Anda di halaman 1dari 1

PENENTUAN KADAR AIR DALAM MAKANAN DENGAN METODE GRAVIMETRI

Cara Mengukur Kadar Air Metode Gravimetri dengan Oven berdasarkan prosedur
pengujian kadar air menurut SNI 01-2891-1992. Pada prinsipnya untuk mengetahui jumlah
air yang terkandung dalam bahan adalah dengan menghitung bobot sampel awal yang
mengandung air dengan bobot sampel akhir yang telah mengalami pengeringan dengan
oven pada titik didih air, yakni di atas 100oC. Alat laboratorium yang utama digunakan
adalah neraca analitik dan oven.
Kadar air (water content) adalah salah satu parameter uji/analisa proksimat. Kadar
air didefinisikan sebagai jumlah air yang terkandung dalam suatu bahan seperti produk
hasil pertanian, makanan, batu, termasuk susu juga bisa diuji kadar airnya. Kandungan air
dalam tanah disebut sebagai moisture content. Jumlah kadar air tersebut dinyatakan secara
volumetrik (berdasarkan volume) maupun gravimetrik (berdasarkan massa atau bobot).

Prinsip pengukuran kadar air


Memanaskan bahan pada titik didih air sehingga air menguap. Pengurangan bobot bahan
akibat penguapan pada suhu 105oC merupakan jumlah air yang terkandung dalam bahan

Peralatan laboratorium untuk mengukur kadar air:


Oven, timbangan analitik, desikator, cawan alumunium/porselen, gegep/krustang

Prosedur uji kadar air


1. Timbang sampel yang telah dihaluskan sebanyak 3g dalam cawan alumunium/porselen
yang telah diketahui bobotnya.
2. Kemudian keringkan dalam oven pada suhu 105oC selama 3 jam tergantung jenis bahan.
3. Dinginkan dalam desikator dan timbang untuk mengetahui bobot akhir.
4. Untuk mengetahui apakah bobot sudah konstan, panaskan kembali dalam oven selama
30 menit, dinginkan kembali dalam desikator dan timbang kembali. Ulangi perlakuan ini
hingga tercapai bobot tetap (selisih dua kali penimbangan berturut-turut tidak lebih dari
0,0005g).

Rumus untuk menghitung kadar air dalam suatu bahan


Pengurangan berat merupakan banyaknya air dalam bahan.

(Bobot sampel setelah dikeringkan − Bobot awal sampel)


Kadar air = × 100%
Bobot awal sampel
Keterangan :
Bobot sampel setelah dikeringkan, merupakan bobot sampel setelah dikeringkan pada tahapan
terakhir, ketika selisih penimbangannya sudah mencapat bobot tetap.