Anda di halaman 1dari 17

PERILAKU KONSUMEN

Disusun oleh:

Gusti Aditya 1452378


Dedi Darmawan 1652132
Andi Triwahyudi 1652254
Charles Sugenggeneo 1652289
Rama Ciwinar 1652292

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah
agar menjadi lebih baik lagi.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna disebabkan karena terbatasnya
kemampuan pengetahuan baik teori maupun praktek. Dengan demikian kelompok ini
mengahrapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca guna memperbaiki dan
menyempurnakan penulisan makalah ini. Kiranya yang Maha Kuasa tetap menyertai kita
sekalian, dengan harapan pula agar karya ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkannya

Bandung, 20 November 2018


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada era globalisasi seperti sekarang ini serta seiring perkembangan zaman dan
perkembangan teknologi yan gsemakin pesat sangat mempengaruhi minat para konsumen
untuk membeli prodak yang beredar di pasaran oleh karena itu para produsen saling
berlomba untuk meningkatkan mutu dan daya jual prodak mereka masing – masing. Sikap
para konsumen serta motivasi para konsmen untuk membeli sangat di perhatikan sekali
oleh para produsen.
Ada beberapa macam pengertian sikap yang di sampaikan oleh para ahli. Kesumuanya
mempunyai kesamaan yang Intinya sikap adalah perasaan dari konsumen dari suatu objek
setelah dia mengevaluasi objek tersebut. Sikap memiliki beberapa fungsi, yaitu fungsi
penyesuaian, ego defensive, ekspresi nilai, dan pengetahuan.
Serta untuk pengertian motivasi, motivasi adalah dorongan dalam diri individu yang
memaksa mereka untuk bertindak, yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tidak
terpenuhi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan. Kebutuhan sendiri
muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan antara yang seharusnya dirasakan
dan yang sesungguhnya dirasakan.
Perilaku pada dasarnya berorientasi pada tujuan. Dengan kata lain, perilaku kita pada
umumnya dimotivasi oleh suatu keinginan untuk mencapai tujuan tertentu.Konsumen
adalah individu yang mengkonsumsi barang dan jasa. Dalam melakukan kegiatan
konsumsi konsumen berperilaku macam-macam. Namun, pada intinya konsumen ingin
memaksimalkan kepuasan dengan sejumlah pendapatan yang dimilikinya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa saja kebutuhan dasar kebanyakan orang yang memotivasi perilaku konsumen?
2. Bagaimana pengaruh kebutuhan tersebut terhadap perilaku konsumen?
3. Mengapa dan bagaimana motif dasar manusia yang dinyatakan dengan berbagai
macam cara?
4. Bagaimana kaitan antara kepribadian dan konsep diri dengan berbagai aspek perilaku
konsumen?
5. Apa yang dimaksud dengan kepribadian merek, citra merek, dan konsep diri yang
berhubungan yang mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen?
6. Bagaimana pengaruh proses kepemimpinan dalam berpendapat?

1.3 Tujuan Makalah:


1. Mengetahui kebutuhan dasar kebanyakan orang yang memotivasi perilaku
konsumen
2. Mengetahui pengaruh kebutuhan tersebut terhadap perilaku konsumen
3. Mengetahui motif dasar manusia yang dinyatakan dengan berbagai macam cara
4. Mengerti kaitan antara kepribadian dan konsep diri dengan berbagai aspek perilaku
konsumen
5. Mengetahui kepribadian merek, citra merek, dan konsep diri yang berhubungan
yang mempengaruhi sikap dan perilaku konsumen
6. Mengetahui pengaruh proses kepemimpinan dalam berpendapat
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Ringkasan BAB 4
Pengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk.
Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek, terminology produk, atribut atau fitur
produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk. Pengetahuan membagi 3 jenis
pengetahuan produk yaitu :

1. Produk sebagai kumpulan atribut (atribut fisik: deskripsi ciri fisik produk; atribut
abstrak : deskripsi karakteristik subjektif produk).
2. Produk sebagai kumpulan keuntungan
 Manfaat fungsional : manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis. Contoh :
minum teh sosro akan menghilangkan rasa haus.
 Manfaat psikososial : aspek psikologis (perasaan, emosi dan mood) dan aspek sosial
(persepsi konsumen terhadap bagaimana pandangan orang lain terhadap dirinya)
yang dirasakan konsumen setelah mengonsumsi suatu produk.
3. Produk sebagai pemuas nilai
 Konsumen merasakan bukan hanya manfaat positif saja tetapi merasakan juga
manfaat negatif adapun contoh sebagai berikut :
 Konsumen tidak merokok untuk memperoleh manfaat positif yaitu kesehatan
jasmani yang lebih baik sedangkan konsumen yang merokok kesehatan jasmani
kurang baik.

2.1.1 Tingkat Pengetahuan Produk


Konsumen memiliki tingkat pengetahuan produk yang berbeda untuk menafsirkan
informasi baru dan membuat keputusan pembelian.

)
Konsumen dapat memiliki tiga jenis pengetahuan produk yaitu :
 Pengetahuan tentang ciri/ karakter produk/atribut produk
 Pengetahuan tentang konsekuensi/manfaat produk
 Pengetahuan tentang nilai yang akan dipuaskan atau dicapai oleh produk.

2.1.2 Rantai Pengetahuan Produk


Rantai Arti-Akhir Pengetahuan Produk Konsumen dapat mengkombinasikan ketiga
jenis pengetahuan produk untuk membentuk suatu jaringan asosiatif sederhana yang
disebut rantai arti-akhir. Rantai arti-akhir (means-end-chain) adalah suatu struktur
pengetahuan yang menghubungkan pengetahuan konsumen tentang ciri produk dengan
pengetahuan konsekuensi dan nilai. Kita dapat menciptakan suatu arti-akhir yang lebih
rinci dengan membagi tingkatan ciri, konsekuensi dan nilai ke dalam dua kategori.

2.1.3 Rantai Alat-Tujuan Pengetahuan Produk (Rantai Atribut-Tujuan)


 Indentifikasi Rantai Alat-Tujuan Konsumen
Pengukuran rantai alat-tujuan dicapai paling baik dengan wawancara persona dan
satu orang persatu wawancara, saat peneliti menggali untuk memahami arti
konsumen pada suatu atribut dan konsekeunsi. Proses tersebut melibatkan dua
langkah utama. Pertama, peneliti harus mengidentifikasi atau mendapatkanatribut
produk paling penting bagi setiap konsumen ketika dia membuat keputusan
pembelian. Kedua, proses wawancara yang disebut tangga yang dirancang untuk
mengungkapkan cara konsumen mengasosiasikan berbagai atribut produk dengan
berbgai konsekuensi dan nilai lebih abstrak.
 Implikasi Pemasaran
Penggalian Pemahaman Konsumen Lebih Mendalam
Pendekatan alat-tujuan atau tangga memungkinan manajer untuk “menggali” di
bawah permukaan pengetahuan mengenai atribut dan konsekuensi fungsional
hingga berbagai arti dan kepercayaan lebih mendalam mengenai konsekuensi
psikososial dan pemuasan nilai-nilai. Keterlibatan merujuk pada presepsi konsumen
mengenai pentingnya dan relevansi probadinya sebuah objek, peristiwa, atau
aktivitas. Konsumen terlibat dengan produk dan memiliki hubungan personal
dengan produk, jika dia memersepsikan bahwa sebuah produk memiliki
konsekuensi relevan secara personal.
 Fokus Keterlibatan
Sangat penting bagi pemasar untuk mengidentifikasi secara lebih jelas dan fokus
terhadap keterlibatan konsumen. Pemasar harus mengetahui secara lebih tepat
mengenai hal yang relevan yang dianggap konsumen: produk atau merek, objek,
perilaku, peristiwa, situasi, lingkungan, dan beberapa hal secara bersamaan

2.1.4 Produk Sebagai Pemuas Nilai


Nilai merupakan tujuan secara luas yang melibatkan afeksi emosional yang terdiri
dari:
- Nilai-nilai instrumental, yaitu cara berperilaku yang lebih disukai (Cara
mencapai Tujuan Pribadi)
- Nilai –nilai terminal yaitu keadaan diri yang lebih disukai (tujuan Pribadi)

2.2 Ringkasan BAB 5 (Karakteristik Kepribadian Konsumen)


Kepribadian Karakteristik adalah psikologis batin yang menentukan dan
mencerminkan bagaimana seseorang merespons lingkungannya. Sifat Kepribadian
Personal mencerminkan perbedaan individual kepribadian yang konsisten dan dapat
berubah Teori Kepribadian Freudian adalah teori kebutuhan bawah sadar. Neo Freudian
adalah teori kepribadian sosial hubungan dasar untuk pembentukan dan pengembangan
personal sebagai satu set sifat psikologis. Teori Freudian Psychoanalytic adalah sebuah
teori motivasi dan kepribadian yang mendalilkan kebutuhan dan dorongan bawah sadar,
terutama dorongan seksual dan biologis lainnya, adalah dasar dari motivasi dan kepribadian
manusia. Teori Neo-Freudian Personality adalah sebuah sekolah psikologi yang
menekankan peran mendasar dari hubungan sosial dalam pembentukan dan pengembangan
kepribadian.
Trait Teori adalah kepribadian yang berfokus pada pengukuran karakteristik psikologis
tertentu. Teori Freudian Id Superego adalah kebutuhan primitif atau instingtual yang
dimana individu mencari kepuasan langsung. Superego Individual adalah ekspresi internal
dari kode etik moral dan etika masyarakat. Peneliti konsumen yang menggunakan teori
kepribadian Freud melihat pembelian konsumen sebagai refleksi dan perluasan dari
kepribadian konsumen sendiri.
Karen Horney mendefinisikan 3 tipe kepribadian :
- Personalitas Compliant adalah orang yang patuh adalah orang yang bergerak ke arah
orang lain contohnya orang yang ingin dicintai, diinginkan, dan dihargai oleh orang
lain
- Kepribadian Agresif adalah orang yang agresif adalah orang yang bergerak melawan
orang lain (misalnya, bersaing dengan orang lain).
- Kepribadian Terpisah adalah orang yang terpisah adalah orang yang menjauh dari
orang lain (misalnya, yang menginginkan kemerdekaan, kemandirian, dan kebebasan
dari kewajiban).

Faktor faktor yang cukup menarik konsumen di pasaran :


- Faktor Kepentingan Konsumen
- Faktor Kepribadian Kognitif
- Materialisme Material
- Perilaku Konsumsi Terpaku
- Konsumsi Kompulsif Etnosentrisme Konsumen

Dogmatisme Karakter adalah kepribadian yang mencerminkan tingkat kekakuan yang


ditunjukkan seseorang terhadap informasi yang tidak dikenal dan bertentangan dengan
keyakinannya sendiri. Konsumen yang memiliki tingkat dogmatisme karakter yang rendah
(berpikiran terbuka) lebih cenderung memilih produk-produk inovatif untuk didirikan atau
alternatif tradisional. Konsumen yang sangat dogmatis cenderung lebih mudah menerima
iklan untuk produk atau layanan baru yang mengandung daya tarik dari seorang tokoh yang
berwenang. Karakter Sosial yang diarahkan langsung tampaknya lebih menyukai iklan
yang menekankan fitur produk dan manfaat pribadi.

Optimum Stimulation Levels (OSL) adalah sebuah sifat kepribadian yang mengukur
tingkat atau jumlah kebaruan atau kompleksitas yang dicari individu dalam pengalaman
pribadi mereka. Konsumen OSL yang tinggi cenderung menerima produk berisiko dan
lebih mudah daripada konsumen OSL rendah. Variety-Novelty Seeking merupakan
karakter kepribadian yang mirip dengan OSL yang mengukur tingkat konsumen terhadap
pencarian beragam. Visualizers Konsumen lebih menyukai informasi visual dan produk
yang menekankan visual. Verbalizers Konsumen lebih menyukai informasi dan produk
lisan atau tertulis.

Need for Cognition (NC) Konsumen yang memiliki NC lebih tinggi memungkinkan
untuk merespons yang kaya informasi atau deskripsi terkait dengan produk. Konsumen
dengan NC lebih rendah cenderung tertarik pada aspek latar belakang atau periferal suatu
iklan. Dari materialisme konsumen ke konsumsi kompulsif dimana seseorang dianggap
"materialistis", perilaku konsumen tetap terpaku pada produk atau kategori produk tertentu.
Orang materialistis memperoleh dan memamerkan harta miliknya yang terutama berpusat
pada diri sendiri dan mementingkan diri sendiri. Konsumsi kompulsif adalah konsumen
memiliki kecanduan dalam beberapa hal dalam pembelian, sehingga saat membeli barang
cenderung di luar kendali. Extended Self Modification atau perubahan diri adalah
konsumen menggunakan produk atau layanan yang mengubah dirinya sendiri untuk
menyesuaikan diri dan mengambil penampilan dari tipe orang tertentu

2.3 Ringkasan BAB 6 (Interpretasi Penafsiran Persepsi)


Bagaiman dekatnya interpretaasi seseorang atau realitas, tergantung pada kejelasan
stimulus, pengalaman, masa lalu orang yang menerimanya, dan motif serta minatnya pada
saat memperoleh persepsi
2.3.1 Pengaruh yang membelokan
Individu terbuka terhadap berbagai pengaruh yang cenderung membelokan persepsi
mereka, beberapa diantaranya adalah:
A. Penampilan fisik = orang cenderung menghubungkan sifat – sifat orang tertentu
dengan orang lain yang mungkin mirip , baik yang mereka sadari kesamaannya
maupun tidak.
B. Stereotip = individu cenderung mempunyai gambaran dalam pikiran mereka
mengenai arti berbagai macam stimuli
C. Petunjuk yang tidak relevan = ketika diperlukan untuk membuat pertimbangan yang
sulit melalui persepsi , para konsumen seringkali memberikan respon terhadap
stimuli yang tidak relevan.
D. Kesan pertama = kesan pertama cenderung abadi namun dalam membentuk kesan
yang seperti itu penerima belum mengetahui stimuli mana yang relevan, penting ,
atau yang dapat diramalkan akan menjadi perilaku nantinya
E. Terlalu cepat mengambil kesimpulan = banyak orang cenderung terlalu cepat
mengambil kesimpulan sebelum meneliti semua keterangan / bukti yang
berhubungan
F. Efek halo = digunakan untuk menggambarkan situasi dimana evaluasi terhadap objek
atau orang yang seharusnya dinilai dari sudut multi dimensi, hanya didasarkan pada
evaluasi satu atau beberapa dimensi saja
2.3.2 Berbagai Citra Konsumen
-Konsumen mempunyai sejumlah persepsi atau cerita yang bertahan lama dan sangat
relevan untuk studi perilaku konsumen
-Produk dan merek mempunyai nilai simbolis bagi individu yang menilainya atas dasar
konsistensi dengan gambaran pribadi mereka mengenai diri sendiri
2.3.4 Pengaturan Ulang Posisi Produk
-Pengaturan posisi = citra yang dipunyai produk tertentu dalam pikiran konsumen ,
mungkin lebih penting bagi sukses akhir daripada karakteristik produk yang sebenarnya
-Para pemasar berusaha membedeakan produk mereka dengan menekankan atribut
yang mereka nyatakan dapat memenuhi kebutuhan konsumen lebih baik daripad
amerek pesaing
-Strategi merupakan = intisari bauran pemasaran , strategi ini melengkapi strategi
segmentasi perusahaan dan pemilihan pasar yang dibidik
-Tanpa memperhatikan ulang posisinya untuk produk tertentu pemasar mungkin
terpaksa mengatur ulang posisinya untuk merespon peristiwa pasar , seperti pesaing
mengurangi pasar mereknya
2.3.5 Pemetaan Perpetual
Membantu para pemasar menetapkan akan seperti apa produk atau jasa mereka
dipandang oleh konsumen jika dibandingkan dengan merek yang bersaing menurut satu
aatau beberapa karakteristik yang relevan, teknik ini memungkinkan mereka melihat
kesenjangan pengaturan posis semua merek dalam kelas produk atau jasa tersebut dan
mengenali bidang bidang dimana kebutuhan konsumen tidak terpenuhi dengan
memadai
2.4 Ringkasan BAB 15 (Pengaruh Dan Penyebaran Informasi)
Informasi sangat penting bagi konsumen dan pemasar, pengaruh informal yang
dimiliki orang lain terhadap perilaku konsumen dan proses dinamis yang memengaruhi
penerimaan konsumen terhadap produk dan jasa baru.

Opinion Leadership merupakan proses dimana seseorang secara informal


mempengaruhi tindakan atau sikap orang lain. Opinion leadership biasa juga disebut
sebagai Word-of-Mouth (WoM).

2.4.1 Dinamika Proses Opinion Leadership


Proses opinion leadership merupakan kekuatan konsumen yang sangat dinamis dan
berpengaruh :
 Kredibilitas
Para opinion leader merupakan sumber yang sangat dipercaya karena biasanya
dianggap obyektif dalam memberikan informasi atau saran menyangkut produk
atau jasa yang mereka berikan
 Informasi produk yang positif dan negatif
Informasi yang diberikan pemasar selalu menguntungkan produk mereka , jadi
adanya kenyataan bahwa opinion leader memberikan informasi yang positif dan
negatif menambah kredibilitas si opinion leader.
 Informasi dan nasihat
Para opinion leader merupakan sumber baik informasi maupun saran. Mereka dapat
membicarakan pengalaman mereka dengan suatu produk , pengetahuan yang
mereka ketahui tentang suatu produk , atau juga saran untuk membeli ataupun
menghindari suatu produk .
 Opinion leadership bersifat spesifik menurut kategori
Opinion leader cenderung bersifat spesifik menurut kategori , para opinion leader
seringkali berspesialisasi pada kategori produk tertentu dalam memberikan
informasi dan saran.
 Opinion leadership is a two-way street
Para konsumen yang merupakan opinion leader pada suatu produk tertentu , pada
situasi tertentu bisa saja menjadi opinion receiver atau penerima pendapat .
2.4.2 Tujuan Dibalik Opinion Leadership
 Kebutuhan opinion leader
Teori motivasi menjelaskan bahwa orang mungkin menyediakan informasi atau
saran kepada orang lain
 Kebutuhan opinion receiver
Para penerima pendapat bisa memenuhi kebutuhan informasi akan suatu produk
dengan mendengar opinion leader. Pertama , yaitu informasi mengenai suatu
produk. Kedua , yaitu mengurangi resiko dalam membeli produk dengan menerima
informasi dari orang yang sudah memakai produk atau jasa tersebut. Ketiga ,
mengurangi waktu pencarian informasi tentang suatu produk yang mungkin akan
mereka beli.
 Teman berbelanja
Teman berbelanja memberi pengaruh pada keputusan pembelian seseorang.Yang
menarik , teman berbelanja (laki-laki) biasanya dibutuhkan untuk sumber informasi
produk , informasi harga , letak toko . Sedangkan temen berbelanja (perempuan)
biasanya dibutuhkan untuk dukungan moral terhadap keputusan pembelian agar
pembeli merasa lebih yakin.
 Perbedaan perwakilan pembeli dengan opinion leader

OPINION LEADER WAKIL PEMBELI


 Hubungan informal dengan pemakai akhir  Hubungannya formal , sebatas pekerjaan
 Pertukaran informasi terjadi dalam konteks  Pertukaran informasi dalam konteks
interaksi santai saran atau instruksi formal
 Mempunyai kesamaan sifat dengan  Memiliki sifat yang berbeda dengan
pemakai akhir pembeli
 Tidak dibayar untuk sebuah saran  Biasanya dibayar untuk dimintai saran
 Biasanya lebih aktif dalam sosialisasi  Secara sosial tidak harus lebih aktif
dibanding pemakai akhir dibanding si pembeli
 Pertanggungjawaban terbatas pada hasil  Memiliki tanggung jawab yang tinggi
nasihat  Pencarian dan ketelitian dalam
 Ketelitian dan usaha dalam mencari pemilihan alternatif lebih tinggi
alternatif cenderung rendah  Bisa saja tidak memakai produk untuk
 Biasanya sudah memakai produk tersebut pemakaian pribadi
 Lebih dari seseorang yang dapat diminta  Jarang ada kesempatan untuk meminta
sarannya sebelum melakukan pembelian pendapat kedua
 Satu orang dapat menjadi opinion leader  Biasanya spesifik pada satu kategori
untuk beberapa jenis kategori produk. produk atau jasa

2.4.3 Ukuran Untuk Opinion Leadership


Para peneliti tertarik untuk mengidentifikasi dan mengukur pengaruh opinion leader
pada perilaku pembelian. Dalam pengukuran opinion leadership , peneliti memiliki 4
pilihan teknik dasar pengukuran, yaitu :
1. Self-designating method
Dalam metode ini , responden diberikan rangkaian pertanyaan untuk mengukur
seberapa jauh mereka merasa bahwa mereka termasuk opinion leader
2. Sociometric method
Dalam metode ini , orang-orang dalam suatu sistem sosial diminta untuk
mengidentifikasi kepada siapa mereka memberikan saran dan kepada siapa
mereka meminta saran atas suatu produk
3. Key informant method
Memilih satu orang dalam suatu sistem sosial untuk diminta menunjuk si
opinion leader.
4. Objective method
Memposisikan seseorang untuk bertindak sebagai opinion leader dan melihat
perilaku orang tersebut

2.4.4 Karakteristik Opinion Leader


Sifat-sifat umum untuk kategori produk Sifat-sifat untuk kategori khusus
 Keinovatifan  Ketertarikan
 Kesediaan untuk bicara  Pengetahuan
 Kepercayaan diri  Paparan media ketertarikan khusus
 Kesukaan untuk berkumpul  Kesamaan umur
 Pembedaan kognitif  Kesamaan status sosial
 Terpaan sosial dari luar kelompok
2.4.5 Arus Komunikasi Interpersonal

2.4.6 Penyebaran Inovasi


Kerangka untuk mengadakan penelitian mengenai penerimaan konsumen terhadap
berbagai produk baru diambil dari bidang penelitian yang dikenal sebagai penyebaran
inovasi. Para peneliti konsumen yang mengkhususkan diri dalam penyebaran inovasi
sangat tertarik untuk memahami dua proses yang berhubungan erat : proses
penyebaran dan proses adopsi.

Proses Penyebaran
 Inovasi
Secara universal , tidak ada definisi atau istilah dari inovasi atau produk baru .
Sebagai gantinya , ada beberapa pendekatan yang bisa dipakai untuk
mendefinisikan produk atau jasa baru , yaitu klasifikasi inovasi yang berorientasi
pada perusahaan , produk , pasar , dan konsumen.
1. Definisi yang berorientasi pada perusahaan
Pendekatan dengan orientasi ini memandang produk tertentu dari perspektif
perusahaan yang menghasilkan atau memasarkannya.Jika produk itu ‘baru’ bagi
perusahaan , produk itu dianggap baru . Definisi ini mengabaikan apakah
produk itu benar-benar baru atau tidak bagi pasar (pesaing dan konsumen) .
Sesuai dengan pandangan ini , tiruan atau modifikasi dari produk para pesaing
akan memenuhi syarat sebagai sesuatu yang baru.
2. Definisi yang berorientasi pada produk
Pendekatan dengan orientasi ini memfokuskan pada keistimewaan yang
melekat pada produk itu sendiri.Kerangka ini membagi tiga tipe inovasi
kedalam inovasi yang berkesinambungan , inovasi berkesinambungan yang
dinamis , inovasi yang tidak berkesinambungan.
3. Definisi yang berorientasi pada pasar
Pendekatan dengan orientasi ini menilai barunya produk dari sudut sejauh mana
para konsumen terbuka terhadap produk baru.
4. Definisi yang berorientasi pada konsumen
Dalam pendekatan ini , sebuah produk dianggap baru apabila calon konsumen
menilai produk tersebut sebagai produk baru.
5. Karakteristik produk yang mempengaruhi penyebaran
(a) Keunggulan relatif
(b) Kecocokan
(c) Kerumitan
(d) Dapat dicoba
(e) Dapat di observasi
 Saluran komunikasi
Seberapa cepat sebuah inovasi menyebar ke seluruh pasar bergantung pada
banyaknya komunikasi antar pemasar dengan konsumen , serta antara konsumen
dengan konsumen.
 Sistem sosial
Penyebaran produk biasanya terjadi di lingkungan sosial tertentu yang sering
disebut sistem sosial. Dalam konteks perilaku konsumen , lebih tepat disebut
sebagai segmen pasar dan target pasar .
 Waktu
Waktu merupakan tulang punggung proses penyebaran , bahasa tentang waktu
meliputi studi penyebaran 3 cara yang berbeda tetapi saling berhubungan . Pertama
adalah jumlah waktu pembelian , kedua adalah kategori pemakai , ketiga adalah rate
of adoption.

2.4.7 Proses Adopsi


Proses utama kedua dalam penyebaran inovasi adalah adopsi . Fokus proses ini adalah
tahap-tahap dimana konsumen sampai pada keputusan untuk mencoba tau tidak
mencoba atau untuk berlanjut atau tidak berlanjut menggunakan sebuah produk baru.
 Tahap-tahap dalam proses adopsi
(1) Kesadaran
(2) Minat
(3) Penilaian
(4) Percobaan
(5) Pemakaian
DAFTAR PUSTAKA

LESILE LAZAR KANUK, LEON SCHIFFMAN, EDISI KETUJUH “Perilaku Konsumen”