Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KOMUNIKASI DALAM KEPERWATAN

Disusun oleh : Fajar Maulana


Nim : (PO.62.20.1.17.324)
Prodi : D IV Keperawatan Reguler IV

Kementerian Kesehatan Poltekkes Palangkaraya


Prodi D IV Keperawatan Reguler IV
Konsep Dasar Komunikasi Umum

A. Definisi komunikasi
Komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau
menjadi milik bersama.
Berikut ini pengertian komunikasi berdasarkan para ahli :
1. Onong Cahyana Effendi, komunikasi merupakan proses penyampaian
pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah
sikap, pendapat, atau perilaku, baik dengan cara lisan ( langsung )
ataupun tidak langsung (melewati media)
2. Raymond Ross, komunikasi merupakan proses menyortir , memilih ,
serta pengiriman simbol - simbol yang sedemikian rupa sehingga
membantu pendengar menanggapinya dengan respon atau makna dari
pemikiran yang sama dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
3. Harold Laswell, komunikasi merupakan gambaran mengenai siapa ,
berbicara apa, melewati media apa , terhadap siapa , serta apa
dampaknya.
4. Gerald R. Miller, komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan
pesan kepada penerima secara sadar untuk mempengaruhi perilaku
mereka.
5. Himstreet dan Beaty, komunikasi merupakan sebuah proses pertukaran
informasi antar individu melewati sebuah sistem yang lazim ( biasa ) ,
baik dengan simbol - simbol, sinyal - sinyal , maupun perilaku atau
tindakan.

B. Tujuan Komunikasi
Menurut Riant Nugroho (2004:72) tujuan komunikasi adalah menciptakan pemahaman
bersama atau mengubah persepsi, bahkan perilaku. Sedangkan menurut Katz an Robert
Kahn yang merupakan hal utama dari komunikasi adalah pertukaran informasi dan
penyampaian makna suatu system social atau organisasi.
Pada umumnya tujuan komunikasi tujuan anatara lain, yaitu:
1. Supaya yang kita sampaikan dapat mengerti, sebagai komunikator kita
harus menjelaskan kepada komunikan (penerima) dengan sebaik-baiknya
dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan mengakui apa yang kita
maksud.
2. Memahami orang lain. Kita sebagai komunikator harus mengerti benar
aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan kemauannya.
3. Supaya gagasan dapat diterima orang lain. Kita berusaha agar gagasan kita
dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasive bukan
memaksakan kehendak.
4. Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu, menggerakan sesuatu
itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan. Kegiatan dimaksud
di sini adalah kegiatan yang lebih banyak mendorong, namun yang penting
harus diingat adalah bagaimana cara baik untuk melakukan
(Widjaja,200:66-67).

C. Bentuk Komunikasi
1. Bentuk Komunikasi berdasarkan sasaran
a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus
dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada
seseorang dihadapan kita.
b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan
jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi
hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.

2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :


a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok
orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :
 Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele
 Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
 Bentuk gambar yang baik
 Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar
(radio)
b. Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat
dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

c. Komunikasi perorangan.
Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

D. Proses Komunikasi
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai
berikut :
Pengirim pesan , penerima pesan dan pesan

1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi


Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang
dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang
dimaksudkannya.
2. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat
dipahami oleh orang lain.
3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan
pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang
akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.
4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si
penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut,
sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

5. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim
meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang
dimaksud oleh pengirim.

6. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan
dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim
pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan
7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi
mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi
hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang
merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah
menafsirkan pesan yang diterimanya.

E. Faktor faktor yang mempengaruhi komunikasi


1. Manusia
Manusia, baik sebagai komunikator maupun komunikan dapat
mempengaruhi proses komunikasi. Berikut ini factor manusia yang dapat
mempengaruhi komunikasi adalah:
a. Tingkat pengetahuan
b. Perkembangan
c. Sosiokltural
d. Jenis kelamin
e. Peran dan tanggung jawab
f. Atensi
g. Sikap
h. Persepsi
i. Hubungan

2. Pesan
Isi pesan
Isi pesan yang ingin disampaikan dapat mempengaruhi tehnik komunikasi
yang digunakan individu.
3. Lingkungan
a. Stimulus eksternal
- Stimulus eksternal, misalnya suara bising, gaduh, atau perhatian yang
tiba-tiba teralih, dapat menyebabkan penurunan kemampuan untuk
menangkap pesan atau konsentrasi untuk mencerna pesan yang
disampaikan.
- Bising dari luar dapat membuat pesan mengalami bias dan distorsi
atau bahkan tidak dapat disampaikan baik secara parsial maupun
total.

b. Nilai dan budaya/adat


- Berbagai nilai dan budaya dalam masyarakat menjadi rambu-rambu
bagi penyelenggaraan komunikasi.
- Budaya mengatur bahasa yang digunakan sebagai salah satu alat
komunikasi sekaligus mengatur penggunaan tehnik nonformal
dalam komunikasi.
- Adat dan nilai mengatur hubungan individu ketika melakukan
komunikasi.
c. Jarak dan teritori
- Jarak antara komunikator dan komunikan mempengaruhi
komunikais yang dilakukan. Komunikasi antar individu dalam jarak
dekat dapat dilakukan secara lisan, tulisanataupun non verbal
- Sedangkan jarak yang cukup jauh, komunikasi dapat dilakukan
dengan menggunakan media tulisan.
- Jarak yang jauh ini juga menyebabkan penggunaan media cetak dan
media elektronik untuk menyampaikan pesan.

F. Model Komunikasi
Terdapat beberapa model yang dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana organisasi
dan orang berkomunikasi. Komunikasi dalam hal ini adalah sesuatu yang kompleks. Model-
model komunikasi diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Komunikasi tertulis
Komunikasi tertulis adalah bagian yang terpenting dalam organisasi. Dalam mencapai
kebutuhan individu atau staf, setiap organisasi telah mengembangkan metode
penulisan dalam mengkomunikasikan pelaksanaan dan pengelolaan, misalnya
publikasi perusahaan, surat menyurat ke staf, pembayaran, dan jurnal.
2. Komunikasi secara langsung atau verbal
Tujuan komunikasi verbal adalah assertiveness. Perilaku
asertif (assertiveness) adalah suatu cara komunikasi yang memberikan
kesempatan bagi individu untuk mengekspresikan perasaannya secara
langsung, jujur, dan dengan cara yang sesuai tanpa menyinggung
perasaan lawan bicara.

3. Komunikasi nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi dengan menggunakan
ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan sikap tubuh atau body language.
Menurut Arnold dan Boggs (1989), komunikasi nonverbal meliputi
komponen emosi terhadap pesan yang diterima atau disampaikan. Oleh
sebab itu, komunikasi nonverbal lebih mengandung arti yang
signifikan disbandingkan dengan komunikasi verbal.

4. Komunikasi via telepon


Pada era modern ini (bahkan sudah postmodern), media komunikasi
semakin berkembang pesat. Salah satu diantaranya adalah media
telekomunikasi seperti telepon atau handphone.

G. Prinsip prinsip Komunikasi


Prinsip-prinsip komunikasi seperti halnya fungsi dan definisi komunikasi
mempunyai uraian yang beragam sesuai dengan konsep yang dikembangkan oleh
masing-masing pakar. Istilah prinsip oleh William B. Gudykunst disebut asumsi-
asumsi komunikasi. Larry A.Samovar dan Richard E.Porter menyebutnya
karakteristik komunikasi. Deddy Mulyana, Ph.D membuat istilah baru yaitu prinsip-
prinsip komunikasi. Terdapat 12 prinsip komunikasi yang dikatakan sebagai
penjabaran lebih jauh dari definisi dan hakekat komunikasi yaitu :
1. Komunikasi adalah suatu proses simbolik
2. Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
3. Komunikasi punya dimensi isi dan hubungan
4. Komunikasi itu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
5. Komunikasi terjadi dalam konteks ruang dan waktu
6. Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
7. Komunikasi itu bersifat sistemik
8. Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflah
komunikasi
9. Komunikasi bersifat nonsekuensial
10. Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
11. bersifat irreversible
12. Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah.
DAFTAR PUSTAKA
- https://www.scribd.com/mobile/ document/360568234/konsep-
dasar-komunikasi-umum