Anda di halaman 1dari 4

Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat berlangsung terus menerus tanpa

mengorbankan kesejahteraan generasi yang akan datang dan tetap meningkatkan kesejahteraan
generasi sekarang.
1. Sebagai sumber bahan mentah yang dapat diproses di berbagai sektor ekonomi untuk kebutuhan
manusia.
2. Sebagai tempat pengolah limbah alami
3. Sebagai pemberi jasa atau pelayanan langsung kepada kehidupan manusia, seperti pantai dan
pemandangan yang indah memberikan kesenangan melalui kegiatan pariwisata dan rekreasi;
sungai sebagai prasarana transportasi air, hutan sebagai pencegah banjir dan sebagainya.
Ekosistem (sebagai konsep sentral lingkungan hidup): Tatanan unsur lingkungan hidup yang
merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi membentuk keseimbangan,
stabilitas, dan produktifitas lingkungan hidup
Lingkungan hidup : Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makluk hidup
termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan
kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya
Mengenai Fungsi Lingkungan
Lingkungan didefinisikan sebagai segala sesuatu yang berada di sekitar kehidupan manusia dengan
segala interaksinya.
Inventarisasi aset alam apa saja yang ada disekitar kita ???
Tanah/Lahan
Fungsinya sebagai wadah sumber bahan mentah untuk diolah di sektor pengolahan.
Tanah dapat menjadi pengolah limbah alami (asimilator)
Jasa lingkungan dan jasa amenity (kesenangan)
Sungai
Fungsi utama sebagai penampung air, pada musim hujan dapat menampung air sehingga mengurangi
kemungkinan terjadinya banjir.
Nilai kegunaan langsung oleh manusia, seperti sebagai tempat untuk membuang limbah produksi
ataupun limbah rumah tangga
Hutan
Fungsi utamanya adalah sebagai asimilator CO2
Oleh karena itu hutan tropis Indonesia sering disebut sebagai paru-paru dunia, ini merupakan fungsi
pelayanan langsung SDA Hutan tanpa campur tangan manusia
Fungsi hutan dapat sebagai penampung limbah CO2 ( carbon sink) yang dihasilkan daro kegiatan
manusia
Kerusakan Hutaan kalimantan akibat Ekspansi Kelapa Sawit
Aset dari hutan adalah kayu hutan itu sendiri (rotan, damar dan hasil ikutan lainnya), sumber daya
hayati yang berbeda-beda antara jenis hutan, yang disebut sebagai Extractive Uses.
Hutan juga memiliki fungsi pelayanan yang langsung yang dapat dinikmati oleh manusia (Environmental
services), misalnya memberikan kesejukan, udara segar
Pengatur tata air dsb
Lautan dan Pesisir
Sebagai sarana transportasi
Sarana pengolah limbah alami
Sebagai sumber bahan mentah
Produksi laut mempunya banyak sumber daya alam yang dapat diambil manusia (extractive use)
seperti udang, ikan, teripang, rumpu laut, garam, dsb
A. Hutan Mangrove
Habitat yang bermanfaat bagi makhluk hidup
Sumber produk kayu untuk bahan bangunan, arang dan kayu bakar
Tempat pemijahan dan pengasuhan ikan, kepiting, udang serta molusca
Sebagai penyerap karbon
Penahan erosi
B. Terumbu Karang
Pada terumbu karang banyak dihasilkan plankton dan makanan ikan.
Tempat hidupnya ikan karang dan ikan hias
Pelindung pantai dari deburan ombak
Merupakan sumber dari oksigen dan penyerap CO2
C. Padang Lamun
Padang lamun biasanya tumbuh di daerah yang berpasir dengan air yang relatif dangkal
Berperan melindungi pantai, memperbaiki kualitas air
C1. Lahan Basah (Wet Land)
Lahan Basah merupakan daerah pantai yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut.
Pada lahan ini tumbuh hutan mangrove, dan banyak burung-burung
Sebagai habitat ikan, kepiting, udang
Lahan Sawah
Jasa Lingkungan :
Sebagai Penampung air hujan
Memeperbaiki kualitas air tanah
Mencegah erosi
Mencegah tanah longsor
Memelihara kualitas udara
Dampak Perubahan Iklim
Hasil Konferensi – “Bali Road Map” Perjanjian Internasional Post 2012
Digulirkan COP14/CMP4 di Poznan – Polandia, ditetapkan COP15/CMP5 di Copenhagen-Denmark
Bali Road Map memuat 25 keputusan, antara lain:
 Perlunya pengurangan emisi global yang besar (deep cuts), Negara Annex 1 harus mengurangi 25-
40% dibawah tahun 1990 pada tahun 2020
 Visi bersama untuk aksi kerjasama dengan prinsip (common but differentiated responsibilities and
respective capabilities)
 REDD (Reducief Emission from deforestation and forest degradation in developing countries
disepakati, sedangkan konservasi, sustainable managament of forestry, peningkatan carbon stocks
dibicarakan lebih lanjut.
 GEF diminta bantuan finasial untuk alih teknologi ramah lingkungan untuk mitigasi dan adaptasi
negara berkembang pada 2008
 Disepakati Carbon Capture and Storage (CCS) untuk dibahas pertemuan mendatang.
Penentuan nilai SDA dan lingkungan diarahkan untuk mengetahui cadangan SDA dan perubahannya.

Valuasi ekonomi sangat dibutuhkan dalam penentuan besarnya pungutan dalam hal pengambilan SDA,
dan sebagai akibat limbah yang mencemari lingkungan sehingga menurunkan fungsi lingkungan

Langkah-langkah Valuasi:
1. Mengidentifikasi dampak penting dari suatu kegiatan atau kejadian
Untuk mengetahui ada atau tidaknya dampak, pendekatan umum yang dipakai adalah :
Before and after project atau With and without project
2. Mengkuantifikasi besarnya dampak tersebut; misalnya berapa besar tingkat erosi tanah yang terjadi,
berapa volume produksi pertanian yang hilang dan atau berapa energi listrik yang hilang,
sehubungan dengan perubahan tingkat erosi tersebut; atau berapa banyak hilangnya produksi ikan
karena pendangkalan di pantai akibat erosi tersebut.
3. Langkah ketiga, dampak kuantitatif dinyatakan dalam nilai uang (harga). Ini merupakan langkah yang
paling sulit dalam proses penilaian lingkungan.
4. Langkah keempat, membuat analisis ekonomi, misalnya dengan menggunakan analisis biaya dan
manfaat yang diperluas (extended benefit-cost analysis), atau analisis PDRB Hijau.

Nilai Lingkungan
Untuk menilai barang-barang yang tidak diketahui harga pasarnya digunakan harga barang pengganti
(competitive goods) terhadap barang atau komoditi yang bersangkutan ataupun harga barang
pelengkapnya (complementary goods). Misalnya dalam usah menilai lingkungan alami dengan cara
melihat harga rumah yang model sama, kelas, maupun kualitasnya, tetapin terletak di lokasi yang
kondisi yang lingkungan alaminya berbeda

Valuasi ekonomi adalah upaya untuk memberikan nilai kuantitatif terhadap barang dan jasa yang
dihasilkan oleh sumber daya alam dan lingkungan, baik atas dasar nilai pasar (market value) maupun
nilai non pasar ( non market value)
Secara umum teknik valuasi sumber daya yang tidak dapat dipasarkan dapat digolongkan dalam dua
kelompok:
1. Willingness to pay Kelompok pertama ini disebut juga dengan teknik yang mengandalkan revealed
WTP keinginan membayar yang terungkap). Beberapa teknik yang masuk ke dalam kelompok ini
adalah : Travel Cost, Hedonic Pricing, dan Random utility model
2. Survey Yaitu teknik valuasi yang didasarkan pada survey
Dimana WTP diperoleh langsung dari respoden yang langsung diungkapkan secara lisan maupun
tulisan

Teknik yang populer pada kelompok ini adalah :


Contingent Valuation Methode dan discrete Coice Methode. Pada umumnya nilai ekonomi manfaat
rekreasi dapat dihitung menggunakan Contingent Valution Method, Hedonic Pricing dan Travel Cost
Method.
CVM, Metode valuasi kontigensi adalah suatu metode survey untuk menanyakan penduduk tentang
nilai atau harga yang mereka berikan terhadap komoditi yang tidak memiliki pasar seperti barang
lingkungan
Kelemahan CVM :
1Bias yang timbul karena strategi yang keliru. Ini terjadi misalnya jika kita melakukan wawancara dan
dalam kuesioner kita nyatakan bahwa respondenakan dipungut biaya untuk perbaikan lingkungan,
sehingga timbul kecenderungan responden untuk memberi nilai kurang dari yang sebenarnya.
Sebaliknya, jika kita nyatakan bahwa wawancara semata-mata hanya hipotesis belaka, maka akan
timbul kecenderungan responden untuk memberikan nilai yang lebih dari sebenarnya.
2. Bias yang ditimbulkan oleh rancangan penelitian. Bias ini bisa terjadi jika informasi yang diberikan
pada responden mengandung hal-hal yang kontroversial. Misalnya, responden ditawari bahwa untuk
melindungi
kawasan wisata alam dari pencemaran limbah oleh pengunjung, karcis masuk harus dinaikkan. Hal
tersebut tentu saja akan memberikan nilai willingness to pay yang lebih rendah daripada jika alat
pembayaran dilakukan dengan cara lain (misalnya melalui yayasan, trust fund, dan sebagainya
Hedonic Pricing. Lingkup Penerapan hedonic pricing relatif terbatas, misalnya keuntungan adanya
fasilitas rekreasi atau kesenangan yang diperoleh penghuni lokasi tertentu karena peningkatan kualitas
lingkungan sekitarnya
Travel Cost Method (TCM) dikembangkan untuk menilai kegunaan dari barang non-market, daerah
yang letak geografisnya khusus dan lokasi yang dipergunakan untuk rekreasi. Misalnya, alam yang
seringkali digunakan untuk rekreasi (kebun raya, hutan, pantai, danau, dll). Alam secara khusus tidak
memegang harga dalam pasar sehingga kita harus menemukan alternatif yang dimaksudkan untuk
memperkirakan nilainya (Pierce et al, 2006)
Dalam membangun fungsi permintaan dalam TCM diperlukan asumsi
dasar agar penilaian sumberdaya alam dengan metode ini tidak bias. Adapun asumsi yang membangun
fungsi permintaan tersebut adalah :
1. Biaya perjalanan dan biaya waktu digunakan sebagai proxy (wakil)atas harga darirekreasi.
2. Waktu perjalanan bersifat netral, artinya tidak menghasilkan utilitas dan disutilitas.
3. Perjalanan merupakan perjalanan tunggal (bukan multitrips).
Bentuk persamaan ITCM (individual Travel Cost Methode) adalah sebagai berikut

Kelebihan
1. Lebih efisien dari sisi statistik (proses perhitungan).
2. Konsistensi teori dalam perumusan model permintaan dan perilaku individu.
3. Menghindari keterbatasan zonal atau lokasi.
4. Menambah heterogenitas karakteristik populasi pengunjung diantara suatu zona, serta
mengeliminasi efek pengunjung dengan tingkat kunjungan nol (non-participant).
Kekurangan
1.Hanya dibangun berdasarkan asumsi bahwa setiap individu hanya memiliki satu tujuan untuk
mengunjungi tempat wisata yang dituju.
2. Tidak membedakan individu yang memang datang dari kalangan pelibur dan mereka yang datang
dari wilayah setempat.
3. Masalah pengukuran nilai dari waktu, dalam teori ekonomi mikro, variabel waktu memiliki nilai
intrinsik tersendiri yang dinyatakan dalam bentuk opportunity cost.