Anda di halaman 1dari 8

LK – 6 RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Identitas
Sekolah : SMK PGRI I GRESIK
Mata Pelajaran (Tema/Subtema) : Kimia / Titrasi Asam Basa
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Larutan Asam Basa
Alokasi Waktu : 1 x 45 menit

B. Kompetensi Inti (KI)


KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

C. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.6 Menganalisis sifat larutan 3.6.1 Menganalisis jenis-jenis larutan berdasarkan
berdasarkan konsep asam basa teori asam basa berdasarkan konsep
dan pH larutan (asam kuat dan Arrhenius, Bronsted Lowry dan Lewis.
asam lemah, basa kuat dan basa 3.6.2 Mendeteksi jenis indicator yang tepat untuk
lemah) dalam kehidupan sehari digunakan dalam menganalisis larutan asam
hari basa (indikator alam dan indikator kimia)
4.6 Membandingkan sifat sifat larutan 3.6.4 Menganalisis data hasil titrasi asam basa
melalui praktikum berdasarkan 4.6.1 Merancang dan mempresentasikan rancangan
konsep asam basa dan pH larutan percobaan analisis larutan asam/basa
(asam kuat dan asam lemah, basa dengan teknik titrasi
kuat dan basa lemah) dalam 4.6.2 Mempresentasikan hasil percobaan titrasi
kehidupan sehari hari asam basa

D. Tujuan Pembelajaran
1. Aspek Pengetahuan
3.6.1 Diberikan data senyawa asam basa, siswa dapat menganalisis jenis-jenis larutan berdasarkan
teori Arrhenius, Bronsted Lowry, dan Lewis dengan benar
3.6.2 Diberikan data jenis-jenis larutan asam-basa yang akan dianalisis, siswa dapat mendeteksi
jenis indikator yang tepat untuk digunakan dalam menganalisis larutan asam basa dengan
benar
2. Aspek Keterampilan
4.6.1 Diberikan alat dan bahan, siswa dapat merancang dan mempresentasikan rancangan
percobaan titrasi asam basa
4.6.2 Diberikan PPT, siswa dapat mempresentasikan hasil percobaan titrasi asam basa

E. Materi Pembelajaran
Sains : Teknologi :
1) Faktual :
- Analisis jenis-jenis larutan berdasarkan sifat 1. Alat yang digunakan untuk
keasamaan dan kebasaannya beserta kegunaannya menunjang percobaan titrasi
dalam kehidupan sehari-hari asam basa yakni buret, labu
Contoh: erlenmeyer, statif, klemp
- Video tentang cara kerja o 2. Alat yang digunakan untuk
- bat maag cair mengandung ion OH- (bersifat basa) memvisualisasikan materi titrasi
dapat digunakan untuk menetralkan asam lambung. asam basa yakni laptop, internet
2) Konseptual :
- Titrasi asam basa (penetralan) adalah analisis
kuantitatif untuk menentukan konsentrasi suatu
larutan asam / basa secara tepat
- Indikator yang digunakan untuk titrasi asam basa harus
disesuaikan dengan sifat larutan yang dititrasi (asam
kuat/asam lemah – basa kuat/basa lemah)
3) Prosedural :
Prosedur percobaan titrasi penetralan (Asam-basa)
4) Metakognitif :
Membuat rancangan praktikum titrasi asam basa
sesuai dengan kebutuhan
Enjiniiring : Matematika :
1. Merancang prosedur percobaan titrasi asam basa 1. Menghitung konsentrasi asam /
2. Merancang alat dan bahan percobaan titrasi asam basa hasil titrasi
basa 2. Menghitung pH larutan asam
3. Menguji coba, menganalisis dan membuat 3. Menghitung pH larutan basa
kesimpulan tentang percobaan titrasi asam basa

F. Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran
Pendekatan : STEM
Model : Project Based Learning-STEM (PjBL-STEM)
Metode : Diskusi, percobaan

G. Media/Alat dan Bahan Pembelajaran


Media : power point, computer, LCD proyektor
Alat : Statif, klemp, buret, labu erlenmeyer, pipet, gelas kimia
Bahan : Larutan asam, larutan basa, indikator
H. Sumber Belajar
Modul Kimia kelas X SMK
Modul Praktikum Kimia Kelas X SMK

I. Langkah-Langkah Pembelajaran
Estimasi
No Tahap Kegiatan Karakter
Waktu
1 Pendahuluan - Guru memberi salam Religius, 10 menit
- Guru mengabsen kehadiran siswa dan mandiri,
menanyakan kesiapan belajar siswa integritas,
- Guru menyampaikan tujuan belajar Nasionalis
2 Inti 1. Reflection (Refleksi) Mandiri, 70 menit
- Siswa melaksanakan pretes tentang analisis gotong-
kuantitatif dengan teknik titrasi asam basa royong,
- Guru merefleksi hasil kompetensi (KD)
sebelumnya tentang Hukum dasar kimia Integritas,
- Guru menjelaskan kaitan titrasi asam basa dengan
sifat keasaman / kebasaan suatu larutan (materi
sebelumnya) dan Perhitungan / analisis hasil titrasi
asam basa (materi yang akan datang)
- Siswa diminta tugas baca mencari informasi
tentang titrasi asam basa melalui berbagai sumber
(buku, internet, atau modul)
- siswa dibagi dalam kelompok kecil, masing-masing
terdiri atas 4 orang
2. Research (Penelitian)
- Peserta didik menyimak video fenomena
menetralkan asam lambung dengan obat maag
serta menjawab pertanyaan mendasar yang
berkaitan tentang bagaimana cara menetralkan
asam lambung
- Guru menilai keterampilan peserta didik
mengamati peserta didik mendiskusikan rumusan
masalah, hipotesis, dan variabel berdasarkan
fenomena yang telah disajikan
- Peserta didik dalam kelompok diminta untuk
melakukan percobaan titrasi asam basa
3. Discovery (Penemuan)
- Siswa merancang percobaan titrasi secara
berkelompok sesuai kebutuhan kelompoknya
- Siswa melakukan percobaan titrasi asam basa
secara berkelompok
- Perwakilan kelompok mencatat hasil percobaan
titrasi
- Guru menilai sikap peserta didik dalam kerja
kelompok dan membimbing/menilai menilai
keterampilan mencoba, menggunakan alat, dan
mengolah data, serta menilai kemampuan peserta
didik menerapkan konsep dan prinsip dalam
pemecahan masalah
- Guru mengasosiasi peserta didik menyimpulkan
hasil titrasi asam basa
4. Application (Aplikasi)
- Masing-masing kelompok berdiskusi hasil
percobaan titrasi asam basa kemudian
menyimpulkan tentang hasil analisis dengan
teknik titrasi asam basa
- Guru membimbing/menilai kemampuan peserta
didik mengolah data dan merumuskan kesimpulan
5. Communication (Komunikasi)
- Perwakilan dari dua kelompok menyampaikan
hasil analisis dan kesimpulan diskusi
- Kelompok mendiskusikan pemecahan masalah.
- Kelompok yang lain menanggapinya
- Guru menilai kemampuan peserta didik
berkomunikasi lisan
3 Penutup - Guru memberi umpan balik pembelajaran yang Religius, 10 menit
telah dilakukan Nasionalis,
- Ketua kelas menyiapkan kelas untuk berdoa Mandiri,
sebelum mengakhiri pembelajaran Integritas,
- Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberi
salam

J. Penilaian
No. Teknik Rubrik
Aspek Bentuk Penilaian Instrumen Penilaian
Penilaian Penilaian
1 Pengetahuan Tes Tertulis - Pilihan Ganda Lembar Soal Tes Tulis Terlampir
- Uraian
2. Keterampilan Observasi Checklist Lembar Observasi Terlampir
Keterampilan

Mengetahui Gresik, 18 Juli 2018


Kepala SMK PGRI Gresik Guru Mata Diklat

Drs. ARIEF SUSANTO, M.Pd Rahadian Grace Amelia., S.Pd.


K. LAMPIRAN
LAMPIRAN 1: Bahan Ajar

Teori Asam Basa Menurut Arrhenius


Teori asam-basa Arrhenius menyatakan bahwa senyawa HCl bersifat asam karena dalam larutannya
menghasilkan ion H+, sedangkan NaOH bersifat basa karena dalam larutannya melepaskan ion OH-.
Teori asam-basa Arrhenius ini berlaku jika dalam keadaan berikut.
1. Senyawa yang terlibat dalam reaksi harus dalam bentuk larutan.
2. Suatu senyawa dikatakan bersifat asam jika dalam larutannya menghasilkan ion H+, sedangkan
suatu senyawa dikatakan bersifat basa jika dalam larutannya melepaskan ion OH–.
Teori Asam Basa Menurut Bronsted – Lowry
Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah spesi yang memberi proton, sedangkan basa adalah spesi yang
menerima proton pada suatu reaksi pemindahan proton.

Indikator Asam – Basa


Indikator asam basa adalah adalah bahan yang dapat digunakan unutk mendeteksi perubahan pH dari suatu
larutan asam atau basa. Indikator bekerja berdasarkan perubahan warna indikator pada rentang pH tertentu.
Anda tentu mengenal kertas lakmus, yaitu salah satu indikator asam basa. Lakmus merah berubah warna
menjadi biru jika dicelupkan ke dalam larutan basa. Lakmus biru berubah menjadi merah jika dicelupkan ke
dalam larutan asam.
Terdapat beberapa indikator yang memiliki trayek perubahan warna cukup akurat akibat pH larutan berubah,
seperti indikator metil jingga, metil merah, fenolftalein, alizarin kuning, dan brom timol biru. Berikut ini tabel
jenis indikator, trayek pH dan perubahan warna indikator:
Titrasi Asam Basa
Dalam melakukan titrasi, larutan yang dititrasi, disebut titrat dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer
(biasanya larutan asam), sedangkan larutan pentitrasi, disebut titran (biasanya larutan basa) dimasukkan ke
dalam buret. Titran dituangkan dari buret tetes demi tetes ke dalam larutan titrat sampai titik stoikiometri
tercapai.
Untuk menganalisis konsentrasi larutan asam / basa, berikut ini merupakan kegiatan percobaan yang dapat
dilakukan:
Rangkaian alat titrasi dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Titrasi asam basa pada dasarnya adalah reaksi penetralan asam oleh basa atau
sebaliknya. Persamaan ion bersihnya:
+
H (aq) + OH (aq) --> H2O(l)

Ketika campuran berubah warna, itu menunjukkan ion H+ dalam larutan HCl telah
dinetralkan seluruhnya oleh ion OH– dari NaOH.
Jika larutan NaOH ditambahkan terus, dalam campuran akan kelebihan ion OH–
(ditunjukkan oleh warna larutan merah jambu).
2. LAMPIRAN 2: Lembar Soal Tes Tulis Berbasis STEM
(Sains : Kimia, Enjiniiring: Kimia Analisis, Matematika: Operasi Bilangan real)

1. Sebanyak 0,5 gram cuplikan KOH dilarutkan dalam aquades dan memerlukan 25 mL H2SO4 0,1M untuk
menetralkannya. Berapakah kadar KOH dalam cuplikan tersebut?
a. 36%
b. 42%
c. 48%
d. 52%
e. 56%

2. Seorang analis menstandarisasi larutan Natrium Hidroksida (NaOH) 0,1 N dengan larutan asam oksalat
(H2C2O4) dengan teknik titrasi. Pada labu erlenmeyer diisi dengan larutan H2C2O4 0,1 N sebanyak 25 mL lalu
ditetesi indikator PP sebanyak 3 tetes, sedangkan pada buret diisi dengan larutan NaOH. Titrasi tersebut
diulang 3 kali (Triplo). Setelah titrasi didapatkan hasil sebagai berikut:

Volume NaOH Volume NaOH


sebelum Titrasi (mL) setelah Titrasi (mL)
0 24,9
24,9 49,9
49,9 74,8
Berdasarkan data hasil titrasi di atas, tentukan:
a. volume NaOH rata-rata
b. Konsentrasi larutan NaOH hasil standarisasi