Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM

IMUNOSEROLOGI

HIV ICT

Sofi Hafidzah
P3.73.34.2.16.036

Dosen Pembimbing :

Retno Martini, S.Si, M.Biomed


Ns. Rizana F. , S.kep, Msi.Med

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA 3


D-IV ANALIS KESEHATAN
2018
I. JUDUL
Uji HIV ICT
II. WAKTU PELAKSANAAN

Hari, tanggal : Selasa,


Tempat pelaksanaan :Laboratorium Imunoserology Lt.3 Gedung Analis
Kesehatan Poltekkes Jakarta 3
Pukul : 13.00 – 16.20

III. TUJUAN
Untuk mendeteksi antibodi Human Immunodefiency Virus (HIV) Tipe 1 atau 2 pada
serum atau plasma secara Kualitatif

IV. METODE
Metode yang digunakan dalam pemeriksaan HIV adalah metode Rapid Test.

V. PRINSIP KERJA
Rekombinan HIV-1/2 antigen (gp41, p24 and gp36) – koloid gold terkonjugasi dan
spesimen sampel berpindah sepanjang membran secara kromatografi menuju daerah
uji dan membentuk sebuah garis yang terihat sebagai bentuk kompleks partikel gold
antigen-antibody-antigen dengan sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi. Perangkat test
ini memiliki petunjuk 1, 2, dan C sebagai garis uji 1 (HIV-1). Garis uji 2 (HIV-2) dan
garis kontrol pada permukaan perangkat. Baik garis uji dan garis kontrol pada penunjuk
hasil tidak terlihat sebelum digunakan untuk sampel. Garis kontrol digunakan untuk
kontrol prosedur. Garis kontrol harus selalu muncul jika prosedur pemeriksaan
ditunjukan secara benar dan reagen pemeriksaan pada garis kontrol bekerja.

VI. PENDAHULUAN
HIV (Human Immunodeviciency Virus) adalah suatu virus yang menyebabkan
penyakit AIDS. HIV adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat
merusak daya kekebalan tubuh manusia. Virionnya dikelilingi oleh kantong lipid
yang berasal dari membran sel inang. Beberapa lycoprotein virus berada di dalam
selubung tersebut. Setiap virus mengandung dua salinan genom positif RNA.Virus ini
menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga
tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.

Virus ini menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes,
serta sel T-Helper, makrofag, sel dendritik. Penyaluran virus HIV bisa melalui
saluran reproduksi, darah, cairan vagina, dan ASI. Dulu disebut virus limfotrofik sel-
T manusia tipe III (HTLV-III) atau virus limfadenopati (LAV), adalah suatu
retrovirus manusia sitopatik dari famili lentivirus. Retrovirus mengubah asam
ribonukleatnya (RNA) menjadi asam deoksiribonukleat (DNA) setelah masuk ke
dalam sel pejamu. HIV-1 dan HIV-2 adalah lentivirus sitopatik, dengan HIV-1
menjadi penyebab utama AIDS di seluruh dunia.
Deteksi antibodi HIV pada serum atau plasma adalah cara yang paling efisien dan
cara umum untuk menentukan apakah seseorang telah terpapar HIV dan untuk
menyaring darah terhadap HIV

VII. ALAT DAN BAHAN

VIII. LANGKAH KERJA

1. Buka bungkus kit lihat sebagai berikut

2. Buka bungkus foil dan lihat sebagai berikut

3. PERTAMA, bacalah dengan saksama instruksi tentang cara menggunakan kit tes
BIOLINE HIV-1/2 3.0.
4. Selanjutnya lihat tanggal kadaluwarsa di belakang kantong foil. Gunakan kit lain,
jika tanggal kedaluwarsa telah berlalu.
5. Tambahkan 10μl plasma atau serum (20μl darah) ke dalam sumur sampel dengan
menggunakan micropipette
6. Tambahkan 4 tetes diluent uji ke dalam sampel well.
7. Spesimen darah (dengan lancet)
Bersihkan daerah yang akan ditusuk dengan alkohol.
Tusuk dengan lancet steril yang disediakan
Ambil pipet 20μl yang disediakan, buang ujung terbuka setetes darah kemudian
lepaskan tekanan untuk menarik darah ke pipet kapiler ke garis hitam.

IX. INTERPRETASI HASIL

POSITIF
Terbentuk dua atau tiga garis warna. Dan muncul dua atau tiga garis, satu pada zona
garis 1 atau 2 (atau 1 dan 2) dan garis yang lain dari kontrol mengindikasikan hasil
positif. Ini berarti serum, plasma, dan darah memiliki 1 atau 2 antibodi. Garis warna
pada zona garis 1 menunjukkan adanya infeksi HIV-1 dan garis warna pada zona garis
2 menujukkan adanya infeksi HIV-2.
Catatan :
Hasil tes positif jika garis tes muncul lebih terang atau lebih gelap dibadingkan garis
kontrol.

Negatif
Terbentuk satu garis warna. Satu garis yang terbentuk di zona garis kontrol yang
ditemukan di 1 atau 2 zona garis. Itu berarti serum, plasma dan darah tidak terdapat
antibody terhadap HIV apapun.
Tidak valid
Jika tidak terdapat garis warna di zona garis kontrol, hasil tes tidak sah/ tidak valid.
Ulangi tes dengan perangkat atau strip yang baru.

X. HASIL PENGAMATAN

Menggunakan Kit SD HIV-½ 3.0

Menggunakan Kit ADVANCED QUALITY

Menggunakan Kit ACON

XI. SIMPULAN

Hasil pemeriksaan menunjukkan sampel positif HIV tipe 1

XII. PEMBAHASAN
Reagen sudah kadaluarsa sehingga garis merah tidak terlihat jelas