Anda di halaman 1dari 2

Terapi Non Farmakologi

1. Bed rest
Aktivitas fisik perlu dibatasi agar imunitasnya tetap terjaga karena mengurangi progresivitas
dari virus dan progresivitas Inflamasi pada RA karena gerakan-gerakan yang kasar akan semakin
menimbulkan nyeri.

2. Mobilisasi bertahap
Tujuannya dapat memelihara fungsi sendi dan kekuatan otot, meningkatkan elastisitas, serta agar tidak
terjadi kekakuan sendi pada pasien.

Kalau ada NSAID jangan pakai metilprednisilon atau sebaliknya.

3. Pembatasan cairan, IN = OUT, ditakutkan ada edema paru sehingga


menyebabkan sesak nafas
4. Pembatasan protein, karena

FARMAKOLOGI :

1. Lasix IV 20-20-0
Digunakan untuk mengurangi edema pada ekstremitas bagian bawah dan
hiperkalemi.
Mekanisme : Inhibits reabsorption of sodium and chloride in proximal and distal
tubules and loop of Henle
Menghambat rearbsorpsi Na dan Cl pada tubulus proximal , distal, dan lengkung henle.
Furosemid bekerja di ginjal dengan menghambat penyerapan garam dan
elektrolit sehingga air terikat dengan garam tersebut dan tidak bisa diserap oleh
ginjal. Akibatnya air akan dibuang melalui mekanisme buang air kecil.

2. Ceftriaxone IV 2 x 1 gr Antibiotik sephalosporin generasi ketiga

Karena sel darah putih tinggi sehingga perlu antibiotic. Karena pasien menggunakan
kateter terjadi infeksi ISK.
Mekanisme : spectrum luas untuk aktifitas gram negative dan positif,
Ceftriaxone bekerja dengan menghambat sintesis mucopeptide di dinding sel bakteri. Beta-
laktam bagian dari Ceftriaxone mengikat carboxypeptidases, endopeptidases, dan transpeptidases
dalam membran sitoplasma bakteri. Enzim ini terlibat dalam sintesis sel-dinding dan pembelahan
sel. Dengan mengikat enzim ini, Ceftriaxone menghasilkan pembentukan dinding sel yang rusak
dan kematian sel.
Menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan berikatan dengan satu atau lebih ikatan protein -
penisilin (penicillin-binding proteins-PBPs) yang selanjutnya akan menghambat tahap
transpeptidasi sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga menghambat biosintesis
dinding sel. Bakteri akan mengalami lisis karena aktivitas enzim autolitik (autolisin dan murein
hidrolase) saat dinding sel bakteri terhambat.

Bedah kotor membutuhkan profilaksis


Pasien AIDS u/

Dipakai ramipril dan bisoprolol

Ramipril & Bisoprol untuk anti remodeling


Statin untuk iskemik pada jantung

Simvastatin :
Dibutuhkan data kolesterol

Kloroquin masuk ketika infeksi teratasi.


Beresiko menurunkan lapang pandang.