Anda di halaman 1dari 4

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Penelitian ini dilakukan di instalasi gizi Rumah Sakit Roemani Semarang
tanggal 7-8 Novemer 2018.

B. Pemilihan Sampel/ Subyek/ Komponen


1. Populasi
Populasi studi kasus ini adalah para tenaga kerja instalasi gizi Rumah Sakit
Roemani Semarang.
2. Sampel
Dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah semua tenaga
penjamah makanan di instalasi gizi Rumah Sakit Roemani yang berhubungan
secara langsung dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan,
pembersihan, pengolahan, pengangkutan dan penyajian. Pemilihan sampel
dilakukan dengan metode simple random sampling. Perhitungan jumlah sampel
menggunaka rumus slovin
𝑁
n = 1+𝑁(𝑒)2
35
= 1+35(0,1)2
35
= 1+0,35

= 25,9 ≈ 26 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔
Keterangan :
n = besarnya sampel
N = jumlah populasi
e = persen kesalahan (0,1)
Proporsi sampel tiap bagian pada penjamah makanan dilihat pada tabel

No Bagian Jumlah tenaga Jumlah sampel


1. Produksi 5 4 orang
2. Koki 2 2 orang
3. Pencucian alat 3 2 orang
4. Distribusi 23 16 orang
5. Katering 2 2 orang
Jumlah 35 orang 26 orang

a. Kriteria Inklusi
- Pegawai tetap di instalasi gizi
- Bersedia untuk menjadi responden dan diwawancarai
- Sudah bekerja lebi dari 3 bulan di instalasi gizi
b. Kriteria Eksklusi
- Pegawai yang sedang sakit
- Pegawai yang menolak menjadi responden dan diwawancarai
- Pegawai instalasi gizi yang sedang libur dan cuti

C. Jenis dan Cara Pengumpulan Data


a. Data Primer
Data primer yaitu data yang langsung diambil dari responden, yaitu dengan
dilakukan wawancara secara langsung dan menggunakan kuesioner mengenai
tingkta stres penjamah makanan dan tingkat kelelahan kerja penjamah makanan di
instalasi gizi.
b. Instrument
- Formulir identitas pribadi dari tenaga kerja
- Kuesioner mengenai tingkat stres pada tenaga kerja
- Kuesioner mengenai tingkat kelelahan pada tenaga kerja
D. Definisi Operasional
Variabel Definisi Alat ukur Hasil ukur Skala
Tingkat stres Stres kerja adalah kondisi Melakukan 1. Stres Ordinal
yang tidak menyenangkan wawancara dan kerja
di tempat kerja sebagai hasil menggunakan ringan
dari interaksi penjamah kuesioner tingkat 2. Stres
makanan dengan lingkungan stres metode kerja
kerja baik dari segi Rensis Linkert sedang
organisaional, lingkungan, 3. Stres
dan individual. Tingkat stres kerja
yang dialami oleh penjamah berat
makanan.
Kelelahan Kelelahan kerja ditandai Menggunakan 1. Kurang lelah Ordinal
kerja dengan penurunan kuesioner berkisar <23
kesiagaan dan perasaan KAUPK2 yang 2. Lelah
lelah terhadap terjadinya telah diuji berkisar
kecelakaan kerja. Kelelahan validitas dan antara 23-31
bisa disebabkan oleh fisik realibilitas oleh 3. Sangat lelah
maupun mental. Salah satu Setyawati (2011) berkisar
penyebab kelelahan adalah antara >31
gangguan tidur yang dapat
dipengaruhi oleh
kekurangan waktu tidur dan
shift kerja yang sering
berganti-ganti.

E. Cara Analisis Data


1. Tingkat stres dianalisis dengan menggunakan kuesioner Rensis Linkert
o Perhitungan nilai kategori stres kerja dengan cara method of summated ratings
- Nilai kategori : (Nilai skor tertinggi × jumlah soal – jumlah nilaui terkecil)
Skor kuesioner stres kerja dengan skala Likert, dengan penilaian untuk
data yang mendukung diberikan penilaian sebagai berikut : sangat setuju = 4, setuju
= 3, tidak setuju = 2, setuju = 1. Dari skor tersebut maka didapatkan nilai skor
maksimum adalah 4 dan skor minimum adalah 1. Dari skor diatas maka dapat
dilihat bahwa skor maksimum adaah 5 dan skor minimun adalah 1, dengan jumlah
pertanyaan sebanyak 13 soal maka didapatkan rentang nilai penilaian antara 13-52,
kemudian dibagi berdasarkan kategori :
Status kerja ringan : 13- 25
Status kerja sedang : 26- 38
Status kerja berat : 39- 52
2. Skor kelelahan kerja dianalisis dengan menggunakan kuesioner KAUPK2, dengan
penilaian untuk data yang mendukung diberikan penialaian sebagai berikut :
Pengisian kuesioner dilakukan oleh responden pada waktu sesudah kerja. Setiap
jawaban diberi skor dengan ketentuan : Ya, sering = 3, Ya, jarang = 2, Tidak pernah
= 1. Berdasarkan jumlah skor dari kuesioner menggunakan skala interval dengan
tiga skala pengukuran, tingkat perasaan kelelahan kerja dikategorikan sebagai
berikut :
Kurang lelah bila jumlah skor KAUPK2 berkisar < 23
Lelah bila jumlah skor KAUPK2 berkisar antara 23-31
Sangat lelah bila jumlah skor KAUPK2 berkisar antara > 31