Anda di halaman 1dari 11

Desain Filter Digital FIR Low Pass Filter

Menggunakan Teknik Hamming Window

OLEH :

KELOMPOK 4

Siti Rahmi Afiani 140402011


Aisyah Rahmawati 140402027
Murjiono 140402030
Muhammad Fahmi Idris 140402033
Diki Prasetyo 140402039
Erwin Wijayanto 140402061

Departemen Teknik Elektro


Fakultas Teknik
Universitas Sumatera Utara
2017
Pendahuluan

Pada makalah ini disimulasikan respon sampel unit domain waktu fungsi sinus dan
respon frekuensi-domain fungsi sinus. Filter digital memainkan peran penting dalam dunia
komunikasi dan komputasi saat ini. Tanpa filter digital kita tidak bisa memikirkan komunikasi
yang tepat karena noise terjadi di saluran. Untuk menghilangkan noise atau pembatalan noise
kita menggunakan berbagai jenis filter digital. Dalam pemrosesan sinyal, terutama ada dua
jenis filter yang ada. Filter Finite Impulse Response (FIR) dan Filter Impuls Tak Terhingga
(IIR). Filter Finite Impulse Response (FIR) dapat dirancang berupa filter Infinite Impulse
Response (IIR) dengan berbagai teknik. Teknik yang banyak digunakan adalah teknik window.
Makalah ini low-pass FIR filter diimplementasikan dengan menggunakan fungsi window
adjustable yang efisien berdasarkan jendela Hamming. Output dari desain FIR ditunjukkan
dalam makalah ini dengan mensimulasikan kode di Matlab. Program Matlab kembali dengan
hasil yang memuaskan dengan merencanakan besaran yang tepat.

Kata kunci: Hamming Window, Filter FIR, Filter Low-Pass, Respon Sample Unit, Respon
Frekuensi
Dasar Teori

Pengertian Filter

Filter atau tapis adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menyaring sinyal, sebagian
sinyal akan dibiarkan lewat, sebagian yang lain akan akan ditahan. Filter yang sering
digunakan adalah filter untuk menyaring sinyal berdasarkan frekuensi sinyal, artinya sinyal
dengan frekuensi tertentu akan dibiarkan lewat, sinyal frekuensi yang lain akan ditahan.
Berdasarkan sinyal yang diproses, filter dibagi menjadi dua, yaitu filter analog dan filter
digital.

Secara umum, filter digital adalah sama dengan filter analog, hanya saja sinyal input
dan sinyal output adalah sinyal digital. Secara garis besar, ada dua macam filter digital, yaitu
filter IIR (Infinite Impulse Response) dan filter FIR (Finite Impulse Response). Filter FIR
adalah sistem yang murni umpan maju (feedforward), stabil, strukturnya sederhana dan fasenya
linier. Sedangkan filter IIR dapat berupa sistem umpan maju atau umpan balik (feedback).
Tidak seperti FIR, filter IIR mempunyai fase yang tidak linier dan mempunyai potensi untuk
tidak stabil. Kelebihan IIR adalah pelemahan (attenuation) yang tinggi untuk orde yang lebih
rendah, bila dibanding dengan FIR.

Filter FIR (Finite Impulse Response)

Filter FIR adalah suatu sistem yang mempunyai tanggapan terhadap impuls (impulse)
dengan panjang terhingga. Dengan kata lain, ketika filter tersebut diberi masukan berupa
impuls (impulse), keluarannya hanya ada sampai waktu tertentu. Hal ini terjadi karena keluaran
filter tersebut sengaja dibatasi sampai waktu tertentu saja. Suatu filter FIR dapat didesain
dengan memotong tanggapan impuls dari suatu filter IIR.

Persamaan untuk Teknik Hamming Window :


2𝜋𝑛
0.54 − 0.46 cos 𝑀−1 [1]

Filter FIR dengan Panjang M Memiliki Respon :


𝑀−1
sin 𝜔𝑐 (𝑛− )
2
ℎ(𝑛) = 𝑀−1 [2]
𝜋(𝑛− )
2
Filter digital mengambil input digital memberikan keluaran digital dan terdiri dari komponen
digital. Dalam penyaringan digital khas Perangkat lunak aplikasi yang berjalan pada DSP
membaca sampel masukan Dari sebuah konverter A / D [16], melakukan manipulasi
matematika dengan teori untuk jenis filter yang dibutuhkan, dan Output hasilnya melalui D /
A converter . Filter digital adalah Filter yang bekerja dengan melakukan digital mathematical
Operasi pada bentuk sinyal menengah.

Respon Impuls (Impulse Response)

Dalam pemrosesan sinyal, respon impuls, atau impuls Fungsi respon (IRF), dari sistem
dinamis adalah outputnya Saat disajikan dengan sinyal input singkat, disebut impuls. Secara
umum, respons impuls mengacu pada reaksi Setiap sistem dinamis dalam menanggapi
beberapa perubahan eksternal. Di Kedua kasus tersebut, respon impuls menggambarkan reaksi
dari Sistem sebagai fungsi waktu (atau mungkin sebagai fungsi dari Beberapa variabel
independen lainnya yang parameterizes Perilaku dinamis sistem).

Respon Frekuensi (Frequency Response)

Respon frekuensi adalah ukuran kuantitatif dari Spektrum output dari suatu sistem atau
perangkat sebagai respons terhadap Stimulus, dan digunakan untuk mengkarakterisasi
dinamika sistem. Ini adalah ukuran besarnya dan fase output Sebagai fungsi frekuensi,
dibandingkan dengan input. Di Istilah yang paling sederhana, jika gelombang sinus disuntikkan
ke dalam sistem Dengan frekuensi yang diberikan, sistem linier akan merespons sama
Frekuensi dengan besaran tertentu dan sudut fasa tertentu Relatif terhadap input. Juga untuk
sistem linear, menggandakan Amplitudo input akan menjadi dua kali lipat amplitudo keluaran.
Selain itu, jika sistem adalah waktu-invariant, maka Respon frekuensi juga tidak akan berbeda
dengan waktu.
Simulasi

Dalam mendesain Filter Digital FIR Low Pass Filter Menggunakan Teknik Hamming
Window. Kita menggunakan Matlab sebagai tool untuk menjalankan persamaan matematika
agar dapat dilihat bagaimana hasilnya.

Pada makalah ini tools yang digunakan adalah Matlab R2015A

(a) (b)

Gambar 1. (a) Respon Sample Unit fungsi sin , (b) Respon Frekuensi fungsi sin

(a) (b)

Gambar 2. (a) Hamming Window , (b) Penggabungan Window Hamming dengan fungsi sin
(a) (b)

Gambar 3. (a) Respon frekuensi Window , (b) Respon frekuensi Window fungsi sin dalam dB
Kesimpulan

Untuk membuat Finite Impulse Respon (FIR), menggunakan Window. Filter digital
Durasi terbatas Impulse Response memiliki respon yang lebih besar dibandingkan dengan
yang lainnya Filter respon impuls Karena filter FIR memiliki faktor: (1) Mereka sebenarnya
bisa fase linier. (2) Ada Selalu stabil (3) Metode perancangan umumnya linier. (4) Mereka
dapat mewujudkan secara efisien dalam perangkat keras dan (5) Saringannya Transien startup
memiliki durasi yang terbatas.
Daftar Pustaka

Mohammed Mynuddin, Md. Tanjimuddin, Md. Masud Rana, Abdullah,” Designing a Low

Pass Fir Digital Filter by Using Hamming Window and Blackman Window

Technique,” Science Journal of Circuits, Systems and Signal Processing, Vol. 4, No.

9-13, 2015

besmart.uny.ac.id/mod/resource/view.php?id=18722
Lampiran

Code Matlab

m=80; % The length of the Karnel%


n=0:1:m-1; %Defines Range of position value%
p=n-(m-1)/2; %Angle%
fc=0.1; %Define Cutoff frequency%
Z=sin(2*pi*fc*p)./(pi*p); %Define truncated Sinc function%
stem(n,Z);grid %To represent the discrete signal value & draw the
grid lines%
title('Unit Sample Response of the sin function') %Define the title
of the figure%
xlabel('n') %Define the label of on x axis%
ylabel('Z') %Define the label of on y axis%
figure; %To draw a figure%
[h,w]=freqz(Z); %get Frequency Response%
plot(w/pi,abs(h));grid
title('Frequency response of the sin function')
xlabel('Frequency')
ylabel('Amplitude')
figure;
s=2*pi*(n/(m-1)); %Angle%
w=0.54-0.46*cos(s); %Define Hamming window function%
stem(n,w);grid
title('Hamming Window')
xlabel('n')
ylabel('w')
figure;
t=Z.*w; %Multiplication of Hamming Window and sin function%
stem(n,t);grid
title('Multiplication of Hamming Window and sin function')
xlabel('n')
ylabel('t')
figure;
[h,w]=freqz(t);
plot(w/pi,abs(h));grid
xlabel('Frequency')
ylabel('Magnitude')
title('Frequency response of the windowed sin function')
figure;grid
freqz(t)
title('Frequency Response of the windowed sin function in dB')