Anda di halaman 1dari 12

Zat Warna, Zat Perasa, dan Zat Pemanis

Keuntungan dari penggunaan zat warna dalam tablet ada tiga, yaitu menutupi warna obat
yang kurang baik, identifikasi hasil produksi apakah sudah ideal atau belum, dan membuat suatu
produk menjadi lebih menarik. Penggunaan zat warna sintetis lebih dipilih karena penggunaan zat
warna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan lebih tidak stabil dibandingkan dengan zat warna
sintetis. Zat warna sintesis yang digunakan dalam pembuatan tablet adalah zat warna FD&C dan zat
warna D&C yang dipergunakan dalam bentuk larutan, yang merupakan jenis warna untuk bahan
pembuat granul. Zat warna ini berbentuk cairan. Cairan dari zat warna ini diserap pada suatu oksida
yang dapat menarik air dan biasanya dipergunakan sebagai pewarnaan dalam bentuk serbuk kering.
Apabila menggunakan zat warna yang larut dalam air, zat warna pastel biasanya memperlihatkan
warna yang tidak merata. Bila digunakan pada granulasi basah, harus dilakukan dengan hati-hati
untuk mencegah pemudaran warna selama pengeringan.
Zat pemberi rasa biasanya dibatasi pada tablet kunyah atau tablet lainnya yang ditujukan
untuk larut didalam mulut. Pada umumnya, zat pemberi rasa yang larut dalam air jarang dipakai
dalam pembuatan tablet karena stabilitasnya kurang baik. Zat pemberi rasa yang larut dalam minyak
yang ditambahkan ke dalam pelarut untuk granulasi tablet, didispersikan dalam kaolin atau bahan
pengabsorbsi lainnya, atau diemulsikan dalam larutan pembuat granul. Bermacam-macam zat
pemberi rasa kering yang dipergunakan dalam produk farmasi juga tersedia pada pemasok zat
pemberi rasa. Biasanya jumlah minyak maksimum yang ditambahkan pada granulasi tanpa
mempengaruhi sifat-sifat teblet adalah 0,5 sampai dengan 0,75%.
Penggunaan pemanis dibatasi terutama pada tablet yang dikunyah untuk mengurangi
penggunaan gula di dalam tablet. Macam-macam gula yang digunakan sebagai pengisi tablet sudah
diterangkan terlebih dahulu. Manitol seperti yang telah diterangkan memiliki rasa manis kira-kira
72% dari rasa manis sukrosa. Hingga saat ini hanya sakarin yang dipakai sebagai pemanis buatan.
Bahan ini mempunyai rasa manis lebih kurang 500 kali lebih manis daripada sukrosa. Kerugian
sakarin yang diutama yaitu sakarin memberikan rasa pahit setelah rasa manisnya, dan sudah
dilaporkan merupakan bahan yang bersifat karsiogenik. Pemanis buatan baru yang diperkirakan
sebagai pengganti sakarin yaitu aspartam. Kerugian utama aspartam digunakan dalam formulasi,
misalnya, tablet kunyah dengan komponen-komponen yang higroskopis, maka perlu ditetapkan
stabilitasnya pada keadaan-keadaan di mana produk dapat menyerap kelembapan udara.
Meskipun sebagian bahan pengisi pada formulasi tablet merupakan bahan yang tidak aktif,
bahan pengisi ini mempunyai pengaruh langsung terhadap kualitas dan efektivitas hasil akhir. Pada
digambar dibawah menjelaskan pengaruh kekuatan pencetakan terhadap waktu disintregitasi untuk
beberapa bahan yang dicetak langsung.
Beberapa bahan memiliki waktu disintregasi maksimum yang tidak lebih tinggi dari 200
sampai 250 detik, tanpa menghubungkan dengan kekuatan kempa yang dipergunakan selama masa
penelitian. Satu bahan yang waktu disintregitasinya meningkat dengan cepat sampai 500 detik pada
suatu kekuatan pencetakan yang kurang dari 1000 kg. Hubungan yang sama antara sifat-sifat tablet
yang penting dan jenis proses dapat diperlihatkan untuk beberapa bahan pengisi tablet yang lain.
Berbagai Bentuk dan Penggolongan Tablet
Tablet digolongkan berdasarkan cara pemberian atau fungsinya, sistem penyampaian obat
yang disesuaikan dengan cara pemberian tersebut, dan bentuk serta metode pembuatannya.
Dibawah ini adalah jenis dan golongan tablet.
Tablet Yang Dipergunakan Melalui Mulut
Hampir 90% tablet yang dibuat saat ini penggunaannya melalui mulut. Tablet yang digunakan
melalui mulut ini dirancang untuk dapat langsung ditelan, kecuali tablet kunyah.
1. Tablet kempa atau tablet kempa standar
Tablet pada tablet pada kategori ini biasanya dikehendaki untuk memberikan
disintregasi dan penglepasan obat yang cepat. Kebanyakn tablet jenis itu mengandung obat
yang diharapkan berefek lokal dalam saluran cerna. Contoh obat yang masuk dalam
kategori ini adalah antasida, adsorben, dan obat lain yang termasuk kelompok itu
dikehendaki agar meberikan efek sistemik.
2. Tablet kempa ganda
Ada dua kelompok tablet yang dikempa beberapa kali yaitu : tablet berlapis dan
tablet yang disalut dengan pengempaan. Kedua jenis tablet ini merupakan sistem dua
komponen atau tiga komponen ; tablet dengan dua atau tiga lapisan adalah suatu tablet di
dalam tablet. Kedua jenis tablet ini biasanya mengalami pengempaan ringan sambil setiap
komponen diletakkan, dengan pencetakan utama pada akhirnya menjadi satu. Tablet dalam
kategori ini biasanya dibuat untuk salah satu dari kedua alasan yaitu : untuk memisahkan
secara fisika atau kimia bahan-bahan yang tidak bercampur, atau untuk menghasilkan
produk dengan kerja ulang atau produk dengan kerja yang diperpanjang. Pada beberapa
keadaan, tablet dua lapis dapat memberikan pemisahan permukaan yang cukup bagi bahan-
bahan yang reaktif, jika diperlukan pemisahan fisika secara menyeluruh untuk kestabilannya,
dapat dipergunakan tablet tiga lapis. Tablet yang dilapis lebih baik daripada tablet yang
disalut dengan pengempaan ; hubungan antara permukaan di antara lapisan-lapisan dapat
diperkecil, dan pembuatannya lebih mudah dan lebih cepat.
3. Tablet dengan kerja berulang
Cara kerja dari tablet dengan kerja berulang, dan batasan-batasan yang berdasarkan
pada pengosongan lambung yang tidak dapat dikontrol dan tidak dapat diramalkan, sudah
disebutkan yang tidak dapat dikontrol dan tidak dapat diramalkan, sudah disebutkan diatas.
Selain itu tablet kempa ganda, tablet salut gula digunakan juga untuk mendapatkan efek itu.
Inti tablet biasanya disalut dengan shellac atau polimer enterik oleh karenanya tidak akan
melepaskan muatan obatnya ke dalam lambung. Kedua bentuk obat ini selanjtnya
ditambahkan pada penyalutan gula, baik dalam larutan sirup gula maupun sebagai bagian
dari serbuk halus yang ditambahnkan untuk mempercepat penambahan penyalut.
4. Tablet aksi diperlama dan tablet salut enterik
Bentuk sediaan tablet aksi diperlama dimaksudkan untuk melepas obat sesudah
penundaan beberapa lama, atau setelah tablet melalui satu bagian saluran cerna kebagian
lainnya. Tablet salut enterik merupakan contoh produk tablet aksi diperlama yang paling
umum. Semua tablet salut enterik (yang tetap utuh dilambung , tapi dengan cepat melepas
di usus bagian atas) merupakan tipe tablet aksi diperlama. Tidak semua tablet aksi diperlama
merupakan tablet enterik atau dimaksudkan untuk menghasilkan efek enterik. Pada
penerapannya pada manusia, suatu produk bisa didesain melewati lambung dalam keadaan
utuh, kemudian melepaskan zat aktif perlahan-lahan selama beberapa jam atau lebih lama
di usus halus.
Spesifikasi farmakope untuk tablet salut enterik ialah bahwa semua dari 6 tablet
yang diperiksa dalam tabung alat disintegrasi USP (dengan menggunakan lempeng-lempeng)
tetap utuh setelah dibiarkan 30 menit dalam cairan lambung buatan pada 37oC ± 2oC dan
kemudian hancur dalam waktu yang ditentukan untuk monografinya, + 30 menit. Jika satu
atau 2 tablet gagal hancur sempurna dalam cairan usus itu, uji diulang dengan menggunakan
12 tablet tambahan ; tidak kurang dari 16 dari total 18 tablet yang diperiksa harus hancur
dengan sempurna. Sebelum dimasukkan ke cairan lambung itu, tablet dicelupkan dulu dalam
air pada temperatur kamar selama 5 menit.
5. Tablet salut gula dan tablet salut cokelat
Peranan utama kedua tablet salut ini untuk mendapatkan bentuk obat yang
menarik, mengkilap, serta mudah untuk menelannya. Juga dapat memisahkan bahan-bahan
yang tidak bercampur diantara penyalut dan inti tablet, kenyataan ini sudah dipergunakan
secara luas dalam membuat multivitamin dan multivitamin yang dikombinasi dengan
mineral.
6. Tablet bersalut lapisan tipis
Tablet yang disalut dengan lapisan tipis atau tablet salut film sudah dikembangkan
sebagai suatu alternatif prosedur untuk pembuatan tablet salut yang obantnya tidak
diperlukan dalam penyalutan. Komposisi penyalut lapisan tipis yang pertama digunakan
adalah satu atau lebih polimer yang biasanya sudah mengandung bahan pembentuk plastk
untuk polimer itu, dan mungkin suatu surfaktan untuk memudahkan pembagian partikel,
semua diberikan ke tablet dalam larutan dari pearut organik.
7. Tablet kunyah
Tablet kunyah dimaksudkan untuk dikunyah di mulut sebelum ditelan dan bukan
untuk ditelan utuh. Tujuan dari tablet kunyah adalah untuk memberikan suatu bentuk
pengobatan yang dapat diberikan dengan mudah kepada anak-anak atau orang tua, yang
mungkin sukar menelan obat utuh. Tablet kunyah yang paling umum ditemukan dipasaran
adalah tablet kunyah aspirin, yang dimaksudkan untuk digunakan oleh anak-anak.

Tablet Yang Digunakan Dalam Rongga Mulut


1. Tablet bucal dan sublingual
Kedua tablet ini dimaksudkan untuk diletakkan di dalam mulut, agar dapat dmelepaskan
obatnya sehingga diserap langsung oleh selaput lendir mulut. Kedua jenis tablet ini biasanya
kecil dan rata, diletakkan diantara pipi dalam dengan gigi (tablet buccal), atau dibawah lidah
(tablet sublingual). Obat-obat yang diberikan dengan cara ini dimaksudkan agar memberikan
efek sistemik, dan karena itu harus cepat diserap dengan baik oleh selaput lendir mulut.
Obat yag diserap dari selaput lendir masuk ke dalam aliran darah, selanjutnya masuk ke
aliran darah umum. Obat masuk ke dlaam saluran darah usus, yang langsung berhubungan
dengan hati melalui vena porta. Jadi penyerapan obat melalui rongga mulut menyebabkan
obat terhindar dari metabolisme first-pass.
Tablet buccal dan sublingual hendaklah diracik dengan bahan pengisi yang lunak,
yang tidak merangsang keluarnya air liur. Ini mengurangi bagian obat yang tertelan dan lolos
dari penyerapan selaput lendir mulut. Dismamping itu, kedua tablet ini hendaklah dirancang
untuk tidak pecah, tetapi larut secara lambat, biasanya dalam jangka waktu 15-30 menit,
agar penyerapan berlangsung dengan baik.
2. Troches dan lozenges (tablet hisap)
Penggunaan kedua jenis tablet ini dimaksudkan untuk memberi efek lokal pada
mulut atau kerongkongan. Bentuk tablet ini umumnya diguanakan untuk mengobati sakit
tenggorokan atau untuk mengurangi batuk pada influenza. Kedua bentuk ini mungkiin
mengandung anastetik lokal, berbagai antiseptik dan antibakteri, demulsen, astringen dan
antitusif.
Troches dan lozenges biasanya dibuat dengan menggabungkan obat dalam suatu
bahan dasar kembang gula yang keras dan beraroma yang menarik. Lozenges dapat dibuat
dengan mengempa, tetapi biasanya dibuat dengan peleburan atau denan proses penuangan
kembang gula. Sedangkan troches dibuat dengan cara kempa seperti halnya tablet yang lain.
Kedua tablet ini dirancang agar tidak mengalami kehancuran di dalam mulut, tetapi larut
atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu 30 menit atau kurang.
3. Kerucut gigi (dental cones)
Dental cones adalah suatu bentuk tablet yang cukup kecil, dirancang untuk ditempatkan di
dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi. Tujuannya biasanya untuk mencegah
berkembangbiaknya bakteri ditempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu
senyawa antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan, atau untuk mengurangi
perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau koagulan. Pembawa yang lazim
digunakan adalah natrium bikarbonat, natrium klorida atau suatu asam amino. Hendaknya
tablet seperti ini tidak dirancang mengandung zat yang mempermudah timbulnya bakteri.
Tablet Yang Diberikan Dengan Cara Lain
1. Tablet implantasi
Tablet ini dimaksudkan untuk ditanam dibawah kulit manusia atau hewan.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek obat dalam jangka waktu yang lama, berkisar
dari satu bulan sampai satu tahun. Biasanya dibuat dengan sedemikian rupa, sehingga obat
yang terkandung dilepaskan dengan kecepatan yang konstan. Penggunaan utama dari tablet
implantasi dan bentuk depo adalah untuk pemberian hormon pertumbuhan pada hewan-
hewan penghasil makanan.
2. Tablet vaginal
Tablet vaginal dimaksudkan agar dapat larut secara perlahan-lahan, dan melepaskan
obat yang terkandung didalamnya ke ronga vagina. Obat vaginal digunakan untuk
melepaskan obat-obat antibakteri, antiseptik, atau astringen ke dalam vagina untuk
mengobati infeksi di vagina, atau mungkin juga digunakan untuk pemberian steroid dalam
pengobatan sistemik. Pembawa untuk tablet vaginal adalah bahan yang dapat larut secara
perlahan-lahan seperti halnya bahan yang digunakan sebagai pembawa untuk tablet bucca
dan sublingual.

Tablet Yang Digunakan Untuk Membuat Larutan


1. Tablet effervescent
Tablet effervescent dimaksudkan untuk menghasilkan larutan secara cepat dengan
menghasilkan CO2 secara serentak. Tablet khususnya dibuat dengan cara pengempa bahan-
bahan aktif dengan campuran asam-asam organik seperti asam sitrat atau asam tartrat dan
natrium bikarbonat. Bila tablet seperti ini dimasukkan ke dalam air, mulailah terjadi reaksi
kimia antara asam dan natrium bikarbonat sehingga terbentuk garam natrium dari asam dan
menghasilkan CO2 serta air.
Keuntungan tablet effervescent sebagai bentuk obat adalah kemungkinan penyiapan
larutan dalam waktu seketika, yang mengandung dosis obat yang tepat.sedangkan
kerugianya, dan mengapa pemakainnya agak terbatas, ialah kesukaran untuk menghasilkan
produk yang stabil secara kimia.
2. Tablet dispensing (DT)
Tablet dispensing dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan volume
tertentu, oleh ahli farmasi atau konsumen, untuk mendapatkan suatu larutan obat dengan
konsentrasi tertentu. Bahan yang lazim dimasukkan ke dalam tablet dispendingnya yaitu
perak proteenat (mild), merkuri diklorida, merbromin dan berbagai senyawa amonium
kuarterner. Dalam beberapa hal, seperti dalam pemakaian yang mengharuskan kontak
antara larutan dengan selaput lendir atau luka, tablet dapat mengandung komponen yang
memberikan sifat dapar atau isotonis.
Tablet dispensing dewasa ini kurang umum dipakai karena tidak dapat dipakai secar
rutin menggunakan air dengan kualitas tertentu untuk mendapatkanlarutan steril. Kesulitan
lain yaitu ; beberapa komponen yang dahulu dipakai, sangat toksik dan berbahaya, bahkan
dapat menyebabkan kematian bila keliru tertelan.
3. Tablet hipodemik (HT)
Tablet hipodermik terdiri dari satu obat atau lebih, dengan bahan-bahan lain yang
dapat segera larut dalam air, dan dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air yang steril
atau air untuk injeksi. Tablet hipodermik tidak banyak lagi digunakan saat ini karena
bertambahnya peluang penggunaan larutan yang tidak steril dengan cara ini, sekalipun ada
perlengkapan saringan untuk mensterilkannya dan membebaskannya dari partikel-partikel.
4. Tablet triturasi (TT)
Tablet triturasi biasanya kecil dan silidris dibuat dengan menuang atau dengan
mengempa. Meskipun kini jarang digunakan, tablet ini dulu memberikan suatu metode
penyiapan obat seketika oleh ahli farmasi. Obat yang digunakan dalam bentuk tablet ini
biasanya cukup kuat dan dicampur dengan laktose dan juga pengikat seperti akasia.
Campuran ini dibasahi untuk menghasilkan suatu masa yang kompak dan dapat dituang atau
dicetak.
Massa ini dimasukkan ke dalam lubang-lubang cetakan yang terbuat dari kayu atau
plastik, sesudah itu tablet dikeluarkan dengan menggunakan papan pengungkit yang
pengungkitnya sesuai dengan lubang-lubang pada cetakan tadi. Kemudian tablet dibiarkan
kering sehingga tersedia untuk dispensing. Oleh karena hampir tiap obat yang dapat
diberikan dalam bentuk ini telah tersedia dalam bentuk tablet jadi atau kapsul, jadi tidak
perlu lagi bagi para ahli farmasi untuk membuat tablet seketika di dalam melayani keperluan
orang sakit.
Kecenderungan di Masa yang Akan Datang
1. Kecenderungan formulasi dan produk
Tablet tidak bersalut
Rancangan, formulasi dan pembuatan tablet tidak bersalut ini dimasa yang akan
datang mengikuti kecenderungan yang ada untuk pengolahan yang lebih efisien,
menggabungkan atau menghilangkan beberapa langkah pengolahan apabila mungkin,
mengurangi penanganan dan berbagai variabel pengolahan, mempersingkat waktu produksi
dan selanjutnya mengurangi biaya produksi.
Bahan pengisi
Pengisi yang baru dan yang telah diperbaiki akan terus dikembangkan untuk
memenuhi keperluan teknologi pembuatan tablet yang mutakhir. Beberapa di antara pengisi
yang baru ini adalah polimer seperti bentuk pautan silang karboksimetil selulosa, yang dijual
dengan nama dagang Ac-Di-Sol. Sebagian besar dari derivat-derivat polimer berasal dari
alam, berdasarkan status yang diakui menurut peraturan.
Penyalutan
Pelarut dasar untuk lapisan tipis akan terus berkurang pemakaiannya, karena
mahalnya biaya pelarut dan adanya pembatasan EPA dan OSHA. Proses ini akan digantikan
oleh sistem dengan pelatur air. Larutan polimer di dalam air dapat dipakai untuk
menghasilkan lapisan tipis yang larut dalam air.
Tablet melepas terkendali
Dewasa ini sebagian besar produk seperti itu adalah pelet bersalut yang diisikan ke
dalam kapsul. Pendekatan seperti ini mempunyai beberapa keuntungan ; partikel
dikosongkan dari lambung, penggunaan berbagai macam penyalut, dan beberapa pola
penglepasan untuk berbagai penyalutan, memungkinkan penglepasan segera suatu fraksi,
yang diikuti pengelepasan fraksi lain dalam jangka waktu yang panjang.
2. Perbaikan dalam pembuatan di pabrik
Bidang perbaikan dasar
Granulasi basah secara tradisional merupakan proses padat karya dan
menghabiskan waktu. Dalam 20 tahun terakhir ini kemajuan yang efisien telah terjadi pada
pembuatan tablet. Ini disebabkan oleh 4 hal yaitu ; eliminasi atau kombinasi langkah-langkah
pembuatan, perbaikan unit pelaksana spesifik, perancangan peralatan baru yang spesifik
diarahkan pada granulasi, dan kemajuan pada teknik dan sistem penanganan bahan.
Langkah-langkah yang dihilangkan atau digabung
Alat pencampur baru / granulator menungkinkan beberapa proses granulasi basah
berlangsung berturut-turut dengan cepat atau digabungkan di dalam suatu alat.
Perbaikan pada unit pelaksanaan
Efisiensi metode baru pembuatan tablet seperti yang diperlihatkan oleh pembuatan
yang baru, dicapai dengan meningkatkan efisiendi tiga unit pelaksanaan spesifik. Pertama,
pengolahan bahan diperbaiki dengan mengganti mikser (pengaduk) berkecepatan rendah
dengan granulator/mikser berkecepatan tinggi.
Kedua, pencetakan tablet diperbaiki dengan mengganti mesin pengempa
bergravitasi dengan tempat pengisian tunggal dengan mesin yang lebih baru yang
berkecepatan tinggi, dengan beberapa alat kempa, dengan pengisi die yang tepat dan
pemeriksaan berat otomatis.
Ketiga, cara penyalutan diperbaiki agar memenuhi standar EPA, dengan beralih dari
sistem berdasarkan pelarut organik ke sistem pelarut air, yang selanjutnya dibantu dengan
alat penyalut yang berlubang pada sisinya, yang memperbaiki efisiensi pengeringan.
Pengelolahan bahan
Perubahan yang betujuan menghemat tenaga kerja dilakukan dengan merancang
peralatan yang memungkinkan bahan-bahan bergerak karena gravitasi. Peralatan seperti ini
akan menguragi penggunaan bahan, tenaga kerja dan manusianya.
Peralatan
1) Granulator fluid bed spray
Alat ini telah dimodifikasi dengan penambahan pipa penyemprot atau
penginjeksi cairan untuk memberikan tambahan cairan pengikat dan zat perekat pada
bahan berebentuk serbuk kering, untuk mengaglomerasikan serbuk yang diikuti oleh
pengeringan di dalam alat yang sama.
2) Alat pencampur berselongsong kembar dan inti rangkap dengan pengisi cairan yang
mampu mengeringkan dengan vakum
Peralatan khusus yang mencakup pengisian cairan melalui proses mesin
menyebabkan dispenser penyemprot berada diatas sumbu unit rotasi; suatu tempat
masuk vakum melalui poros yang sama atau berhadapan menuju ke tempat
pengambilan vakum ditutupi dengan nilon atau alat penyaring halus lain yang sesuai,
yang juga berada di atas sumbu rotasi dan diluar lintasan gerak serbuk ; elemen-elemen
pengaduk yang mampu berputar di dalam masa serbuk yang ada di dalam alat
pencampur.

3) Alat pencampur-prosesor day-nauta


Alat pencampur Nauta mempunyai pemutar tegak. Seperangkat pemutar
dipasang dalam suatu ruang kerucut, pemutar tadi menggerakkan serbuk yang mesti
dipecah dan diaduk tadi dari bawah ke atas. Perangkat tadi beredar di sekeliling dinding
ruang kerucut untuk memastikan pencampuran yang lebih merata.
4) Ganulator topo
Alat ini untuk pembuatan granul dan partikel bersalut dengan menggunakan
vakum yang tinggi. Bahan yang akan digranulasikan atau disalut diletakkan dalam ruang
alat, yang dilengkapi dengan penghisap bebas debu. Kompartemen granulasi kemudian
dibuat vakum, dan tiap cairan granulasi atau hasil tambahan (cair atau padat)
ditambahkan seperti yang diinginkan dengan cara mengurangi bahan-bahan yang
ditambahkan ke komponen yang sudah ada di dalam ruang.

5) Granulator CF
Granulator CF menggunakan mangkuk silindris dengan lempeng dasar berputar.
Udara pengering dan pencairan dilewatkan pada ruang antara mangkok dan lempeng
dasar. Suatu alat pengisi mengisikan serbuk, granul, ataupun bahan-bahan lain ke dalam
mesin. Udara dan lempeng berputar membuat bahan-bahan menjadi partikel-partikel
bundar seperti donat atau cincin, sepanjang dinding ruangan, dalam suatu gerak yang
berputar-putar.
Pengawasan cara kerja dengan komputer
Bersamaan dengan terus membaiknya cara pembuatan di dalam bidang yang
disebutkan tadi, maka keperluan akan tenaga manusia terus berkurang, dan ini
meningkatkan peranan komputer dalam pengawasan kerja. Banyak alasan untuk
menggunakan komputer untuk pengawasan kerja, diantaranya ; menjamin pengawasan
yang ketat, informasi operasional, dokumentasi cara kerja, keamanan cara kerja dan
pengawasannya, meningkatkan konsistensi, fleksibilitas, keandalan, dan produktivitas.
Dalam pembuatan tablet yang menggunakan cara batch umum, unit pelaksana
individual seperti cara penyalutan, pengeringan dengan bahan cair dan pemantauan
pencetakan tablet menjadi otomatis oleh mikro komputer. Ada hambatan pada pengawasan
komputer, termasuk juga keperluan akan peralatan komputer yang lebih kecil dan lebih
berkemampuan, proses sensor antarmuka yang lebih baik, terutama dari jenis “komposisi”
dan antarmuka atau mesin yang lebih baik.