Anda di halaman 1dari 15

PENENTUAN HARGA JUAL

Oleh:

Eka Nurfitriana (1513031006)


M. Kevin Darel (1513031079)
Rizaldi Noverisman (1513031071)
Yustika Wijaya (1513031005)

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
UNIVERSITAS LAMPUNG
2017
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya yang
tidak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Penentuan Harga Jual.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperoleh banyak informasi mengenai
Penentuan Harga Jual, yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi
pembacanya maupun pihak yang terkait di dalamnya serta dapat memberikan motivasi atau
dorongan agar memiliki rasa ingin tahu di dalam dunia keuangan.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan
maupun materi. Untuk itu, saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa penulis terima
dengan tangan terbuka. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi kepada saudara-
saudara, bermanfaat untuk pembacanya dan dapat memberikan semangat untuk membawa
sesuatu ke arah yang positif.

Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal hingga akhir. Semoga Allah SWT meridhoi segala
usaha dan langkah kita semua. Amin.

Bandar Lampung, 2 April 2017

penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Salah satu keputusan yang penting dalam bauran pemasaran adalah ‘Price’ yaitu
Penetapan Harga, karena dalam penetapan harga ini perusahaan harus menetapkan tujuan,
kalkulasi biaya, tingkat permintaan, harga pasar serta pencapaian-pencapaian lainnya yang
ingin diperoleh perusahaan atas produk atau jasa yang dimilikinya.
Meskipun cara penetapan harga yang dipakai sama bagi setiap perusahaan yaitu
didasarkan pada biaya, persaingan, permintaan, dan laba. Tetapi kombinasi optimal dari
faktor -faktor tersebut berbeda sesuai dengan sifat produk, pasarnya, dan tujuan perusahaan.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalahnya sebagai berikut :
1. Bagaimana konsep dan peranan harga?
2. Bagaimana Metode penetapan harga?
3. Bagaimana strategi penetapan harga?

1.3 Tujuan Penulisan


Dari latar belakang dan rumusan masalah yang timbul, maka tujuan penulisan makalah ini
yaitu :
1. Untuk mengetahui konsep dan peranan harga
2. Untuk mengetahui metode penetapan harga
3. Untuk mengeahui strategi penetapan harga
BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Konsep dan Peranan Harga


2.1.1. Definisi Harga dan Penetapan Harga
Menurut Stanton, (1984) Harga adalah Price is valueexpressed in terms of dollars and
cens, or any other monetary medium of exchange. yang kurang lebih memiliki arti harga
adalah nilai yang dinyatakan dalam dolar dan sen atau medium moneter lainnya sebagai alat
tukar.
Menurut Basu Swastha (1986: 147) Harga diartikan sebagai Jumlah uang (kemungkinan
ditambah barang) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang
beserta pelayanannya.
Menurut menurut Alex S Nitisemito (1991:55) Harga diartikan sebagai nilai suatu barang
atau jasa yang diukur dengan sejumlah uang dimana berdasarkan nilai tersebut seseorang
atau perusahaan bersedia melepaskan barang atau jasa yang dimiliki kepada pihak lain.
Harga merupakan satuan moneter atau ukuran lainnya (termasuk barang
dan jasa) yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang
atau jasa, Tjiptono (2001 : 151). Dan harga merupakan unsur satu–satunya dari unsur bauran
pemasaran yang memberikan pemasukan atau pendapatan bagi perusahaan di banding unsur
bauran pemasaran yang lainnya (produk, promosi dan distribusi).
Berdasarkan definisi harga diatas maka dapat disimpulkan harga adalah sejumlah uang
yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk atau jasa yang dibelinya
guna memenuhi kebutuhan maupun keinginannya dan umumnya dinyatakan dalam satuan
moneter (Rupiah, Dollar, Yen dll).
Sedangkan menurut penetapan harga adalah suatu proses untuk menentukan seberapa
besar pendapatan yang akan diperoleh atau diterima oleh perusahan dari produk atau jasa
yang di hasilkan.
Tujuan Penetapan Harga Jual

Kotler dan keller (2009) menyatakan bahwa tujuan penetapan harga, yaitu:

1. Kelangsungan hidup
Perusahaan dapat mengejar kelangsungan hidup sebagai tunjangan utamanya, jika
mengalami kapasitas lebih, persaingan ketat, atau perubaan keinginan konsumen. Untuk
menjaga agar pabrik tetap beroperasi dan persediaan dapat terus berputar, mereka sering
melakukan penurunan harga. Laba kurang penting dubandngkan kpermintaan. banyak
kealngsungan hidup. Selama harga dapat menutup biaya variabel dan sebagian biaya
tetap, perusahaan dapat terus berjalan. Tetapi kelangsungan hidup hanyalah tuuan jngka
pendek. Dalam jangka panjng, perusahaan harus dapat meningkatkan nilainya.
2. Laba sekarang maksimum
Banyak perusahaanmenetapkan harga yang memaksimalkan labany sekarang. Mereka
memperkirakan bahwa permintaan dan biaya sehbngan sebagai alternatif harga dan
memilih harga yang akan menghasilkan laba, arus kas, atau pengembalian investasi yang
maksimum.
3. Pendapatan sekarang maksimum
Beberapa perusahaan menetapkan harga yang akan memaksimalkan pendapatan dari
penjualan. Maksimalkan pendapatan hanya membutuhkan perkiraan fungsi permitaan.
Banyak manajer percaya bahwa maksimalisasi pendapatan akan menghasilkan
maksimalisasi laba jangka panjang dan pertumbuhan pangsa pasar
4. Pertumbuhan penjualan maksimum
Setiap perusahaan ingin memaksimalkan unit penjualan. Mereka menetapkan harg
terendah dengan mengasumsikan bahwa pasar senitif terhadap harga. Ini disebut
penetapan harga penetrasi pasar
5. Skimming pasar maksimum
Skimming pasar hanya ungkin dalam kondisi adanya sejumlah pembeli yang memiliki
permintaan tinggi, biaya perunit untuk memproduksi volume kecil tidaklah sedmikian
tinggi, sehingga dapat diserap pasar, harga yng tinggi tidak menarik lebih banyak
pesaing, harga tinggi menyatakan citra produk superior.
6. Kepemimpinan mutu produk
Perusahaan mungkin mengarahkan untuk pemimpin dalam hal mutu produk pasar,
dengan membuat produk yang bermutu tinggi dan menetapkan harga yang lebih tinggi
dari pesaingnya. Mutu dan harga yang lebih tinggi akan mendapatkan tingkat
pegembalian yang lebih tingi dari rata rata industrinya.

Peranan Harga

Ada dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli
1. Peranan alokasi dari harga :
a. Fungsi harga dalam membatu para pembeli untuk memutuskan cara memperoleh
manfaat atau utilitas tertinggi yg diharapkan berdasarkan daya beli.
b. Dapat membantu pembeli untuk memutuskan cara mengalokasikan daya belinya
pada berbagai jenis barang dan jasa.
c. Dapat membandingkan harga dari berbagai alternatif yang tersedia.
d. Memutuskan alokasi dana yang dikehendaki
2. Peranan Informasi dari Harga :
a. Fungsi harga dalam mendidik konsumen mengenai faktor-faktor produk, seperti
kualitas.
b. Membantu pembeli dalam situasi dimana pembeli mengalami kesulitan untuk
menilai faktor Produk/ manfaat secara abjektif

2.1.4 Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga


1. Faktor Internal
a. Tujuan Pemasaran Perusahaan
(makimalisasi laba; mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan; meraih
pangsa pasar yang besar; menciptakan kepeminpinan dlm hal kualitas; mengatasi
persaingan; melaksanakan tanggung jawab sosial ; dll.)
b. Strategi Bauran Pemasaran
(harga perlu dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran
lainya yaitu produk, distribusi dan promosi )
c. Biaya
(merupakan faktor yang paling menetukan harga minimal yang harus ditetapkan
agar perusahaan tidak mengalami kerugian, dalam hal ini biaya tetap dan variabel)
d. Organisasi
1) Manajemen perlu memutuskan siapa di dalam organisasi yang harus
menetapkan harga.
2) Setiap perusahaan menangani masalah penetapan harga menurut caranya
masing-masing.
3) Pada perusahaan kecil, umumnya harga ditetapkan oleh manajemen puncak.
4) Pada perusahaan besar, seringkali masalah penetapan harga ditangani oleh
Devisi atau manajer suatu lini produk.
5) Dalam pasar Industri, para wiraniaga diperkenankan untuk bernegoisasi
dengan pelanggannya guna menetapkan rentang (range) harga tertentu.
6) Dalam indutri penetapan harga merupakan faktor kunci (misalnya perusahaan
minyak, penerbangan luar angkasa) biasanya setiap perusahaan memiliki
departemen penetapan harga tersendiri yang bertanggung jawab kepada
departement. Pemasaran atau manajemen puncak.
7) Pihak-pihak lain yang mempunyai pengaruh terhadap penetapan harga adalah
manajer penjualan, manajer produksi, manajer keuangan dan akuntan

2. Faktor Ekternal
a. Sifat Pasar dan Permintaan, setiap perusahaan perlu memahami sifat dan
permintaan yang dihadapinya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna,
persaingan monopolistik, oligopoli, atau monopoli. Faktor lain yang tidak kalah
pentingnya adalah elastisitas permintaan
b. Persaingan ( Porter )
Ada lima kekuatan pokok yang berpengaruh dalam persaingan suatu industri :
1) Persaingan dalam industri yang bersangkutan
2) Produk Substitusi
3) Pemasok
4) Pelanggan dan
5) Ancaman-ancaman baru
Informasi yang dibutuhkan untuk menganalisis karakteritik persaingan yang
dihadapi :
 Jumlah Perusahaan dalam Industri
 Ukuran relatif setiap anggota dalam Industri
 Deferensiasi Produk
 Kemudahan untuk memasuki industri yang bersangkutan
c. Pengawasan Pemerintah
Pengawasan pemerintah juga merupakan faktor penting dalam penentuan harga.
Pengawasan pemerintah tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk : penentuan
harga maksimum dan minimum, diskriminasi harga, serta praktek-praktek lain
yang mendorong atau mencegah usaha-usaha ke arah monopoli.

2.2 Metode Penetapan Harga


Setelah perusahaan menentukan dan menetapkan tujuan yang akan dicapai, maka
langkah atau tahapan selanjutnya adalah menentukan metode penetapan harga. Secara umum
metode penetapan harga terdiri dari 3 macam pendekatan, yakni ;
1. Penetapan harga berdasarkan biaya
a. Penetapan Harga Biaya Plus
Didalam metode ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah
seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang
dikehendaki pada unit tersebut ( margin )
Rumus : Biaya Total + Margin = Harga Jual
Contohnya :
Perusahaan jus dengan biaya total Rp 250.000 dan ingin mendapatkan laba 20%
(margin)
maka : Rp 250.000 + (20% x Rp 250.000) = Rp 300.000 . Maka harga setiap jus
dijual dengan harga Rp 3000.

b. Penetapan Harga Mark-Up


Untuk metode Mark-up ini, harga jual per unit ditentukan dengan menghitung harga
pokok pembelian per unit ditambah ( mark-up ) jumlah tertentu
Rumus : Harga Beli + Mark-Up = Harga Jual
Contohnya :
Jika anda membeli sebuah baju dengan harga Rp 150.000 kemudian anda
menginginkan laba Rp 50.000 , maka harga jualnya Rp 200.000.
c. Penetapan Harga BEP ( Break Even Point )
Metode pentapan harga berdasarkan keseimbangan antara jumlah total
biaya keseluruhan dengan jumlah total penerimaan keseluruhan.
Rumus : BEP => Total Biaya = Total Penerimaan
BEP secara matematis dapat dibagi dua yaitu ;
1. BEP atau titik impas dalam unit
Rumusnya :
BEP = biaya tetap : (harga jual per unit - biaya variable rata-rata)
2. BEP atau titik impas dalam satuan rupiah
Rumusnya :
Biaya tetap total : 1- (biaya variable rata-rata : harga jual per unit )
Contohnya :
Misalkan anda menjual berbagai macam buah . biaya tetap yang dikeluarkan
senilai Rp 200.000. dan biaya variablenya Rp 1000. Kemudian anda
berencana menjual macam-macam buah tersebut dengan harga Rp 2000 per
buah. Maka BEP nya sebagai berikut :
a. BEP (dalam unit ) = 200.000 : (2000 -1000) = 200
b. BEP (dalam satuan rupiah ) = 200.000 : 1- (1000 : 2000) = 400.000
Jadi, anda harus menjual 200 macam buah atau senilai Rp 400.000 agar anda
mencapai BEP. Maksudnya anda harus menjual 200 buah atau senilai Rp
400.000 untuk kembali modal. Jika anda menjual 210 buah maka 10 buah
tersebut adalah keuntungan anda.

2. Penetapan Harga berdasarkan Harga Pesaing/Kompetitor


Penetapan harga dilakukan dengan menggunakan harga kompetitor sebagai
referensi, dimana dalam pelaksanaannya lebih cocok untuk produk yang
standar dengan kondisi pasar oligopoli. Untuk menarik dan meraih para
konsumen dan para pelanggan, perusahaan biasanya menggunakan strategi
harga. Penerapan strategi harga jual juga bisa digunakan untuk mensiasati para
pesaingnya, misalkan dengan cara menetapkan harga di bawah harga pasar
dengan maksud untuk meraih pangsa pasar.
3. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan
Metode ini lebih menekankan factor – factor yang mempengaruhi selera dan
preferensi pelanggan daripada factor sepert biaya, laba dan persaingan.
Permintaan pelanggan sendiri didasarkan pada berbagai pertimbangan, menurut
Fandy Tjiptono (2008:157) diantaranya yaitu:
 Kemampuan pelanggan untuk membeli (daya beli)
 Kemauan pelanggan untuk membeli
 Posisi suatu produk dalam gaya hidup pelanggan
 Manfaat yang diberikan produk kepada pelangan
 Harga produk - produk subtitusi
 Perilaku konsumen secara umum
Ada tujuh metode penetapan harga yang termasuk dalam metode penetapan
harga berbasis permintaan menurut Fandy Tjiptono (2008:158) yaitu:
1. Skimming Pricimg
Strategi ini diterapkan dengan jalan menetapkan harga tinggi bagi suatu produk baru
atau inovatif selama tahap perkenalan, kemudian menurunkan harga tersebut pada
saat persaingan mulai ketat.
2. Penetration Pricing
Dalam strategi iniperusahaan berusaha memperkenalkan suatu produk baru dengan
harga rendah dengan harapan akan dapat memperoleh volume penjualan yang besar
dalam waktu relative singkat.
3. Prestige Pricing
Harga dapat digunakan oleh pelanggan sebagai ukuran kualitas atau prestise suatu
barang atau jasa.
4. Price Lining
Price lining digunakan apabila perusahaan menjual produk lebih dari satu jenis. Harga
untuk lini produk tersebut bervariasi dan ditetapkan pada tingkat harga tertentu yang
berbeda.
5. Odd-Even Pricing
Yaitu harga yang besarnya mendekati jumlah genap tertentu.
Contoh : Rp. 9.975,00 dan berharap konsumen berlangganan dengan membayar Rp.
10.000,00masih mendapatkan uang kembali.
6. Demand-Backwrd Pricing
Yaitu suatu tingkat harga yang bersedia dibayar konsumen untuk produk-produk yang
relative mahal seperti halnya shopping goods, kemudian perusahaan yang
bersangkutan menentukan marjin yang harus dibayarkan kepada wholesaler dan
retailer.
7. Bundle Pricing
Merupakan strategi dua atau lebih produk dalan harga satu paket.
Misalnya : travel agency menawarkan paket liburan yang mencakup transportasi,
akomodasi dan konsumsi.
2.3 Strategi dalam Penetapan Harga
Strategi penetapan harga adalah tahapan dimana perusahaan mengklasifikasikan dan
menggolongkan produk atau jasa yang dihasilkannya merupakan ‘produk baru’ yang belum
memiliki konsumen loyal/tetap atau ‘produk yang telah beredar’ yang telah memiliki pangsa
pasar tersendiri.
Strategi penetapan harga ini juga berhubungan dengan siklus kehidupan produk (Product
Life Cycle) dimana suatu produk memiliki empat tahapan utama yakni, Perkenalan,
Pertumbuhan, Kematangan dan Penurunan.
Secara khusus strategi penetapan harga ini terdiri dari ;

1. Produk Baru
Dalam menetapkan strategi penetapan harga yang efektif untuk produk baru atau tahap
perkenalan ini terdapat 2 (dua) alternatif strategi penetapan harga, yaitu
a. Harga Mengapung (Skimming Price)
Memberikan harga tinggi untuk menutup biaya dan menghasilkan labamaksimum
(perusahaan dapat meyakinkan konsumen bahwa produknya berbeda dengan produk
sejenis yang lain) Pendekatan skimming sangat efektif jika terdapat diferensiasi
harga pada segmen tertentu dan pesaing relatif sedikit. Skimming juga dapat
dimanfaatkan untuk membatasi permintaan sampai perusahaan merasa siap untuk
melakukan produksi masal. Apalagi skimming dapat meningkatkan nilai produk
menjadi sangat prestisius.

b. Harga Penetrasi
Memberikan harga rendah untuk menciptakan pangsa pasar dan permintaan, strategi
ini dapat diterapankan pada situasi pasar tidak terfragmentasi ke dalam segmen yang
berbeda, serta produk tersebut tidak mempunyai nilai simbolis yang tinggi.
Pendekatan ini juga efektif terhadap sasaran pasar yang sensitif harga.
2. Produk Yang Telah Beredar
Strategi penetapan harga untuk produk yang telah beredar ini tentunya tidak terlepas dari
posisi produk atau jasa tersebut dari siklus kehidupan produk, dalam hal ini tahapan
siklusnya berada pada 3 (tiga) tingkatan berikutnya setelah perkenalan yakni:
a. Tahap Pertumbuhan
Pada tahap pertumbuhan ini ditandai dengan penjualan meningkat disertai
munculnya pesaing. Pada awalnya terjadi pertumbuhan yang cepat, strategi yang
diterapkan adalahtetap mempertahankan harga produk/pasar. Ketika pertumbuhan
melambat, terapkan strategi harga agresif ataumenurunkan harga untuk mendorong
penjualan sekaligus menghadapi persaingan yang semakin ketat.
b. Tahap Kematangan
Pada tahap kematangan, fleksibilitas harga merupakan kunci efektivitas strategi
penetapan harga. Pada tahapan ini perusahaan harus benar-benar responsif terhadap
situasi pasar, konsumen maupun pesaing. Strategi penetapan harga dapat
menggunakan ‘psikologis konsumen’ maupun ‘pemotongan harga’ (diskon),
sehingga perusahaan dapat menjaga loyalitas konsumen (pangsa pasar) dan
meningkatkan jumlah permintaan dan keuntungan yang diperoleh.
c. Tahap Penurunan
Tahap penurunan produk atau jasa ditandai dengan menurunnya jumlah permintaan
secara terus-menerus, sebagai tahap terakhir daur hidup produk terdapat dua
alternatif langkah utama yang dapat dipilih. Pertama, strategi diskonting
(pemotongan harga) Kedua, mempertahankan harga tetapi memotong biaya-biaya
yang berhubungan dengan produk, terutama pengeluaran untuk promosi.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk


diperhatikan, diminta,, dicari dan dibeli, digunakan atau dikonsumsipasar sebagai
pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan, produk yang ditawarkan
tersebut meliputi barang,fisik, jasa, orang atau pribadi, tempat, organisasi dan ide sebagai
pengaruh dari Consumer Adoption Process, produk memiliki siklus hidup yang pada
umumnya terdiri dari setiap tahap perkenalan, pertumbuhan, pendewasaan, dan penurunan.

Kaitannya dengan produk pasti tidak terlepas dari masalah harga, agar dapat sukses
dalam memassarkan suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harga
secara tepat, ada beberapa metode penetapan harga yaitu: metode penetapan harga jual
berdasarkan biaya, metode penetapan harga jual berdasarkan harga pesaing/competitor dan
penetapan harga berdasarkan permintaan

3.2 Saran

Produk tidak terlepass dari massalah harga, agar dapat sukses dalam memasarkan
suatu barang atau jasa, setiap perusahaan harus menetapkan harga secara tepat. Dalam
menetapkan harga perusahaan harus mengelola persepsi pelanggan secara seksama jika
akan menaikkan harga, karena kenaikan harga bias menjadi akibat dari menurunnya jumlah
penjualan.
DAFTAR PUSTAKA

Sujarweni, V. Wiratna. Akuntansi Manajemen Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press.2015

Drs. Mas’ud Mc, Akuntansi Manajemen. Penerbit BPFE. Yogyakarta, Edisi Ketiga Cetakan
Pertama. 1985.

http://eprints.mdp.ac.id/961/1/erawati_2009210069I_JURNAL.pdf (diakses pada : 18 Maret


2017 Pukul: 14.00 WIB)

http://e-journal.uajy.ac.id/3498/3/2EA15988.pdf (diakses pada : 19 Maret 2017 Pukul 09.16


WIB)

http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/4226/Bab%202.pdf?sequen
ce=6 (diakses pada : 19 April 2017 Pukul 19.45 WIB)