Anda di halaman 1dari 4

BIDAN: Bukan Hanya tentang Harta

Seila dan Alex adalah sepasang remaja SMA yang sedang menjalin cinta.Keduanya terbelenggu dalam
indahnya cinta yang semu.Keduanya berjanji sehidup semati dan menjaga cinta mereka.Namun dalam
perjalanan cinta mereka, terjadilah hal yang tidak diinginkan.Seila dan Alex melakukan hubungan layaknya
suami istri yang menyebabkan Seila hamil.

Seila : “Alex, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”


Alex : “mau ngomong apa sayang?”
Seila : “Aku telat 3 bulan” (sambil meneteskan sedikit air mata dipipinya)
Alex : “Maksud kamu apa sayang?”
Seila : “Aku HAMIL Joe!!” (tangis Seila pecah)
Alex : “haha..Kamu bercanda kan sayang?” (merasa tak percaya dan mencoba meyakinkan apa yang baru
saja dia dengar)
Seila : “aku gak bercanda Joe. Ini semua kenyataan.”
Alex : “tapi itu gak mungkin terjadi. Kita Cuma ngelakuin itu sekali, jadi mana mungkin kamu bisa hamil
secepat itu?”
Seila : “aku juga gak tau kenapa hal ini bisa terjadi. Aku bingung harus gimana Joe.” (ia terus saja
menangis)
Alex : “aaaaa…kamu jangan menangis terus dong , aku jadi tambah pusing.”
Seila : “Aku gak mau anak ini, Joe. Aku gak ingin semua ini terjadi. Kamu harus tanggung
jawab.” (sambil menangis didepan Alex)

Mereka berdua terdiam tanpa kata dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Alex : “kita gugurin aja janin itu.”


Seila : “apa? Gila kamu ya Joe?Kamu harusnya tanggung jawab bukannya febyh membunuh anak kamu
sendiri.”
Alex : “loh..bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak mau anak itu?”
Seila : “tapi kan…..”
Alex : “sekarang kamu pikir baik-baik. Kita masih kelas 2 SMA, kita masih harus sekolah dan apa kamu mau
kita berdua dikeluarin dari sekolah kalau kamu ketahuan hamil? Apa kamu juga mau merelakan
waktumu untuk main hanya untuk mengurus anak yang gak kita harapkan itu?”

Seila hanya terdiam sambil menangis tersedu-sedu mendengar kata-kata Alex.


Keesokan harinya.Seila menangis sendiri di dalam kelas dan datanglah sahabat terdekatnya, Agata.mendekati
Seila yang sedang menangis.

Agata : “sel, kamu kenapa menangis?”


Seila : “Aku gak apa-apa kok ”
Agata : “gak mungkin kamu menangis tanpa sebab. Aku kenal kamu udah lama dan aku tau gimana kamu
kalau lagi ada masalah.”
Seila : “kamu benar. Aku lagi ada masalah dan aku gak punya jalan keluarnya.” (Seila menangis sambil
memeluk agata)
Agata : “ Ceritalah sama aku, siapa tau aku bisa bantu kamu.”
Seila : “aku malu mau cerita sama kamu, Aku merasa udah gak pantes jadi sahabat kamu.”
Agata :“apa yang bikin kamu malu? Certain aja semuanya.Aku bisa terima apapun keadaan kamu dan kita
tetep jadi sahabat selamanya.”
Seila :“aku gak tau harus mulai darimana untuk menceritakan semua ini.” (sambil terus menangis)
Agata : “pelan-pelan aja kamu ceritanya. Aku dengerin baik-baik kok.”
Seila :“aku melakukan itu sama Alex. Aku melakukan hal yang seharusnya gak kita lakukan sebelum
menikah.”
Agata : “maksud kamu, kamu udah melakukan hubungan sex?” (kaget dan tidak percaya)
Seila : “iya Aku khilaf, aku trbujuk rayuan setan, aku gak sadar udah sejauh itu Ta dan sekarang aku udah
telat 3 bulan.”
Agata : “apa? Telat 3 bulan ?” (sedikit berteriak)
Seila :”pelan-pelan dong , nanti pada tau. Iya Agata. Aku positif hamil.” (menangis tersedu-sedu)
Agata : “ya ampun , kenapa bisa jadi kayak gini? Terus apa yang mau kamu lakukan?”
Seila : “Alex nyuruh aku gugurin kandungan ini,.”
Agata : “What?? Gila tu anak, udah dapet enaknya sekarang gak mau tanggung jawab.”
Seila : “aku bingung, aku gak tau harus gimana sama janin ini.”
Agata : “gimana ya? Kalau udah kayak gini, ya udah besok kita ketempat bidan aja ,sapa tau dia bisa kasi
solusi”

Keesokan harinya adalah hari minggu.Agata mengajak Seila pergi ke rumah seorang bidan yang rumahnya
tidak jauh dari rumah Agata.
Kemudian Agata mengetuk pintu rumah bidan Feby.

Agata : “selamat siang bu bidan.”


Bidan : “selamat siang Agata. Ayo silahkan masuk.”
Agata : “iya bu.”
Bidan : “sini silahkan duduk.”
Agata : “terimakasih bu.”
Bidan : “bagaimana Agata, apa yang bisa ibu bantu?”
Agata : “begini bu, sebenarnya teman saya yang ingin konsultasi sama ibu. Dia baru ditimpa masalah bu.”
Bidan : “oyaya…siapa nama kamu mbak?”
Seila : “nama saya Seila, bu bidan. Saya teman sekolahnya Agata.”
Bidan : “bagaimana mbak Seila, apa yang bisa ibu bantu? Ada keluhan apa?”
Seila : “saya malu bu mau cerita sama ibu. Masalah saya ini terlalu memalukan untuk diceritakan.”
Agata : “Seila, jangan bilang kayak gitu dong. Udah cerita aja sama bu bidan. Beliau lebih tau hal yang
kamu alami sekarang.”
Seila : “iyaiya,Ta. Sebentar to, aku belum siap.”
Bidan : “yasudah kalian jangan ribut. Sekarang minum dulu dan tenangin pikiran kamu.”
Seila : “iya bu, terima kasih.”

Setelah mereka meminum minuman yang diberikan Bidan Feby dan menenangkan pikiran, akhirnya Seila siap
untuk menceritakan masalah yang sedang dihadapinya kepada bidan Feby.

Seila : “jadi begini bu, saya sudah telat 3 bulan dan kemarin saya cek ternyata positif.” (Seila mulai
menitikan air mata)
Bidan : “ya,lanjutkan ceritamu ”
Seila : “saya sebenarnya tidak ingin anak ini ada dirahim saya secepat ini bu, walaupun saya tau ini karena
kekhilafan saya dan pacar saya, tapi saya tetap tidak ikhlas menerima kehadiran anak ini. Saya masih
ingin sekolah bu, saya masih ingin melanjutkan masa depan saya.” (Seila sesenggukan karena
tangisannya tertahan)
Bidan : “iya, saya tau bagaimana perasaan Seila. Tapi Seila tidak boleh menolak kehadiran anak itu.”
Seila : “kemarin pacar saya meminta saya menggugurkan kandungan ini dan dia sangat ngotot bu.”
Bidan : “sabar Seila, saya paham betul apa yang sedang kamu alami sekarang. Tidak ada masalah yang tidak
ada jalan keluarnya.Sekarang, apa kamu udah memikirkan apa yang terjadi bila anak dalam kandungan
itu kamu gugurkan seperti keinginan pacarmu dan juga apa yang terjadi bila kamu mempertahankan
anak itu?”
Seila : “ Saya belum memikirkan semua itu bu,lalu saya harus bagaiman ibu? Saya belum ikhlas menerima
anak ini.Saya juga takut orang tua saya tau dan akhirnya kecewa.”
Bidan : “Seila, ibu hanya memberikan sedikit penjelasan yang ibu harapkan bisa membantu kamu dalam
mengambil keputusan. Kalau kamu tetap ingin menggugurkan kandunganmu, maka akan ada resiko
untuk kesehatan fisik dan mentalmu. Kamu bisa saja mengalami kematian akibat perdarahan yang
hebat atau pembiusan yang gagal. Bukan hanya itu, kamu juga bisa mengalami rahim yang sobek,
kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya, kanker payudara (karena
ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) , kanker indung telur, kanker leher rahim, kanker
hati, kelainan pada placenta/ari-ari yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan
pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya dan bisa juga menjadi mandul, infeksi rongga
panggul, dan juga nfeksi pada lapisan rahim.”
saya tidak menakut-nakuti kamu, Seila, tapi ibu hanya menyampaikan apa yang ibu tau. Sekarang coba
kamu pikirkan, apakah kamu akan tenang jika janin itu berhasil kamu gugurkan? Apa kamu tidak akan
merasa dihantui oleh anak itu?”
Seila : “Bagaimanapun juga dia anak saya bu. Tapi apa saya tidak sanggup jika harus membesarkan anak ini
dengan keadaan saya yang seperti ini? Sedangkan ayah dari anak ini tidak ingin anak ini bertahan di
rahim saya ,tolong saya buk..”
Bidan : “maaf ya seila kalau kamu masih ingin saya melakukan itu saya tidak bisa”
Seila :” tapi buk ,Cuma ibu yang bisa bantu saya”(sambil memohon mohon dan histeris)
Bidan : Orang tua seila tau masalah ini
Seila : tidak bu
Bidan : coba besok ajak orang tua kamu kesini, kita berdiskusi bersama2 agar bisa mempertahankan bayi
kamu
Seila : gila ya bu bidan, mana mungkin orang tua seila tau bisa mati seila
Seila berlari keluar dan menangis meninggalkan klinik itu,diikuti agata dibelakangnya.

Sesampainya dirumah, Bapak dan ibu seila sedang mengobrol di ruang tamu.
Bapak : Lho seila kok kamu pulang terlambat,
Mama : Udah lah pak biarin aja namanya juga anak muda, iya kan seila…
Seila : (Sambil berkata dalam hatidan masuk kamar) mama sama papa nggak permah perhatiam sama aku
Pagi harinya…
Seila muntah muntah
Mama : menanyakan dan mengatakan gendutan..menemukan testpack.
Seila : “itu bukan punya seila ma”
Mama : ooo.. ya sudah kamu makan dan istirahat sana.
Papa : seila kenapa ma?
Mama : gpp katanya gak enak badan aja. Tapi pah kok tadi mamah liat ada test pack hasilnya positif. Seila sih
bilang bukan punya dia.
Papa : ya mungkin juga bukan punya dia mah.
Seila keluar rumah untuk menemui Alex
Seila : “ini gimana sayang”
Alex : aisss….bentar aku tau tempat yang katanya bisa tempa untuk menggugurkan.”

Alex dan seila pun pergi kerumah bidan Vina


Alex :”permisi…..”
Asisten :”iya ,silahkan masuk,ada yang bisa kami bantu”
Alex :”bidan vina ada?”
Asisten :”sebentar ya saya panggilin, silahkan duduk dulu bu”
Tidak lama kemudian bidan Vina keluar
B.Vina ;”ada yang bisa saya bantu?”
Alex : “Bu anak saya hamil bu,apa ibu bisa bantu?”
B.Vina ;”maksutnya bantu apa ya..kog saya kurang paham”
Alex :”saya ingin anak itu tidak jadi hidup bu”
B.Vina :”(,lalu bidan vina menjelaskan apa saja kerugian bila aborsi dan bidan vina menolak permintaan
mereka)”
Alex :”ibu mau bayaran berapa saya kasi…ini ceknya silahkan ibu tulis nominal yang ibu mau sekaligus
saya tulis nomor telepon saya”
B.Vina :”tapi bu...”
Asisten Bidan: itu lumayan lho bu...
(bidan vina berdiskusi dengan asistennya)

Dan pada akhirnya bidan vina menyetujui hal itu. Dan menelpon Alex seila
Bidan Vina : bu ini saya bersedia untuk melakukan pengguguran pada kandungan ibu tpi ibu harus
membayar 100 juta. Bagaimana bu? Jika ibu bersedia Besok hari kamis malam ibu bisa datang ke
klinik Mawar untuk melakukan pengguguran kandungan anak ibu
Alex : oke bu saya bersedia
Bidan vina : deal ya bu.

Hari kamis malam pukul 20.00 tindakan aborsi pun dilakukan, perdarahan pun terjadi...
Seila ; Yang, aku lemes dan ngantuk
Alex : bu bidan ini kenapa pacar saya lemes bu, darahnya juga keluar banyak sekali
Bidan : Dek, minta tolong infusin dek
Asisten : saya nggak berani bu
Bidan : cepetan masuk!
Asisten : (sambil memasang infus) bu ininggak bisa di infus, nadinya juga lemah.
Bidan : (gugup dan lemas) lex ini saya akan merujuk seila
Alex : Gimana ini bu, saya ini kan minta untuk digugurkna saja kenapa pacar saya jadi begini. Pokoknya ibu
harus bertanggung jawab (alex menelpon orang tua seila)

Bapak seila dan keluarga seila pun datang ke tempat bidan vina, Sampai diklinik keluarga menemui
pemandangan yang menyeramkan seila yang sedang bermandikan darah dan terkulai lemah sedangkan asisten
bidan, bidan terkejut dengan kedatangan warga, karena sebelumnya sudah tersiar kabar bahwa klinik mawar
biasa melakukan aborsi. Seila segera dilarikan kerumah sakit. Setelah seila sampai rumah sakit. Polisi datang
dan menangkap bidan vina dan asistennya serta alex.

*SEKIAN*