Anda di halaman 1dari 20

E-Commers atau Online Shop

Fadhil Nurshiam

1512000154

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan yang telah memberikan

begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu

banyak nikmat yang telah didapatkan dari Tuhan.

Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula penulis dapat menyelesaikan penulisan

makalah yang berjudul “E-Commers atau Online Shop”.

Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-

kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya,

oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan

dikemudian hari.

Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca

dan khususnya bagi penulis sendiri. Amin


DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Ruang Lingkup

1.3 Rumusan Masalah

1.4 Maksut Dan Tujuan

1.5 Metodologi Penelitian

BAB II Pembahasan

2.1 Pengertian Online Shop/e-commerce

2.2 Kelebihan Online Shop/e-commerce

2.3 Kekurangan Online Shop/e-commerce

2.4 Kendala-Kendala dalam Online Shop/e-Commerce

2.5 Fenomena-fenomena Online shop/e-commerce

BAB III Analisis Masalah

3.1 Analisis Pengembangan Bisinis Online

BAB IV Penutup

4.1 Kesimpulan

4.2 Saran
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Zaman globalisasi dewasa ini menjadi semakin maju, sudah banyak

perkembangan zaman yang bisa kita lihat disekitar kita saat ini. Salah satunya ialah

penggunaan smartphone yang makin diminati dan semakin meningkat setiap tahunya..

Adanya fitur-fitur social media yang mudah diakses dan ditawarkan dalam sistem

komunikasi smartphone ini tentunya semakin mempermudah kita dalam berkomunikasi

dan tetap terhubung dengan teman, sahabat, bahkan kerabat yang jarang kita jumpai

dalam keseharian karena padatnya rutinitas yang kita jalani sehari-hari.

Dengan tersedianya fasilitas-fasilitas social media yang semakin memudahkan

kita tidak hanya dalam berkomunikasi tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan hidup

sehari-hari. Hal ini jelas menarik keinginan para produsen atau afiliate (perorangan

yang menjualkan produk orang lain) untuk mencari celah atau peluang usaha dengan

mengambil keuntungan yang didapat dari banyak pengguna smartphone saat ini.

Dengan hanya bermodalkan smartphone yang kita gunakan dalam keseharian

ditunjang pula dengan fasilitas internet yang semakin luas, kita dapat mencoba suatu

bentuk usaha yang dapat ditawarkan kepada konsumen termasuk dalam interaksi jual

belinya. Saat ini ada satu tren yang sedang mengemuka di dunia, bahkan di Indonesia,

yakni belanja online, atau sering disebut online shop.


Berbagai macam barang bisa kita dapatkan secara online. Dari baju, sepatu, tas,

aksesorisnya, kosmetik, bisa kita beli secara online melalui internet, hanya dengan

melakukan sekali ‘klik’ saja, contoh pada aplikasi atau penyedia situs pihak ketiga

seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dll. Online Shop terhitung mudah di jalankan,

dan murah, karena tidak membutuhkan modal yang besar., foto produk serta akses

internet untuk menjalankannya, bisnis online shop ini sudah dapat berjalan Tujuan dari

pembuatan usaha online shop ini ialah lebih kepada meningkatkan kesejahteran atau

perekonomian perorangan yang bersifat pribadi. Penyusun ingin mencoba

mengaplikasikan apa yg telah kami pelajari selama ini dengan menggabungkan

kemampuan penyusun dan melihat peluang yang ada untuk membuka usaha yag dapat

membantu dan meningkatkan perekonomian atau kesejahteran pribadi kami masing-

masing terlebih dahulu. dimana internet sedang maju dengan pesat pesatnya, bahkan

sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian penduduk di dunia.

1.2 Ruang Lingkup

Ruang lingkup di sini adalah menentukan jenis usaha dan mengelola

administrasi usaha. Menganalisis aspek-aspek yang berhubungan dengan pengelolaan

sebuah usaha akan membuat kita makin efektif menetapkan diri sebagai calon

wirausahawan. Dengan mengobservasi sebuah usaha kita akan mmmengetahui cara-

cara pembuatan usaha kecil sampai pada cara mengelolanya. Dengan adanya kegiatan

atau observasi ini kita dapat mengetahui bagaimana mendirikan sebuah usaha

sederhana .
Cantik sale adalah salah satu online shop yang menerima pesanan satuan atau

paketan keluar kota. Olshop ini sangat diburu oleh orang-orang yang sedang atau ingin

mempercantik diri dengan busana dan pernak pernik pendukung, atau pun sekedar

untuk memberikan simbolis tanda cinta atau selamat.Toko ini bisa menerima semua

pesanan pelanggannya baik COD ataupun via online.

Olshop ini selain costumer sekitar, juga mempunyai pelanggan setia dari luar

daerah yang jauh dari lingkungan outlet. Meskipun belum menjadi perusahaan besar

olshop ini selalu banyak menerima pesanan. Dan dari usaha kecil inilah pemilik dapat

memenuhi kebutuhan sendiri dan biaya kuliah. Modal yang dikeluarkan pun tidak begitu

banyak, namun keuntungan yang diperoleh lebih dari cukup dari modal yang

dikeluarkan.

Namun, Setiap usaha pasti akan atau pernah mengalami rugi atau kegagalan.

Usaha seperti ini pun tidak lepas dari hal tersebut.Tapi bagi yang ingin mencoba

berwirausaha ini , jangan takut akan hal tersebut. Karena kegagalan adalah suatu

keberhasilan yang tertunda. Di zaman yang sulit memperoleh lapangan pekerjaan

,banyak orang yang berfikir untuk memulai berbisnis.Jadi jangan takut untuk berbisnis

dan memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.

1.3 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Online Shop/e-commers?

2. Apa kelebihan Online Shop/e-commers?

3. Apa kekurangan Online Shop/e-commers?


4. Bagaimana memastikan keaslian sebuah Online Shop/e-commers?

1.4 Maksud dan Tujuan

Maksud dibuatnya makalah ini adalah untuk memotivasi mahasiswa agar lebih

menghargai usaha kecil yang ternyata dapat menguntungkan setiap individu atau

mahasiswa dan dapat mengambil sedikit ilmu berwirausaha yang baik dan benar. Agar

lebih paham bagaimana cara memproduksikan, mempromosikan, dan menentukan

harga produk-produk usaha.

1.5 Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah metode

observasi, kepustakaan, dan deskriptif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini

adalah penulis dapat mengetahui gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat

mengenai fakta-fakta gejala yang sudah diteliti.

Adapun langkah-langkah penyusunannya adalah sebagai berikut:

1. Menentukan topik yang akan dibahas.

2. Setelah itu penyusun merumuskan masalah.

3. Mengumpulkan data, dengan cara browsing melalui internet dan observasi

kepada pemilik usaha online shop.


4. Penyusunan makalah, Setelah tahap–tahap sebagaimana diuraikan diatas, maka

langkah selanjutnya adalah menyusun makalah agar tujuan dan manfaat dapat

dikomunikasikan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Online Shop atau e-commers

Menurut Didit Agus Irwantoko, belanja online melalui ecommers (online shop)

merupakan proses pembelian barang/jasa oleh konsumen ke penjual realtime, tanpa

pelayan, dan melalui internet. Toko virtual ini mengubah paradigma proses membeli

barang/jasa dibatasi oleh tembok, pengecer, atau mall (Didit Agus Irwantoko,2012).

Maksutnya, tak perlu harus bertemu penjual/pembeli secara langsung, tak perlu

menemukan wujud ‘pasar’ secara fisik, namun hanya dengan menghadap layar monitor

computer, dengan koneksi internet tersambung, kita dapat melakukan transaksi jual/beli

secara cepat dan nyaman.

Pertumbuhan penduduk Indonesia yang mulai berbelanja secara online atau e-

commerce terus meningkat. Berdasarkan hasil riset Google dan lembaga riset pasar

asal Jerman, GfK, berbelanja online merupakan sesuatu yang sudah umum di

Indonesia. Bahkan, menurut Google angkanya mencapai 81 juta jiwa dari total

pengguna internet yang mencapai 100 juta jiwa di Indonesia. "Sekarang belanja online

tidak hanya dilakukan penduduk di kota-kota besar. Warga daerah juga sudah mulai
melakukan transaksi belanja online," kata Country Industri Head Google Indonesia

Hengky Prihatna, Selasa, 15 Agustus 2017

Rata-rata hasil survey konsumen berdasarkan kota, usia, dan SES menunjukkan

bahwa konsumen sudah siap dalam memasuki era belanja online. Masyarakat Medan

memiliki kesiapan paling tinggi dengan persentase sebesar 92.5%, diikuti dengan

Bandung, Palembang, dan Semarang. Sedangkan jika dilihat berdasarkan kelompok

usia adalah konsumen yang berusia 22-29 tahun. Ternyata kegiatan berbelanja online

telah memengaruhi benak konsumen, karena 46.4% konsumen memiliki persepsi

bahwa harga di online lebih murah. Inilah mengapa banyak konsumen yang memilih

untuk berbelanja online, selain lebih menghemat waktu mereka juga dapat

membandingkan harga.

Tabel 2.1
Gambar di atas menunjukkan estimasi pada penjualan e-commerce B2C di beberapa

negara Asia. Walaupun jumlah penjualan di Indonesia masih rendah dibanding negara

lainnya, namun melihat perkembangan Indonesia yang cukup pesat, tidak menutup

kemungkinan negara tercinta kita ini akan menyaingi negara Asia lain yang sudah dulu

menghasilkan penjualan e-commerce di atas Indonesia.


Di Indonesia sendiri, belanja online atau online shop mulai muncul sekitar tahun

2000 an, dan sekarang toko online sudah menjamur ada dimana mana. Apalagi dengan

adanya dukungan media e-commerce pada sekarang ini, seperti Tokopedia, Bukalapak,

Lazada, Kaskus,dll yang dapat sangat berguna untuk mempromosikan produk yang

ingin di jual/di beli. Media e-commers inilah merupakan salah satu media yang

membuat berbelanja online semakin mudah terjadi.

E-commerce juga menimbulkan budaya baru pada masyarakat Indonesia yang

dimana Istilah HARBOLNAS (Hari Belanja Online Nasional) dewasa ini makin banyak

diketahui dan ditunggu-tunggu masyarakat. Dalam jangka waktu tertentu hampir semua

layanan e-commerce di Indonesia menghadirkan penawaran diskon berlebih kepada

pelanggannya. Dari responden survei yang sama, 60 persen di antaranya bersemangat

menantikan pagelaran HARBOLNAS untuk memborong kebutuhan yang bisa didapat

secara online.

Budaya HARBOLNAS pun turut mengencangkan kehadiran berbagai layanan

e-commerce di Indonesia, baik pemain lokal ataupun asing. Lazada didapuk

sebagai layanan e-commerce terpopuler untuk kategori gabungan, diikuti Tokopedia

dan OLX. Khusus untuk produk travel, Traveloka memimpin, diikuti Tiket di urutan

selanjutnya.

Satu hal menarik adalah toko online di Instagram disebutkan sekarang lebih banyak

digunakan dibanding Kaskus. Apakah terjadi pergeseran, terutama untuk jenis produk

fashion yang kini menjadi primadona kalangan Instagrammer. Dibawah ini adalah

survey yang menunjukan media e-commerce mana yang lebih sering dipakai atau

digunakan untuk berbelanja online oleh masyarakat :


Tabel 2.2

Sumber :Jakpat (JajakPendapat)

Pada awal kemunculannya di Indonesia, berbelanja online hanya di gunakan oleh

masyarakat dari kalangan atas, karena berbelanja online membutuhkan komputer,

jaringan internet, dan kartu debet untuk melakukan transaksi jual/beli tersebut. Namun

seiring berjalannya waktu, dikarenakan oleh faktor kenyamanan dan kecepatan,


sekarang mulai dari ibu-ibu pejabat, sampai mahasiswa/mahasiswi banyak yg

memanfaatkan berbelanja dengan online.

2.2 Kelebihan Online Shop

Bisnis Online yang mulai menjamur ini di anggap menjanjikan bagi beberapa

pihak. Keuntungan yang di hasilkan juga tak patut di pertanyakan lagi. Tak perlu

bermodal ‘toko’ secara fisik untuk mempromosikan barang yang di jual, kita dapat

mempromosikan lewat gambar yang selanjutnya di pajang di website atau ‘toko virtual’

milik kita melalui internet.

Tak hanya memiliki kelebihan dalam segi kemudahan saja, dimana kita tingal

meng ‘klik’ saja, menurut Iqbal Maulana, 2012, 7 alasan orang lebih memilih melakukan

belanja online atau online shop antara lain :

1. Hemat Tenaga

Belanja secara online juga dapat menghemat tenaga. Anda tak perlu repot

mengantre di kasir pembayaran. Belum lagi jika toko yang dikunjungi ramai pembeli,

Anda juga akan menunggu untuk dilayani oleh penjaga toko tersebut. Sedangkan jika

belanja melalui onlie, Anda bisa 'melayani diri sendiri' dengan cepat tanpa harus

menunggu waktu lama.

2. Mengurangi Rasa Lelah

Untuk pergi ke mal Anda membutuhkan tenaga ekstra untuk naik angkutan umum

atau mengendarai kendaraan pribadi. Apabila Anda berbelanja secara online, Anda bisa

berbelanja sambil duduk-duduk santai atau tiduran di atas tempat tidur. Bisa juga sambil

menonton tv.
3. Tidak Repot

Jika memang ingin berbelanja banyak, Anda tak perlu repot membawa kantong

belanjaan yang menumpuk. Karena jika berbelanja melalui online, Anda hanya tinggal

menunggu barang-barang yang dibeli dikirim ke rumah.

4. Mudah Membandingkan Harga

Daripada menyusuri mall dari satu toko ke toko lainnya hanya untuk

membandingkan harga baju yang diincar, lebih baik Anda membandingkannya melalui

online shopping. Umumnya situs online shopping menjual barang yang sama dengan

situs onle shopping lainnya, namun harganya bisa saja berbeda.

5. Tidak bertatap muka

Belanja online juga memang di lakukan melalui internet , banyak orang yang

memang mencari online shop agar tidak bertatap muka kepada penjualnya, salah

satunya faktor malu , semisal saja Anda ingin membelikan istri Anda lingerie , pasti

Anda malu jika harus masuk ke yang jual lingerie di pusat perbelanjaan bukan ?

6. Hemat Waktu

Belanja online juga dapat menghemat waktu Anda tanpa harus macet-macetan di

jalan. Tentu saja Anda bisa berbelanja hanya dengan waktu beberapa menit. Sehingga

waktu tak banyak terbuang dan masih bisa melakukan aktivitas lainnya.

7. Nyaman

Kenyamanan juga menjadi salah satu faktor mengapa lebih baik belanja secara

online. Anda bisa berbelanja kapan saja sesuka Anda, meskipun tengah malam

sekalipun
2.3 Kekurangan Online Shop

Ada juga sebagian masyarakat yg masih takut untuk melakukan belanja secara

online. Sebagian orang takut untuk membeli barang secara online karena menganggap

barang yang hanya di lihat secara gambar masih tidak cukup sebelum dilihatnya, serta

diraba nya secara langsung. Sebagian lagi beranggapan, jika hanya melihat gambar,

dan mengira ngiira wujudnya saja, bisa jadi barang yang di beli tidak sesuai dengan

ekspektasi atau bayangan kita. Atau lebih gamblangnya, mereka takut merasa kecewa

atau di kecewakan dengan barang yang di dapatkannya setelah melakukan transfer

sejumlah uang tertentu.

Karena transaksi sebagian besar online shop, dilakukan dengan cara

mengirimkan sejumlah uang tertentu terlebih dulu kepada toko online, baru barang di

kirim. Walaupun masih banyak orang yang masih ragu dengan berbelanja online (online

shop), tetapi karena alasan kenyamanan, mereka yang memutuskan untuk mencoba

belanja online bertambah sangat cepat. Terlihat dari banyaknya toko online di aplikasi

dan situs e-commers bahkan jejaring social media seperti facebook dan twitter.

2.4 Kendala-kendala dalam Online Shop atau E-Commerce

1. Infrastruktur Telekomunikasi

 Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan

harganya masih relatif lebih mahal.

 Layanan jaringan yang belum sampai kepedalaman.


2. Masalah Pengiriman

 Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan.

 Ketepatan waktu dalam pengiriman barang.

 Jangkauan daerah pengiriman barang.

3. Kultur & Kepercayaan

 Orang Indonesia belum (tidak) terbiasa berbelanja dengan

menggunakan catalog.

 Masih harus secara fisik melihat / memegang barang yang dijual.

 Kepercayaan antara penjual & pembeli masih tipis.

 Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang.

Penggunaan kartu kredit masih terhambat.

4. Keamanan

 Masalah keamanan membuat orang takut untuk melakukan

transaksi.

 Ketidak mengertian (lack of awareness) merupakan masalah

selanjutnya

5. Munculnya Kejahatan Baru

 Penggunaan kartu kredit curian / palsu.


 Penipuan melalui SMS, kuis.

 Kurangnya perlindungan kepada konsumen.

 Kurangnya kesadaran (awareness) akan masalah keamanan.

6. Ketidakjelasan Hukum

2.5 Fenomena-fenomena e-commerce

Sebuah survei dengan 584 responden berhasil mengungkap fenomena-

fenomen tentang E-Commerce. Salah satu alasan melakukan studi ini karena

menilai kurangnya riset pasar dan data tentang industri E-Commerce Indonesia.

Perhitungan pasar E-Commerce Indonesia menurut survei data publik dan

konsumen, market size-nya diperkirakan mencapi USD0,6 hingga USD1,2 miliar.

Data lain yang terungkap melalui survei adalah lebih dari dua pertiga yang

mengakses internet dari rumah menggunakan desktop dan laptop. Barang yang

berkaitan dengan fashion ternyata menjadi yang paling populer dibeli dengan

menguasai sebesar 37 persen, diikuti oleh pemesanan travel secara online

sebesar 20 persen, mengingat mudahnya proses pemesanan melalui internet.

Sedangkan diurutan selanjutnya ditempat musik/video/game (20 persen),

Elektronik (13 persen), dan buku (8 persen).

Setengah dari pembeli online ternyata menggunakan Facebook (50

persen) dan Kaskus (49,2 persen) untuk membeli barang. Untuk mengetahui
pembeli online, Veritrans dan DailySocial bekerjasama dengan Disdus untuk

mendistribusikan survei melalui mailing list media sosialnya.

Tranfer melalui Bank ternyata menjadi metode yang paling banyak

digunakan dalam pembayaran eCommerce dengan menguasai 70 persen.

Mayoritas pembeli online menghabiskan Rp500 ribu per transaksi, meski masih

ada sebagian kecil pembeli yang bisa melakukan transaksi lebih dari Rp5 juta.

BAB III

Analisis Masalah

3.1 Analisis Pengembangan Bisinis Online

Membangun sebuah komunitas adalah sangat penting untuk pengembangan

bisnis online shop, seperti mencari pertemanan, kolega, rekan bisnis, sesama

penggemar di mana dibentuk dalam satu wadah khusus. Komunitas sederhananya

adalah untuk membangun sebuah kelompok yang mempunyai kesamaan visi dan misi.

Kelompok tersebut akan menjadi besar jika ada aktivitas rutin, diskusi, forum,

atau tanya jawab seputar kegiatan yang akan kita bentuk misalnya Asosiasi Properti

yang membahas masalah properti seperti apartemen, penthouse dan perumahan.

Komunitas online shop bisa kita bentuk melalui website seperti forum atau yang

lebih sederhana menggunakan mailist, atau yang sedang trend saat ini menggunakan

facebook.Komunitas offline anda bisa mengadakan home meeting / home sharing yang

bisa secara rutin Anda lakukan di group Anda.

Jika Anda bisa membangun cara ini, maka group Anda bisa menjadi kokoh dalam

waktu yang relatif singkat, karena pertemuan seperti itu bisa menciptakan sebuah
loyalitas dalam sebuah kelompok atau group. Cara ini sangat ampuh jika kita gunakan

untuk mengembangkan bisnis online shop, walaupun dengan berbagai kelemahan dan

kelebihannya bisnis online masih banyak menuai kontroversi, karena banyaknya korban

berjatuhan.

Dengan adanya komunitas bisa mengurangi korban korban baru dan bisa

memperbaiki citra bisnis online shop dan memberikan keuntungan khusus Diskon

Barang Asosiasi dari sebuah komunitas tersebut Demikian juga dengan MLM atau

Network Marketing, inilah bisnis yang sangat kontroversi, paling dibenci sekaligus di

cari. Apapun pendapat Anda bisnis ini paling banyak menciptakan jutawan atau

milyuner dalam waktu yang relatif singkat dan dengan modal yang sangat minim.

Di bisnis ini anda wajib punya komunitas yang loyal, jika anda ingin disebut

sebagai leader sejati Anda harus memiliki syarat utama, seperti citra yang baik (bukan

kutu loncat), mempunyai pemahaman yang baik ttg bisnis ini, mempunyai pribadi yang

santun dan suka membantu, dan pada akhirnya banyak orang yang percaya dengan

kredibilitas anda.

Membangun komunitas di network marketing perlu waktu yang relatif lama, perlu

pembuktian, dan perlu pelayanan yang lebih dari Anda. Jika itu tidak dilakukan maka

tidak lama kemudian jaringan Anda akan mati perlahan lahan, dan anda akan gagal.

BAB IV

PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen

atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis, bisnis

berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti “sibuk”.

Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan

keuntungan. Dalam ekonomi kapatalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta,

bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para

pemiliknya.

Belanja online (online shop) merupakan proses pembelian barang/jasa oleh

konsumen ke penjual realtime, tanpa pelayan, dan melalui internet. Tak perlu harus

bertemu penjual/pembeli secara langsung, tak perlu menemukan wujud ‘pasar’ secara

fisik, namun hanya dengan menghadap layar monitor computer, dengan koneksi

internet tersambung, kita dapat melakukan transaksi jual/beli secara cepat dan nyaman.

Tetapi, barang yang hanya di lihat secara gambar masih tidak cukup sebelum

dilihatnya, serta diraba nya secara langsung. Sebagian lagi beranggapan, jika hanya

melihat gambar, dan mengira ira wujudnya saja, bisa jadi barang yang di beli tidak

sesuai dengan ekspektasi atau bayangan kita. Atau lebih gamblangnya, mereka takut

merasa kecewa atau di kecewakan dengan barang yang di dapatkannya setelah

melakukan transfer sejumlah uang tertentu. Karena transaksi sebagian besar online

shop, dilakukan dengan cara mengirimkan sejumlah uang tertentu terlebih dulu kepada

toko online, baru barang di kirim.


4.1 Saran

Dalam berwirausaha harus memiliki keinginan yang kuat dan menerima segala

resiko yang ditempuh . Bahwa untuk memulai bisnis tidak seperti sulap, nikmati saja

prosesnya ,pegang teguh komitmen dan fokus, jangan berhenti menggali, karena emas

ada satu jengkal lagi.

Upaya pengembangan usaha harus menyesuaikan dengan perkembangan

zaman dan kebutuhan masyarakat yang diperlukan. Semakin banyaknya penciptaan

lahan usaha maka akan mengurangi pengangguran di dalam negeri.