Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN AKHIR

MANAJEMEN LAPANGAN

Disusun oleh Kelompok 12:

Nathanael Halawa 140710160052

Reza Eka Pangestu 140710160053

Mochamad Kurnia 140710160056

Laurentius Adhyatama 140710160057

PROGRAM STUDI GEOFISIKA DEPARTEMEN GEOFISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2018

1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI................................................................................................................................... 2
BAB I .............................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN .......................................................................................................................... 4
1.1. Latar Belakang .............................................................................................................................. 4

1.2. Tujuan Penelitian .......................................................................................................................... 4

1.3. Lokasi Penyelidikan ...................................................................................................................... 5

BAB II............................................................................................................................................. 6
Kondisi Daerah Penelitian .............................................................................................................. 6
2.1. Kondisi Geologi ............................................................................................................................ 6

2.2. Geomorfologi dan Fisiografi ......................................................................................................... 7

2.3. Peta Anomali Magnet Total .......................................................................................................... 8

BAB III ......................................................................................................................................... 10


Zonasi dan Metode ........................................................................................................................ 10
3.1. Zonasi............................................................................................................................................... 10

3.2. Metode yang digunakan ................................................................................................................... 10

BAB IV ......................................................................................................................................... 12
Persiapan Lapangan ...................................................................................................................... 12
4.1. Tahap persiapan ............................................................................................................................... 12

4.1. Spesifikasi Tenaga Kerja ................................................................................................................. 12

4.2. Peralatan........................................................................................................................................... 12

4.3. Jadwal Penelitian ............................................................................................................................. 13

BAB V .......................................................................................................................................... 14
Kesimpulan dan Saran .................................................................................................................. 14
5.1. Kesimpulan ...................................................................................................................................... 14

5.2. Saran ................................................................................................................................................ 14

Daftar Pustaka ............................................................................................................................... 15

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga laporan akhir ini dapat
tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih terhadap bantuan dari pihak
yang telah berkontribusi dalam hal ini teman-teman satu angkatan serta dosen pengampu mata
kuliah Manajemen Lapangan dengan memberikan sumbangan baik pikiran maupun materi.

Kami berharap semoga laporan akhir ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
untuk para pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar laporan ini bisa pembaca
praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan ini karena keterbatasan
pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini

Bandung, 25 November 2018

Penyusun

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kabupaten Solok dan Solok Selatan, khususnya daerah Pantai Cermin dan Sungai
Pagu telah diselidiki oleh tim geologi dari Pusat Sumber Daya Geologi sejak tahun 2011
sampai dengan tahun 2013 (termasuk kerjasama dengan China Geological Resources,
Pemerintah Tiongkok). Berbagai kegiatan penyelidikan telah dilakukan di daerah tersebut
dan hasilnya memperlihatkan, bahwa daerah ini mempunyai potensi sumber daya mineral
logam khususnya logam besi dan logam lainnya yang cukup potensil untuk
dikembangkan. Secara administratif lokasi daerah penyelidikan mencakup dua kabupaten
yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Franklin (2013) Mineralisasi yang tersingkap di daerah penelitian
ditemukan di daerah Ulu Suliti dan Tanjung Lima Kapas terdiri dari beberapa logam-logam
sulfida sebagai mineral utamanya seperti sfalerit, galena, kalkopirit, kuarsa sementara besi
merupakan logam ikutanya, terbentuk di kontak antara gamping dan granodiorit
berasosiasi dengan urat kuarsa yang dikontrol oleh struktur geser mengiri berarah
timurlaut-baratdaya. Hasil uji kimia batuan termineralisasi di Ulu Suliti dan Tanjung Lima
Kapas menunjukkan kandungan unsur tertinggi antara lain Cu : 5540 ppm, Pb : 129 ppm,
Zn : 1464 ppm, Co : 105 ppm, Ni : 30 ppm, Mn : 9733 ppm, Ag : 7 ppm, Au : 47 ppb, As
: 32 ppm, Fe : 50,43%, Sn : 140 ppm Sb : 3 ppm, Sr : 455 ppm, W : 450 ppm dan Li : 98
ppm. Hasil pendugaan bawah permukaan pada daerah tersebut (Geofisika Polarisasi
Induksi dan Magnet), menunjukkan adanya anomali tubuh mineralisasi pada kedalaman 75
hingga 125 meter.
Mengacu pada informasi yang didapat dari penelitian sebelumnya (Franklin, 2013),
tim penulis akan melakukan pengukuran geolistrik di daerah tersebut untuk memperoleh
informasi yang beresolusi tinggi dengan lintasan geolistrik yang lebih rapat pada wilayah
yang lebih sempit.

1.2. Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi kedalaman serta peta
persebaran bijih besi beresolusi tinggi dan memperoleh titik pengeboran efektif.

4
1.3. Lokasi Penyelidikan
Lokasi penelitian berada di Desa Ulu Suliti dan Tanjung Lima Kapas, Kabupaten solok
selatan, Sumatera Barat dengan koordinat 714400mE-716800mE dan 9853600mN-
9856499mN. Luas lokasi penelitian sekitar 2.4 × 2.8 𝑘𝑚.

Gambar 1. Peta Geologi Regional Lembar Painan dan Bagian Timur Laut Lembar Muara
Siberut, Sumatera (Rosidi, H, dkk. 1966)

5
BAB II

Kondisi Daerah Penelitian


2.1. Kondisi Geologi
Berdasarkan ciri-ciri litologi yang teramati di lapangan, terdapat empat satuan batuan
dengan urut-urutan dari tua ke muda yaitu : Satuan Batugamping, Satuan Granodiorit,
Satuan Gabro dan Satuan Breksi. Deskripsi lapangan dari batuan yang teramati adalah
sebagai berikut : Satuan Batugamping, merupakan satuan tertua pada daerah penelitian,
di tandai dengan warna biru pada peta geologi. Litologi penyusun satuan ini terdiri dari
packstone dan wackestone. Packstone, grainsupported, terdapat foraminifera besar.
Wackestone, mud-supported. Gejala metamorfisme juga teramati pada Satuan
Batugamping berupa tekstur crenulation cleavage dan filitik. Satuan Granodiorit, Satuan
Granodorit memiliki ciri litologi, fanerik, komposisi mineral primer terdiri dari plagioklas
dan hornblenda. Gejala metamorfisme juga teramati pada Satuan Granodiorit berupa
tekstur slaty cleavage. Satuan Gabro, memiliki ciri litologi berwarna hitam kehijauan,
fanerik, komposisi mineral primer berupa plagioklas dan piroksen. Satuan Breksi-Tufa,
dicirikan dengan warna cokelat pada daerah penelitian. Litologi Breksi secara umum
menyudut-menyudut tanggung, terpilah buruk dengan kemas terbuka dengan fragmen
monomik berupa andesit.

6
Gambar 2. Peta Geologi Daerah Penelitian

2.2. Geomorfologi dan Fisiografi


Fisiografi di dua lokasi ini dibagi menjadi 3 (tiga) satuan yaitu : perbukitan tinggi,
perbukitan rendah dan pedataran. Perbukitan tinggi menempati sebelah barat, merupakan
bagian dari Bukit Barisan dengan ketinggian lebih dari 800 m dpl. Perbukitan sedang
menempati bagian timur dengan ketinggian antara 400 – 600 m dpl, umumnya merupakan
hutan lindung dan area pengguna lain. Di bagian tengah merupakan pedataran dengan
ketinggian 50 – 200 m dpl. Pola aliran sungai di daerah ini umumnya trellis dengan sungai
utama adalah Batang Suliti yang mengalir dari utara – selatan.

7
Gambar 3. Peta interpretasi fisiografi dan morfologi Daerah Penyelidikan (Landsat TM5; RGB,
7;4;2)

2.3. Peta Anomali Magnet Total


Berdasarkan peta anomaly magnet total (Gbr.4) dapat dilihat bahwa daerah yang ditandai
dengan kotak warna hitam merupakan daerah yang menunjukan anomaly tinggi. Hal ini
mengindikasikan adanya mineralisasi logam pada daerah ini.

8
Gambar 4. Overlay Peta Geologi dan Peta Anomali Magnet Total Daerah Penelitian (Franklin,
2013)

9
BAB III

Zonasi dan Metode


3.1. Zonasi
Berdasarkan informasi yang didapatkan dari peta geologi regional, fisiografis dan
morfologi serta penelitian sebelumnya (peta anomaly magnet total, mineralisasi, dan sebagainya)
maka telah dilakukan deliniasi zona prospek yang selanjutnya akan dijadikan sebagai lokasi
pengukuran geolistrik dalam penelitian ini. Hasil zonasi berada pada a (716508.0256,
9854715.542), b ( 715884.86808034, 9856119.857), c (715387.2721, 9855873.486), dan d
(716010.4297, 9854469.171) dengan luas Zonasi sekitar 500 × 1400 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟.

Gambar 5. Zonasi

3.2. Metode yang digunakan


Metode geofisika yang dipakai dalam suvey eksplorasi bijih besi dan logam lainnya pada
wilayah Ulu Suliti dan Tanjung Kapas, Sumatera selatan adalah metode geolistrik resistivitas
konfigurasi Wenner-Schlumberger. Metode ini dipilih karena metode ini mampu
menggambarkan kondisi bawah permukaan secara lateral cukup detail dengan kedalaman
sesuai dengan panjang lintasan. Karakteristik dari mineralisasi adalah menunjukan adanya
10
resistivitas rendah di bawah permukaan (anomaly rendah) yang disebabkan oleh sifat besi dan
biji logam lainnya yang konduktif. Kedalaman target dalam penelitian ini adalah sekitar 75
hingga 125 meter, sehingga dipilih spesifikasi desain lintasan sebagai berikut :

 Jumlah Lintasan : 12
 Panjang lintasan : 500 meter
 Spasi lintasan : 140 meter
 Jumlah elektroda : 100 elektroda per lintasan
 Spasi elektroda : 5 meter
 Konfigurasi : wenner-schlumberger

Gambar 6. Lintasan Geolistrik


Lintasan yang saling memotong bertujuan untuk mendapatkan penampang 3 Dimensi dari bawah
permukaan daerah penelitian, hal ini akan mempermudah dalam penentuan titik bor dan
perhitungan volume logam.

11
BAB IV

Persiapan Lapangan
4.1. Tahap persiapan
Secara umum tahap persiapan dalam penelitian ini terdiri atas :

 Studi literatur
 Zonasi
 Desain lintasan
 Jadwal penelitian
 Spesifikasi tenaga kerja
 Persiapan peralatan

4.1. Spesifikasi Tenaga Kerja


Tenaga kerja berjumlah 15 orang dengan jumlah masing-masing tenaga kerja sebagai berikut :

Table 1. Spesifikasi Tenaga Kerja

Tenaga Ahli Jumlah (orang)


Geophysicist 5
Geologist 1
Operator 1
Tenaga lokal 8
Jumlah 15

4.2. Peralatan
Dalam penelitian ini digunakan resistivitimeter Supersting sebagai main unit dalam pengukuran
resistivitas. Berikut peralatan lainnya yang digunakan dalam penelitian ini :

Table 2. Peralatan

Peralatan Jumlah
Handled GPS Garmin 60 5
Supersting R8 IP 1
Total Station 1

12
Accu (1 A, 12V) 3
Elektroda Arus dan Potensial 100
Kompas Geologi 2
Roll meter 5

4.3. Jadwal Penelitian


Penelitian ini dilakukan di daerah Sumatera Barat dengan alokasi waktu perjalanan sekitar satu
hari. Kemudian dilakukan perizinan penelitian terhadap pihak setempat dan diperkirakan sekitar 2
hari. Setelah perizinan selesai maka mulai dilakukan orientasi medan dan pengukuran geolistrik.
Jadwal penelitian ini dijelaskan pada tabel berikut :

Table 3. Jadwal Penelitian

Hari
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Mobilisasi
Perizinan
Persiapan dan Orientasi
medan
Pengukuran Geolistrik
Pengolahan Data
Interpretasi
Pembuatan Laporan

13
BAB V

Kesimpulan dan Saran


5.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka daerah penelitian hasil zonasi berada pada (716508.0256,
9854715.542), ( 715884.86808034, 9856119.857), (715387.2721, 9855873.486), dan
(716010.4297, 9854469.171) dengan luas zonasi 500 × 1400 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟.

5.2. Saran
Agar memperoleh persebaran dan kedalaman logam yang lebih akurat diperlukan data tambahan
lainnya baik dari segi geologi maupun pengukuran geofisika.

14
Daftar Pustaka
• Franklin. 2013. Prospek Untuk Menentukan Wilayah Pengeboran Eksplorasi Logam Besi
dan Logam Lainnya Di Ulu Suluti dan Tanjung Lima Kapas Kabupaten Solok Selatan.
Psdg.geologi.esdm.go.id/kolokium/2015/mineral/11.pdf

• Rosidi dkk, 1996, Peta Geologi Lembar Painan, Sumatera skala 1 : 250.000. PPPG,
Bandung.

• Suganda, E dan Johnson, C.C., 1993, Geokimia Regional Lembar Sungai Penuh dan
Ketaun, Direktorat Sumberdaya Mineral, Bandung

15