Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN 2

PENGGABUNGAN BADAN USAHA

NAMA KELOMPOK :

KADEK GITA SARASWATI 1533121355

Email : saraswatikadekgita7@gmail.com

IDA AYU AGUNG APRIANA DEWI 1533121357

KADEK DIAHSANTI AGUSTINI 1533121421

LUH PUTU EVITA ARDIYANTHI D 1533121447

I MADE SUWIRYA 1533121370

UNIVERSITAS WARMADEWA

FAKULTAS EKONOMI

2018
1. Pengertian Penggabungan
Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan sebuah perusahaan
dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis. Unit-unit
usaha tersebut berada dalam satu kendali operasional dan keuangan. Dari segi
organisasinya usaha mengembangkan perusahaan, dapat dilakukan melalui salah satu
dari dua jalan yaitu :
a. Internal Business Expansion
Dalam hal ini dapat dilakukan dengan hanya memperluas usaha yang
telah ada, tanpa melibatkan unit-unit usaha diluar perusahaan. Pada umumnya
usaha-usaha dibelanjai dengan sumber-sumber dana yang normal, seperti dari laba
yang tidak dibagi, hasil penjualan surat-surat hutang obligasi (jangka panjang
lainnya) atau dengan mengeluarkan modal saham lain.
b. Mengadakan penggabungan badan usaha atau external business expansions.
Untuk mengembangkan usahanya, suatu perusahaan mengadakan penggabungan
sumber-sumber ekonomis yang dimiliki oleh perusahaan lainnya. Dengan
demikian untuk mencapai pengembangan usaha tersebut, dilakukan dengan
melibatkan unit-unit usaha yang telah ada sebelumnya. Dilihat dari segi cara
terbentuknya pengembangan dan usaha melalui external business expansions
dapat dibedakan kedalam dua cara, yaitu :
 Penggabungan badan usaha, yaitu menggabungkan beberapa perusahaan yang
telah ada sebelumnya menjadi satu perusahaan yang baru. Dalam hal ini
perusahaan yang bergabung akan melepaskan statusnya.
 Pemilikan sebagian besar saham-saham perusahaan lain, yang berarti berhak
untuk sepenuhnya mengendalikan operasi dan manajemen perusahaan lain.
Jika perusahaan A membeli 70% saham di Perusahaan B, maka terciptalah
hubungan Perusahaan Induk dengan Perusahaan Anak. Perusahaan Induk
maupun Perusahaan Anak tetap mempertahankan status badan hukumnya
secara individual, tetapi merupakan suatu kesatuan usaha.
2. Bentuk-Bentuk Penggabungan Usaha
Terdapat tiga jenis utama dari kombinasi bisnis secara hukum, yaitu :
a. Merger
Adalah kombinasi bisnis dimanaakan hanya akan ada satu perusahaan yang
bertahan dari berbagai perusahaan yang bergabung dan perusahaan lainnya
dibubarkan. Asset dan liabilitas perusahaan yang diambil alih ditransfer ke
perusahaan yang mengambil alih dan perusahaan yang diambil alih bubar atau
dilikuidasi.
b. Konsolidasi
Adalah kombinasi bisnis dimana kedua perusahaan yang melakukan kombinasi
bisnis langsung dibubarkan dan asset serta liabilitas dari kedua perusahaan
ditransfer ke perusahaan yang baru dibentuk.
c. Akuisisi
Merupakan pengambilalihan perusahaan dengan cara membeli saham mayoritas
perusahaan tersebut, sehingga menjadi pemegang saham pengendali. Kedua
perusahaan tetap beroperasi sebagai dua entitas yang terpisah, tetapi mempunyai
hubungan istimewa (hubungan afiliasi).
3. Kontribusi Relatif Perusahaan yang bergabung
a. Kontribusi relatif dari kekayaan bersih
Laporan keuangan dari masing-masing pihak harus disusun atas
dasar harga pasarnya (harga yang disetujui oleh semua pihak). Tiap-tiap pos dari
laporan keuangan harus diperiksa dan dianalisa secara khusus oleh akuntan yang
independen, dan jika dirasa perlu, akuntan dapat menyusun kembali laporan
keuangan tersebut agar lebih informatif dan dapat diperbandingkan, serta sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim. Beberapa hal yang sering
memerlukan perhatian khusus dalam rangka penyusunan laporan keuangan
tersebut ialah metode penilaian yang dipakai terhadap investasi (surat-surat
berharga), cadangan kerugian piutang, penentuan harga pokok dan prosedur
penilaian persediaan, kebijaksanaan kapitalisasi aktiva tetap, metode dan
kebijaksanaan depresiasi aktiva tetap, metode dan kebijaksanaan amortisasi aktiva
tak berwujud, pos-pos kontingensi serta kemungkinan adanya pos-pos transitoris
dan antisipasi yang belum dicatat. Berdasarkan laporan keuangan yang telah
disusun sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim kemudian diadakan
penilaian kembali semua harta kekayaan perusahaan sesuai dengan harga yang
berlaku pada saat itu, untuk menentukan besarnya kekayaan bersih relatif yang
akan diserahkan kepada perusahaan yang baru dibentuk.
b. Kontribusi relatif dari laba yang diproyeksikan
Ada beberapa langkah yg harus dilakukan dalam menentukan
kontribusi relatif dari Laba yang diproyeksikan, yaitu :
1. Laporan laba/rugi dari perusahaan yang digabung juga harus disusun sesuai
dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, seperti halnya pada neraca.
Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam hubungannya
dengan penentuan besarnya kontribusi relatif dari rata-rata keuntungan ialah
penentuan besarnya harga pokok barang yang dijual maupun harga pokok
produksinya, termasuk inventory pricing dan metode penilaian yang dipakai,
biaya-biaya yang berhubungan dengan aktiva tetap termasuk depresiasi dan
amortisasi aktiva tetap tak berwujud.
2. Setelah laporan laba/rugi disusun dan disesuaikan dengan prinsip-prinsip
akuntansi yang lazim, lalu membuat proyeksi laba/rugi dari masing-masing
perusahaan yang digabung atas dasar pengalaman yang lampau serta
pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk masa yang akan datang. Di dalam
menentukan besarnya kontribusi relatif dari keuntungan dalam perusahaan
yang baru, diperlukan adanya beberapa penyesuaian.
4. Masalah Akuntansi dalam Penggabungan Usaha
Dilihat dari segi akuntansinya, apabila dua atau lebih badan usaha diselenggarakan
bersama atau digabungkan, dengan tujuan untuk melanjutkan usaha-usahanya yang
terdahulu, sebagai akibat adanya kombinasi tersebut dibedakan ke dalam dua macam
cara (prosedur) pencatatan, yaitu:
1) Pembelian (by purchase)
Metode ini mengakui adanya goodwill, dengan nilai goodwill sebesar selisih dari
harga beli dan harga wajar aktiva dan kewajiban yang diakuisisi.
Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Purchase :
a. Menyesuaikan nilai aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang akan
digabung sebesar nilai wajarnya
b. Mencatat transaksi penggabungan sebesar nilai investasinya (biaya
perolehan). Jika pengakuisisi mengeluarkan saham, maka nilai wajar saham
tersebut sebesar harga pasar pada tanggal transaksi penggabunga. Bila harga
pasar tidak dapat digunakan sebagai indikator, maka diestimasi secara
proporsional perusahaan pengakuisisi atau yang diakuisisi (mana yang lebih
dapat ditentukan).
c. Membuat jurnal pemilikan aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang
digabung. Apabila terjadi selisih antara nilai investasi dengan aktiva bersih
yang diterima perusahaan pengakuisisi, maka selisih tersebut dicatat ke dalam
rekening goodwill pada kelompok aktiva.
Contoh soal :
NILAI WAJAR PT
Keterangan PT ARCO PT BIRD
ARCO
Aktiva lancar Rp. 350.000.000 Rp. 90.000.000
Aktiva tetap Rp. 400.000.000 Rp. 200.000.000 Rp. 100.000.000
Harga pokok Rp. 100.000.000 Rp. 40.000.000 Rp. 260.000.000
Biaya-biaya Rp. 50.000.000 Rp. 20.000.000
Total Debit Rp. 900.000.000 Rp. 350.000.000
Hutang dagang Rp. 100.000.000 Rp. 15.000.000
Modal saham Rp. 500.000.000 Rp. 200.000.000
Agio saham Rp. 25.000.000 Rp. 10.000.000 Rp. 20.000.000
Laba yang ditaha Rp. 75.000.000 Rp. 25.000.000
Penjualan Rp. 200.000.000 Rp. 100.000.000
Total Kredit Rp. 900.000.000 Rp. 350.000.000

PT. Arco berniat akan mengambil alih aktiva bersih milik PT. Bird dengan cara
mengeluarkan 18.000 lembar sahamnya dengan nilai nominal @ Rp 10.000,- dan
nilai pasarnya @ Rp 20.000,-. Biaya - biaya penggabungan yang timbul adalah
sebagai berikut :
Biaya Komisi Rp. 2.500.000
Biaya Akuntan Rp. 5.000.000
Biaya Hukum Rp. 1.000.000
Biaya Penerbitan Saham Rp. 500.000
Biaya Pengeluaran Saham Rp. 750.000
Biaya Pendaftaran Saham Rp. 1.250.000
Total Biaya Penggabungan Rp.11.000.000

 Jurnal Pengeluaran 18.000 lembar saham :


Investasi pada PT BIRD Rp. 360.000.000
-Modal saham Rp. 180.000.000
-Agio saham Rp. 180.000.000
 Jurnal mencatat biaya penggabungan
Biaya gabungan investasi pada PT BIRD Rp. 11.000.000
-Kas rp. 11.000.000
2) Penyatuan Kepemilikan (by pooling of interest)
Pada metode penyatuan, aktiva dan kewajiban dari perusahaan-perusahaan yang
bergabung dimasukkan dalam entitas gabungan sebesar nilai bukunya. Oleh
karena itu, penyatuan kepemilikan tidak mengakui adanya goodwill.
Prosedur Akuntansi Penggabungan usaha Metode Pooling Of Interest
a. Semua aktiva dan kewajiban milik perusahaan yang bergabung dinilai pada
nilai buku saat diadakan penggabungan
b. Besarnya nilai investasi pada perusahaan yang bergabung sebesar jumlah
modal perusahaan yang digabung atau sebesar aktiva bersih perusahaan yang
digabung
c. Bila terjadi selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang
diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas
ataupun aktiva lainnya dengan jumlah aktiva bersih yang diperoleh, maka
harus diadakan penyesuaian terhadap modal perusahaan yang akan digabung
d. Laporan keuangan gabungan adalah penjumlahan dari laporan keuangan
milik perusahaan yang bergabung.
Contoh soal :
Dibawah ini adalah neraca saldo PT ABRI dan PT ALDA per 31 Januari 2017
Keterangan PT ABRI PT ALDA
Aktiva lain-lain 750.000.000 290.000.000
Beban-Beban 150.000.000 60.000.000
Total Debit 900.000.000 350.000.000
Modal saham @10.000 500.000.000 200.000.000
Laba ditahan 200.000.000 50.000.000
Pendapatan 200.000.000 100.000.000
Total Kredit 900.000.000 350.000.000

Apabila PT ABRI bermaksud ingin menggabungkan diri dengan PT ALDA,


dengan penerbitan 22.000 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp 10.000
untuk memperoleh aktiva tetap milik PT ALDA dimana dalam hal ini identitas
PT ABRI tetap atau tidak akan ada perusahaan baru yang terbentuk, maka
pencatatan yang dilakukan didalam pembukuan PT ABRI adalah sebagai berikut:
Jurnal :
Aktiva lain-lain Rp. 1.040.000.000
Beban-beban Rp. 210.000.000
-Modal saham Rp. 720.000.000
-Laba ditahan Rp. 230.000.000
-Pendapatan Rp. 300.000.000
Daftar Pustaka

Baker Richard, E., Christense Theodore, E., Corsell David, M., Rais Kurnia Irwansyah,
Astono Widhi, Wulandari Etty Retno, Akuntansi Keuangan lanjutan. Buku 1. edisi 1 :
Salemba Empat
Karyawati, Golrida (2011) . Akuntansi keuangan lanjutan edisi IFRS. Jakarta: Erlangga
https://carinalailashifa.files.wordpress.com/2017/03/penggabungan-usaha-1.pdf
http://deniumitralampung.blogspot.co.id/p/akl-2-materi-1.html
https://drive.google.com/file/d/0B5-U-z-aTdDlMnUwU25YanVqSTA/view