Anda di halaman 1dari 6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Budi Utama Pringsewu


Kelas/ Semester : X/1
Mata pelajaran : Sejarah Indonesia
MateriPokok : Menelusuri Peradaban awal di Indonesia
Sub Materi : Pola Hunian Manusia Praaksara
Pertemuanke- :7
AlokasiWaktu : 3 x 45 menit (120 menit)

A. KompetensiInti:
1. Menghayatidanmengamalkanajaran agama yang di anutnya.
2. Mengembangkanperilaku
(jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli,santun,ramahlingkungan,gotongroyong,kerjasama,cintada
mai,responsivedanproaktif)
danmenunjukkansikapsebagaibagiandarisolusiatasberbagaipermasalahanbangsadalamberinter
aksisecaraefektifdenganlingkungan social
danalamsertadalammenempatkandirisebagaicerminanbangsadalampergaulandunia.
3. Memahamidanmenerapkanpengetahuanfactual,konseptual,proceduraldalamilmupengetahuan,
teknologi,seni,budayadanhumanioradenganwawasankemanusiaan,kebangsaan,kenegaraandan
peradabanterkaitfenomenadankejadiansertamenerapkanpengetahuan procedural
padabidangkajian yang spesifiksesuaidenganbakatdanminatnyauntukmemecahkanmasalah.
4. Mengolah,menalardanmenyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan diri yangdipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
1.1. Menghayati keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya
1.2. Menghayatiketeladanan para pemimpin dalam toleransi antar umat beragama dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
2.1. Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya pada masa pra
aksara, Hindu-Buddha dan Islam
2.3. Berlaku jujur dan bertanggung-jawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran
sejarah
3.2. Memahami corak kehidupan masyarakat pada zaman praaksara
4.2. Menyajikan hasil penalaran mengenai corak kehidupan masyarakat pada zaman praaksara
dalam bentuk tulisan

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3.2.5. Menganalisis corak kehidupan masyarakat praaksara.

D. Tujuan pembelajaran
1. Denganmencermati gambar penjelasan guru tentang pola hunianpeserta didik dapat
menjelaskan pola hunian manusia praaksara.
2. Dengan aktivitas tanya-jawabpeserta didik dapat menganalisis keterkaitan antara pola hunian
dengan mata pencaharian manusia praaksara.
3. Denganbrowsing internet peserta didik dapat menunjukkan situs-situs peninggalan pola hunian.

E. Materi Ajar
1. Pola hunian manusia praaksara.
2. Keterkaitan antara pola hunian dengan mata pencaharian manusia praaksara.
3. Situs-situs peninggalan pola hunian.

F. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Learning.
2. Strategi : Cooperatif Learning.
3. Model : Problem Base Learning dan Disovery Learning.
4. Metode : Ceramah, tanya jawab, penugasan.

G. Kegiatan Pembelajaran

AlokasiWak
Kegiatan Diskripsi
tu
Pendahulu  Mengucapkansalam ,doadanpresensidengankomunikatif yang 10 menit
an ramahdansantun.
 Menanyakankesiapanpesertadidikuntukmengikuti proses
pembelajaran.
 Meminta peserta didik mengumpulkan hasil pengamatan yang
diberikan pada pertemuan sebelumnya.
 Mengajukan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari.
 Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai.
 Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan
sesuai silabus.
Inti 95 menit
MENGAMATI
 Mengamati gambar pola hunian manusia praaksara.
 Peserta didik menyimak penjelasan.

MENANYA
Dengan membaca buku teks (halaman35-37), peserta didik diarahkan
membuat pertanyaan.

MENALAR
 Secara individual peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan soal
ujian kompetensi yang ada pada buku teks Sejarah Indonesia halaman
37.

MENCOBA
 Pesertadidikmencatathasiljawaban.

MEMBUAT JEJARING
 Guru memintapesertadidik (secaraacak)
menjawabpertanyaandanpesertadidik lain menanggapi.
 Memberi penguatan kepada peserta didik yang sedang menjawab.
 Pesertadidikmencatat/ menyempurnakanhasiljawaban.
 Pesertadidikmembuatlaporanhasiljawabanuntukdikumpulkan.
Penutup  Pesertadidikdiberikanulasansingkattentangkegiatanpembelajarandanh 20 menit
asilbelajarnya.
 Pesertadidikdapatditanyakanapakahsudahmemahamimateritersebut.
 Sebagairefleksi,guru
membimbingpesertadidikuntukmembuatkesimpulantentangpelajaran
yang
barusajaberlangsungsertamenanyakankepadapesertadidikapamanfaat
yang diperolehsetelahmempelajaritopikpolahunian.
 Pesertadidikmenjawabpertanyaan (acak)
secaralisanuntukmendapatkanumpanbalikataspembelajaran yang
barusajadilakukan.
 Peserta didik mengumpulkan hasil laporannya.
 Menginformasikanrencanakegiatanpembelajaranuntukpertemuan
berikutnya.
 Memberikantugasyang
harusdikumpulkanpadapertemuanminggudepan. (browsing internet
tentang proses
penemuanapidanmanfaatnyabagimanusiazamanpraaksara)
 Menutupdengansalam.

H. Alat /Bahan/ Sumber Bahan :


1. Alat: White Board, spidol, LCD, Laptop, Lembarpengamatan, Lembar Tugas.
2. SumberBelajar :

---------. 2013. Sejarah Indonesia. Jakarta. Kemendikbud.Halaman 35-37.

I. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


1. Teknik : Tes dan Non-Tes
2. Bentuk : Uraian , lembar kerja.
3. Instrumen Tes :
Kerjakan soal berikut ini dengan tepat !
1) Mengapa manusia purba banyak yang tinggal di tepi sungai?
2) Jelaskan pola kehidupan nomaden bagi manusia purba!
3) Mengapa manusia purba juga memasuki fase bertempat tiggal sementaramisalkan di
gua?
4) Tunjukkanlah letak situs-situs purba disepanjang aliran sungai!

Kunci Jawaban Tes Uraian

1) Manusia purba menghuni lingkungan di pinggir sungai mengingat keberadaan air


memberikan beragam manfaat. Air merupakan kebutuhan pokok bagi manusia
tumbuhan maupun binatang. Keberadaan air pada suatu lingkungan mengundang
hadirnya berbagai binatang untuk hidup di sekitarnya. Begitu pula dengan tumbuh-
tumbuhan, air memberikan kesuburan bagi tanaman. Keberadaan air juga dimanfaatkan
manusia sebagai sarana penghubung dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Melalui
sungai, manusia dapat melakukan mobilitas dari satu tempat ketempat yang lainnya.

2) Manusia purba di Indonesia diperkirakan sudah hidup menjelajah (nomaden) untuk


jangka waktu yang lama. Mereka mengumpulkan bahan makanan dalam lingkup wilayah
tertentu dan berpindah-pindah. Mereka hidup dalam komunitas-komunitas kecil dengan
mobilitas yang tinggi. Keterisolasian dalam hutan tropis dan ketiadaan kontak dengan
dunia luar menutup kemungkinan untuk mengadopsi budaya luar. Lama hunian di suatu
lingkungan eksploitasi dipengaruhi oleh ketersediaan bahan makanan. Manakala
lingkungan sekitar sudah tidak menjanjikan bahan makanan, mereka berpindah ke
lingkungan baru di tepian sungai untuk membuat persinggahan baru. Mulailah
berkembang pola hunian bertempat tinggal sementara, misalnya di gua-gua. Inilah masa
transisi sebelum manusia itu bertempat tinggal tetap.

3) Keberadaan gua-gua yangdekat dengan sumber air dan sumber bahan makanan
mungkin dimanfaatkan sebagai tempat persinggahan sementara, sehinggatidak
meninggalkan jejak pada kita. Kemungkinan lain bahwa gua-guadi kala itu belum atau
baru sebagian terbentuk dan gua-gua yangsudah terbentuk tidak dalamlingkungan yang
menyediakanberbagai sumberdaya yangdiperlukan manusia. Yangmenarik di alam
terbuka itu adajuga manusia purba yang yangtinggal sekitar pantai.

4) Situs purba di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo seperti Sangiran, Sambungmacan,
Trinil, Ngawi dan Ngandong.

4. Instrumen Non- Tes

LEMBAR PENILAIAN AFEKTIF

Kelas/ Semester : X/ Ganjil


Mata pelajaran : Sejarah Indonesia
Materi Pokok : Menelusuri Peradaban awal di Indonesia
Sub Materi : Pola Hunian Manusia Praaksara
Peretemuan ke- : 7
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ( 1 x pertemuan )

ASPEK YANG DINILAI NILAI


NO NAMA SISWA Tanggung Tepat
Keingintahuan Ketekunan
jawab Waktu
1
2
3
4

NO ASPEK YANG DINILAI RUBIK


1 Menunjukkan rasa 3. Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dan antusias.
keinginthuan 2. Menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, namun
tidak terlalu antusias.
1. Tidak menunjukkan antusias.
2 Menunjukkan ketekunan 3. Tekun dalam menyelesaikan tugasdengan hasil
terbaik.
2. Tekun dalam menyelesaikan tugas, namun belum
menunjukkan hasil terbaik.
1. Tidak berupaya sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas.
3 Menunjukkan tanggung 3. Menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab
jawab dengan hasil terbaik.
2. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas,
namun belum menunjukkan hasil terbaik.
1. Kurang bertanggungjawab dalam menyelesaikan
tugas.
4 Menunjukkan kedisiplinan 3. Menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dengan
dalam ketepatan waktu hasil terbaik.
2. Berupaya tepat waktu, namun belum menunjukkan
hasil terbaik.
1. Tidak menyelesaikan tugas.

Pringsewu, 17 Juli 2017


Mengetahui,
Kepala SMKBudi Utama Pringsewu Guru Mata Pelajaran

Agus Heris Winaryanta Devita Ratnasari, A.Md