Anda di halaman 1dari 31

Variable Costing

dengan Metode
Fargo Pokok Pesanan dan
Metode Harga Pokok Proses

D
alam Bab 5 telah dibahas konsep penentuan harga pokok produk alternatif yang
disebut variable costings atau lebih dikenai dengan nama direct costing. ]Jika
metode penentuan harga pokok produksi ini digunakan oleh perusahaan yang
produksinya berdasarkan pesanan, maka sistem akuntansi biaya harus dirancang sedemikian
rupa sehingga perhitungan biaya produksi dapat menghasilkan informasi harga pokok
produksi per satuan produk yang dipesan sesuai dengki konsep harga pokok produksi
menurut metode variable costing. Begitu pula jika penentuan harga pokok produksi ini
digunakan oleh perusahaan yang produksinya berdasarkan produksi massa, maka sistem
akuntansi biaya hams dirancang sedemikian rupa sehingga perhitungan biaya produksi dapat
menghasilkan informasi harga pokok produksi per satuan produk yang dihasilkan selama
periode akuntansi tertentu sesuai dengan konsep harga pokok produksi menurut metode
variable costing. Dalam bab ini dibahas perekayasaan informasi harga pokok produksi
menurut metode variable costing dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok
pesanan dan yang menggunakan metode harga pokok proses.

KLASIFlKASl BIAYA DALAM METODE VARIABLE COSTING


Dalam Bab 5 sudah dibahas bahwa dalam metode variable costings biaya perlu dipisahkan
menurut perilaku biaya sesuai dengan perubahan volume kegiatan. Biaya produksi menurut
metode variable costing terdiri dari biaya bahan baku, biaya tertentu kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik variabel. Biaya overhead tetap diperhitungkan sebagai biaya periode
dan dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya, tidak diperhitungkan sebagai harga
pokok produksi. Gambar 6.1 memperlihatkan klasifikasi biaya menurut metode variable
costing yang menghasilkan informasi biaya yang dikelompokkan menurut perilakunya dalam
hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.

1
2
VARIABLE COSTING DENGAN METODE HARGA POKOK PESANAN
Dalam BAB 6 telah diberi contoh akuntansi biaya dengan nariable costing dalam perusahaan
yang menggunakan metode harga pesanan. Dalam BAB 6 ini, sekali lagi diuraikan akuntasnsi
biaya dengan variable costing namun contohnya yang lebih rinci, yang diperbandingkan
dengan akuntansi biaya dengan variable costing dalam perusahaan yang menggunakan
metode harga pokok proses.
Dalam metode harga pokok pesanan, biaya produksi dikumpulkan per pesanan dengan
menggunakan kartu harga pokok, yang merupakan rincian rekening control barang dalarn
proses di dalam buku besar. Berdasarkan biaya produksi variabel yang dikumpulkan dalam
kartu harga pokok produk ini, harga pokok produk jadi dan produk dalam proses dihitung dan
dicatat.

Rekening control yang digunakan


Rekening kontrol dalam buku besar yang perluu dibentuk untuk menampung biaya produksi
dan biaya nonproduksi dalam metode variable costing dengan menggunakan metode harga
pokok pesanan adalah:
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baka
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung.
Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.
Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya.
Biaya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya
Biaya Pabrik Variabel yang Dibebankan
Biaya Pemasaran.
Biaya Admini strasi & Umum. •
Biaya Pemasaran Variabel
Biaya Pemasaran Tetap.
Biaya Administrasi & Umum Variabel
Biaya Administrasi & Umum tetap.
Karena variable costing menghendaki biaya diklasifikasikan berdasarkan perilakunya
dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, maka akuntansi biaya produksi dan
biaya nonproduksi dilakukan sebagai berikut:

3
1. Biaya produksi variabel, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung,
dicatat langsung pada saat terjadinya dengan mendebit rekening barang dalam proses,
dan ke dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan.
2. Biaya overhead pabrik variabel dibebankan kepada pesanan tertentu berdasarkan tarif
yang ditentukan di muka dengan mendebit rekening barang dalam proses- biaya
overhead pabrik, dan ke dalam kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan.
3. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan pertama kali
mendebit rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya. Pada akhir bulan, biaya
overhead pabrik yang sesungguhna terjadi, yang didebitkan ke dalam rekening biaya
overhead pabrik sesungguhnya, dianalisis untuk menentukan biaya overhead pabrik
variabel dan biaya overhead pabrik tetap. Teknik analisis yang digunakan dapat
merupakan analisis statistik (analisisis regresi) atau analisis yang sederhana (misalnya
metode ini tertinggi dan terendah). Hasil analisis terhadap rekening biaya overhead
pabrik sesungguhnya tersebut digunakan untuk membuat jurnal berikut ini :
Biaya overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya xx
Biaya overhead pabrik tetap sesungguhnya xx
Biaya overhead pabrik sesungguhnya xx
4. Biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan kepada produk selama periode
akuntansi tertentu ditutup ke rekening biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya
untuk menhitung pembebanan lebih/kurang biaya overhead pabrik variabel

4
Sambar 63
Harga Pokok Produk Dalam Proses Awal
Pesanan Pesanan Pesanan
____#101 ____#102 ____#103 ____Total
Biaya Bahan Baku Rp. 150.000 Rp. 125.000 Rp. 115.000 Rp. 365.000
Biaya Tenaga Kerja Langsung 130.000 100.000 75.000 330.000
Biaya Ov. Pabrik variabel __65.000 __50.000 __37.500 __152.500
Biaya Total Rp. 345.000 Rp. 275.000 Rp. 227.500 Rp. 847.500

5
Dalam bulan Januari 20X1, perusahaan melakukan transaksi sebagai berikut:
1. Pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk menyelesaikan produk yang masih
dalam proses pada awal bidan dan pengolahan pesanan #104 yang diterima dalam
bulan Januari 20X1 adalah sebagai berikut:
Pesanan #101 Rp50.000
Pesanan #102 40.000
Pesanan #103 20.000
Pesanan #104 130.000
Jumlah Rp240.000

Pemakaian bahan penolong selama bulan Januari 20X1 berjumlah Rp25.000. Biaya ini
berperilaku tetap
2. Menurut kartu jam kerja, jumlah jam kerja yang dikonsumsi untuk mengerjakan
berbagai pesanan yang diproduksi dalam bulan Januari 20X1 disajikan dalam Gambar
6.4.
Gambar 6.4
Data Biaya Tenaga Kerja bulan Januari 20X1
Jam Tenaga Upah
Nomor Pesanan Kerja Langsung langsung
Pesanan # 101 75 jam Rp. 75.000
Pesanan # 102 30 jam 30.000
Pesanan # 103 55 jam 55.000
Pesanan # 104 100 jam ___100.000
Jumlah Biaya tenga kerja langsung Rp. 260.000
Biaya tenga kerja tidak langsung 50.000
Biaya tenaga kerja pemasaran 125.000
Biaya tenaga kerja administrasi dan umum ___140.000
Jumlah biaya tenaga kerja Rp. 575.000
Catatan:
a. biaya tenaga kerja tidak langsung adalah perilaku tetap.
b. Biaya tenaga kerja di fungsi pemasaran dan fungsi administrasi & umum dipisahkan
menurut perilaku nya sebagai berikut:
3. Tarif pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk ditentukan menurut anggaran
sebesar Rp500 per jam tenaga kerja langsung.
4. Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi, (kecuali biaya bahan penolong
sebesar Rp25.000 dan biaya tenaga kerja tidak langsung pabrik sebesar Rp50.000)

6
adalah sebesar Rpl 92.000. Biaya overhead pabrik ini terdiri dari biaya overhead
pabrik variabel sebesar Rpl42.000 dan biaya pabrik tetap sebesar Rp Rp50.000.
5. Pesanan nomor 101,102, dan 103 telah selesai diproduksi dalam bulan Januari 20X1.
Pesanan nomor 101 dan 102 diserahkan kepada pemesan dengan harga jual:
Pesanan #101 Rp 750.000
Pesanan #102 650.000
Jumlah Rpl.400.000

Pesanan nomor 103 pada akhir bulan Januari 20X1 masih disimpan di gudang sebagai
produk jadi, sedangkan pesanan #104 masih dalam proses pengolahan.

Akuntansi Variable Costing dengan Metode Harga Pokok Pesanan


Akuntansi biaya produksi dan biaya nonproduksi dalam metode variable costing dibagi
menjadi tahap berikut ini:
1. Pencatatan pemakaian bahan baku dan bahan penolong.
2. Pencatatan biaya tenaga kerja langsung.
3. Pencatatan pembebanan biaya pabrik variabel kepada produk.
4. Pencatatan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi
5. Pemisahan biaya overhead pabrik sesungguhnya ke dalam biaya variabel dan biaya
tetap,
6. Pencatatan harga pokok produk jadi
7. Penutupan rekening biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan ke rekening
biaya overhead pabrik variabel sesungguhnya.
8. Pencatatan biaya komersional
9. Pencatatan penyerahan produk kepada pemesanan.

Pencatatan Pemakaian Bahan Baku dan Bahan Penolong


Pemakaian bahan baku selama bulan Januari tersebut dicatat dengan jurnal sebagai berikut:
Barang dalam proses biaya Bahan Baku Rp240.000
Persediaan Bahan Rp240.000
Pemakaian bahan penolong dicatat dengan jumai sebagai berikut:
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp25.000
Persediaan Bahan Rp25.000

7
Pencatatan Biaya Tenaga Kerja Langsung
Penca tatan biaya tenaga kerja yang dikeluarkan dalam bulan Januari 20X1 adalah sebagai
berikut
Barang Dalam Proses-Biaya Tng. Kerja Langsung Rp260.000
Biaya Pabrik Sesungguhnya 50.000
Biaya Pemasaran 125.000
Biaya Administrasi dan Umum 140.000
Gaji dan Upah Rp575.000

Pencatatan Pembebanan Biaya Overhead Pabrik Variabel Kepada Produk


Pembebanan biaya overhead pabrik variabel kepada produk didasarkan pada tarif biaya
overhead pabrik yang dihitung pada saat pembuatan anggaran sebesar Rp500 per jam tenaga
kerja langsung.
Pembebanan biaya overhead pabrik variabel kepada tiap pesanan adalah sebagai berikut
Total Biaya Ov. Pabrik
Variabel yang
Pesanan Jam tenaga Kerja Tarif Dibebankan kpd produk
Pesanan #101 75 jam Rp500 Rp 37.500
Pesanan #102 30 jam 500 15.000
Pesanan #103 55 jam 500 27.500
Pesanan #104 100 jam 500 50.000
Jumlah. biaya tenaga kerja langsung Rp 130.000

Pembebanan biaya overhead pabrik variabel kepada produk tersebut dicatat dengan jurnal
sebagai berikut
Barang Dalam Proses-Biaya Ov. Pabrik Variabel Rp 130.000
Biaya Pabrik Variabel yang Dibebankan Rp 130.000

Pencatatan Biaya Overhead Pabrik yang Sesungguhnya Terjadi


Pencatatan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi selain biaya bahan penolong
dan hiaya tenaga kerja tidak langsung dicatat sebagai berikut:
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp 192.000
Berbagai Rekening yang dikredit Rp 192.000

8
Pencatatan Pemisahan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya ke Dalam Biaya Variabel
dan Biaya Tetap
Pemisahan biaya overhead pabrik sesungguhnya ke dalam biaya variabel dan biaya tetap
dijumpai sebagai berikut
Biaya overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya Rp 130.000
Biaya overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya 125.000
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp 255.000
Berdasarkan data pemakaian bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi, bbiaya
produksi untuk dap pesanan dicatat dalam kartu harga pokok tiap pesanan seperti disajikan
dalam Gambar 6.5 sampai dengan Gambar 6.8 berikut ini:

Gambar 6.5
Kartu harga pokok pesanan #101
Pesanan #101
Biaya bahan Biaya Tenaga Biaya overhead
Keterangan baku Kerja Langsung Pabrik Variabel total
Saldo awal Rp. 150.000 Rp. 130.000 Rp. 65.000 Rp. 345.000
Januari 50.000 75.000 37.500 162.000
Jumlah Rp. 200.000 Rp 205.000 Rp. 102.500 Rp. 507.500

Gambar 6.6
Kartu harga pokok #102
Pesanan #102
Biaya bahan Biaya Tenaga Biaya overhead
Keterangan baku Kerja Langsung Pabrik Variabel total
Saldo awal Rp. 125.000 Rp. 100.000 Rp.50.000 Rp275.000
Januari 40.000 30.000 15.000 85.000
Jumlah Rp. 165.000 Rp 130.000 Rp. 65.000 Rp. 360.000

Gambar 6.7
Kartu harga pokok pesanan #103
Pesanan #103
Biaya bahan Biaya Tenaga Biaya overhead
Keterangan baku Kerja Langsung Pabrik Variabel total
Saldo awal Rp. 115.000 Rp. 75.000 Rp.37.500 Rp227.500
Januari 20.000 55.000 27.500 102.500
Jumlah Rp. 135.000 Rp 130.000 Rp. 65.000 Rp. 330.000

9
Gambar 6.8
Kartu harga pokok pesanan #104
Pesanan #104
Biaya bahan Biaya Tenaga Biaya overhead
Keterangan baku Kerja Langsung Pabrik Variabel total
Saldo awal Rp. 0 Rp. 0 Rp. 0 Rp. 0
Januari 130.000 100.000 50.000 280.000
Jumlah Rp. 130.000 Rp 100.000 Rp. 50.000 Rp. 280.000

Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi


Pesanan yang dapat diselesaikan oleh PT Eliona dalam bulan Januari 20X1 adalah sebagai
berikut:
Total Biaya
Produksi
Pesanan #101 Rp. 507.500
Pesanan #102 360.000
Pesanan #103 330.000
Jumlah Rp. 1.197.500
Harga pokok pesanan yang telah selesai dalam bulan Januari 20X1 tersebut dicatat sebagai
berikut
Persediaan Produk Jadi Rp. 1.197.500
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku Rp. 500.000
Barang DalamProses-BiayaTng. Kerja Lngs. 465.000
Barang Dalam Proses-Biaya Ov. Pbrk Variabel 232.500

Jurnal tersebut dibuat berdasarkan rincian harga pokok tiap pesanan yang telah selesai
diproduksi berikut ini:
Biaya bahan Biaya Tenaga Biaya overhead
Keterangan baku Kerja Langsung Pabrik Variabel total
Pesanan #101 Rp. 200.000 Rp. 205.000 Rp. 102.500 Rp. 507.500
Pesanan #102 165.000 130.000 65.000 360.000
Pesanan #103 135.000 130.000 65.000 330.000
Rp. 500.000 Rp. 465.000 Rp. 232.500 Rp. 1.197.000
Pencatatan Penutupan Rekening Biaya Overhead Pabrik Variabel yang Dibebankan
Penutupan rekening biaya overhead pabrik variabel yang dibebankan dicatat dengan jurnal
sebagai berikut:
Biaya overhead Pabrik Variabel yang Dibebankan Rp l30.000
Pembebanan Lebih atau Kurang Biaya Ov. Pabrik 12.000
Biaya Pabrik Sesungguhnya Rp l42.000
10
Pada akhir tahun rekening pembebanan lebih atau kurang biaya overhead pabrik tersebut
ditutup ke rekening harga pokok penjualan dengan jumal sebagai berikut
Harga Pokok Penjualan Rp l2.000
Pembebanan Lebih atau Kurang Biaya Ov. Pabrik Rp l2.000

Pencatatan Biaya Komersial


Biaya nonproduksi yang terjadi dalam bulan Januari 20X1 dicatat dengan jurnal sebagai
berikut
Biaya Pemasaran Rp l25.000
Biaya Administrasi dan Umum 140.000
Berbagai Rekening yang Dikredit Rp 265.000
Pemisahan biaya nonproduksi menumt perilakunya dicatat dengan jurnal:
Biaya Pemasaran Variabel Rp 75.000
Biaya Pemasai’an Tetap 50.000
BiayaAdm.& Umum Variabel 100.000
Biaya Adm. & Umum Tetap 40.000
Biaya Pemasaran Rp l25.000
Biaya Adm. & Umum 140.000

Pencatatan Penyalahan Ptoduk kepada Pemesan


Pesanan yang selesaikan diproduksi dan kemudian diserahkan kepada pemesan dalam bulan
Januari 20X1 adalah sebagai berikut:
Harga Pokok
Pesanan #102 Rp. 507.500 Rp. 750.000
Pesanan #103 360.000 650.000
Jumlah Rp. 867.500 Rp. l.400.000

Hasil penjualan pesanan yang diserahkan kepada pemesan tersebut dicatat sebagai berikut:
Kas atau Piutang Rp l.400.000
HasilPenjualan Rp. l.400.000
Harga pokok pesanan yang diserahkan kepada pemesan tersebut dicatat sebagai berikut
Harga Pokok Penjualan Rp 867.500
Persediaan Produk Jadi Rp 867.500

11
Penyajian Laporan Laba Rugi
Berdasarkan berbagai jurnal yang dibuat dalam bulan Januari, laporan laba rugi PT Eliona
bulan Januari 20X1 disajikan dalam Gambar 6.9.

VARIABLE COSTING DENGAN METODE HARGA POKOK PROSES


Dalam variable costing dengan metode harga pokok proses, harga pokok produk per satuan
dihitung setiap akhir periode, misalnya setiap akhir bulan, dengan cara membagI total biaya
produksi variabel selama satu bulan dengan total ekuivalensi produksi selama periode yang
sama. Dengan demikian biaya overhead pabrik variabel tidak dibebankan kepada produk
berdasarkan tarif yang ditentukan di muka, namun dibebankan kepada produk menurut biaya
yang sesungguhnya terjadi dalam periode tertentu.
Rekening Kontrol yang Digunakan
Rekening kontrol yang digunakan untuk mencatat Aliran biaya dalam metode variable
costing dengan menggunakan metode harga pokok proses adalah:
Barang Dalam Proses-Biaya Bahan Baku
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Langsung
Barang Dalam Proses-Biaya Pabrik Variabel
Biaya Pabrik Sesungguhnya
Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya
Biaya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya
Biaya Pemasaran
Biaya Administrasi & Umum
Biaya Pemasamn-Vaiiabei
Biaya Pemasaran^Tetap
Biaya Administrasi & Umum-Variabei
Biaya Administrasi & Umum-Tetap

12
Gambar 6.9
1-aporan Laba Rugi Variable Costing
PT eliona
Lapotan Laba Rugi untuk Bulan yang Betakhit Tanggal 31 Januari 20X1
Hasil Penjualan Rp. 1.400.000
Harga pokok penjualan
Persediaan Produk dalam proses awal Rp. 847.500
Biaya produksi:
Biaya bahan baku 240.000
Biaya tetap tenaga kerja langsung 260.000
Biaya overhead pabrik variabel 130.000
Harga pokok produk yang diproduksi Rp. 1.477.500
Persediaan akhir produk dalam proses awal 280.000
Harga pokok produk tersedia dijual Rp. 1.197.500
Persediaan akhir produk jadi 330.000
Harga pokok penjualan variabel Rp. 867.500
Pembebanan biaya overhead pabrik kurang 12.000
Biaya pemasaran variabel 75.000
Biaya administrasi & umum variabel 100.000
Biaya variabel Rp. 1.054.500
Laba kontribusi 345.500
Biaya tetap
Biaya ovberhead pabrik tetap Rp. 125.000
Biaya pemasaran tetap 50.000
Biaya administrasi & umum tetap 40.000
Total Biaya tetap Rp. 215.000
Laba bersih Rp. 130.500

Karena variable costing dengan metode harga pokok proses menghendaki biaya overhead
pabrik dibebankan kepada produk menurut biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi
selama periode akuntansi tertentu, tidak sebesar tani ditentukan di muka seperti halnya
dengan metode harga pokok pesanan, maka a biaya produksi dilakukan sebagai berikut:
1. Biaya produksi variabel, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dicatat
lansung pada saat terjadinya dengan mendebit rekening barang dalam proses yang
bersangkutan.
2. Biaya overhead pabnk yang sesmgguhnya terjadi dicatat dengan pertama kali mendebit
rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya. Pada akhir bulan overhead pabrik yang
sesungguhnya terjadi, yang didebitkan ke dalam biaya overhead pabrik sesungguhnya,

13
dianalisis untuk menentukan biaya overhead pabrik variabel dan biaya overhead pabrik
tetap. Teknik analisis yang digunakan dapat berupa analisis statistik (analisis regresi) atau
analisis yang lebih sederhana (misalnya metode titik tertinggi dan terendah). Hasil analisis
terhadap rekening overhead pabrik sesungguhnya tersebut digunakan untuk membuat
jurnal berikut:
Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya x
Biaya Overhead Pabrik tetap Sesungguhnya x
Biaya Pabrik Sesungguhnya x
3. Biaya overhead pabrik variabel dibebankan kepada produk berdasarkan biaya yang
sesungguhnya terjadi dalam periode akuntansi tertentu dengan jurnal:
Barang Dalam Proses- Biaya Overhead Pabrik x
Biaya Overhead Pabrik Variabel x
4. Biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum juga perlu dipisahkan menurut; perilaku
biaya tersebut dalam hubungannya dengan pembahan <’'olume kegiatan. Biaya pemasaran
dan biaya administrasi umum yang sesungguhnya terjadi pertama kali dicatat ke dalam
rekening kontrol biaya perpasarao atau biaya administrasi dan umum. Pada akhir bulan,
biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum yang didebitkan ke dalam rekening
biaya pemasaran, atau biaya administrasi & umum dknaksis untuk menentukan biaya yang
berperilaku variabel dan biaya yang berperilaku tetap. Teknik analisis yang digunakan
dapat berupa analisis statistik (analisis regresi) atau analisis yang lebih sederhana
(misalnya metode titik tertinggi dan terendah). Plasil analisis terhadap rekening biaya
pemasaran dan biaya administrasi & umum tersebut digunakan untuk membuat jurnal
berikut ini:
Biaya Pemasaran Variabel
Biaya Pemasamn Tetap
Biaya Pemasaran
Aliran biaya produksi dan biaya nonproduksi dalam metode variable costing dengan
metode harga pokok proses melalui berbagai rekening kontrol tersebut di atas dilukiskan
dalam Gambar 6.10.

14
Contoh Variable Costing dengan Metode Harga Pokok Proses
Berikut ini disajikan contoh variable costing yang diterapkan dalam perusahaan berproduksi
massa. Dalam contoh ini diperhitungkan pengaruh adanya persediaan produk dalam proses
terhadap penentuan harga pokok produksi per satuan, dan metode costing yang dipakai
adalah rnetode harga pokok rata-rata tertimbang.
Contoh 2
PT X memproduksi produknya melalui dua departemen produksi: Departemen 1 dan
Departemen 2. Perusahaan menggunakan metode variable costing dalam penentuan harga
pokok produksinya. Penentuan harga pokok produk jadi dilakukan dengan menggunakan
metode harga pokok rata-rata tertimbang. Data produksi, biaya produksi dan biaya
nonproduksi bulan Januari 20X1 tersebut disajikan dalam Gambar 6.11.

Gambar 6.11
15
Data Produksi, Biaya Produksi, Biaya Nonproduksi, dan Data Penjualan Bulan Januari 20X1
PT X
Data Produksi, Biaya Produksi, Dan Biaya Nonproduksi
Bulan Januari 20X1
Dept. 1 Dept. 2
Data Produksi:
Produk dalam proses awak
BBB 100%; BKV 40% 4.000 kg -
BTK 20%; B’OPV 60% - 6.000 kg
Dimasukkan dalam proses bulan ini 40.000 kg -
Unit yang ditranfer ke Dept. 2 35.000 kg -
Unit yang diterima dari Dept 1 - 35.000 kg
Produk jadi yang ditransfer ke gudang Produk - 38.000 kg
dalam proses akhir:
BBB 100%; BKV 70%* 9.000 kg -
BllC 40%; BOPV 80% - 3.000 kg
Harga Pokok Produk Dalam Proses Awak
Plarga pokok dari Dept 1 - Rp ll.150.000
Biaya bahan baku Rp l.800.000 -
Biaya tenaga kerja Rp l.200.000 Rp 1.152.000
Biaya overhead pabrik variabel Rp l.920.000 Rp 4.140.000
Biaya Produksi:
Biaya bahan baku Rp 20.200.000
Biaya tenaga kerja Rp29.775.000 Rp 37.068.000
Biaya overhead pabrik variabel Rp 37.315.000 Rp 44.340.006
Biaya overhead pabrik tetap Rp 22.000.000 Rp 33.000.000

Biaya Nonproduksi:
Biaya pemasaran variabel Rp. 10.200.000
Biaya pemasaran tetap Rp. 15.000.000
Biaya administrasi & umum variabel Rp. 7.000.000
Biaya administrasi & umum tetap Rp. 12.000.000
Data Penjualan:
Jumlah produk yang dijual 30.000 kg
Hasil penjualan Rp. 240.000.0000

* BBB = Biaya bahan baku BTK = Biaya Tenaga kerja


BOPV = Biaya overhead pabrik variabel BKV

16
Metodede Harga Pokok Rata-rata Tertimbang Departemen Pertama
Rumus perhitungan harga pokok produksi variabel dengan metode harga pokok rata-rata
tertimbang disajikan dalam Gambar 6.12.
Gambar 6.12
Perhitungau Harga Pokok Produksi Variabel Per Satuan Produk Departemen Pertama dengan
Menggunakan harga Pokok Rata-Rata Tertimbang
Biaya bahan baku yang melekat Biaya bahan baku yang dikeluarkan
(1) Biaya bahan +
pada produk dalam proses awal dalam periode sekarang
baku per unit =
Unit ekuivalensi biaya bahan baku
Biaya tgenaga kerja langsung yang Biaya tenaga kerja langsung yang
(2) Biaya tenaga kerja +
melekat pada peroduk dalam proses awal dikeluarkan dalam periode sekarang
langsung per unit =
Unit ekuivalensi tenaga kerja langsung
(3) Biaya overhead Biaya overhead pabrik yang melekat Biaya overhead pabrik variabel yang
pabrik variabel per = pada peroduk dalam proses awal dikeluarkan dalam periode sekarang
unit Unit ekuivalensi overhead pabrik variabel

Atas dasar data dalam Gambar 6.11 contoh 2 dan rumus perhitungan harga pokok per unit
dalam Gambar 6.12, dalam Gambar 6.13 dihitung biaya produksi variabel per satuan produk
yang dihasilkan oleh Departemen 1 dalam bulan Januari 20X1.
Gambar 6.13
Perhitungan Biaya Produksi Variabel per Satuan Departemen 1 bulan Januari 20X1
Atas dasar perhitungan biaya per satuan produk Departemen 1 dalam Gambar 6.13 tersebut,
dapat dihitung harga pokok produk selesai yang ditransfer oleh Departen 1 ke Departemen 2
dan harga pokok persediaan produk dalam proses di Departemen 3 pada akhir bulan Januari
20X1 seperti disajikan dalam Gambar 6.14.
Gambar 6.14
Perhitungan Harga Pokok Produk Selesai dan Persediaan Produk Dalam Proses Departemen

17
Metode Harga Pokok Rata-rata Tertimbang Departemen setelah Departemen
Rumus perhitungan biaya produksi variabel kumulatif per satuan produk yang dihasilkan oleh
departemen produksi setelah departemen produksi pertama disajikan dalam Gambar 6,16.
Atas dasar data dalam Gambar 6.11 contoh 2 tersebut di atas, biaya produksi variabel
kumulatif per satuan produk yang dihasilkan oleh Departemen 2 dihitung dalam Gambar
6.17.

18
Gambar 6.16
Rumus Perhitungan Biaya Produksi Variabel Per Satuan Produk yang Dihasilkan oleh
Departemen kedua dengan Menggunakan Metode Harga Pokok Rata-Rata Tertimbang
Harga pokok produk Per Satuan yang dibawa dari departemen sebelumnya

Harga produk dalam proses Harga pokok produk yang


(1) Harga pokok produk per unit awal yang berasal dari + ditransfer dari departemen
yang dibawa dari departemen departemen sebelumnya sebelumnya
=
sebelumnya Produk dalam proses awal Produk yang ditransfer
dari departemen sebelumnya

Harga pokok produk per unit yang ditambahkan dalam departemen setelah Departemen pertama

Biaya bahan baku yang Biaya bahan baku yang

= melekatpada produk dalam + dikeluarkan dalam periode


(2) Biaya bahan baku per unit proses awal sekarang

Unit ekuivalensi biaya bahan baku

Biaya tgenaga kerja langsung Biaya tenaga kerja

(3) Biaya tenaga kerja langsung yang melekat pada peroduk + langsung yang dikeluarkan
= dalam proses awal dalam periode sekarang
per unit
Unit ekuivalensi tenaga kerja langsung

Biaya overhead pabrik yang Biaya overhead pabrik

(4) Biaya overhead pabrik = melekat pada peroduk dalam variabel yang dikeluarkan

variabel per unit proses awal dalam periode sekarang

Unit ekuivalensi overhead pabrik variabel

(5) Total biaya produksi variabel


= (1) + (2) + (3) + (4)
per satua

19
Akuntansi Variable Costing dengan Metode Harga Pokok Proses
Akuntansi biaya produksi dan biaya nonproduksi dalam metode variable costing dibagi
menjadi lahap berikut ini:
1. Pencatatan pemakaian bahan baku dan bahan penolong.
2. Pencatatan biaya tenaga kerja.
3. Pencacatan.biaya overhead pabrik sesungguhnya.
20
4. Pencatatan harga pokok produk jadi dq)artemm produksi pertaira yang ditransfer ke
departemen produksi berikutnya.
5. Pencatatan harga pokok produk dalam proses departemen produksi pertama pada akhir
periode.
6. Pencatatan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang.
7. Pencatatan harga pokok produk dalam proses dalam departemen setelah departemen
produksi pertama pada akhir periode.
8. Pencatatan penjualan produk.
9. Pencatatan biaya komersial
Pencatatan Pemakaian Bahan Baku dan Bahan Penolong
Pemakaian bahan baku selama bulan Januari tersebut jurnal sebagi berikut
BDP-Biaya Bahan Baku Dep.1 Rp. 20.200.000
Persediaan b ahan baku Rp20.200.000

Pencatatan Biaya Tenaga Kerja


Biaya tenaga kerja di departemen produksi dalam bidan Januari 20X1 dijurnal sebagai
bberikut
Barang Dalam Proses-Biaya kerja-Dept 1 Rp29.775.000
Barang Dalam Proses-Biaya Tenaga Kerja Dep. 2 37,068.000
Gaji & Upah Rp 66.843.000
Pencatatan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dalam bulan Januari 20X1 dicatat oleh PT
X dengan jurnal sebagai berikut:
Biaya Pabrik Sesungguhnya Dept 1 Rp59.315.000
Biaya overhead Pabrik Sesungguhnya Dept 2 77.340.000
Berbagai Rekenig yang Dikredit Rp l36.655.000
Pembagian biaya overhead pabrik menurut perilakunya dicatat dengan jurnal sebagai berikut
BDP-Biaya Overhead Pabrik Variabel-Dept 1 Rp37.315.000
Biaya Overhead Pabrik Tetap-Dept 1 22.000.000
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Dept 1 Rp59.315.G00
BDP -Biaya Overhead Pabrik Variabel-Dept 2 Rp 44.340.000
Biaya Pabrik Tetap-Dept 2 33.000.000
Biaya Pabrik Sesungguhnya Dept. 2 Rp 77.340.000

21
Pencatatan Hacga Pokok Produk Jadi Departemen Pertama yang Ditransfer ke Departemen
Berikutnya
Harga pokok produk jadi Departemen 1 yang ditransfer ke Departemen 2 dalam bulan Januari
20X1 dicatat sebagai berikut:
BDP Biaya Bahan Baku Dept. 2 Rp 77.000.000
BDP-Biaya Bahan Baku Dept 1 Rp l7.500.000
BDP-Biaya Tenaga Kerja Dept. 1 26.250.000
BDP - Biaya Overhead Pabrik Variabel Dept. 1 33.250.000

Pencatatan Harga Pokok Produk Dalam Proses Departemen Pertama pada Akhir Periode
Harga pokok persediaan produk dalam proses di Departemen 1 pada akhir bulan Januan.
20X1 dicatat sebagai berikut:
Persediaan Produk Dalam Proses-Dept. 1 Rp l 5.210.000
BDP -Biaya Bahan Baku Dept. 1 Rp. 4.500.000
BDP-Biaya Tenaga Kerja Dept.1 4.725.000
BDP-Biaya Pabrik Variabel Dept. 1 5.985.000

Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi yang Ditransfer ke Gudang


Harga pokok produk jadi yang ditransfer ke gudang dalam bulan Januari 20X1 dicatat
sebagai berikut:
Persediaan Produk jadi Rp l64.350.000
BDP -Biaya Bahan Baku Dept. 2 Rp 81.700.000
BDP-Biaya Tenaga Kerja Dept. 2 37.050.000
BDP -Biaya Overhead Pabrik Variabel Dept. 2 45.600.000

Pencatatan Harga Pokok Produk Dalam Proses di Departemen Setelah Pertama Pada
Akhir Periode
Harga pokok pensediaan produk dalam proses di Departemen 2 pada akhir bulan Januari
20X1 dicatat sebagai berikut:
Persediaan Produk Dalam Proses-Dept. 2 Rp l0.500.000
BDP-Biaya Bahan Baku Dept. 2 Rp 6.450.000
BDP-Biaya Tenaga Kerja Dept 2 1.170.000
BDP-Biaya Pabrik Variabel Dept 2 2.880.000

Pencatatan Penjualan Produk


Hasil penjualan produk selama bulan Januari 20X1 dicatat sebagai berikut:
Piutang Rp 240.000.000
Hasil Penjualan Rp 240.000.000

22
Harga pokok produk yang dijual dalam bulan januari 20X1 dicatat sebagai berikut:
Harga Pokok Penjualan Rp l29.750.000
Persediaan Produk Jadi Rp l29.750.000
Pencatatan Biaya Komersial
Biaya noiproduksiyangterjadidalambuIanJanuari2QXl dicatat dengan jnmai sfbagai tv>rilnii-
Biaya Pemasaran Rp 25.200.000
Biaya Administrasi dan Umum 19.000.000
Berbagai Rekening yang Dikredit R p44.200.000
Pemisahan biaya nonproduksi menurut perilakuaya dicatat dengan jurnal
Biaya Pemasaran Variabel Rp l0.200.000
Biaya Pemasaran Tetap 15.000.000
Biaya Adm. & Umum Variabel 7.000.000
Biaya Adm. & Umum Tetap 12.000.000
Biaya Pemasaran , Rp 25.200,000
Biaya Adm. & Umum 19.000.000
Jika jurnal-jurnal tersebut di atas diposting ke dalam rekening-rekening yang bersangkutan
dalam buku besar, maka aliran biaya dapat dilukiskan dalam Gambar 6.20 (angka dalam
ribuan).

23
24
25
RANGKUMAN
Biaya produksi dikumpulkan dengan salah satu dari dua metode pengumpulan biaya
produksi; metode pokok pesanan dan metode harga pokok proses. Dalam harga pokok
pesanan, harga pokok produk dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi sehingga biaya
overhead pabrik harus dibebankan kepada produk atas dasar tan: ditentukan di muka. Dalam
metode hai^ pokok proses, harga pokok produk ditentukan setiap akhir periode, sehingga
biaya overhead pabrik dapat dibebankan kepada produk berdasarkan biaya yang
sesungguhnya terjadi dalam periode akuntansi yang bersangkutan .
Variable. costing menggolonglcm biaya menurut perilakunya dalam hubunganya
dengan perubahan volume kegiatan. Biaya overhead pabrik yang diperhitungkan dalam harga
pokok produk hanya yang berperilaku variabel saja. Biaya overhead pabrtik yang berperilaku
tetap tidak diperlakukan sebagai elemen harga pokok produk, diperhitungkan sebagai biaya
periode. Oleh karena itu, variable costing dengan mete n; harga pokok pesanan,
membebankan biaya overhead pabrik variabel kepada pesanann dengan menggunakan tarif
yang ditentukan di muka. Biaya overhead pokok yanhg sesungguhnya terjadi pertama kali
dicatat dalam rekening biaya overhead pabrik sesungguhnya pada saat terjadinya, untuk
selanjutnya pada akhir periode akuntan dianalisis ke dalam biaya overhead pabrik tetap dan
biaya overhead pabrik variabel Analisis biaya pabrik menurut perilakuriya ini
dimaksudkan untuk amenentukann biaya overhead pabrik variabel yang lebih atau kurang
dibebankan kepada produk.
Variable costing dengan menggunakan metode harga pokok proses membebankan
biaya overhead pabrik variable sesungguhnya kepada produk. Biaya overhead pabrik yang
sesungguhnya terjadi pertama akan dicatat .dalam rekening biaya overhead pabrik
sesungguhnya pada saat terjadinya, untuk selanjutnya pada akhir periode akuntansi dianalisis
ke dalam biaya overhead pabrik tetap dan biaya overhead pabrik variabd. Analisis biaya
(overheadpabrik menurut perilakunya ini dimaksudkan untuk menentukan biaya overhead
pabrik variabel yang dibebankan kepada produk.
Karena variable costing menggolongkan biaya menurut perilakunya dalam
hubungannya dengan perubahan volume kegjatan, biaya pemasaran dan biaya administrasi &
umum juga perlu dipisahkan menurut perilakunya. Biaya pemasaran dan biaya administrasi &
umum yang sesungguhnya terjadi pertama kali dicatat ke dalam rekening kontrol biaya
pemasaran atau biaya administrasi dan umum. Pada akhir bulan, biaya pemasaran dan biaya
administrasi & umum yang didebitkan ke dalam rekening biaya pemasaran atau biaya
administrasi & umum dianalisis untuk menentukan biaya yang berperilaku variabel dan biaya
yang berperilaku tetap. Teknik analisis yang digunakan dapat berupa analisis statistik analisis
(regresi atau analisis) yang lebih sederhana (misalnya metode titik tertinggi dan terendah).
Hasil analisis terhadap rekening biaya pemasaran dan biaya administrasi & umum tersebut
digimakan untuk mendebit rekening biaya pemasaran variabel, biaya pemasaran, biaya
administrasi & umum variabel, dan biaya administrasi & umum tetap.

26
SOAL LATIHAN

1. PT X mengguriakan metode harga pokok pesanan dalam pengumpulan biaya


produksinya. Metode penentuan harga pokok produksi yang digiinalran metode variable
costing. Biaya overhead pabrik vambei dibebankan kepada produk atas dasar jam tenaga
kerja langsung. Tarif biaya overhead dihitung pack awal tahun ^X1 berdasarkan data
berikut ink
Biaya overhead pabrik tetap Biaya variabel
Total biaya overhead yang dianggarkan
Taksiran jam tenaga kerja langsung
Pesanan #101 telah selesai dikerjakan dalam bulan inL Biaya produksi yang dikeluarkan
untuk pesanan #101 adalah sebagai berikut:
Biaya bahan baku Rp68.000, Biaya tenaga kerja langsung 4.000 jam dengan tarif upah
Rp 5.000 per jam. Jumlah jam mesin untuk mengerjakan pesanan tersebut adalah 7 jam.
Pesanan #101 mempakan pesanan dari PT Y untuk 56 unit produk K.
Diminta:
a. Buatlah kartu harga pokok untuk pesanan # 101!
b. Hitunglah harga pokok per unit produk K1
c. Buadah jurnal untii mencatat transaksi yang bersangkutan dengan produksi produk K!
d. Misalkan dalam tahun 20X1 jam tenaga kerja langsung sestmggubnya adalah
20.000.000 jam, dengan biaya overhead pabrik sesungguhnya Rpl42.000.000. Buatlah
jurnal untuk mencatat transaksi yang bersangkutan dengan biaya
e. Untuk keperiuan pelaporan keuangan kepada pihak luar, berapakah total baiga pokok
produksi dan harga pokok produksi per unit pesanan #101?

2. PT Z menghasilkan produk Q secara produksi massa melalui dua departemen produksi:


Departemen 1 dan Departemen 2. Perusahaan menggunakan metode harga proses dalam
pengumpulan biaya produksinya, dan menggunakan metode harga pokok rata-rata
tertimlDang dalam penentuan harga pokok produksinya. Data produksi dan biaya
Departemen 1 dalam Januari 20X1 adalah sebagai berikut:
Data Produksi:
Persediaan awal produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian
100% biaya bahan baku; 40% untuk biaya konversi variabel 20 unit
27
Dimasukkan dalam proses 90
Ditrans fer ke Departemen 2 80
Persediaan akhir produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian
100% biaya bahan baku; 70% untuk biaya konversi variabel 30

Data Biaya:
Harga pokok persediaan produk dalam proses awak
Biaya bahan baku Rp l.000.000
Biaya tenaga kerja langsung 100.000
Biaya overhead pabrik variabel 60.000
Biaya produksi yang dikeluarkan dalam bulan Januari 20X1:
Biaya bahan baku 4.500.000
Biaya tenaga kerja langsung 1.870.00
Biaya overhead pabrik variabel 1.000.00
Biaya overhead pabrik tetap 750.000
Diminta: •
a. Hitunglah unit ekuivalensi biya bahan baku dan biaya komreisi variabel Departemen 1
bulan Januari 20X1!
b. Hitunglah biaya produksi per unit Departemen 1 bulan Januari 20X11
c. Buadah laporan biaya produksi Departemen 1 bulan Januari 20X11
d. Buadah jurnal lintuk mencatet transaksi biaya ptodulsi Departemen 1 bulan Januari
20X1!

SOAL PILIHAN GANDA


PETUNJUK
Pilihlah satu jawaban yang benar di antara 4 alternatif jawaban yang tersedia! lingkarilah
huruf di muka alternatif jawaban yang Saudara anggap benar tersebut!

1. Dalam variable costing dengan menggunakan metode harga pokok pesanan, biaya
overhead pabrik yang dibebankan kepada pesanan dicatat dengan jumah
A. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik xx
Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya xx
B. Barang Dalam Proses-Biaya Pabrik xx

28
Biaya Pabrik Variabel yang Dibebankan xx
C. Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya xx
Biaya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya xx
Biaya Pabrik Sesungguhnya xx
D. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya xx
Berbagai Rekening yang Dikredit xx

2. Dalam variable costing dengan menggunakan metode harga pokok pesanan, biaya
overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dicatat dengan jurnal;
A. Barang dalam roses-Biaya overhead Pabrik
Biaya overhead Pabrik Variabel Ses\ingguhnya
B. Baiang Dalam Ptoses-Biaya overhead Pabrik
Biaya overhead Pabrik Variabel yang Dibebankan
C. Biaya overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya
Biaya Overhead Pabrik Tetap
Sesvingguhnya Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
D. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
Berbagai Rekening yang Dikredit

3. Dalam costing dengan menggunakan metode haiga pokok pesana menghitung


pembebanan lebih/ kurang biaya overhead pabrik, rekenii overhead pabrik variabel yang
dibebankan ditutup ke rekening:
A. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik
B. Biaya Pabrik Sesungguhnya
C. Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya
D. Biaya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya
4. Dalam variable costing dengan menggunakan metodeharga pokok pesana bahan penolong
yang berperilaku variabel dioLtat dengan mendebit rekening
A. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik
B. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
C. Biaya Pabrik Variabel Sesungguhnya

29
D. Biaya Bahan Penolong
5. Dalam variable costing dengan menggunakan metode haiga pokok pi pemisahan biaya
overhead pabrik sesungguhnya menurut perilakunya hubungannya dengan perubahan
volume kegiatan dicatat dengan jumak
A. Biaya Overheadl?2hok Variabel Sesungguhnya
Biaya Overhead' pabrik Sesungguhnya
Biaya Pabrik Sesungguhnya
B. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik
Biaya Pabrik Variabel yang Dibebankan
Biaya Overhead Pabrik Tetap yang Dibebankan
C. Barang Dalam Proses- Biaya Overhead Pabrik
Biaya Overhead Pabrik Tetap Sesungguhnya
Biaya Overhead Pabrik Varjii^ Sesungguhnya
D. Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya
Biaya Overhead variabel tetap Sesungguhnya
Berbagai Rekening yang Dikredit
6. Dalam variable costing deogan mettggunakan metode harga pokok ptoses, biaya overhead
pabrik ang sesungguhnya terjadi dalam suatu petiode akuntaasi dicatat sebagai jurnal
A. Barang Dalam Proses-Biaya Overhead Pabrik
Biaya OverheadVzbak Sesungguhnya
B. Bacang Dalam Proses-Biaya Overhead Pdjtik
Biaya Overhead Pabrik Variabel yang Dibebankan
C. Biaya Pabrik Variabel Sesungguhnya
Biaya Pabrik Tetap Sesungguhnya
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
D. Biaya Pabrik Sesungguhnya .
Berbagai Rekening yang Dikredit
7. Dalam variable costing dengan menggunakan metode harga pokok proses, biaya overhead
pabrik yang sesungguhnya dibebankan kepada produk yang diproduksi dalam periode
akuntansi tertenm dicatat dengan jumak
A. Barang Dalam Proses-Biaya Pabrik
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya

30
B. Barang Dalam Proses-BiayaOverhead Pabrik
Biaya Overhead Pabrik Variabel yang Dibebankan
C. Biaya Overhead Pabrik Variabel Sesungguhnya
Biaya Pabrik Tetap Sesungguhnya
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
D. Biaya Overhead Pabrik Sesvingguhnya
E. Berbagai Rekening yang Dikredit
8. Dalam metode harga pokok pesanan, jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang
ditransfer ke gudang dibuat atas dasar data yang dicatat dalam:
A. Kartu persediaan.
B. Kartu harga pokok.
C. Laporan biaya produksi
D. Rekening Barang Dalam Proses
9. Dalacn metode harga pokok proses, jurnal untuk mencatat harga pokok produk jadi yang
ditransfer ke gudang dibuat atas dasar data yang dicatat dalam:
A. Kartu persediaan
B. Kartu harga pokok.
C. Laporan biaya produksi * .
D. rekenongBarang Dalam Prnses
10. Dalam variable costing dengan menggunakan metode harga pokok proses, biaya bahan
baku per unit produk yang diproduksi dalam suatu periode abmtansi, yang didasarkan
pada metode harga pokok rata-rata tertimbang, dihitung dengan rumus berikut ini;
A. Jumlah biaya bahan baku yang melekat pada produk dalam proses awal dan biaya
bahan baku yang dikeluarkan dalam periode akuntansi tersebut dibagi dengan unit
ekuivalensi biaya bahan baku.
B. Jumlah biaya balian baku yang melekat pada produk dalam proses awal dibagi dengan
tinit ekuivalensi biaya bahan baku.
C. Biaya bahan baku yang dikeluarkan dalam periode akuntansi tersebut dibagi dengan
unit ekuivalensi biaya bahan baku
D. Biaya produksi yang dikeluarkan dalam periode akuntansi tersebut dibagi dengan unit
ekuivalensi

31