Anda di halaman 1dari 3

Pengaruh Merokok dan Konsumsi Kopi Hitam Tradisional (Coffeci Canephoral)

terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu

A. Latar Belakang
Mengkonsumsi rokok sudah menjadi trend dan bahkan didalilkan sebagai tanda
kedewasaan seseorang. Berkembangnya pola pikir seperti ini menyebabkan jumlah
perokok bertambah. Bahan utama pada rokok adalah tembakau. Tembakau
mengandung kurang lebih 4000 elemen dan setidaknya 200 di antaranya berbahaya
bagi kesehatan. Racun utama pada tembakau dan mampu memberikan efek yang
mengganggu kesehatan antara lain nikotin, tar, gas karbon monoksida dan berbagai
logam berat. Hal ini disebabkan adanya nikotin. di dalam asap rokok yang diisap.
Nikotin bersifat adiktif sehingga bisa menyebabkan seseorang menghisap rokok
secara terus-menerus.
Menurut survey dari WHO di tahun 2008, sepertiga dari penduduk dunia terutama
orang dewasa adalah perokok. Angka kematian di dunia akibat rokok mencapai 500
juta orang per tahun. Dalam setiap enam detik, terdapat satu kematian akibat rokok.
Merokok merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya penyakit jantung,
osteoporosis, kanker paru-paru, kelainan reproduktif, diabetes dan penyakit lambung
(Gupta, 2001).
Nikotin dalam rokok telah terbukti mengakibatkan resistensi reseptor insulin dan
dapat menurunkan sekresi insulin pada pankreas sel B sehingga dapat meningkatkan
resiko diabetes melitus (Bajaj et al,2012 and Liu et al, 2011).Resistensi reseptor
insulin terjadi melalui proses nikotin yang merangsang mTOR. mTOR bertanggung
jawab terhadap pertumbuhan sel yang abnormal dan poliferasi dan resptor insulin
sehingga reseptor tidak mengenali insulin lagi (Laplante & Sabatini,2012).Nikotin
menempel pada nicotinic acetylcholine receptor fan meningkatkan aktifitas
mTOR/p70S6 pada sel kultur L6 myotube sehingga merangsang peningkatan
fosforilasi IRS-1 Ser 636 sehingga reseptor tidak mengenali insulin lagi dan
menurunkan insulin glucose uptake dimana hal ini dapat mengakibatkan resistensi
reseptor insulin.Jika terjadi resistensi reseptor insulin dan penyerapan glukosa di
jaringan terganggu maka glukosa dalam darah akan meningkat dan menyebabkan
kadar glukosa dalam darah akan ikut meningkat(Bajaj,2012).Hal ini dapat
menyebabkan resiko untuk terkena penyakit diabetes mellitus.
Telah terbukti bahwa penderita diabetes mellitus memiliki tingkat stress oksidatif
yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal pada penelitian Sabu dkk, (2002).
Menurut Ruhe dkk, (2011), stress oksidatif merupakan kondisi dimana tubuh
kelebihan radikal bebas dan kekurangan antioksidan,sehingga dengan pemberian
antioksidan dapat mengikat radikal bebas dan mampu menurunkan resiko DM dan
bermanfaat dalam mengurangi resistensi insulin. Untuk mencegah resistensi reseptor
insulin yang disebabkan oleh rokok maka diperlukan antioksidan misalnya kopi yang
memiki kandungan antioksidan alami yang dapat mengurangi resiko tersebut.

Menurut penelitian Sayogo (2011), bahwa terjadinya penurunan kadar glukosa


darah sesudah menkonsumsi kopi disebabkan karena kopi memiliki poliphenol yaitu
chlorogenic acid yang berfungsi sebagai antioksidan kuat yang nantinya akan
merangsang pembentukan GLP-1 (glucagon likepeptide-1). GLP-1 merupakan zat
kimia yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Sekresi utama GLP-1 terjadi di
sel L usus yang terletak di sepanjang usus halus dan usus besar. Kadar GLP-1 pada
saat puasa sebesar 5-15 pmol/L namun akan mengalami peningkatan setelah selesai
makan dan kadarnya 20-30 pmol/L. Adanya karbohidrat, protein, lemak secara
langsung dapat merangsang sel L usus untuk mensekresikan insulin yang nantinya
akan dieleminasi dari sirkulasi dalam waktu kurang lebih 5 menit. Bila GLP-1 yang
dieksresikan oleh sel L usus beredar di sirkulasi sistemik dan mencapai reseptonya di
pankreas, maka sekresi glukagon akan dihambat oleh GLP-1 yang mengakibatkan
kadar glukosa darah akan mengalami penurunan karena kadar insulin lebih banyak
daripada kadar glukagon, metabolisme karbohidrat GLP-1 dapat meningkatkan rasio
insulin terhadap glukagon dan akan mengakibatkan terjadinya hambatan produksi
glukosa dihati sehingga kadar glukosa di sirkulasi akan menurun, hormon GLP-1
dapat memperbaiki pankreas dengan cara meningkatkan sensitivitas sel beta pankreas
terhadap peningkatan kadar glukosa disirkulasi ( Sayogo, 2011). Selain itu, manfaat
lain dari GLP-1 ini sebagai stimulasi sekresi insulin karena GLP1 merupakan
stimulan, merangsang gen proinsulin dan sintesis insulin. Setelah terjadi ekskresi
insulin, maka kadar glukosa disirkulasi akan mengalami penurunan, menghambat
sekresi glucagon karena sekresi glukagon terbukti dengan adanya reseptor GLP-1 di
sel beta pankreas yang nantinya akan menghasilkan glukagon.

Kebanyakan perokok memiliki kebiasaan merokok sambil minum kopi.Sebagian


menganggap itu sudah wajar jika rokok dengan kopi di nikmati secara bersama.Maka
berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
Pengaruh Merokok dan Konsumsi Kopi Hitam Tradisional (Coffeci Canephoral)
terhadap Kadar Glukosa Darah Sewaktu.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh merokok dan konsumsi kopi hitam tradisional
(Coffeci Canephoral) terhadap kadar glukosa darah sewaktu.

2. Tujuan Khusus
a. Diketahuinya kadar glukosa darah sewaktu setelah merokok saja.
b. Diketahuinya kadar glukosa darah sewaktu setelah mengkonsumsi kopi saja.
c. Diketahuinya kadar glukosa darah sewaktu setelah merokok dan
mengkonsumsi kopi hitam tradisional (Coffeci Canephoral ) .
d. Menganalisis pengaruh merokok dan mengkonsumsi kopi hitam tradisional
(Coffeci Canephoral) terhadap kadar glukosa darah sewaktu.