Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan rahmat, karunia, serta taufik
dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “ perawatan alat kesehatan
bahan kaca” ini. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Alat – alat yang dipergunakan di leb kimia, dan
juga bagaimana mengetahui berbagai fungsinya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di
masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri
maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan di masa depan.

Martapura, 05 Desember 2017

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... 1


DAFTAR ISI ................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ...............................................................................3
1.2 Tujuan Percobaan ...........................................................................3
1.3 Prinsip Percobaan ...........................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian alat kesehata.................................................................. 4
2.2 mekanisme Alat – alat .................................................................... 4
2.3 Cara perawatan alat kesehatan…………………………………….
BAB III PENUTUP
5.1 Kesimpulan.....................................................................................16
5.2 Saran ..............................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................17

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu, perkakas, perabot, yang
dipakai untuk mencapai maksud ( Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2005, hal : 30 ). Hal yang
harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat yang digunakan. Kebersihan dari alat dapat
mengganggu hasil pratikum. Apabila alat yang digunakan tersebut tidak bersih, maka akan
terjadi hal- hal yang tidak diinginkan. Contohnya jika pada alat – alat tersebut masih tersisa
zat – zat kimia, maka zat tersebut dapat saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan
sesudahnya dan dapat mengakibatkan kegagalan dalam pratikum ( Anonim, 2012 ) Kesalahan
dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat dalam
hal ilmu statistika kesalahan seperti ini digolongkan dalam galat pasti. Oleh karena itu,
pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan
sebelum melakukan praktikum di laboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil bila terjadi
kecelakaan di dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat
– alat dan bahan yang dilakukan dalam suatu pratikum yang berhubungan dengan bahan
kimia berbahaya, disamping itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian
disesuaikan dengan tujuan penelitian. Agar penelitian berjalan lancar. (Anonim, 2012).

1.2 Tujuan Percobaan


Tujuan pecobaan peralatan di laboratorium ini adalah untuk mengetahui dan menguasai
jenis-jenis alat, nama masing – masing alat, prinsip kerja alat, fungsi alat yang baik dan
benar. Agar pada praktikum selanjutnya praktikan tidak melakukan kesalahan.

1.3 Prinsip Percobaan


Prinsip percobaan peralatan di laboratorium adalah berdasarkan identifikasi alat yang biasa
digunakan pada saat pratikum serta fungsi dari masing – masing alat tersebut, dan
penggunaan atau cara yang tepat untuk menggunakannya

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN
Kaca atau gelas adalah salah satu alat rumah tangga yang bahan utama penyusunnya
adalah SiO2 dengan suhu pelelehan 2000◦ C. Kaca atau gelas merupakan bahan pejal sekata,
biasanya terbentuk apabila bahan cair tidak berkristal disejukkan dengan cepat, dengan itu
tidak memberikan cukup masa untuk jaringan kekisi kristal biasa terbentuk. Kaca atau gelas
termasuk kelompok vitroida atau termogel, yang merupakan senyawa kimia dengan susunan
yang kompleks. Senyawa tersebut diperoleh dengan membekukan lelehan yang lewat dingin.
Kaca atau gelas ialah produk yang “amorf dan bening dengan kekerasan dan elastisitas yang
cukup, tetapi sangat rapuh. Seperti yang telah dijelaskan di bab sebelumnya bahwa kaca atau
gelas apabila dipandang dari segi fisika merupakan zat cair yang sangat dingin. Disebut
demikian karena struktur partikel-partikel penyusunnya yang saling berjauhan seperti dalam
zat cair namun dia sendiri berwujud padat. Ini terjadi akibat proses pendinginan (cooling)
yang sangat cepat, sehingga partikel-partikel silika tidak “sempat” menyusun diri secara
teratur. Dari segi kimia, kaca atau adalah gabungan dari berbagai oksida anorganik yang tidak
mudah menguap , yang dihasilkan dari dekomposisi dan peleburan senyawa alkali dan alkali
tanah, pasir serta berbagai penyusun lainnya.

2.2 Macam-macam Alat Kesehatan Bahan Kaca

1. Alat Alat Laboratorium | Gelas Ukur

Fungsi gelas ukur adalah sebagai alat untuk mengukur volume larutan, mulai dari
volume 10mL hingga 2L. Gelas ukur berbentuk pipa dan umumnya terbuat dari bahan
plastik (polipropilen) yang dilengkapi dengan bagian bawah yang lebar, sebagai kaki
untuk menjaga kestabilan gelas ukur.

Cara kerja alat tersebut :


Bersihkan gelas ukur dengan aquadest sebanyak tiga kali lalumasukkan larutan kimia
kedalamnya dengan pipet sebanyak 10ml.

Cara membersihkannya:

4
Membersihkan noda-noda yang lengket pada gelas, pengaduk dibalut kapas sekaligus
dibasahi larutan asam lalui digosokkan ke gelas setelah bersih lalu dibilas air.

2. Alat Alat Laboratorium | Tabung Reaksi

Tabung reaksi adalah peralatan gelas yang terbuat dari kaca atau plastik. bentuknya
kira kira sebesar jari tangan manusia. Tabung reaksi tersedia dalam berbagai macam
ukuran. Namun pada umumnya memiliki ukuran berdiameter 10-20 dengan panjang
50-200 mm.

Cara kerja alat tersebut :


Cara menggunakan tabung reaksi adalah dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi
dengan aqua DM setelah itu lap dengan lap atau kertas isap. Kemudian sampel yang
akan direaksikan dimasukkan kedalam tabung reaksi

Cara membersihkannya :
Mengantisipasi air kapur dan kerak yang melekat pada tabung, pengaduk kaca
dibalut kapas dibasahi larutan asam lalu dikorokkan ke tabung, setelah bersih baru
dibilas air.

3. Alat Laboratorium Kimia | Labu Ukur

Labu ukur (Volumetric Flask) atau labu takar adalah alat kimia, yang digunakan
untuk mengencerkan larutan hingga mencapai volume tertentu. Alat yang terbuat dari
kaca berbentuk labu ini juga bisa digunakan untuk menyisakan larutan kimia analitik
dengan konsentrasi dan jumlah yang berakurasi tinggi.

5
Keakuratan yang tinggi ini dikarenakan oleh bagian lehernya yang terdapat sebuah
lingkaran gradasi, volume, toleransi, suhu kalibrasi dan kelas gelas. Pada lehernya
juga terdapat tanda batas yang menunjukkan ukuran volume, mulai 1 mL hingga 2 L.

Umumnya, labu ukur ini berwarna transparan, sehingga sangat memudahkan


pemantauan. Namun, ada pula yang berwarna gelap serta dilengkapi dengan penutup
yang tahan terhadap bahan dan reaksi kimia, seperti bahan polietilen.

Cara kerja alat tersebut :


Cara menggunakannya adalah dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkandengan lap.
Kemudian dimasukkan larutan yang akan diencerkan atau masukkan zat dengan
bantuan kertas isap, agar zat tidak menempel pada dinding diatas batas atas.

Cara membersihkan :
Pembersihan sangat disarankan menggunakan busa / sikat plasik yang halus sehingga
tidak merusak peralatan gelas tersebut.

4. Alat- Alat Laboratorium | Labu Erlenmeyer

Erlenmeyer adalah jenis labu laboratorium yang banyak digunakan. Alat berbentuk
kerucut dengan leher silinder dan dasar yang datar ini diambil dari nama “Emil
Erlenmeyer”. seorang kimiawan asal jerman.

Fungsi labu erlenmeyer adalah untuk mencampur, mengukur dan menyimpan cairan.
Umumnya erlenmeyer terbuat dari kaca borosilikat sehingga tahan ketika dipanaskan.
Ukuran labu erlenmeyer bervariasi mulai dari 50 – 500 ml.

Dalam laboratorium mikrobiologi alat lab ini digunakan untuk membantu proses
pembiakan mikroba.

Cara menggunaan alat tersebut :


Siapkan Erlenmeyer yang sudah dibersihkan, isi dengan larutan

Cara membersihkannya :
Membersihkan dengan cara membilas dahulu dengan air kemudian dicuci
menggunakan detergen dan dibilas dengan air suling
6
5. Alat Alat Lab | Gelas Beaker atau Gelas Piala

Gelas yang sering disebut gelas piala dan gelas kimia ini adalah alat laboratorium
yang berfungsi sebagai penampung. Alat berbentuk silinder dengan alas datar ini,
biasa digunakan untuk bahan kimia dengan sifat korosif yang terbuat dari PPTE. Dan
untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau hilangnya cairan, gelas ini biasa
dipasangkan dengan gelas arloji sebagai penutup.

Terdapat beberapa ukuran untuk gelas ini, mulai dari 25 mL hingga 3 L. Gelas beaker
terbuat dari bahan borosilikat atau plastik.

Cara kerja alat tersebut :


Bersihkan gelas dengan aquadest sebanyak tiga kali, kemudianmasukkan larutan
percobaan dan simpan gelas diatas kasa asbes diatas kakitiga untuk melakukan
pembakaran.

Cara membersihkannya :
Penanggulangan sisa – sisa bahan kimia dan bekas pembakaran yang melekat pada
gelas, pengaduk kaca dibalut kapas dibasahi larutan asam lalu digosokkan ke bagian
gelas yang mengerak

6. Alat Laboratorium | Pipet Tetes

7
Pipet digunakan untuk memindahkan volume cairan yang telah terukur. Alat ini terdiri dari
beberapa jenis dengan bentuk, fungsi, dan tingkat ketelitian yang berbeda. Macam-macam
pipet diantaranya yaitu; Pipet tetes, pipet ukur dan pipet volume:

Pipet tetes. Sesuai dengan namanya, pipet yang satu ini mampu memindahkan cairan dalam
jumlah yang sangat kecil yaitu berupa tetesan. Hal ini dikarenakan bentuk dari pipet ini yang
berupa pipa kecil yang ditutupi dengan karet di bagian atasnya.

7. Peralatan Laboratorium | Pipet Ukur

Fungsi Pipet ukur adalah untuk memindahkan larutan secara terukur sesuai dengan volume.
Pada pipet ini juga terdapat skala yang menunjukan volume tersebut. Ukuran volume terbesat
pipet ukur sendiri adalah 50 ml.

Cara menggunakan alat tersebut :


Cairan disedot dengan pipet ukur dengan bantuan filler sampai dengan volume yang
diinginkan.

Cara membersihkannya :
Dicuci menggunakan air dan sabun untuk menghilangkan bebrapa zat.

8. Alat Ukur Lab | Pipet Volume / Gondok

Pipet gondok atau pipet volume. Berbeda dengan pipet tetes, pipet volume memiliki ukuran
yang lebih besar sehingga mampu memindahkan cairan dari wadah ke wadah. Peralatan
laboratorium ini merupakan alat ukur kuantitatif dengan tingkat ketelitian tinggi.

8
Pipet volume memiliki bagian menggelembung ditengahnya. Fungsinya adalah untuk
mengambil larutan dengan volume yang tepat dan sesuai dengan label yang tertera pada
bagian yang menggelembung tersebut.

9. Alat Alat Laboratorium | Corong Pisa

Peralatan laboratorium berbentuk kerucut dengan tutup setengah bola ini biasanya
digunakan dalam proses ekstraksi cair. Yaitu proses memisahkankomponen-komponen fase
pelarut dengan densitas yang berbeda.

Corong pisah atau corong pemisah memiliki bagian penyumbat di atasnya dan keran
dibawahnya. Alat lab kimia ini dibuat dari kaca borosilikat. Sedangkan kerannya terbuat dari
teflon ataupun kaca.

Cara kerja alat tersebut :


Untuk memasukan cairan ke dalam suatu wadah dengan mulut sempit seperti botol, labu
ukur.

Cara membersihkannya :
Dicuci dengan menggunakan air dan sabun untuk menghilangkan beberapa zatra

10. Alat Laboratorium Kimia | Batang Pengaduk

Batang pengaduk digunakan untuk mencampur cairan dengan bahan kimia untuk keperluan
praktek di laboratorium. Batang pengaduk umumnya terbuat dari kaca pejal, borosilikat
(pyrex). Ukurannya hampir sama dengan sedotan minuman. Namun sedikit pandang dengan
ujung membulat.

9
Selain untuk mencampur larutan. Fungsi batang pengaduk juga adalah untuk membantu
dekantasi larutan, menginduksi kristalisasi dan memecahkan emulsi pada suatu ekstraksi.

Cara kerja alat tersebut :


Masukan batang pengaduk ke dalam larutan yang akan dicampur

Cara membersihkannya :
Bersihkan menggunakan air dan sabun untuk menghilangkan beberapa zat

11. Peralatan Lab | Gelas Kaca atau Gelas Arloji

Gelas berbentuk bundar dengan beragam diameter ini memiliki beberapa fungsi, di antaranya:
Penutup gelas kimia ketika tengah proses pemanasan sampel (penguapan). Sebagai tempat
untuk mengeringkan padatan dalam desikator. Sebagai tempat benda yang tengah berada
dalam proses pengamatan dan Sebagai tempat untuk menyimpan bahan yang akan ditimbang.

Cara kerja alat tersebut :


Simpan zat atau bahan kimia yang akan ditimbang diatas kaca arloji lalu timbang.

Cara membersihkannya :
Dicuci dengan sabun untuk menghhilangkan beberapa zat

12. Alat – Alat Laboratorium | Labu Destilasi

Fungsi destilasi atau penyulingan adalah memisahkan suatu larutan ke dalam masing masing
komponennya. Bisa juga didefinisikan sebagai suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan dan volatilitas atau kemudahan menguap.

10
Labu destilas digunakan untuk menampung zat-zat, utamanya zat yang memiliki titik lebih
tinggi ketika proses destilasi. Alat yang ada di laboratorium kimia ini mempunyai pipa yang
mengarah kesisi. Pipa tersebut nantinya disambungkan pada gelas pendingin pada saat
digunakan untuk destilasi.

13. Alat Lab Kimia | Kondensor

Condesor adalah alat laboratorium yang memiliki fungsi untuk mendinginkan cairan panas
dan mengembunkan uap. Alat ini memiliki beragam jenis bentuk, dengan di antaranya adalah
condesor graham, Vigreux kolom, condesor dimroth (spiral), condesor Liebig (lurus), dan
condesor Allihn (bulat).

14. Alat Alat Laboratorium | Buret

Alat dengan bentuk silindris memanjang ini biasanya digunakan untuk titrasi dengan presisi
tinggi, atau bisa juga untuk mengukur volume suatu larutan. Alat yang dilengkapi dengan
skala pada sisi luarnya ini memang dirancang dengan ketelitian yang sangat tinggi, sehingga
cocok digunakan untuk keperluan analisis volumetrik kuantitatif.

Kini, meski dalam perkembangannya telah banyak ditemukan alat titrasi berbasis teknologi,
buret masih menjadi alat laboratorium yang selalu digunakan.

Cara kerja alat tersbut :


Masukan zat yang akan dititrasi, kemudian tempelkan buret pada statip, buka kran yang ada
pada buret dengan perlahan.

Cara membersikannya :

11
Bilas ujung buret dengan air dari botol mencuci (labu semprot) dan mengeringkan hati-hati

15. BOTOL TIMBANG

Digunakan di dalam menentukan kadar air suatu zat. Selain itu digunakan untuk menyimpan
bahan yang akan ditimbang terutama untuk bahan cair yang bersifat higroskopis. Saat
menimbang zat cair yang bersifat mudah menguap botol timbang harus dalam kondisi
tertutup agar tidak terjadi penguapan

Cara kerja alat tersebut :

Masukan larutan yang akan ditimbang massanya ke dalam botol. Lalu timbang botol beserta
massa yang ada di dalam botol di neraca

Cara membersihkannya :

Dibersihkan menggunakan larutan asam

1. SIFAT-SIFAT KACA ATAU GELAS


Kaca atau gelas memiliki sifat-sifat yang sangat khas bila disbanding dengan keramik.
Kehasan sifat kaca ini disebabkan oleh keunikan silika (SiO2) dan proses pembentukannya.
Beberapa sifat kaca atau gelas yang sangat umum adalah sebagai berikut :
1. Gelas merupakan bahan yang dapat ditembus oleh cahaya tampak dan sinar infra
merah, tetapi tidak oleh sinar ultraviolet.
2. Padatan amorf (short range order).
3. Berwujud padat tapi susunan atom-atomnya seperti pada zat cair.

12
4. Tidak memiliki titik lebur yang pasti (ada range tertentu)
5. Mempunyai viskositas cukup tinggi (lebih besar dari 1012 Pa.s)
6. Transparan, tahan terhadap serangan kimia, kecuali hidrogen fluorida. Karena itulah
kaca banyak dipakai untuk peralatan laboratorium.
7. Efektif sebagai isolator.
8. Mampu menahan vakum tetapi rapuh terhadap benturan.
9. Secara umum dan ringkas reaksi pembentukan kaca adalah sebagai berikut :
10. Na2CO3 + aSiO2 –> Na2O.aSiO2 + CO2
CaCO3 + bSiO2 –> CaO.bSiO2 + CO2
Na2SO4 + cSiO2 + C à Na2O.cSiO2 + SO2 +
SO2 +

2.3 Perawatan Peralatan yang Terbuat dari Bahan Baku Gelas.


Bahan gelas banyak dipakai dalam laboratorium kimia dan biologi. Ada beberapa
keunggulan maupun kelemahan peralatan yang terbuat dari bahan baku gelas, yaitu :
A.. Keunggulannya :
1. Bahan baku gelas tahan terhadap reaksi kimia.
2. Bahan baku gelas tahan terhadap perubahan temperatur yang mendadak.
3. Bahan baku gelas memiliki koefisien muai yang kecil.
4. Bahan baku gelas memiliki daya tembus cahaya yang besar.
B. Kelemahannya :
1. Bahan baku gelas mudah pecah terhadap tekanan mekanik.
2. Bahan baku gelas mudah tumbuh jamur sehingga mengganggu daya tembus
cahaya.
3. Bahan baku gelas mudah tergores.

Untuk perawatan terhadap peralatan yang terbuat dari gelas bukanlah perkara yang
sulit akan tetapi menuntut ketekunan laboran. Dengan memperhatikan keunggulan dan
kelemahan dari bahan baku gelas, maka untuk perawatan peralatan berbahan baku gelas harus
memperhatikan :
1. Ruang penyimpanan peralatan harus bertemperatur antara 270 C – 370 C dan diberi
tambahan lampu 25 watt.
2. Ruang penyimpanan diberi bahan silicon sebagai zat higroskopis.
3. Pada waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya ditempatkan di atas kawat kasa. Boleh
menggunakan pemanasan secara langsung asalkan bahan gelas terbuat dari pyrex.
4. Gelas yang akan direbus hendaknya tidak dimasukkan langsung ke dalam air yang sedang
mendidih melainkan gelas direndam dengan air bersih dan dingin kemudian tambahkan
detergent, larutan kalium dichromat 10 gr, asam belerang 25 ml dan aquadest 75 ml.
Penggunaan detergent dapat menghilangkan lemak dan tidak membawa efek perubahan
fisik. Kadang-kadang memerlukan waktu perendaman sampai beberapa jam, kemudian
dibilas dengan air bersih. Keringkan dengan udara panas lalu simpan di tempat yang
kering.
5. Debu, keringat, minyak dari telapak tangan mudah menempel pada peralatan berbahan
baku gelas. Oleh karena itu setelah digunakan luangkan waktu sejenak untuk
membersihkan permukaan peralatan dengan kain lembut atau dengan kertas tissue
khusus. Gunakan alcohol, acetone, kapas, sikat halus dan pompa angina untuk
13
membersihkan lensa jangan sampai merusak lapisan lensa. Saat ini terdapat cairan
pembersih khusus kaca/lensa yang dapat diperoleh di optic untuk membersihkan
kaca/lensa dengan lebih sempurna. Hindarkan membersihkan kaca/lensa dalam keadaan
kering apalagi dengan menggunakan kain yang berseray kasar karena hal itu dapat
menimbulkan goresan pada kaca/lensa.
6. Letakkan peralatan berbahan baku gelas di tempat ketika tidak digunakan. Meletakkan
peralatan tidak di tempatnya beresiko merusak kondisi alat karena mungkin saja peralatan
tersebut tertindih atau tertekan yang mengakibatkan terjadinya perubahan fisik
permanent.

MEMBERSIHKAN PERALATAN LABORATORIUM


Kebersihan peralatan laboratorium, baik yang berupa peralatan gelas atau non gelas seperti
bejana polyethylene, polypropylene dan teflon, merupakan bagian yang sangat mendasar
dalam kegiatan laboratorium dan merupakan elemen penting dalam program jaminan mutu.
Perhatian kepada kebersihan barang-barang tersebut harus ditingkatkan dan harus
proporsional dengan tingkat kepentingan pengujian, akurasi pengukuran yang diperlukan dan
menurunnya konsentrasi analit yang akan ditentukan.
Setiap laboratorium harus menetapkan prosedur yang memadai untuk membersihkan
peralatan gelas dan non gelas yang digunakan dalam berbagai macam pengujian. Apabila
metodologi pengujian tertentu mensyaratkan prosedur membersihkan secara spesifik, maka
prosedur tersebut harus diikuti.

Sterilisasi Alat-alat Kesehatan


Sterilisasi merupakan suatu kegiatan untuk membunuh kuman apatogendan pathogen brsama
sporanya pada peralatan medis atau kedokteran dengan cara merebus, panas tinggi, stoom,
atau dengan bahan kimia.

Peralatan yang berbahan dari kaca, contohnya adalah tabung kimia,semprit (spuit) dan lain-
lain

A. Proses Pelaksanaan Sterilasasi alat-alat kesehatan :

1. Sterilisasi alat dengan cara direbus

Mensterikan peralatan yang sudah disiapkan dengan cara merebus didalam air
hinggamendidih (100°C) kemudiantunggu waktu kurang lebih 15 sampai 20 menit. Contoh
peralatan yang disterilkan dengan direbus adalah alat yang terbuat daribahanlogam,kaca,dan
karet.

2. Sterilisasi alat dengan cara stoom

Mensterikan peralatan menggunakan uap panas didalam autoclave dengan suhu,waktu, dan
tekanan tertentu. Contoh peralatan yang disterilkan dengan stoom antara lain alat tenun, obat-
obatan dan lain-lain.

3. Sterilisasi alat dengan cara panas kering

14
Mensterikan peralatan menggunakan oven dengan uap panas tinggi. Misalnya peralatan
logam yang tajam, peralatan dari kaca dan obat tertentu.

4. Sterilisasi alat dengan cara penggunaan bahan kimia

Mensterikan peralatan dengan penggunaan bahan kimia seperti sublimat, alkohol,uap


formalin, khususnya untuk alat-alat yang cepat rusak bila terkena panas,contohnya adalah
kateter, alat sarung tangan, dan lain-lain.

B. Perhatian:
1. Sterilisator yang akan digunakan harus dalam keadaan siap untuk dipakai.
2.Peralatan harus bersih dan masih berfungsi.
3.Peralatan yang dibungkus sebaiknya diberi label sebagai tanda agar jelas
dalammencantumkan : nama alat, jenis alat, tanggal, dan jam disterilkan.
4. Menyusun peralatan didalam sterilisator harus tertata dengan baik sehingga seluruh bagian
dapat disterilkan.
5. Waktu yang dibutuhkan untuk mensterilkan tiap jenis peralatan harus tepat (dihitung sejak
peralatan mulai disterilkan).
6. Dilarang menambahkanataumemasukkan peralatan lain kedalam sterilisator, sebelum
waktu untuk mensterilkan alat selesai.
7. Memindahkan alat-alat yang sudah steril ketempatnya harus menggunakan alat yang steril
pula.
8. Untuk mendinginkan peralatan steril dilarang membuka tutup ataupun bungkusnya.
9. Jika peralatan yang baru disterilkan itu terbuka, peralatan itu harus disterilkan kembali.

C. Pemeliharaan Peralatan Perawatan dan Kedokteran


Pemeliharaan peralatan perawatan dan kedokteran merupakan kegiatan perawatan dengan
cara membersihkan, mensterilkanatau mendesinfeksi serta menyimpannya.
Tujuan dari pemeliharaan peralatan adalah:
1. Menyiapkan alat-alat perawatan dan kedokteran dalam keadaan yang siap pakai.
2. Mencegah peralatan menjadi cepat rusak.
3.Mencegah timbulnya infeksi silang.

D. Pemeliharaan Peralatan Berbahan Gelas.


Jenis peralatan:
1. Pengisap lendir bayi
2. Kateter.
3. Spuit.
Persiapan :
1. Peralatan yang akan dibersihkan.
2. Tempat pencucian dengan baskom berisi air bersih atau air yang mengalir.
3. Bengkok (nierbekken).
4. Kais kasa
5. Sabun cuci

15
6. Lap kering.
7. Larutan desinfektan.
8. Lidi kapas
9. Sterilisator dalam posisi siap pakai.
10.Sikat halus.

Pelaksanaan :
Proses pelaksanaan sama dengan pemeliharaan peralatan dari berbahan logam. Khusus untuk
spuit, penghisapnya dikeluarkan lalu jarumnya dilepas,setelah itu tiap alat dibungkus
menggunakan kain kasa, kemudian baru dimasukkan ke dalam sterilisator yang sudah terisi
air dan diletakkan secara berdampingan
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, semua alat bahan kaca memiliki nama, fungsi, dan cara kerja
masing – masing. Sehingga dalam penggunaannya pun akan berbeda – beda sesuai dengan
cara kerjanya. Kesalahan penggunaan alat bisa mempengaruhi konsentrasi larutan, karena alat
memiliki tingkat ketelitian yang berbeda – beda.

3.2 Saran
Saran untuk bahan kaca, sebaiknya alat-alat yang ada di laboratorium lebih diperhatikan dan
dirawat lagi agar saat praktikum bisa dipergunakan dengan baik dan maksimal tanpa ada
kekurangan

16
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Alat – Alat Kimia beseta Fungsinya. www.sholeh-alamak.blogspot.com.


Accessed : 20 Oktober 2012
Anonim. 2012. Alat – alat Pratikum Kimia. www.scribd.com . Acessed : 20 Oktober 2012
Kamus Besar Indonesia, Bahasa, 2005, halaman 30
Sutrisno, E,T. Nurminabari, I,S, 2012. Penuntun Pratikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan
: Bandung

17