Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PEMBAHASAN

A. Data AKB dan AKI


Angka kematian adalah banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk per tahun. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa definisi angka kematian adalah angka penduduk yang meninggal dunia
pada setiap seribu penduduk pertahun.Angka kematian (Mortalitas) merupakan salah satu indikator
untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat dan untuk keberhasilan program kesehatan yang
telah dilaksanakan.

1. Angka Kematian Bayi ( AKB)


Jumlah total kematian bayi pada tahun 2016 di Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak
392, kasus Kabupaten dengan jumlah kematian bayi paling sedikit adalah Kabupaten Barito Timur
sebanyak 3 kasus, diikuti oleh Kota Palangka Raya sebanyak 6 kasus dan Kabupaten Barito
Selatan serta Barito Utara dengan masing-masing sebanyak 14 kasus. Sedangkan Kabupaten
dengan jumlah kasus kematian paling banyak adalah Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 78
kasus, diikuti oleh Kabupaten Kapuas sebanyak 51 kasus, dan Kabupaten Katingan sebanyak 42
kasus. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (lampiran 5). Jumlah kasus kematian bayi pada
tahun 2016 berbanding lurus dengan hasil laporan SUPAS tahun 2015 Yang mengalami
Penurunan angka kematian dari 30/1000 kelahiran menjadi 25/1000 kelahiran. Oleh karena itu
perlu ditingkatkan berbagai upaya dalam penanggulangan jumlah kasus kematian bayi yang
berasal dari kabupaten/kota.

Gambar 5.29 Jumlah Kasus Kematian Bayi di Kalimantan Tengah Tahun 2016

Sumber: Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2017

1
2. Angka Kematian Ibu (AKI)
AKI Kalimantan Tengah masih mengikuti angka nasional yaitu hasil Survei Demografi
Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2007 sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup kemudian
meningkat lagi angka kematian ibu (yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas)
sebesar 359 per100.000 kelahiran hidup berdaarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
(SDKI) tahun 2012. Kemudian hasil SUPAS 2015 AKI mengalami penurunan menjadi 305 per
100.000 kelahiran hidup. Jumlah kasus kematian ibu maternal yang dilaporkan di Provinsi
Kalimantan Tengah pada Tahun 2016 sebanyak 74 kasus lebih sedikit dari jumlah kasus kematian
ibu tahun 2015 sebanyak 80 kasus. Trend kasus kematian ibu dalam beberapa tahun terakhir
sedikit mengalami penurunan jumlah kasus, ini menjadi tantangan bagi seluruh stakeholder yang
berkecimpung di bidang kesehatan. Jumlah kematian terbanyak pada masa ibu bersalin dan
penyebab terbanyak akibat komplikasi dalam persalinan seperti perdarahan dan kelahiran yang
sulit. Jumlah kematian ibu maternal tertinggi di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 19
kasus, diikuti oleh Kotawaringin Barat sebanyak 11 kasus dan Kabupaten Kapuas serta Seruyan
masing-masing 7 kasus. Jumlah kasus kematian ibu maternal pada setiap kabupaten kota masih
belum bisa menggambarkan permasalahan kesehatan ibu pada suatu wilayah.

Gambar 5.9. Jumlah Kematian Ibu Maternal di ProvinsiKalimantan Tengah


tahun 2010 – 2016

Sumber : Profil Kesehatan Kab/Kota Tahun 2017

2
BAB II
FERTILITAS TAHUNAN

B. Teori Fertlitas Tahunan (CBR,GFR,ASFR)


Fertilitas (kelahiran) merupakan salah satu komponen pertumbuhan penduduk yang
bersifat menambah jumlah penduduk.Selain fertilitas dikenal istilah lain yaitu natalitas dan
kelahiran (birth).Semakin tinggi angka kelahiran di suatu negara semakin tinggi pula penduduk
Negara tersebut.

Bentuk-bentuk pengukuran dan perhitungan fertilitas :

1. Crude Birth Rate (CBR)


Tingkat Kelahiran Kasar atau CBR merupakan jumlah kelahiran setiap 1000 penduduk per tahun.

Rumus:CBR=B/Px1.000

Keterangan : B= jumlah seluruh kelahiran


P= jumlah penduduk pada pertengahan tahun
1.000 = bilangan konstanta

Tingkat kelahiran ini dapat digolongkan dalam tiga tingkat kriteria sebagai berikut:
Tingkat kelahiran Golongan
> 30 Tinggi
20-30 Sedang
< 20 Rendah

2. General Fertility Rate (GFR)


Tingkat kelahiran umum atau GFR adalah banyaknya kelahiran setiap 1000 penduduk wanita yang
berada dalam periode usia produktif (15-49 tahun) dalam kurun waktu setahun. Usia produktif
adalah usia reproduksi atau usia subur yang memungkinkan wanita untuk melahirkan.

Rumus: GFR=B/Pfx1000

Keterangan :
B=jumlah kelahiran selama setahun
Pf=jumlah penduduk wanita (berumur 15-49 tahun), pertengahan tahun
1.000=bilangan konstanta

3. Age Spesific Fertility Rate (ASFR)


Tingkat kelahiran menurut kelompok umur tertentu atau ASFR adalah banyaknya kelahiran yang
terjadi pada wanita dalam kelompok umur tertentu dalam unsur reproduksi per 1000 wanita.

Rumus : ASFR=Bi/Pfix1000

Keterangan:
Bi=banyaknya kelahiran dari wanita dalam kelompok umur tertentu selama setahun
Pfi=banyaknya penduduk wanita dalam kelompok umur tertentu yang sama pada pertengahan
tahun.
1.000=bilangan konstanta

3
BAB III
PERHITUNGAN DATA

B
1. CBR = xK
P

4
DAFTAR PUSTAKA
http://rahma-kurnia.blogspot.com/2006/09/kelahiran-fertilitas.html
http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2016/21_Kalteng_20
16.pdf
http://www.materipelajar.com/2016/12/pengertian-rumus-faktor-angka-kematian.html