Anda di halaman 1dari 19

BAB II

URAIAN UMUM PERUSAHAAN PT.PLN (PERSERO) RAYON DENPASAR

2.1 Sejarah Berdirinya PT.PLN (PERSERO) Rayon Denpasar

Perusahaan listrik di wilayah Denpasar didirikan pada tahun 1927 dan


mulai dioperasikan pada tahun 1928 dengan namaN.V EBALOM (N.V
ELECTRICAL Bali-Lombok) yang tempatnya berlokasi di lingkungan Banjar
Gemeh Denpasar (PLN cabang Denpasar yang sekarang) di bawah pimpinan
L.de.Yong.

Ketika perang dunia ke II,pada saat tentara penjajah Jepang masuk ke


wilayah Indonesia (Khususnya Bali),banyak orang-orang Belanda sipil yang
meninggalkan Indonesia termasuk L.De.Yong.N.V EBALOM pengurusnya
diserahkan kepada B.O.W (PU sekarang) dibawah pimpinan I Ketut Mandra
(Kepala PU saat itu).Tahun 1942 Jepang masuk ke Indonesia (Termasuk
Bali),kemudian N.V EBALOM diambil alih oleh penjajah Jepang dan namanya
diganti menjadi “NIPPON HATSUDENG” yang dikepalai oleh Kawaguci.Dan
setelah perang dunia ke II berakhir,Penjajah Jepang dikalahkan oleh Sekutu
maka NIPPON HATSUDENG diserahkan kembali kepada PU.

Pada tanggal 2 Maret 1946 Sekutu masuk ke Bali dan diikuti pula oleh
Tentara Gajah Merah Belanda.Setelah Tentara Belanda masuk ke wilayah
Denpasar,perusahaan listrik di kuasai kembali oleh pihak Belanda dan
kembali menjadi N.V EBALOM DENPASAR serta kembali dipimpin oleh
L.De.Yong. Setelah penyerahan kedaulatan kepada Negara RI (Tahun 1949),
N.V EBALOM masih dikuasai dan diurus oleh pihak Belanda,sampai saat
terakhir N.V EBALOM terjadi beberapa kali pergantian pimpinan,adapun
nama-nama pmpinannya diantaranya:

1. L.De.Yong

2. J.de.Hart

4
3. Kwee The Jong

4. Renould

5. J.J Waters

6. Schurica

Sekitar tahun 1956/1957 N.V EBALOM DENPASAR di Nasionalisasi atau


dikuasai oleh pemerintah Indonesia dan namanya diganti menjadi Perusahaan
Listrik Negara dan ditempatkan dibawah pengawasan / pembinaan kantor
besar PLN Surabaya,yang kemudian kantor besar Surabaya berganti sebutan
menjadi kantor PLN Eksploitasi IX-Surabaya.PLN cabang Denpasar dan masih
berlokasi di gemeh Jl.Diponegoro-Denpasar.

Selain PLN cabang Denpasar yang sudah ada,maka pada tanggal 4 Mei
1965 di Denpasar dibentuk pula kantor PLN Eksploitasi VIII berlokasi di
Sanglah (Jl.Diponegro) Denpasar yang dipimpin oleh Ir. Soetrisno Oerip.
Dengan dibentuknya kantor PLN Eksploitasi IX-Surabaya.Selanjutnya menjadi
PLN Eksploitasi VII cabang Denpasar.Para Pejabat yang pernah menjabat
selaku kepala PLN Cabang Denpasar antara lain:

1. I Gusti Agung Ngurah Raka


2. Ir. Wayan Sandi
3. Ir. Soetrisno Oerip
4. I Gusti Agung Rai Nuara
5. Sukandar BEE
6. Poeman Hariandja BEE
7. I Made Karsa
8. B.M Akwan
9. Maryono Ah.T
10. I Gede Sukarya Ayub

Sekitar Tahun 1970 kantor PLN Eksploitasi VIII Denpasar, pindah dari
gedung sewaan di Jl. Diponegoro (sanglah) Denpasar dan menempati gedung
baru yang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman No.2 Denpasar. Tahun 1974

5
sebutan PLN Eksploitasi VII diubah menjadi PLN Eksploitasi XI dan Tahun
1976 diubah menjadi PLN Wilayah XI.

Kemudian pada Tahun 1992 Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah


XI pindah ke kantor baru yang berlokasi di Jl.Letda Tantular No.1 (Renon)
Denpasar yang diresmikan tepatnya hari Selasa 29 Desember 1992.

Sesuai Visi Pemerintah yaitu terselenggaranya Industri Ketenagalistrikan


yang transparan,kompetitif,efisien,dan akrab lingkungan untuk kesejahteraan
rakyat sesuai dengan kebijaksanaan restrukturisasi sector ketenagalistrikan di
Indonesia.Dibentuklah Pilot Project Unit Pelayanan sesuai instruksi Direksi PT.
PLN (Persero) No. 03/10/DIR/2000 tanggal diimplementasikan mulai tanggal
20 Juni 2000 sampai dengan 1 Juni 2001. Dan sampai sekarang PT. PLN
(Persero)Wilayah XI telah direstrukturisasikan menjadi PT. PLN (Persero) Unit
Bisnis Bali,NTB&NTT, meliputi wilayah kerja:

1. Provinsi Daerah Tingkat Bali


2. Provinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Barat
3. Provinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur

PT PLN (Persero) Rayon Denpasar (Rayon Denpasar) merupakan salah


satu sub unit pelaksana di PT PLN (Persero) Distribusi Bali, yang tergabung
dalam unit pelaksana PT PLN (Persero)Area Bali Selatan. Rayon Denpasar
melayani Kota Denpasar, yang merupakan ibukota Provinsi Bali, dan
dipersiapkan menjadi salah satu dari 3 kota metropolitan baru di Indonesia,
selain Medan dan Makassar. Kota Denpasar mencakup atas 4 kecamatan
(Denpasar Barat, Denpasar Timur, Denpasar Utara dan Denpasar Selatan)
dengan 43 desa atau kelurahan dan 209 dusun, atau dikenal sebagai
banjar.KotaDenpasar berbatasan denganKabupaten Badung disebelahutara,
barat dan selatan, sedangkan disebelah timur berbatasan dengan Kabupaten
Gianyar dan Selat Lombok. Kota Denpasar memiliki luas wilayah127,78 km2
atau 2,27 % dari luas wilayah Provinsi Bali.

6
Gambar 2.1 Peta Kota Denpasar

Dalam melayani Kota Denpasar, Rayon Denpasar didukung dengan pasokan listrik
yang bersumber dari 5 Gardu Induk yang berada di Denpasar dan sekitarnya (GI
Pemecutan Kelod, Pesanggaran, Sanur, Padang Sambian dan Kapal). Rayon
Denpasar memiliki satu unit kantor rayon dan didukung 4 posko pelayanan teknik
yang tersebar untuk memudahkan kegiatan operasional. Menurut data Biro Pusat
Statistik Provinsi Bali tahun 2014, seluruh desa di Kota Denpasar telah bebas dari
adanya keluarga yang belum teraliri listrik.

7
Gambar 2.2 Wilayah Kerja Rayon Denpasar

Kota Denpasar merupakan pusat pemerintahan dan pusat bisnis/perekonomian


berada, sehingga memiliki pasar pelanggan potensial yang harus menuntut
pelayanan khusus.Kota Denpasar memiliki sarana prasarana publik yang memadai,
khususnya jalan, akan tetapi Denpasar merupakan daerah padat penduduk, dengan
kepadatan penduduk di Kota Denpasar pada tahun 2014 telah mencapai 6.759 jiwa
perkm2dan merupakan angka tertinggi di Provinsi Bali, sehingga berpotensi
mengalami kemacetan maupun kerawananlain seperti banjir dan kebakaran. Selain
itu, Kota Denpasar juga memiliki potensi bencana alam, khususnya angin kencang
dan hujan petir. Sebagai masyarakat kota, akses masyarakat Kota Denpasar
terhadap teknologi dan informasi pada level tinggi, hal ini turut mempengaruhi akan
tuntutan keandalan listrik yang tinggi.

8
2.2 Infrastruktur PT PLN (Persero) Rayon Denpasar

Seiring dengan perkembangan kota, permintaan terkait kebutuhan listrik


semakin meningkat dan harus diikuti dengan perkembangan jaringan distribusi
tenaga listrik. Keterbatasan lahan dan perijinan penggunaan lahan menjadi salah
satu kendala terkait pengembangan jaringan tersebut. Secara umum, jaringan
distribusi Rayon Denpasar dinyatakan sebagai berikut:

Tabel 2.1 Aset Distribusi Rayon Denpasar


JENIS ASSET SATUAN JUMLAH
JUMLAH PENYULANG Penyulang 70
JTM kms 765.65
JTR kms 1521.50
GARDU DISTRIBUSI Unit 2599
DAYA TRAFO MVA 505.600
DISTRIBUSI
SR kms 3171

Wilayah kerja PT. PLN (Persero) Rayon Denpasar meliputi wilayah Denpasar
saja. Total penyulang di wilayah kerja PT. PLN (Persero) Rayon Denpasar yang
masuk dalam pemeliharaan yaitu 70 penyulang. Dari 70 Penyulang PT. PLN
(Persero) Rayon Denpasar , (17) penyulang merupakan penyulang dengan system
jaringan spindle dan (53) penyulang merupakan penyulang dengan system jaringan
Radial. Penyulang tersebut di salurkan dari 5 Gardu Induk (GI),yaitu sebagai berikut:

1. Gardu Induk Kapal (60 MVA) :9 Penyulang


Transformator Tenaga
1. Penyulang Cargo
2. Penyulang Peguyangan
3. Penyulang Cokro
4. Penyulang Pidada
5. Penyulang Poh Gading

9
6. Penyulang Lumintang
7. Penyulang EXP STM
8. Penyulang Puspem
9. Penyulang Sading
2. Gardu Induk Padang Sambian (60 MVA) :12 Penyulang
Transformator Tenaga
1. Penyulang Abian Timbul
2. Penyulang Imam Bonjol
3. Penyulang Padang Sambian
4. Penyulang Perumnas
5. Penyulang Tegal Lantang
6. Penyulang Buagan
7. Penyulang Aston
8. Penyulang Gunung Agung
9. Penyulang Koernia
10. Penyulang Buana Raya
11. Penyulang Indrakila
12. Penyulang Merpati
3. Gardu Induk sanur (60MVA) :32 Penyulang
Transformator Tenaga
1. Penyulang Teuku Umar
2. Penyulang GBB
3. Penyulang Padang Galak
4. Penyulang EXP UNUD
5. Penyulang EXP Tohpati
6. Penyulang GAZEBO
7. Penyulang Sudirman
8. Penyulang VIP I
9. Penyulang Segara
10. Penyulang Pemuda
11. Penyulang Art Center

10
12. Penyulang Buruan
13. Penyulang EXP Semawang
14. Penyulang IB Mantra
15. Penyulang Jaya Saba
16. Penyulang Nusa Indah
17. Penyulang Renon
18. Penyulang Sedap Malam
19. Penyulang Surabi
20. Penyulang Merdeka
21. Penyulang Panjer
22. Penyulang Radison
23. Penyulang Veteran
24. Penyulang Jayagiri
25. Penyulang Batur sari
26. Penyulang Sindu
27. Penyulang Ramayana
28. Penyulang Katedral
29. Penyulang Bagawan
30. Penyulang Trengguli
31. Penyulang Batangahari
32. Penyulang Tukad Badung
4. Gardu Induk Pemecutan Kelod (60 MVA) :6 Penyulang
Transformator Tenaga
1. Penyulang Gunung Sari
2. Penyulang Mergaya
3. Penyulang Misol
4. Penyulang Sebelange
5. Penyulang Tarakan
6. Penyulang Tegal Wangi
5. Gardu Induk Pesanggaran (60 MVA) :11 Penyulang
Transformator Tenaga

11
1. Penyulang serangan
2. Penyulang RSUI
3. Penyulang Pegok
4. Penyulang Pelabuhan
5. Penyulang Sidakarya
6. Penyulang Dermaga
7. Penyulang Gelogor Carik
8. Penyulang Palapa
9. Penyulang Pedungan
10. Penyulang Jadi Pesona
11. Penyulang Reagan

12
2.3 Struktur Organisasi PT.PLN (PERSERO) RayonDenpasar

2.4 Falsafah,Visi, Misi, dan Motto PLN

a. Falsafah
Pembawa kecerahan dan kegairahan dalam kehidupan masyarakat yang
produktif.
b. Visi
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul
dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.

13
c. Misi
1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait,
berorientasi pada kepuasan pelanggan,anggotaperusahaan dan
pemegang saham.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan
ekonomi.
4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

d. Filosofi
Demi Visi dan Misi perusahaan,maka landasan filosofi PT.PLN
(Persero)Unit bisnis Bali selatan adalah: “Mempunyai komitmen yang
tinggi terhadap kepentingan pelanggan dengan menjadikan sumber daya
manusia sebagai sumber daya perusahaan”.

e. Motto
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik (Electricity for a better life)

2.5 Job Deskripsi, Tugas, dan Wewenang

1.Bagian Pelayanan Pelanggan dan Administrasi (PA)


Bertanggung jawab dalam kegiatan pelayanan pelanggan,
administrasi pelanggan, pencatatan dan pembukuan aset, perencanaan
dan pengendalian anggaran dan pendapatan sesuai dengan prosedur
administrasi dan akuntansinya, untuk menjamin pengelolaan anggaran
dan pendapatan yang efektif dan efisien guna peningkatan kinerja
keuangan, pengembangan dan administrasi Sumber Daya Manusia,
pengelolaan kegiatan kesekretariatan dan umum untuk menjamin
kelancaran operasional, serta melaksanakan kegiatan ehumasan dan
pemberdayaan lingkungan.

14
Untuk melaksanakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan
diatas, Bagian Pelayanan dan Administrasi mempunyai fungsi :
a. Melaksakan pengawasan terhadap kegiatan pelayanan pelanggan
/ calon pelanggan.
b. Menyusun dan memelihara Data Induk Pelanggan (DIP) dan Data
Induk Saldo (DIS).
c. Melaksanakan pencatatan dan pembukuan aset.
d. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian pendapatan serta
mengadakan rekonsilasi dengan fungsi terkait.
e. Menyusun RAO / UA1 sesuai dengan jadwal dan pedoman yang
ada.
f. Mengatur dan melaksanakan pengwasan atas penggunaan
anggaran investasi maupun operasi.
g. Mengatur dan mengendalikan likuidasi keuangan secara optimal.
h. Melaksanakan supervisi tentang keuangan dan akuntansi terhadap
unit asuhannya.
i. Menyusun laporan keuangan serta melaksanakan analisa dan
evaluasi untuk merumuskan upaya perbaikannya.
j. Mencatat dan melaksanakan inventarisasi fasilitas kantor serta
menyusun rencana dan melaksanakan pemeliharannya.
k. Melaksanakan Administrasi kepegawaian, membuat perhitungan
dan melaksanakan pembayaran hak-hak pegawai sesuai ketentuan
yang ada.
l. Menyusun dan memelihara Data Induk Kepegawaian serta
melaksanakan monitoring dan evaluasi SDM.
m. Melaksanakan pembinaan SDM serta menyusun rencana
pengembangan SDM.
n. Merencanakan dan mengelola kegiatan kesekretariatan, umum dan
KS.
o. Mengatur penyelesaian masalah hukum yang terkait dengan
masalah kedinasan, baik di lingkungan internal maupun eksternal.

15
p. Mengatur dan melaksanakan program kehumasan dan
pemberdayaan lingkungan.
q. Menyusun laporan sesuai bidang tugas bagian pelayanan dan
administrasi.
2.Bagian Transaksi Energi (TE)
Bertanggung jawab dalam penyusunan rencana penjualan dan
pengembangan usaha sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada
serta pelaksanaan kegiatan pelayanan khusus yang diprioritaskan kepada
pelanggan-pelanggan potensial, untuk menjamin teriptanya peningkatan
kepuasan pelanggan potensial, pembuatan tagihan listrik, dan pengendalian
pendapatan untuk menjamin peningkatan pelayanan dan peningkatan
pendapatan. Untuk melaksanakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan
diatas, Bagian Transaksi Energi (TE) mempunyai fungsi :
a. Menyusun data biaya operasi dan investasi serta data pendukung
RKAP
b. Mempersiapkan dan melaksanakan pengembangan usaha baru sesuai
dengan program yang telah ditetapkan.
c. Memonitor dan melakukan analisa atas pemakaian energi pada
pelanggan-pelanggan potensial (TM/TT).
d. Mengadakan komunikasi dan memberikan pelayanan khusus kepada
pelanggan-pelanggan dalam rangka meningkatkan loyalitas pelanggan.
e. Melaksanakan pembacaan meter dengan Automatic Meter Reading
(AMR) untuk pelanggan potensial, serta memelihara sarana dan
kelengkapannya.
f. Mengawasi kegiatan pencatatan meter dan melaksakan pembinaan
dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pembacaan meter.
g. Melaksanakan dan memonitor proses pengolahan data dalam rangka
pembuatan tagihan listrik sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang
ada.
h. Melaksanakan bongkar rampung dan penyambungan sementara.

16
i. Mengendalikan susut, PJU, P2TL, AMR pemeliharaan APP,
pemeliharaan meter transaksi dan hasil ukur meter transaksi.
j. Melaksanakan pengawasan dan mengkoordinir kegiatan penagihan
dalam rangka pengelolaan piutang.
k. Menyusun standar mutu pelayanan serta mengendalikan
pencapaiannya.
l. Menyusun laporan sesuai bidang tugas bagian transaksi energi.

3.Bagian Teknik
Bertanggung jawab dalam perencanaan dan pembangunan jaringan
distribusi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan pengembangan sistem,
merencanakan dan melaksanakan pengoprasian jaringan distribusi untuk
menjamin kontinyuitas pelayanan dengan mutu dan keandalan yang
memadai, serta mengoptimalkan pelaksanaan pemeliharaan dan pengaturan
jaringan distribusi agar dicapai pengusahaan energi yang efisien. Untuk
melaksakan tanggung jawab sebagaimana disebutkan di atas, Bagian Teknik
mempunyai fungsi :
a. Menyusun rencana dan melaksanakan pembangunan jaringan untuk
melayani pelanggan dan pengembangan sistem.
b. Menyusun SOP dan mengatur pengoprasian jaringan distribusi.
c. Menyusun rencana pemeliharaan dan melaksanakan pemeliharaan
jaringan distribusi.
d. Mengelola aset jaringan distribusi dan menyusun Data Induk
Jaringan.
e. Membuat data peta jaringan (mapping) dan memelihara akurasi data
sesuai dengan perkembangan.
f. Mengendalikan dan mengawasi fungsi Alat Pembatas dan Pengukur
(APP) dan menyususn rencana pemeliharaannya.
g. Melaksanakan analisa dan evaluasi susut distribusi serta menyusun
upaya pengendaliannya.
h. Membina dan mengembangkan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan
Bertegangan).

17
i. Menyusun laporan sesuai bidang tugas bagian teknik.

Adapun tugas dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan pada


struktur organisasi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Manajer
Adapun tugas pokok dari manajer adalah sebagai berikut :
1. Merumuskan sasaran perusahaan jangka pendek dan jangka
panjang sesuai kebijakan induk.
2. Menyusun stretegi dalam rangka mencapai sasaran.
3. Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pelayanan
pelanggan dan pemasran, pencatatan meter, dan penagiha rekening.
4. Membangun dan memelihara nilai-nilai budaya perusahaan sesuai
dengan visi dan misi.
5. Melakukan pengawasan tingkat kepuasan pelanggan.
6. Memberdayakan SDM (sumber Daya Manusia) untuk
mengoptimalkan produktifitas , memanfaatkan asset dan sumber
daya lain secara optimal.
7. Mengevaluasi hasil kerja secara periodic sebagai bahan untuk
penyempurnaan rencana selanjutnya.
8. Mengelola, memelihara, dan menevaluasi penerapan program-
program berbasis informasi.

2. Supervisor Pelayanan Pelanggan danAdministrasi (PA)


Adapun tugas pokok dari supervisor pelayanan dan administrasi adalah
sebagai berikut:
1) Memonitor program pelayanan pelanggan dan sistem informasi
pelanggan sesuai TMP.
2) Memonitor target Penjualan secara periodik / perbulan.
3) Memonitor kegiatan program Promosi produk pelayanan.
4) Mengevaluasi Survey Kepuasan Pelanggan.
5) Mengevaluasi pembuatan dan penerbitan SIP / SPJBTL.

18
6) Melaksanakan pengelolaan Tenaga Kerja.
7) Melaksanakan pengelolaan K3.
8) Melaksanakan investigasi kejadian kecelakaan kerja, kebakaran,
kebanjiran dan musibah lain terkait dengan K3.
9) Melaksanakan pengelolaan sarana kerja dan administrasi
perkantoran.
10) Melaksanakan pengelolaan fungsi keuangan dan akuntansi.
11) Melaksanakan fungsi kehumasan.
12) Menyiapkan data pendukung RKAP untuk bagian Pelayanan dan
Administrasi.
13) Melaksanakan rekonsiliasi data dengan fungsi terkait atas
pendapatan, bank, Hutang-Piutang, Persekot Dinas dan PUMP-
KPR/BPRP.
14) Memonitoring rencana kebutuhan material secara periodik.

3. Supervisor Transaksi Energi (TE)


Adapun tugas pokok dari supervisor teknik adalah sebagai berikut :
1. Menurunkan susut akibat pencurian listrik (P2TL) dan upaya
penurunannya.
2. Memantau tunggakan pembayaran rekening listrik setiap bulannya.
3. Memantau penyambungan sementara.
4. Memantau proses pemutusan, jika pelanggan memiliki tunggakan
pembayaran rekening listrik (> 3 bulan).
5. Mengevaluasi laporan penyambungan dan pemutusan.
6. Memantau dan mengevaluasi proses catat meter.
7. Memantau proses billing.

4. Supervisor Teknik
Adapun tugas pokok dari supervisor teknik adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan keandalan sistem operasi jaringan distribusi.
2. Memelihara jaringan distribusi.

19
3. Mengendalikan pelayanan gangguan dan mengkoordinir petugas 4.
pelayanan teknik.
4. Memantau dan mengevaluasi susut distribusi dan upaya
penurunannya.
5. Mengelola asset jaringan dan konstruksi distribusi.
6. Memastikan penyusunan RAB dan SPK pekerjaan Distribusi sesuai
ketentuan yang berlaku.

2.6 Penerapan K3

Dalam lingkungan kerja PT.PLN (Persero) Distribusi Area Bali Selatan


Rayon Denpasar khususnya di bidang Distribusi harus di perhatikan
keselamatan dan kesehatan tenaga kerja sebagai sumber daya manusia
dalam perusahaan karena keselamatan dan kesehatan kerja K3 berpengaruh
langsung terhadap produktivitas perusahaan.

Tujuan keselamatan kerja adalah melindungi tenaga kerja atas hak


keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup,
meningkatkan produksi serta produktivitas perusahaan, menjamin keselamatan
orang lain yang ada di tempat bekerja, serta memelihara dan menggunakan
sumber produksi secara aman dan efisien.Pengetahuan-pengetahuan yang
perlu untuk melakukan pembinaan dan pengawasan yang merupakan
pengetahuan penunjang adalah meliputi:

a. Dasar-dasar penerapan lingkungan kerja


b. Faktor-faktor penyebab penyakit akibat kerja.
c. Bahan-bahan kimia berbahaya.
d. Ergonomi.
e. Gizi Kerja.
f. Sanitasi-psikologi kerja.
g. Efek bahan kimia terhadap kesehatan.
h. Toksikologi Industri.
i. Teknik monitoring/evaluasi lingkunga kerja.

20
j. P3K (Pertolongan pertama Pada Kecelakaan)
k. APD (Alat Pelindug Diri)
l. Penyakit akibat kerja.

Peraturan perundangan yang berkaitan dengan kesehatan dan lingkungan kerja


PT.PLN (Persero) Distribusi Area Bali Selatan Rayon Denpasar sangat menerapkan
kesehatan dan keamanan kerja karena memiliki resiko yang sangat tinggi, Selain itu
meningkatkan produktivitas perusahaan, menjammin keselamatan setiap orang lain
yang ada di tempat kerja, serta memelihara dan menggunakan sumber produksi
efisien.Adapun sarana-sarana yang mendukung dalam keamanan dan keselamatan
kerja di PT. PLN (Persero) Rayon Denpasar antara lain :

a) Helm
Berguna untuk melindungi bagian kepala saat melaksanakan pekerjaan.
b) Selop Tangan Berisolasi
Berguna untuk melindungi tangan dari bahaya sengatan listrik dalam melakukan
pekerjaan bertegangan.
c) Sepatu Berisolasi
Berguna untuk melindungi kaki dari bahaya sengatan listrik dalam melakukan
pekerjaan bertegangan.
d) Seragam Kantor
Berguna untuk mengetahui identitas petugas PT. PLN Rayon Denpasar.
e) Kacamata
Berguna untuk melindungi mata dari serpihan api saat melakukan pekerjaan.
f) Sabuk Pengaman
Berguna untuk mengamankan petugas apabila mengatasi gangguan di atas
gardu.

21
22