Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA INDUSTRI

SELF HOLDING CIRCUIT DAN TIMER

Oleh :
Nama : Khairinnisa Siregar
Nim : 16507134042

TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
A. Tujua
Setelah melakukan praktikum mahasiswa diharapkan :
1. Memahmi fungsi logika timer dan self holding circuit (SHC) dengan sistem PLC
2. Dapat membuat program dengan Ladder kemudian dijalankan pada PLC buatan
OMRON Sysmac CPM2A dengan CX-Programmer
B. Dasar Teori
Self holding circuit (SHC) merupakan rangkaian yang sekali mendapat trigger maka
output high (1) meskipun trigger tersebut dihilangkan (0). Sehingga fungsi self holding
dapat mempertahankan kondisi output (1) secara konstan.
Tabel 1. Kebenaran SHC
SELF
INPUT
HOLDING
A B Y
0 0 terlarang
0 1 1
1 0 stop
1 1 terlarang

Sedangkan timer berfungsi sebagai pewaktu, didalam timer berisi counter


yang akan menghitung sesuai setting yang diberikan. Sitem counter yang
dipakai umumnya down counter artinya jika timer diset 50 detik maka timer
tersebut akan menghitung dari 50 s/d 0. Ketika sudah mencapai hitungan
terakhir (0) maka akan memiliki output high (1). Output high (1) ini akan
berfungsi sebagai input/trigger pada fungsi-fungsi lain untuk dikendalikan.

C. Alat dan Bahan


1. Unit PLC OMRON Sysmac CPM2A
2. Module Console
3. Jumper
D. Gambar Rangkaian
Port Input

24 VDC

CX-Programmer

Port Output
GND

Gambar 1. Wiring PLC dengan PC

E. Langkah Kerja
1. Rangkailah alat dan bahan seperti gambar di atas;
2. Lakukan perhitungan dengan membuat tabel kebenaran dari setiap
fungsi logika yang akan Anda programkan ke PLC;
3. Terjemahkan tabel kebenaran tersebut ke dalam ladder;

4. Konfersikan data tersebut dalam bentuk instruction list;


5. Hidupkan console yang telah dihubungkan dengan PLC dengan
memutar saklar pada posisi Program;
6. Apabila PLC meminta password tekan menekan tombol CLR >
MONTR > CLR;
7. Kemudian bersihkan memori PLC CPM2A dengan tekan CLR> SET
> NOT > RESET>MONTR;
8. Selanjutnya masukkan instruction list yang telah anda buat sesuai
langkah 4. Memprogram PLC dengan memasukan instruction list
berikut;
9. Untuk mengakhiri program tekan END(01) atau FUN(01) lalu tekan
WRITE. Kemudian putar saklar ke posisi RUN;
10. Coba hubungkan jumper (COM) ke input dan hasilnya dapat dilihat
pada LED indikator output.
11. Untuk mencoba timer pada PLC, dengan cara yang hampir sama
(langkah 2 s/d 10), buatlah ladder berikut;

12. Lalu masukkan instruksi berikut;

F. Hasil dan Analisa


Diagram ladder SHC (Selft Holding Circuit)

Gambar 3 ladder diagram Self Holding Circuit


Instruksi list
Intruction Operand
LD 0.00
OR 10.00
AND NOT 0.01
OUT 10.00
FUN 01
Rangkaian Self Holding Circuit (SHC) akan bekerja aktif atau menyalakan lampu
output jika kondisi B=0 dan A=1 sesaat (output lampu hidup dan langsung mati).
Dan kondisi lampu akan mati jika kondisi input B=1 dan A =0. Jika input A=B maka
kodisi ini terlarang (lampu mati).
Diagram Ladder Timer.

Gambar 4 ladder diagram Timer


Instruction list
Intruction Operand
LD 0.00
TIM 000
#100
LD TIM000
OUT 10.01
FUN 01
Rangkaian Timer ini bekerja untuk memberi delay sesuai dengan yang diinginkan.
Delay ini mempengaruhi berapa lama lampu akan hidup setelah ditrigger (tenggang
waktu). Untuk mengatur nilai timer digunakan TIM (#100 diatur). Prinsip kerja
dari ladder diatas adalah Jika tombol 1 aktif maka alamat 0.00 akan ter-energizer
dan function TIM 000 akan mulai menghitung mundur selama 100 detik. Jika
belum ada 100 detik tombol 1 nonaktif , alamat 0.00 tak ter-energizer dan syarat
belum terpenuhi sehingga kontak Normaly open TIM000 tidak akan aktif. Tombol
1 ditekan kembali dan penghitungan kembali dilakukan dari awal lagi. Ketika
kondisi penghitungan mundur selama 100 detik telah terpenuhi maka kontak
normaly open TIM 000 akan ter-energizer sehingga lampu alamat 10.00 akan
menyala.
G. Jawaban Pertanyaan
1) Adapun prinsip kerja dari fungsi timer adalah sebagai pengatur waktu berapa lama
output akan hidup dimana Ketika kondisi eksekusinya terpenuhi, maka timer akan
melakukan penghitungan waktu dari nilai SV (setting value ) menuju nol dengan
resolusi waktu 0,1 detik. Format penulisan functionnya TIM000 #20 (TIM alamat
setting value) . ketika sedangkan prinsip kerja Self Holding Circuit (SHC) lampu
akan menyala jika tombol A=1 dan B=0 dan lampu akan mati jika A=0 dan B = 1.
Jika inputan A=B maka lampu akan mati.
2) Instruksi list LD sama seperti relay yang NO (normally open) dimana digunakan
untuk memulai suatu program dari baris terdepan.
Instruksi list AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih input dalam
bentuk NO (normally open) secara seri
Instruksi list AND NOT digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih input
dalam bentuk NC (normally close).
Instruksi list OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih input dalam
bentuk NO (normally open) secara paralel.
Instruksi OUT digunakan untuk menentukan alamat mana yang akan digunakan
sebagai keluaran dari suatu program.
Instruksi END merupakan instruksi yang berfungsi untuk mengakhiri suatu
program dimana pada PLC tidak akan mengeksekusi suatu program jika belum
diakhiri. Untuk mengakhiri program digunakan FUN(01).
Instruksi list TIM sebagai ON-Delay dengan penghitungan waktu mundur.
Ketika kondisi eksekusinya terpenuhi, maka timer akan melakukan
penghitungan waktu dari nilai SV (setting value ) menuju nol dengan resolusi
waktu 0,1 detik.
3) Ladder diagram lampu berjalan (4 lampu saja) dengan timer 30s
H. Kesimpulan