Anda di halaman 1dari 29

PROGRAM PROFESI NERS

STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG


“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Perilaku Kekerasan TUM
klien dapat mengontrol
atau mengendalikan
perilaku kekerasan

TUK 1
Klien dapat membina Setelah x interaksi selama 10 menit Bina hubungan saling percaya dengan
hubungan saling klien menunjukkan tanda-tanda menggunakan prinsip komunikasi
percaya percaya kepada perawat dengan traupetik empati dengan cara :
kriteria hasil : Kepercayaan dari klien
 Sapa klien dengan ramah merupakan hal yang mutlak
 Ekspresi wajah bersahabat verbal dan non verbal serta akan mempermudahkan
 Menunjukkan rasa senang  Perkenalkan diri dan tujuan dalam melkukan pendekatan
 Ada kontak mata perkenalan dan tindakan keperawatan

 Mau berjabat tangan  Tanyakan nama lengkap dan


 Mau menyebutkan nama nama panggilan yang disukai

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


 Mau menjawab salam klien
 Mau duduk berdampingan  Buat kontrak yang jelas
dengan perawat  Bantu klien mengungkapkan
 Bersedia mengungkapkan perasaan marahnya
maslah yang dihadapi  Dengarkan dengan penuh
perhatian
TUK 2
Klien dapat Setelah x interaksi klien 1. Bantu klien mengungkapkan
mengidentifikasi menceritakan penyebab kekerasan tanda-tanda perilaku kekerasan
penyebab perilaku yang dilakukan dengan kriteria hasil yang dialaminya
kekerasan : Menentukan mekanisme

 Motivasi klien untuk koping yang dimiliki klien


 Menceritakan penyebab menceritakan penyebab rasa dalam menghadapi masalah
perasaan jengkel atau marah jengkel atau marahnya serta sebagai langkah awal

baik dengan diri sendiri  Dengarkan tanpa menyela atau dalam menyusun rencana
maupun lingkungan memberi penilaian setiap keperawatan selanjutya
ungkapan perasaan klien

2. Bantu klien mengungkapkan


tanda-tanda perilaku kekerasan
yaang dialaminya
 Motivasi klien untuk
menceritakan kondisi fisik saat

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


perilaku kekerasan terjadi
 Motivasi klien untuk
menceritakan kondisi emosional
saaat terjadi perilaku kekerasan
TUK 3
Klien dapat 1. Diskusikan apakah dengan
mengidentifikasi tanda- tindakan tersebut masalah yang
tanda perilaku dialaminya klien teratasi
kekerasan 2. Observasi tanda perilaku Proteksi dini sehingga dapat
kekerasan mencegah tindakan yang
3. Simpilkan bersama klien tanda- dapat membahayakan klien
Setelah x interaksi selama klien tanda jengkel atau kesal yang dan lingkungan sekitar
menceritakan tanda-tanda saat terjadi dialami klien
perilaku kekerasan dengan kriteria
hasil :

 Tanda sosial : bermusuhan


yang di alami saat terjadi
perilaku kekerasan
 Tanda emosional : perasaan
TUK 4 marah, jengkel, dan bicara
Klien dapat kasar
mengidentifikasi  Tanda fisik : mata melotot,

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


perilaku kekerasan yang tangan mengepal, gigi 1. Motivasi klien menceritakan
biasa dilakukan mengatup kekerasan yang biasa dilakukannya Melihat mekanisme koping
2. Bantu bermain peran sesuai klien dalam menyelesaikan
Setelah x interaksi selama klien dengan perilaku kekerasan yang masalah yang dihadapi
menceritakan perilaku kekerasan biasa dilakukan
yang biasa dilakukan dengan kriteria 3. Tanyakan apakah dengan cara
hasil : yang dilakukan masalahnya
 Klien dapat menjelaskan selesai?
jenis-jenis ekspresi
TUK 5 kemarahan selama ini
Klien dapat  Perasaaan saat melakukan
mengidentifikasi akibat kekerasan
perilaku kekerasan  Efektifitas cara yang dipakai
dapat menyelesaikan masalah 1. Diskusikan dengan klien dampak Membantu klien untuk
negatif atau kerugian yang mengetahui dampak yang
Setelah x interaksi klien dapat dilakukan dari tindakannya untuk ditimbulkan akibat perilaku
menjelaskan akibat dari perilaku  Diri sendiri kekerasan yang dilakukan
kekerasan bagi  Orang lain
 Diri sendiri  Lingkungan
 Orang lain 2. Klien dapat menyimpulkan akibat
 Lingkungan dari cara yang digunakan
TUK 6 3. Tanyakan apakah ingin
Klien dapat mempelajari cara baru yang sehat

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


mengidentifikasi cara
konstruktif dalam 1. Diskusikan dengan klien apakah Menurunkan perilaku
berespon terhadap klien mau mempelajari cara baru kekerasan dengan cara
kemarahan untuk mengungkapkan marah yang konstruktif
sehat
2. Beri pujian jika klien mengetahui
cara lain yang sehat
Setelah x interaksi klien dapat 3. Diskusikan dengan klien cara lain
menjelaskan cara sehat yang sehat
mengungkapkan marah  Secara fisik : tarik nafas dalam
jika sedang kesal, berolahraga,
memukul bantal atau kasur atau
pekerjaan yang memerlukan
tenaga
 Secara verbal : katakan bahwa
anda sedang marah atau kesal
 Secaraa sosial : lakukan dalam
kelompok cara marah yang
sehat latihan asertif, latihan
manajemen perilaku kekerasan
 Secara spiritual : berdo’a
sembahyang, memohon kepada
tuhan untuk diberi kesabaran

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Isolasi Sosial

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Defisit Perawatan Diri

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Resiko Bunuh Diri
(RBD)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Ansietas

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Gangguan Alam TUM :
Perasaan : Depresi Tidak terjadi gangguan
alam perasaan : Depresi

TUK 1
Klien dapat membina Setelah x interaksi klien dapat Bina hubungan saling percaya dengan Hubungan saling percaya
dan mempertahankan menunjukkan tanda-tanda percaya menggunakan prinsip komunikasi merupakan dasar terjadinya
hubungan saling kepada perawat dengan kriteria hasil: traupetik empati dengan cara : komunikasi traupetik
percaya  Eksperi wajah bersahabat  Sapa klien dengan ramah sehingga memfasilitasi dalam
 Menunjukkan rasa senang verbal dan non verbal pengungkapan perasaan,
 Ada kontak mata  Perkenalkan diri dan tujuan emosi dan harapan klien
 Mau berjabat tangan perkenalan
 Mau menyebutkan nama  Tanyakan nama lengkap dan
 Mau menjawab salam nama panggilan yang disukai

 Mau duduk berdampingan klien

dengan perawat  Jelaskan tujuan pertemuan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


 Bersedia mengungkapkan  Jujur dan menepati janji
masalah yang dihadapi  Empati
 Beri perhatian dengan klien
 Beri dorongan untuk
mengungkapkan perasaan
TUK 2
klien dapat 1. Katakan perawat memahami apa Penguatan koping klien
menggunakan koping yang dirasakan klien adalah sumber utama untuk
adaptif Klien dapat mengidentifikasi dan 2. Tanyakan kepada klien cara yang mengatasi masalah klien,
mengatasi rasa sedih tampak lebih biasa dilakukan untuk mengatasi semakin kuat koping
kuat dan tegar dalam menghadapi perasaan sedih dan menyenangkan seseorang maka akan semakin
masalah 3. Diskusikaan manfaaat daari koping tenang dan mudah bagi
yang biasa digunkan seseorang untuk menghindari

4. Bersama klien cari alternatif dan menyelesaikan masalah


koping yang dihadapi

5. Beri dorongan kepada klien untuk


mencoba koping yang dipilih
6. Anjurkan klien untuk memilih
alternatif lain dalam menyelesaikan
masalah
TUK 3
Klien terlindungi dari 1. Pantau dengan seksama resiko Pemantauan yang teliti dan
perilaku mencederai bunuh diri atau mencederai diri seksama pada klien akan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


diri Klien tampak tenang terhindar dari 2. Jauhkan bahan atau alat yang menurunkan resiko
benda-benda yang berpotensi untuk berpotensi digunakan untuk komplikasi pada klien
mencederai diri mencederai diri
3. Awasi dan tempatkan pasien
diruangan yang mudah dipantau
oleh perawat
TUK 4
Klien dapat Keluarga adalah unit yang
meningkatkan harga 1. Bantu klien untuk memahami paling terdekat dengan klien
diri Klien mampu beraktualisasi ekspresi bahwa klien dapat memahami sehingga dukungan keluarga
wajah yang gembira ada kontak keputusannya sangat penting dalam upaya
mata, ada dukungan dari orang-orang 2. Kaji dan kerahkan sumber-sumber meningkatkan harga diri klien
terdekat internal
3. Bantu mengidentifikasi sumber-
sumber harapan
4. Kaji dan memanfaatkan sumber-
sumber
TUK 5
Klien dapat Dukungan sosial dilingkungan
menggunakan sekitar atau kegiatan-kegiatan
dukungan sosial Klien kooperatif mampu berinteraksi 1. Kaji dan manfaatkan sumber- akan membantu klien untuk
bahkan bekerja sama dengan orang sumber eksternal individu, orang- mengaktualisasi diri
lain, klien mampu mengaktualisasi orang terdekat, tim pelayaanan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


diri dalam kelompok-kelompok kesehata, kelompok pendukung,
sosial yang dibentuk agama yang dianut
2. Kaji sistem pendukung keyakinan
(nilai, pengalaman masa lalu,
aktivitas keagamaan, kepercayaan
agama)
3. Lakukan rujukan sesuai individu
TUK 6 (misalnya konseling pemuka
Klien dapat agama) Klien memiliki kesadaran
menggunakan obat pentingnya minum obat dan
dengan benar dan tepat 1. Klien mampu menyebutkan bersedia minum obat dengan
nama-nama obat yang diminum 1. Diskusikan dengan klien tentang kesadaran sendiri
2. Klien dapat meminum obat sesuai obat (nama, dosis, frekuensi, dan
program pengobatan manfaat serta efek sampingnya)
2. Bantu menggunakan obat dengan
psinsip 5 benar
3. Beri reinforcement positif

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Gangguan Persepsi TUM :
Sensori : Halusinasi Klien dapat mengontrol
halusinasi yang
dialaminya.

TUK 1 Kriteria Evaluasi : 1. Bina hubungan saling percaya


Klien tidak mencederai  Ekspresi wajah bersahabat, dengan mengungkapkan prinsip
diri sendiri, orang lain menunjukkan rasa senang, komunikasi Therapeutik:
dan lingkungan ada kontak mata, mau  Sapa klien dengan ramah baik Hubungan saling percaya
berjabat tangan, mau verbal maupun non verbal merupakan dasar untuk
menyebut nama, mau  Perkenalkan diri dengan sopan kelancaran hubungan interaksi
menjwab salam, klien mau  Tanyakan nama lengkap klien selanjutnya.
duduk berdampingan dengan dan nama panggilan yang
perawat dan mau disukai
mengutarakan masalah yang  Jelaskan tujun pertemuan
dihadapi.  Jujur dan menempati janji

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


 Tunjukkan sikap empati dan
menerima klien apa adanya
 Beri perhatian kepada klien
dan perhatikan kebutuhan
dasar klien

TUK 2 Kriteria Evaluasi : 1. Adakan kontak sering dan singkat


Klien dapat mengenal  Klien dapat menyebutkan secara bertahap
halusinasinya waktu, isi, frekuensi 2. Observasi tingkah laku klien
timbulnya halusinasi. terkait dengan halusinasinya: Kontak sering untuk BHSP
 Klien dapat mengungkapkan bicara dan tertawa tanpa stimulus, dan memutuskan halusinasi
perasaan terhadap memandang
halusinasinya kekiri/kekanan/kedepan seolah- Mengenal perilaku saat
olah ada teman bicara halusinasi timbul
3. Bantu klien mengenal halusinasi: memudahkan perawat dalam
 Jika menemukn klien yang melakukan intervensi.
sedang halusinasi, tanyakan
apakan ada suara yang Mengenal halusinasi
didengar memungkinkan klien untuk

 Jika klien menjawab ada, menghindarkan faktor

lanjutkan: apa yang dikatakan pencetus timbulnya halusinasi


 Katakan bahwa perawat percay
klien mendengar suara itu, Dengan mengetahui waktu,

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


namun perawat sendiri tidak isi,frekuensi, munculnya
mendengarnya (dengan nada halusinasi mempermudah
bersahabat tanpa menuduh dan tindakan keperawatan klien.
menghakimi)
 Katakan bahwa klien lain juga Untuk identifikasi penyebab
ada yang seperti klien halusinasi
 Katakan bahwa perawat
perawat akan membantu klien
4. Diskusikan dengan klien:
 Situasi yang
menimbulkan/tidak
menimbulkan Halusinasi
 Waktu dan frekwensi terjdinya
halusinasi (pagi, siang, sore
dan malam atau jika sendiri,
jengkel/sedih
5. Diskusikan dengan klien apa yang
dirasakan jika terjadi hlusinasi
(marah/takut, sedih, senang) beri
kesempatan untuk
mengungkapkan perasaannya
TUK 3
Klien dapat mengontrol Kriteria Evaluasi : 1. Identifikasi bersama klien apa

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


halusinasinya  Klien dapat menyebutkan yang dirasakan jika terjadi
tindakan yng biasa dilakukn halusinasi (tidur, marah,
untuk mengendalikan menyibukkan diri dan lain-lain) Upaya untuk memutuskan
halusinasinya 2. Diskusikan mnfaat dan cara yang siklus halusinasi
 Klien dapat menyebutkan digunakan klien, jika bermanfaat
cara baru dalm mengontrol beri pujian Reinforcement positif
halusinasinya 3. Diskusikan cara baru untuk meningkatkan HD
 Klien dapat memilih cara memutus/mengontrol timbulnya Memberikn alternatif pilihan
mengatasi halusinasi seperti halusinasi antara lain dengan : bagi klien untuk mengontrol
yang telah didiskusikan  Katakan : saya tidak mudengar halusinasinya
dengan klien kamu (pada saat halusinasi
 Klien dapat melaksanakan terjadi) Memotivasi klien untuk

cara yang telah dipilih untuk  Menemui orang lain (perawat, memilih cara dalam

mengendalikan halusinasinya teman, anggota keluarga)untuk mengendalikan halusinasi


 Klien dapat mengikuti terapi bercakap-cakap atau
aktifitas kelompok mengatakn halusinasi yang
didengar
 Membuat jadwal kegiatan
seharihari agar halusinasi tidak
muncul
 Meminta
keluarga/perawat/teman
menyapa jika tampak bicara

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


sendiri
4. Bantu klien memilih dan
melatih cara memutus
halusinasi secara bertahap
5. Beri kesempatan untuk
melakukan cara yanmg telah
dipilih. Evaluasi hasilnya dan
beri pujian bila berhasil
6. Anjurkan klien untuk
mengikuti therapi aktifitas
kelompok, orientasi realita,
stimulasi persepsi
TUK 4
Klien dapat dukungan Kriteria Evaluasi : 1. Anjurkan klien untuk
kelurga dalam  Keluarga dapat membina memberitahu keluarga jika
mengontrol hubungan saling percaya mengalami halusinasi
halusinasinya dengan perawat 2. Diskusikan dengan keluarga Untuk mendapatkan bantuan
 Keluarga dapat menyebutkan (pad saat keluarga dari keluarga mengontrol
pengertian, tanda dan tindkan berkunjung/pada saat halusinasi
untuk mengendalikan kunjungan rumah:
halusinasinya  Gejala halusinasi yang dialami Untuk mengetahui
klien pengetahuan keluarga,
 Cara yang dapat dilakukan meningkatkan kemampuan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


klien dan keluarga untuk pengetahuan tentang
memutus halusinasi halusinasi
 Cara merawat anggota
keluarga yang mengalami
halusinasi dirumah : beri
kegiatan, jangan biarka sendiri,
makan bersama, bepergian
bersama
 Beri informasi waktu follow
up atau kapan perlu mendapat
bantuan: halusinasi tidak
terkontrol dan resiko
mencederai orang lain.

TUK 5 Kriteria Evaluasi : 1. Diskusikan dengan klien dan


Klien dapat  Klien dan keluarga dapat keluarga tentang dosis, frekuensi
memanfaatkan obat menyebutkan mnfaat , dosis serta manfaat obat
dengan baik dan efek samping obat 2. Anjurkan klien minta sendiri obat Dengan menyebutkan dosis,
 Klien dapat pada perawat dan merasakan frekuensi, dan manfaat obat
mendemonstrasikan manfaatnya
penggunaan obat 3. Anjurkan klien bicara dengn Diharapkan klien
 Klien dapt informasi tentang dokter tentang manfaat dan efek melaksanakan program
manfaat dan efek samping samping obat yang dirasakan pengobatan sekaligus menilai

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


obat 4. Diskusikan akibat berhentinya kemampuan
 Klien memahami akibat obatobat tanpa konsultasi Diharapkan klien tahu tentang
berhentinya obat tanpa 5. Bantu klien menggunakan obat efek samping obat
konsultasi dengan prinsip 5 (lima) benar
 Klien dapat menyebutkan Program pengobatan dapat
prinsip benar penggunaan berjalan sesuai rencana
obat
Dengan mengetahui prinsip
penggunaan obat,
kemandirian klien meningkat.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Harga Diri Rendah
(HDR)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Gangguan Isi Pikir : TUM :
Waham Klien dapat
berkomunikasi dengan
baik dan benar

TUK 1 Kriteria Evaluasi :


Klien dapat membina  Klien dapat menunjukkan 1. Bina hubungan saling percaya
tanda-tanda percaya kepada dengan menerapkan prinsip
dan mempertahankan
perawat komunikasi terapeutik :
hubungan saling  Ekspresi wajah bersahabat  Sapa klien dengan ramah
percaya  Menunjukkan rasa senang secara verbal dan non verbal
Hubungan saling percaya
 Ada kontak mata  Perkenalkan diri dengan
 Mau berjabat tangan sopan menjadi dasar interaksi
 Mau menyebutkan nama  Tanyakan nama lengkap selanjutnya dalam membina
 Mau menjawab salam klien dan nama panggilan
yang disukai klien klien dalam berinteraksi
 Mau duduk berdampingan
dengan perawat  Jelaskan tujuan pertemuan dengan baik dan benar,
 Bersedia mengungkapkan  Ciptakan lingkungan yang
tenang sehingga klien mau
masalah yang dihadapi
 Buat kontrak yang jelas mengutarakan isi
(topik, waktu, tempat)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


 Menepati waktu perasaannya.
2. Jangan mendukung dan
membantah waham klien
 Katakan perawat menerima
klien “saya menerima
keyakinan anda” disertai
ekspresi menerima
 Katakan perawat tidak
mendukung disertai ekspresi
ragu dan empati, tidak
membicarakan isi waham
klien
3. Yakinkan klien berada dalam
keadaan aman dan terlindungi :
 Katakan perawat akan
menemani klien dan klien Meningkatkan orientasi klien
berada ditempat yang aman pada realita dan
 Gunakan keterbukaan dan
kejujuran jangan tinggalkan meningkatkan rasa percaya
klien sendirian klien pada perawat
4. Observasi apakah wahamnya
menganggu aktivitas harian
dan perawatan diri

TUK 2
1. Beri pujian pada penampilan
Klien dapat dan kemampuan klien yang
mengidentifikasi realistis
2. Diskusikan dengan klien
kemampuan yang kemampuan yang dimiliki pada Suasana lingkungan
dimiliki waktu lalu dan saat ini yang
realistis persahabatan yang

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


3. Tanyakan apa yang biasa mendukung dalam
dilakukan kemudian anjurkan
untuk melakukannya saat ini komunikasi teraupetik.
(kaitkan dengan aktivitas
sehari-hari dan perawatan diri)
4. Jika klien selalu bicara tentang
Kriteria Evaluasi : wahamnya, dengarkan sampai
kebutuhan waham tidak ada,
 Klien dapat mempertahankan perlihatkan kepada klien
aktivitas sehari-hari bahwa klien sangat penting.
 Klien dapat mengontrol Mengetahui penyebab
TUK 3 wahamnya waham curiga dan intervensi
1. Observasi kebutuhan klien
Klien dapat
sehari-hari selanjutnya yang akan
mengidentifikasi 2. Diskusikan kebutuhan klien
yang tidak terpenuhi baik dilakukan oleh klien
kebutuhan yang tidak
selama dirumah sakit (rasa
dimiliki sakit, cemas, marah)
3. Hubungkan kebutuhan yang
tidak terpenuhi dan timbulnya Reinforcement positif dapat
waham
4. Tingkatkan aktivitas yang meningkatkan kemampuan
dapat memenuhi kebutuhan yang dimiliki oleh klien dan
klien dan memerlukan waktu
dan tenaga (buat jadwal jika harga diri klien.
mungkin)
5. Atur situasi agar klien tidak
mempunyai waktu untuk Klien terdorong untuk
menggunakan wahamnya. memilih aktivitas seperti
TUK 4
sebelumnya tentang aktivitas
Klien dapat 1. Berbicara dengan klien dalam
konteks realitas (diri, orang yang pernah dimiliki oleh
berhubungan dengan Kriteria Evaluasi :
lain, tempat dan waktu) klien.
realitas 2. Sertakan klien dalam terapi
 Kebutuhan klien terpenuhi aktivitas kelompok : orientasi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


 Klien dapat melakukan realitas Dengan mendengarkan klien
aktivitas secara terarah 3. Berikan pujian pada tiap
akan merasa lebih
 Klien tidak menggunakan kegiatan positif yang dilakukan
atau membicarakan klien diperhatikan sehingga klien
TUK 5 eahamnya akan mengungkapkan
1. Diskusikan dengan keluarga
Klien dapat dukungan perasaannya.
tentang :
dari keluarga.  Gejala waham
 Cara merawat
 Lingkungan keluarga
 Follow up dan obat. Observasi dapat mengetahui
2. Anjurkan keluarga kebutuhan klien.
melaksanakan dengan bantuan
perawat.
TUK 6 Dengan mengetahui
Klien dapat kebutuhan yang tidak
menggunakan obat 1. Diskusikan dengan klien dan terpenuhi maka dapat
Kriteria Evaluasi : keluarga tentang obat, dosis,
dengan benar dan efek samping obat dan diketahui kebutuhan yang
akibat penghentian. akan diperlukan.
 Klien dapat berbicara dengan 2. Diskusikan perasaan klien
realitas setelah minum obat. Dengan melakukan aktivitas
 Klien mengikuti Terapi 3. Bantu klien menggunakan obat klien tidak akan lagi
Aktivitas Kelompok dengan prinsip 5 benar (nama,
pasien, obat, dosis, cara) menggunakan isi wahamnya

Dengan situasi tertentu klien


akan dapat mengontrol
wahamnya

Kriteria Evaluasi :

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


 Keluarga dapat membina
hubungan saling percaya
dengan perawat.
 Keluarga dapat menyebutkan
pengertian, tanda dan Reinforcement adalah penting
tindakan untuk merawat klien
dengan waham. untuk meningkatkan
kesadaran klien akan realitas.

Kriteria Evaluasi : Pujian dapat memotivasi klien


 Klien dapat menyebutkan untuk meningkatkan kegiatan
manfaat, efek samping dan
dosis obat. positifnya.
 Klien dapat
mendemonstrasikan
penggunaan obat dengan
benar.
 Klien dapat memahami akibat
berhentinya mengkonsumsi Perhatian keluarga dan
obat tanpa konsultasi. pengertian keluarga akan
 Klien dapat menyebutkan
prinsip lima benar dalam dapat membantu klien dalam
penggunaan obat mengendalikan wahamnya.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


Obat dapat mengontrol
waham yang dialami oleh
klien dan dapat membantu
penyembuhan klien.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019
PROGRAM PROFESI NERS
STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG
“Keperawatan Jiwa”

Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional
Keperawatan
Koping Individu
Tidak Efektif

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Palembang 2018/2019