Anda di halaman 1dari 6

KEBIJAKAN KESEHATAN

PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

NAMA : EKA KURNIATI

NIM : PO7120116057

KELAS : 2B

PRODI ; DIII KEPERAWATAN

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MATARAM

JURUSAN KEPERAWATAN

PRODI DIII KEPERAWATAN MATARAM

2017
1. Program Jaminan Kesehatan Nasional Yang Dikembangkan Di Indonesia
Merupakan Bagian Dari System Jaminan Social Nasional Yang
Diselenggarakan Melalui Mekanisme Asuransi Social. Apa Tujuan
Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.
JKN merupakan program pelayanan kesehatan terbaru yang merupakan
kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Nasional yang sistemnya menggunakan
sistem asuransi. Artinya, seluruh warga Indonesia nantinya wajib menyisihkan
sebagian kecil uangnya untuk jaminan kesehatan di masa depan.
Bagaimana dengan rakyat miskin? Tidak perlu khawatir, semua rakyat
miskin atau PBI (Penerima Bantuan Iuran) ditanggung kesehatannya oleh
pemerintah. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi rakyat miskin untuk
memeriksakan penyakitnya ke fasilitas kesehatan.
Sementara BPJS adalah singkatan dari Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial. BPJS ini adalah perusahaan asuransi yang kita kenal sebelumnya sebagai
PT Askes. Begitupun juga BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari
Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja).
Antara JKN dan BPJS tentu berbeda. JKN merupakan nama programnya,
sedangkan BPJS merupakan badan penyelenggaranya yang kinerjanya nanti
diawasi oleh DJSN (Dewan Jaminan Sosial Nasional).
Tujuan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kabupaten Tegal
bertujuan agar semua penduduk terlindungi dalam sistem asuransi, sehingga
mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak,
dalam rangka
a. Memberikan kemudahan dan akses pelayanan kesehatan kepada peserta di
seluruh jaringan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial.
b. Mendorong peningkatan pelayanan kesehatan kepada peserta secara
menyeluruh, terstandar, dengan sistem pengelolaan yang terkendali mutu dan
biaya.
c. Terselenggaranya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.
2. Sebutkan Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan
Nasional
Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengacu pada
prinsip-prinsip:

1. Prinsip Kegotongroyongan.
Peserta yang mampu membantu peserta yang kurang mampu, peserta yang sehat
membantu yang sakit atau yang berisiko tinggi, dan peserta yang sehat membantu
yang sakit. Hal ini terwujud karena kepesertaan SJSN bersifat wajib untuk seluruh
penduduk, tanpa pandang bulu. Dengan demikian, melalui prinsip gotong-royong
jaminan sosial dapat menumbuhkan keadilan sosial bagiseluruh rakyat Indonesia.
2. Prinsip Nirlaba
Bukan untuk mencari laba (for profit oriented). Sebaliknya, tujuan utama adalah
untuk memenuhi sebesar-besarnya kepentingan peserta. Dana yang dikumpulkan
dari masyarakat adalah dana amanat, sehingga hasil pengembangannya, akan di
manfaatkan sebesar -besarnya untuk kepentingan peserta.
3. Prinsip Keterbukaan, Kehati-Hatian, Akuntabilitas, Efisiensi, Dan Efektivitas
Prinsip prinsip manajemen ini mendasari seluruh kegiatan pengelolaan dana yang
berasal dari iuran peserta dan hasil pengembangannya.
4. Prinsip Portabilitas
Prinsip portabilitas jaminan sosial dimaksudkan untuk memberikan jaminan yang
berkelanjutan kepada peserta sekalipun mereka berpindah pekerjaan atau tempat
tinggal dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5. Prinsip Kepesertaan Bersifat Wajib
Kepesertaan wajib dimaksudkan agar seluruh rakyat menjadi peserta sehingga
dapat terlindungi. Meskipun kepesertaan bersifat wajib bagi seluruh rakyat,
penerapannya tetap disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rakyat dan
pemerintah serta kelayakan penyelenggaraan program. Tahapan pertama dimulai
dari pekerja di sektor formal, bersamaan dengan itu sektor informal dapat menjadi
peserta secara mandiri, se hingga pada akhirnya Sistem Jaminan Sosial Nasional
(SJSN) dapat mencakup se luruh rakyat.
6. Prinsip Dana Amanat
Dana yang terkumpul dari iuran peserta merupakan dana titipan kepada badan-
badan penyelenggara untuk dikelola sebaik-baiknya dalam rangka
mengoptimalkan dana tersebut untuk kesejahteraan peserta.
7. Prinsip Hasil Pengelolaan Dana Jaminan Sosial
Dana amanat dipergunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk
sebesar- besar kepentingan peserta.
8. Prinsip Jkn

Jaminan Kesehatan Nasional mengacu pada prinsip asuransi sosial sesuai dengan
amanat UU SJSN, yaitu; Nirlaba, wajib membayar iuran, gotong royong,
portabilitas, equalitas dan transparan akuntabel, effektif effisien serta dana yang
dikelola sepenuhnya digunakan untuk manfaat sebesar-besarnya bagi peserta JKN.

Kepesertaan bersifat wajib, artinya semua penduduk termasuk warga negara asing
yang bekerja dan tinggal lebih dari 6 (enam) bulan harus ikut menjadi peserta JKN.
Seluruh peserta harus membayar iuran dengan prosentase atau nominal tertentu,
kecuali bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Mereka iurannya dibayar oleh
pemerintah. Peserta yang terakhir ini disebut sebagai penerima bantuan iuran
(PBI). Perubahan data PBI akan di upadte setiap 6 (enam) bulan sekali.

Untuk menjadi peserta JKN, masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui pemberi
kerja dan pekerjanya kepada Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) atau
PT Askes terdekat. Sedangkan bagi peserta PBI, pendaftaran peserta dilakukan
oleh pemerintah.

JKN di Indonesia, penerapannya melalui mekanisme asuransi sosial dengan prinsip


kendali biaya dan mutu. Yakni integrasinya pelayanan kesehatan yang bermutu
dengan biaya yang terkendali. Keuntungan memiliki asuransi kesehatan sosial
selain premi yang terjangkau dengan manfaat komprehensif, kepastian pembiayaan
pelayanan kesehatan yang berkelanjutan (sustainabilitas) dan dapat dilayani di
seluruh wilayah Indonesia ( portabilitas).
3. Sebutkan Manfaat Dari Jaminan Kesehatan Nasional. JKN ( JAMINAN
KESEHATAN NASIONAL )
Manfaat Jkn :
Ada 2 (dua) manfaat Jaminan Kesehatan, yakni berupa pelayanan
kesehatan dan Manfaat non medis meliputi akomodasi dan ambulans. Ambulans
hanya diberikan untuk pasien rujukan dari Fasilitas Kesehatan dengan kondisi
tertentu yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.
Paket manfaat yang diterima dalam program JKN ini adalah
komprehensive sesuai kebutuhan medis. Dengan demikian pelayanan yang
diberikan bersifat paripurna (preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif) tidak
dipengaruhi oleh besarnya biaya premi bagi peserta. Promotif dan preventif yang
diberikan dalam konteks upaya kesehatan perorangan (personal care).
Meskipun manfaat yang dijamin dalam JKN bersifat komprehensif namun
masih ada yang dibatasi, yaitu kaca mata, alat bantu dengar (hearing aid), alat
bantu gerak (tongkat penyangga, kursi roda dan korset). Sedangkan yang tidak
dijamin meliputi:

a. Tidak sesuai prosedur

b. Pelayanan diluar Faskes Yg bekerjasama dng BPJS

c. Pelayanan bertujuan kosmetik

d. General check up, pengobatan alternatif

e. Pengobatan untuk mendapatkan keturunan, Pengobatan Impotensi

f. Pelayanan Kesehatan Pada Saat Bencana

g. Pasien Bunuh Diri /Penyakit Yg Timbul Akibat Kesengajaan Untuk


Menyiksa Diri Sendiri/ Bunuh Diri/Narkoba
DAFTAR PUSTAKA

http://www.depkes.go.id/article/view/13060100016/sosialisasi-jaminan-
kesehatan-nasional.html (diakses pukul 10.40)

https://infografiskesehatan.blogspot.com/2015/03/prinsip-jaminan-kesehatan-
nasional.html (diakses pukul 10.50)

https://maryamspkom.wordpress.com/2013/09/19/jaminan-kesehatan-nasional-
jkn/ (diakses pukul 10.55)