembangan zaman, khasiat rimpang temulawak sebagai salah satu obat
alternatif semakin diakui. Saat ini telah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai penelitian.
Rimpang temulawak banyak digunakan sebagai bahan jamu atau obat tradisional. Sari
temulawak terkenal sebagai obat untuk mengembalikan kondisi tubuh yang kelelahan (Muhlisah
1999). Disamping itu rimpang temulawak dapat digunakan sebagai stimulansia (tonik), sehingga
banyak dimanfaatkan sebagai jamu yang berkhasiat untuk memulihkan nafsu makan dan sebagai
obat penambah darah. Bertambahnya nafsu makan dapat meningkatkan stamina tubuh karena
asupan makanan dan energinya cukup (Anonim, 1989).

1
2

1.2 Rumusan Masalah


a. Bagaimana pengertian dan klasifikasi temulawak?
b. Apa visi dan misi dari produksi jamu instan temu lawak “jatemu”?
c. Bagaimana segmen pasar jamu instan temu lawak “jatemu”?
d. Bagaimana market share jamu instan temu lawak “jatemu”?
e. Bagaimana rencana pemasaran jamu instan temu lawak “jatemu”?

1.3 Tujuan Penulisan


a. Agar mahasiswa mengetahui pengertian dan klasifikasi temulawak
b. Agar mahasiswa mengetahui visi dan misi dari produksi jamu instan temu lawak
“jatemu”
c. Agar mahasiswa mengetahui segmen pasar jamu instan temu lawak “jatemu”
d. Agar mahasiswa mengetahui market share jamu instan temu lawak “jatemu”
e. Agar mahasiswa mengetahui rencana pemasaran jamu instan temu lawak “jatemu”
3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dan Klasifikasi Temulawak


Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Keluarga : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma xanthorrhiza ROXB.

Temulawak merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Di


daerah Jawa Barat temulawak disebut sebagai koneng gede sedangkan di Madura disebut sebagai
temu lobak. Kawasan Indo-Malaysia merupakan tempat dari mana temulawak ini menyebar ke
seluruh dunia. Saat ini tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di Cina, IndoCina,
Bardabos, India, Jepang, Korea, di Amerika Serikat dan Beberapa Negara Eropa.
Di Indonesia satu-satunya bagian yang dimanfaatkan adalah rimpang temulawak untuk
dibuat jamu godog. Rimpang ini mengandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan
1,48-1,63 % minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi.
Manfaat lain dari rimpang tanaman ini adalah sebagai obat jerawat, meningkatkan nafsu makan,
anti kolesterol, anti inflamasi, anemia, anti oksidan, pencegah kanker, dan anti
mikroba.Komposisi jamu temulawak “jatemu” terdiri dari Gula pasir, Daun pandan, Garam, Air
dan Kayu manis.
4

2.2 Pemasaran Kefarmasian Jatemu


2.2.1 Visi dan misi
Visi :
Menjadikan jamu temulawak instan yang dapat diterima masyarakat. Mampu
memberikan pelayanan yang baik dengan mengutaman mutu, biaya dan waktu untuk
memberikan kepuasan kepada pelanggan, sehingga bisa menjadi salah satu produk jamu
yang mampu dikenal dan berkompetisi di Indonesia dengan produk – produk jamu yang
sudah beredar di pasaran.

Misi
 Mempunyai produk yang dikenal oleh masyarakat
 Dapat berkompetisi dan bersaing dengan produk yang sudah beredar di pasaran
 Memberikan pelayanan dan kepuasan yang baik kepada pelanggan
 Selalu menjaga kualitas produk jamu temulawak instan
 Melakukan pemasaran sesuai dengan SOP

2.2.2 Segmentasi Pasar


Pengelompokkan segmentasi pasar jamu temulawak instan berdasarkan
 segmentasi demografi :
a. Usia : jamu temulawak instan bisa dikonsumsi oleh konsumen berusia ≥ 7 tahun
b. Jenis Kelamin : untuk jenis kelamin bisa dinikmati pria maupun wanita
c. Ekonomi : Jamu temulawak Instan dapat dinikmati oleh dari berbagai kalangan baik
kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas karena harganya yang
terjangkau.
 Segmentasi Geografis
Produk jamu temulawak instan dapat di pasarkan di berbagai negara, baik di pasarkan di
daerah pedesaan maupun di perkotaan. Karena jamu temulawak memiliki indikasi dapat
memberi nafsu makan baik pada nak maupun orang dewasa.
5

2.2.3 Market Share


Perusahaan Jamu Temulawak Instan “JATEMU” memiliki penjualan produk
= 1000 bungkus
Jumlah produk perusahaan lain (pesaing)
= 350 bungkus
Market share = jumlah produk sendiri
X 100 %
Jumlah produk sendiri + produk pesaing
= 1000 X 100 %
1000 + 350
= 74 %

2.2.4 Rencana Pemasaran


 Situasi Pemasaran Saat Ini
Saat ini banyak beredar produk jamu temulawak instan yang sudah dikenal
masyarakat dengan berbagai merk. Di tengah banyaknya jamu instan yang sudah beredar
dipasaran saat ini, dan dengan adanya obat-obatan palsu yang banyak beredar dipasaran,
maka kami selaku produsen akan membuat sebuah inovasi dengan membuat jamu yang
berasal dari bahan alam dengan sebuah konsep siap saji dengan cara langsung diseduh
tanpa diperlukan proses peracikan terlebih dahulu seperti zaman nenek moyang.
Berdasarkan dari data pangsa pasar jamu temulawak instan “jatemu” sebesar 74%
maka dari perusahaan kami akan terus melanjutkan produksi jamu temulawak instan
“jatemu” karena situasi pasar saat ini sudah ramai akan produk herbal dan masyarakat
sudah banyak yang kembali lagi ke alam. Oleh karena itu perusahaan kami akan terus
berinovasi untuk meningkatkan kualitas dari produk herbal cepat saji. Supaya produk jamu
temulawak instan “jatemu” dapat bertahan di pasaran dan dapat bersaing dengan jamu
dengan merk yang sudah dikenal di masyarakat.
6

 Strategi Pemasaran
a. Membuat susunan manajement
b. Melaksankan kegiatan pemasaran sesuai dengan SOP
c. Membuat produk dengan warna yang menarik
d. Memberikan tester kepada masyarakat
e. Melakukan pemasaran dengan melakukan promosi baik melalui media sosial maupun
tidak
f. Mengikuti berbagai event untuk memasarkan dan mengenalkan produk jamu
temulawak instan kepada masyarakat
g. Dilakukan pendistribusian ke berbagai toko grosir, klontong, apotek, toko jamu,
mini market ataupun supermarket

 Pengendalian Pemasaran
a. Melakukan beberapa upaya dan inovasi terbaru untuk meningkatkan mutu serta
khasiat dari produk jamu temulawak instan “jatemu” agar market share terus
berkembang dan disukai banyak konsumen.
b. Apabila produk mengalami penurunan akibat pesaing dengan banyaknya merk yang
beredar maka langkah dari perusahaan yaitu menciptakan strategi sesuai dengan
situasi kondisi pemasaran farmasi saat ini.
c. Melakukan evaluasi setiap satu bulan sekali agar produk kita produksi lebih baik lagi
dan lebih disukai banyak masyarakat.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Khasiat Jamu temulawak instan “jatemu” adalah untuk menambah nafsu makan. Produk
jamu ini dapat dikonsumsi oleh konsumen mulai dari umur ≥ 7 tahun keatas, baik dikonsumsi
oleh wanita maupun lelaki. Jamu temulawak instan ini dapat dinikmati oleh dari berbagai
kalangan baik kalangan bawah, kalangan menengah dan kalangan atas karena harganya yang
terjangkau.

3.2 Saran
Semoga makalah ini bisa memberi pengetahuan kepada para mahasiswa khusunya
pengetahuan mengenai pemasaran kefarmasian jamu temulawak instan “jatemu” dan semoga
makalah ini bisa bermanfaatkan dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
Jakarta. 411 Hal.
Dalimartha, S. (2007). Ramuan Tradisional Untuk Pengobatan Diabetes Mellitus. Jakarta :
Penebar Swadaya
Wijayakusuma M. 2007. Penyembuhan dengan temulawak. Jakarta: Sarana Pustaka Prima. hlm.
23-7.

iv