Anda di halaman 1dari 3

KEWAJIBAN SUAMI

1. Memelihara, memimpin, dan membimbing keluarga lahir dan batin,


serta menjaga dan bertanggung jawab atas keselamatan dan
kesejahteraannya.
2. Memberi nafkah sesuai dengan kemampuan serta keperluan keluarga
terutama sandang, pangan.
3. Membantu tugas-tugas isteri terutama dalam hal memelihara dan
mendidik anak dengan penuh rasa tanggung jawab.
4. Memberi kebebasan berfikir dan bertindak kepada isteri sesuai dengan
ajaran agama, tidak mempersulit apabila membuat isteri menderita
lahir batin yang dapat mendorong isteri berbuat salah.
5. Dapat mengatasi keadaan, mencari penyelesaian secara bijaksana dan
tidak berbuat sewenang-wenang.

KEWAJIBAN ISTERI
1. Hormat dan patuh kepada suami dalam batas-batas yang telah
ditentukan oleh norma agama dan susila.
2. Mengatur dan mengurus rumah tangga, menjadi keselamatan dan
mewujudkan kesejahteraan keluarga.
3. Memelihara dan mendidik anak sebagai amanah Allah.
4. Memelihara dan menjaga kehormatan serta melindungi harta benda
keluarga.
5. Menerima dan menghormati pemberian suami serta mencukupkan
nafkah yang diberikannya dengan baik, hemat, cermat, dan bijaksana.

KEWAJIBAN BESAMA SUAMI ISTERI


1. Saling menghormati orangtua dan keluarga kedua belah pihak
2. Memupuk rasa cinta dan kasih sayang. Masing-masing harus dapat
menyesuaikan diri, seia sekata, percaya mempercayai serta selalu
bermusyawarah untuk kepentingan bersama.
3. Hormat menghormati, sopan santun, penuh pengertian, dan bergaul
dengan baik.
4. Matang dalam berbuat dan berpikir, serta tidak bersikap emosional
dalam memecahkan persoalan yang dihadapi.
5. Memelihara kepercayaan dan tidak membuka rahasia pribadi.
6. Sabar dan rela atas kekurangan dan kelemahan masing-masing.

PERANAN AGAMA DALAM KELUARGA


Dalam upaya membentuk keluarga bahagia, sehat, sejahtera, dan kekal,
peranan agama menjadi sangat penting. Ajaran agama tidak cukup hanya
diketahui dan dipahami, akan tetapi harus dapat diamalkan oleh setiap
anggota keluarga yaitu sholat fardhu 5 waktu. Sehingga kehidupan dalam
keluarga tersebut mencerminkan suatu kehidupan yang penuh dengan
ketentraman, keamanan, dan kedamaian yang dijiwai oleh ajaran dan
tuntunan agama. Setiap anggota keluarga, terutama orang tua dituntut untuk
senantiasa bersikap dan berbuat sesuai dengan garis-garis yang ditentukan
oleh Allah dan Rasulnya. Dengan demikian diharapkan setiap anggota
keluarga memiliki sifat dan budi pekerti yang luhur yang sangat diperlukan
dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Dalam hubungan ini orang
tua perlu menyadari betapa pentingnya pendidikan agama bagi setiap
anggota keluarga khususnya bagi anak-anak.
Pendidikan agama yang ditanamkan sedini mungkin kepada anak-anak
akan sangat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan
budi pekerti dan kepribadian mereka. Oleh sebab itu orang tua berkewajiban
untuk memberikan bimbingan dan contoh konkrit berupa suri tauladan
kepada anak-anak bagaimana seseorang harus melaksanakan ajaran agama
dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, agar mereka dapat hidup selamat
dan sejahtera.

MEWUJUDKAN HARMONISASI HUBUNGAN SUAMI ISTERI


1. Adanya saling pengertian: Diantara suami isteri hendaknya saling
memahami dan mengerti tentang keadaan masing-masing, baik secara
fisik maupun secara mental. Perlu diketahui bahwa suami isteri sebagai
manusia masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
2. Saling menerima kenyataan: Suami isteri hendaknya sadar bahwa
jodoh, rezki, dan mati itu ada dalam kekuasaan Allah. Oleh sebab itu
kita manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar, hasilnya barulah
merupakan suatu kenyataan yang harus kita terima.
3. Saling melakukan penyesuain diri: penyesuaian diri dalam ruang
lingkup keluarga berarti setiap anggotakeluarga berusahauntuk dapat
saling mengisi kekurangan yang ada pada diri masing-masing serta mau
menerima dan mau mengakui kelebihan yang ada pada orang lain
dalam lingkungan keluarga.
4. Memupuk rasa cinta: Setiap pasangan suami isteri tentu menginginkan
hidup bahagia. Oleh sebab itu hendaknya suami isteri senantiasa
berupaya memupuk rasa cinta dengan cara saling menyayangi, kasih
mengasihi, hormat menghormati, serta saling harga menghargai.
5. Suka memaafkan: Suami isteri harus ada sikap kesediaan untuk saling
memaafkan atas kesalahan masing-masing. Hal ini penting karena tidak
jarang soal yang kecil dan sepele dapat menjadi sebab terganggunya
hubungan suami isteri yang menjurus kepada perselisihan
berkepanjangan.
6. Berperan serta untuk kemajuan bersama: Masing-masing suami isteri
harus berusaha saling membantu pada setiap usaha untuk peningkatan
dan kemajuan bersama yang pada gilirannya memberi kebahagiaan
keluarga.

MASALAH-MASALAH YANG PERLU DIPERHATIKAN


1. Cemburu yang berlebihan: Bila cemburu itu timbul tanpa alasan, jelas
akan dapat mengganggu kebahagiaan rumah tangga.
2. Judi dan minuman keras: Permainan judi merupakan perbuatan sia-sia
dan membahayakan kehidupan keluarga, secara pribadi seorang
penjudi senantiasa lalai akan segala tugas dan tanggung jawabnya baik
kepada Allah maupun kepada keluarganya. Minuman keras banyak
menarik orang yang pada mulanya hanyalah sekedar iseng, tetapi
akhirnya menjerumus kepada perbuatan kebiasaan. Oleh karena itu
judi dan minuman keras adalah suatu yang diharamkan oleh Allah SWT.
3. Pergaulan bebas tanpa batas: Dalam kehidupan bermasyarakat,
pergaulan merupakan suatu kebutuhan. Kita tidak dapat hidup sendiri
tanpa orang lain. Namun pergaulan bebas tanpa batas, lebih-lebih yang
menyangkut hubungan pria dan wanita akan menjurus kepada
gangguan kebahagiaan keluarga. Segala bentuk perbuatan yang
mengarah kepada zina harus dijauhi. Jagalah mata kepala dan mata
hati, lisan dan badan dari perbuatan zina. Jauhilah zina dalam segala
bentuknya karena zina merupakan perbuatan tercela lagi terkutuk.
4. Kurang menjaga kehormatan diri: Perlu diingat bahwa sebagai suami
atau isteri harus selalu mawas diri menjaga kehormatan diri. Segala
tingkah laku, kata dan perbuatan hendaknya mencerminkan sikap
pribadi seorang muslim. Ingatlah bahwa dipundak kita terpikul amanah
nama baik keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan agama.