Anda di halaman 1dari 26

STUDI KELAYAKAN BISNIS

PENDIRIAN USAHA COFFEE SPACE


DI SEMARANG

Kelompok 3 :
Herinda Aldila Putri 12010116130170
Rahmadini Utami 12010116130245
Aryasmara Rafi 12010116140089
Rizki Susilo Utomo 12010116140100
Nabila Nulitasari 12010116140111
Citra Nawasari 12010116140112
Indra Caesara 12010116140125

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS

UNIVERSITAS DIPONEGORO

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kami kemudahan
sehingga kami dapat menyelesaikan studi ini dengan tepat waktu. Tanpa
pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan studi ini
dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda
tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di
akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-
Nya, baik itu berupa sehar fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk
menyelesaikan pembuatan studi sebagai tugas akhir dari mata kuliah Studi
Perencanaan dan Kelayakan Bisnis yang berujudul ”Studi Kelayakan Bisnis Pendirian
Usaha Coffee Space di Semarang”.

Penulis tentu menyadari bahwa studi ini masih jauh dari kata sempurna dan
masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk studi ini, supaya studi ini
nantinya dapat menjadi lebih baik lagi. Demikian, dan apabila terdapat banyak
kesalahan pada studi ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya


kepada dosen Studi Perencanaan dan Kelayakan Bisnis kami Bapak Dr. Mahfudz,
S.E.,M.T. yang telah membimbing kami dalam menulis studi ini.
Demikian, semoga studi ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

Semarang, 17 Oktober 2018

Penyusun

Universitas Diponegoro Page 2


DAFTAR ISI

Kata Pengantar 2

Daftar Isi 3

BAB I Pendahuluan 5

BAB II Analisis Kelayakan Aspek Pasar dan Pemasaran 6

2.1. Aspek Pasar 6

2.1.1. Permintaan 6
2.1.2. Penawaran 6
2.1.3. Persaingan dan Peluang Pasar 6

2.2 Aspek Pemasaran 6

2.2.1. Segmenting, Targeting, Positioning 6


2.2.2. Produk 7
2.2.3. Harga Produk 8
2.2.4. Lokasi 8
2.2.5. Promosi 8
2.2.6. Kendala Pemasaran 8

BAB III Analisis Kelayakan Aspek Teknis 9

3.1. Lokasi Proyek 9


3.2. Luas Produksi 9
3.3. Layout 11
3.4. Pemilihan Teknologi dan Peralatan 11
3.5. Proses Produksi 13
3.6. Penyediaan Bahan Baku 14

BAB IV Analisis Kelayakan Aspek Manajemen

4.1. Manajemen Pembangunan Proyek 15

4.1.1. Perencanaan Pelaksanaan Proyek 15


4.1.2. Perencanaan 15
4.1.3. Alat Perencanaan 16

4.2. Manajemen dalam Operasi 16

4.2.1. Jenis Pekerjaan 16

Universitas Diponegoro Page 3


4.2.1.1. Deskripsi Jabatan 16
4.2.1.2. Spesifikasi Jabatan 20
4.2.2. Struktur Organisasi 21
4.2.3. Rekruitmen 21

BAB V Analisis Kelayakan Aspek Keuangan


5.1. Asumsi Dasar Perhitungan 22
5.2. Manajemen dalam Operasi 22
5.3. Kebutuhan Kredit dan Modal Kerja 23
5.4. Proyeksi Produksi dan Cashflow 24
5.5. Proyeksi Laba Rugi dan Break Even Point 25
5.6. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek 25

BAB VI Penutup
6.1. Simpulan 26
6.2. Saran 26

Lampiran 27

Universitas Diponegoro Page 4


BAB I
PENDAHULUAN

Kopi merupakan minuman yang memiliki harum dan cita rasa yang khas. Kopi
berasal dari tanaman kopi dimana tanaman kopi tersebut merupakan komoditas
ekspor unggulan yang dikembangkan di Indonesia karena mempunyai nilai
ekonomis yang relatif tinggi di pasaran dunia. Indonesia merupakan negara tropis
yang kaya akan penghasilan kopi. Keberhasilan agribisnis kopi membutuhkan
dukungan semua pihak yang terkait dalam proses produksi kopi pengolahan dan
pemasaran komoditas kopi. Upaya meningkatkan produktivitas dan mutu kopi terus
dilakukan sehingga daya saing kopi di Indonesia dapat bersaing di pasar dunia.
Kualitas kopi yang baik tentu bukan hanya ditentukan dari varietas atau klon saja.
Pemeliharaan juga merupakan kunci dalam pembudidayaan tanaman kopi. Banyak
sekali faktor yang mempengaruhi kualitas kopi tersebut, pengolahan pun merupakan
faktor terpenting yang mempengaruhi kualitas kopi.

Saat ini, kopi telah menjadi gaya hidup bagi seluruh masyarakat, khususnya di
Indonesia. Karena populasi yang terus meningkat serta diimbangi dengan
meningkatnya permintaan kopi, maka banyak bermunculan kedai kopi di berbagai
kota, khususnya di Semarang. Kedai kopi merupakan peluang usaha yang cukup
menjanjikan dilihat dari antusiasme masyarakat. Kedai kopi yang bisa bertahan di
pasaran adalah kedai kopi yang terus berinovasi dan menciptakan varian baru serta
memiliki tempat dengan desain yang menarik.

Universitas Diponegoro Page 5


BAB II
ANALISIS KELAYAKAN
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

2.1. ASPEK PASAR


2.1.1. Permintaan

Dari hasil observasi yang telah kami lakukan terhadap mahasiswa di sekitar
Tembalang, minuman kopi menjadi salah satu menu favorit saat ini untuk menemani
mahasiswa melakukan aktifitas. Selain itu, tempat yang nyaman juga menjadi salah
satu faktor pertimbangan dalam memilih tempat untuk berdiskusi dan mengerjakan
tugas. Dengan demikian, akan membuka peluang besar untuk kami dalam
merealisasikan usaha Coffee Space ini.

2.1.2. Penawaran

Ceritakita Coffee Space menawarkan minuman kopi dengan berbagai macam


varian serta makanan cepat saji yang menjadi favorit mahasiswa. Selain itu, kami juga
menyediakan tempat yang luas, nyaman, dan memiliki fasilitas wifi dan smooking
room yang diinginkan oleh mahasiswa.

2.1.3. Persaingan dan Peluang Pasar

Dengan melihat kondisi saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Coffee Space di
sekitar Tembalang jumlahnya sudah cukup banyak dan menyediakan pilihan menu
yang hampir sama pula. Namun demikian, ceritakita Coffee Space memiliki
keunggulan yaitu terletak dipinggir jalan besar yang mudah dijangkau oleh
mahasiswa dan menyediakan lahan parkir yang cukup luas. Hal itu merupakan
keunggulan yang kompetitif karena lokasi dan penyediaan lahan parkir juga menjadi
hal yang sangat dipertimbangkan.

2.2. ASPEK PEMASARAN


2.2.1. Segmenting, Targeting, Positioning

a. Segmenting

Yang menjadi segmen dari ceritakita Coffee Space adalah pelajar


kalangan menengah ke atas yang suka hangout dan mengerjakan tugas di
luar bersama teman-teman.

Universitas Diponegoro Page 6


b. Targeting

Target pasar yang akan menguntungkan ceritakita Coffee Space adalah


mahasiswa yang berusia 17-25 tahun karena pada usia tersebut aktivitas lebih
banyak dihabiskan di luar rumah dan lebih suka menghabiskan waktu untuk
berkumpul dengan teman-teman di suatu tempat yang diinginkan. Misalnya,
untuk mengerjakan tugas atau berdiskusi.

c. Positioning

ceritakita Coffee Space ingin menciptakan citra perusahaan sebagai


Coffee Space yang nyaman serta memiliki produk yang lezat dan higienis
dengan harga yang terjangkau.

2.2.2. Produk

Ceritakita Coffee Space ini berfokus pada minuman kopi dengan varian
rasa serta minuman non-coffee, yaitu:

Coffee

a. Es kopi susu
b. Mocha Coffee
c. Cafe Latte
d. Americano

Non-coffee

e. Taro Ice Blend


f. Matcha Ice Blend
g. Red velvet Ice Blend

Selain produk Kopi, kami juga akan menyediakan makanan pendamping


seperti :

Pasta

a. Lasagna
b. Fettucini Carbonara
c. Spaghetti Bolognese

Cake

d. Oreo Cheesecake
e. Strawberry Cheesecake
f. Double Chocolate

Universitas Diponegoro Page 7


2.2.3. Harga Produk

Untuk dapat bersaing dengan usaha sejenis, ceritakita Coffee Space


mematok harga produk yang terjangkau. Berikut ini rentang harga produk ceritakita
Coffee Space :

 Untuk semua jenis minuman kita banderol dengan harga sekitar Rp.
20.000,- sampai Rp. 28.000,-
 Untuk makanan jenis pasta di banderol dengan harga Rp. 35.000,- serta
makanan jenis cake di banderol dengan harga Rp. 25.000,-

2.2.4. Lokasi Usaha


Karena sasaran dari ceritakita Coffee Space ini adalah mahasiswa disekitar
tembalang, maka kami memilih tempat di sekitar kampus, tepatnya adalah di Jalan
Ngesrep Timur V/36-6 Semarang. Lokasi ini sangat strategis karena berada di jalan
besar sehingga mudah dijangkau oleh mahasiswa Selain itu ceritakita Coffee Space
menyediakan lahan parkie yang cukup luas dan aman.

2.2.5. Promosi
Promosi yang akan kami lakukan untuk meningkatkan penjualan ceritakita
Coffee Space antara lain dengan cara:
 Promosi Iklan
 Brosur dan daftar harga
 Penyebaran pamlet di mading-mading kampus
 Promosi melalui media sosial (Instagram, facebook, twitter)
 Media Partner (Prambors, dll)

2.2.6. Kendala Pemasaran


Pada era digital seperti saat ini, proses pemasaran melalui media cetak seperti
koran, brosur, pamflet, serta majalah dirasa kurang efektif dan pesan tidak
sepenuhnya tersampaikan pada konsumen. Sedangkan melalui media sosial, banyak
dan maraknya persaingan bisnis yang sejenis juga dirasa sebagai salah satu kendala
pemasaran, sehingga menuntut bisnis untuk terus berinovasi dan meningkatkan
kualitasnya.

Universitas Diponegoro Page 8


BAB III
ANALISIS KELAYAKAN
ASPEK TEKNIS

3.1. Lokasi Proyek

ceritakita Coffee Space terletak di Jalan Ngesrep Timur V/36-6


Semarang. Bangunan coffee space akan dibuat 2 lantai dengan desain minimalis.
Letaknya cukup strategis karena dekat dengan Universitas Diponegoro. Hal ini
merupakan salah satu keunggulan kami karena mahasiswa dapat berdiskusi dan
mengerjakan tugas.

Faktor utama dalam penentuan lokasi:


1. Ketersediaan bahan mentah
 ceritakita Coffee Space terletak disekitar Undip, Tembalang, maka
dekat dengan swalayan ADA dan Superindo.
2. Letak pasar yang dituju
 ceritakita Coffee Space memiliki segmen pasar yaitu Mahasiswa dan
warga sekitar Tembalang.
3. Tenaga listrik dan air
 Listrik dan air sudah tersedia dari ruko yang dipakai sebagai lokasi
ceritakita Coffee Space.
4. Suplai tenaga kerja
 Dalam hal ketenagakerjaan, ceritakita Coffee Space merekrut pegawai
dengan sistem fulltime.
5. Fasilitas transportasi
 Terletak disekitar Undip Tembalang tepatnya jalan Ngesrep yang sering
dilewati angkutan umum dan mudah untuk dijangkau.

3.2. Luas Produksi

a) Batasan Permintaan
 Makanan
i. Lasagna 10 pcs per hari.
ii. Fettucini Carbonara 10 pcs per hari
iii. Spaghetti Bolognese 10 pcs per hari
iv. Oreo Cheesecake 8 slice per hari
v. Strawberry Cheesecake 8 slice per hari
vi. Double Chocolate 8 slice per hari
 Minuman

Universitas Diponegoro Page 9


i. Es kopi susu 75 cup per hari
 Mocha Coffee 25 cup per hari
 Cafe Latte 25 cup per hari
 Americano 25 cup per hari
 Taro Ice Blend 25 cup per hari
 Matcha Ice Blend 25 cup per hari
 Red velvet Ice Blend 25 cup per hari
b) Kapasitas Mesin
 Espresso Machine
1 mesin kopi mampu menampung 250gr kopi bubuk yang dapat
menghasilkan 12 cup kopi.
 Grinder
1 grinder mampu menampung 227gr biji kopi atau 142gr bubuk kopi.
 Blender
1 blender mampu menampung hingga 2 liter air.
 Cup Sealer
1 cup sealer mampu bekerja dengan kapasitas 300 – 400 cup per jam.
 Chest Freezer
1 chest freezer mampu menampung hingga 200 liter.
 Display Cooler
1 display cooler bisa memuat 6 loyang kue.
 Cake Showcase
Cake Showcase mampu menjaga kelembaban
c) Jumlah dan kemampuan tenaga kerja
ceritakita Coffee Space mempekerjakan 1 manajer, 2 kasir, 2 head barista, dan
4 barista dimana terdapat 2 shift, yaitu shift pertama pukul 10.00 – 18.00 WIB
dan shift kedua pukul 18.00-02.00 WIB.
d) Kemampuan finansial dan manajemen
Manajer ceritakita Coffee Space pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu secara
rutin datang untuk merekap data penjualan serta mengambil uang penjualan
tersebut di kasir.
e) Kemungkinan perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang
Ceritakita Coffee Space menggunakan teknologi Moka Pos yang menyediakan
aplikasi sistem kasir yang dapat diunduh pada perangkat mobile. Moka POS
sudah terintegrasi dengan sistem EDC sehingga dapat memberikan opsi bagi
pelanggan untuk membayar menggunakan debit atau kartu kredit.
Di masa mendatang, tidak menutup kemungkinan Moka Pos
mengembangkan sistemnya sehingga pembayaran dapat dilakukan
menggunakan e-cash, seperti t-cash, OVO, Go-Pay, dan lain-lain.

Universitas Diponegoro Page 10


3.3. Layout

Gambar 3.1.lantai 1

Gambar 3.2. lantai 2

Coffee Space berukuran 250m2 dengan halaman parkir yang luas 50m2 dibagian
depan memberikan keamanan bagi para pengunjung.

3.4. Pemilihan Jenis Teknologi & Peralatan

1. Genset
Genset yang digunakan adalah produk dengan Mesin dan Merk Honda
Orisinil. Daya 5000 watt harganya 5,7jt dengan Rated 2000 watt /VA sebagai
penyuplai listrik. Umur ekonomis genset sendiri tahan selama 20.000 jam
atau sekitar kurang lebih 5 tahun.
2. Grinder
Grinder adalah alat atau mesin yang berfungsi untuk menggiling serta
menghaluskan biji kopi menjadi bubuk kopiyang halus. Alat ini juga sering
disebut alat pembubuk bijikopi, penggiling biji kopi atau pun penghalus
bijikopi.
3. Mesin Espresso

Universitas Diponegoro Page 11


Didalam sebuah mesin espresso, terdapat beberapa bagian yang sangat
penting untuk menghasilkan espresso, dan sajian lainnya yang berbahan
dasar espresso
Beberapa bagian dari mesin espresso, diantaranya group head, group handle,
steam nozze, steam wand, on-off control, shower, seal, filter basket, drip tray,
cup warmer, boiler, dan lain-lain.
4. Scale (Timbangan)
Timbangan digital adalah salah satu benda yang tak pernah lepas dari ritual
seduh menyeduh kopi dengan cara manual. Timbangan memberikan
ketepatan dalam takaran. Dengan menggunakan timbangan kamu takkan
membuang-buang kopi karena takaran dan jumlah kopi yang digunakan
sudah pas setiap harinya.
5. Display Cooler
Display Cooler adalah sebuah lemari yang berfungsi memajang serta
mendinginkan minuman. Diambil dari kata "display" yang berarti memajang
atau memperlihatkan, sehingga lemari ini memiliki penutup kaca di bagian
depannya yang berfungsi untuk memajang atau memperlihatkan kepada
publik.
6. Blender
Blender adalah alat elektronik berupa sebuah wadah dilengkapi pisau
berputar yang digunakan untuk mengaduk, mencampur, menggiling, atau
melunakkan bahan makanan. Pisau berbentuk seperti sebuah baling-baling
pendek yang dipasang pada bagian bawah wadah.
7. Cake Showcase
Cake Showcase memiliki suhu khusus untuk mengawetkan kue-kue yang
Anda simpan, sehingga Anda akan tetap nyaman dan aman tanpa perlu takut
kue akan berubah rasa atau berubah warna.
8. Chest Freezer
Chest freezer adalah sebuah alat bersuhu rendah yang digunakan untuk
membekukan frozen food. Mesin ini berbentuk seperti peti pembeku.
9. Cup Sealer
Mesin Cup Sealer adalah mesin yang digunakan untuk menutup permukaan
cup minuman sehingga memberikan kesan rapih, indah dan tidak tumpah
(memudahkan membawa minuman bagi pembeli).
10. Kursi dan meja
Kursi sebagai tempat konsumen menikmati kopi atau hidangan lainnya,
sedangkan meja untuk menaruh minuman atau makanan. Meja yang
digunakan sebanyak 7 meja bundar masing-masing terdiri dari 4 kursi, 2 meja
bar masing-masing terdiri dari 5 kursi, 2 meja panjang masing-masing terdiri
dari 4 kursi, dan 2 meja panjang masing-masing terdiri dari 6 kursi.
11. Kettle

Universitas Diponegoro Page 12


Termos digunakan untuk menyimpan air panas yang akan digunakan
untuk menyeduh minuman kopi, minuman susu, dan minuman teh.
Kebutuhan termos selama operasional yaitu dua buah termos, yang memiliki
umur ekonomis selama tiga tahun, sehingga selama umur proyek akan
dilakukan investasi kembali (reinvestasi).
12. Microwave
Alat panggang digunakan untuk memanggang roti dan pisang, untuk
menghasilkan menu roti bakar dan pisang bakar.
13. Sound system
Sound system yang dimaksudkan terdiri dari alat-alat pemutar musik
seperti tape dan mp3 player beserta dengan pengeras suaranya. Adanya
sound system ini dimaksudkan untuk memberikan suasana yang nyaman
dengan musik-musik pilihan sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk
berkumpul sambil menikmati menu yang ditawarkan.

3.5. Proses Produksi

Makanan
Dalam penyediaan makanan, ceritakita Coffee Space bekerjasama dengan supplier
frozen food yang menyediakan berbagai macam makanan beku yang lezat dan
higienis. Berikut ini adalah harga beli dari supplier:
MAKANAN HARGA BELI HARGA JUA;L
Lasagna Rp. 18.000 Rp 35.000
Fettuchini Carbonara Rp. 18.000 Rp 35.000
Spaghetti Bolognese Rp. 18.000 Rp 35.000
Oreo cheese cake Rp. 16.000 Rp 25.000
Strawberry Cheese Cake Rp. 18.000 Rp 25.000
Double Chocolate Cake Rp. 18.000 Rp 25.000

MINUMAN PROSES
Es Kopi Susu Siapkan alat dan bahan > Masukkan kopi, gula aren cair,
creamer bubuk, air hangat. Aduk rata. > Masukkan susu,
tambahkan es batu.
Mocca Coffee Siapkan alat dan bahan > seduh kopi sebanyak yang
dibutuhkan > giling kopi dengan grinder hingga halus >
panaskan 170ml susu dengan cara di steam dengan
suhu 65-70 derajat > padatkan
bubuk espresso di portafilter dengan memakai
alat tamper espresso sebanyak 18-25 gr > Buat shot
espresso > Buat shot espresso > Masukkan saus cokelat
dan espresso kedalam gelas, kemudian tambahkan es.
Cafe Latte Siapkan alat dan bahan > giling kopi dengan grinder

Universitas Diponegoro Page 13


hingga halus > panaskan 170ml susu dengan cara di
steam dengan suhu 65-70 derajat > padatkan
bubuk espresso di portafilter dengan memakai
alat tamper espresso sebanyak 18-25 gr > Buat shot
espresso > Buat shot espresso > Tuangkan susu yang
sudah dipanaskan ke atas espresso
Americano Siapkan alat dan bahan > ukur dan giling biji kopi
sebanyak 18-21 gram > padatkan
bubuk espresso di portafilter > masukkan
portafilter pada mesin espresso, butuh 23-28 detik
untuk menghasilkan 2 shot espresso
Red Velvet Ice Blended Siapkan alat dan bahan > masukkan 3 sendok makan
bubuk red velvet, 3 sendok makan creamer, 3 sendok
the gula pasir, 3 keping oreo, air matang secukupnya
kedalam blender > Nyalakan blander, dan tunggu
sampai tercampur atau mengental

Taro Iced Blended Siapkan alat dan bahan > masukkan 3 sendok makan
bubuk taro, 3 sendok makan creamer, 3 sendok the gula
pasir, 3 keping oreo, air matang secukupnya kedalam
blender > Nyalakan blander, dan tunggu sampai
tercampur atau mengental

Green Tea Iced Blended Siapkan alat dan bahan > Siapkan alat dan bahan >
masukkan 3 sendok makan bubuk green tea, 3 sendok
makan creamer, 3 sendok the gula pasir, 3 keping oreo,
air matang secukupnya kedalam blender > Nyalakan
blander, dan tunggu sampai tercampur atau mengental

3.6. Penyediaan Bahan Baku

ceritakita Coffee Space membeli bahan baku di beberapa distributor yang berada di
Indonesia, seperti:

a. DKI Jakarta
Jalan Gunung Sahari 11 no. 72 RT 008/03, Jakarta Pusat 10720, Sawah Besar,
Jakarta Pusat.
b. Depok, Jawa Barat
TBK Hanin, Jalan Raya Pondok Petir, Ruko No. 2, Bojongsari, Depok, Jawa
Barat 16517
c. Bekasi
Jalan DR. Ratna No. 19, Bekasi

Universitas Diponegoro Page 14


BAB IV
ANALISIS KELAYAKAN
ASPEK MANAJEMEN

4.1. Manajemen Pembangunan Proyek

4.1.1. Perencanaan pelaksanaan proyek


Pada minggu pertama Hal pertama yang dilakukan mempersiapkan
data dan dokumen kemudian untuk perijinan, lalu di minggu kedua
melakukan survey lokasi dan mencari supplier kopi, selanjutnya di minggu
ketiga melaukan desain layout untuk menentukan letak ruangan dan fasilitas
kemudian minggu keempat melakukan pembelian alat pembuat kopi, biji
kopi, gelas, meja kursi dan perlengkapan kecil lainya, lalu di minggu kelima
kita melakukan perekrutan tenaga kerja kemudian tenaga kerja yang telah di
rekrut diberi pelatihan dan persiapan selama beberapa hari.
Setelah perencanaan proyek selesai dilakukan selanjutnya kami mulai
melakukan promosi dan pengenelan CeritaKita Coffee Space kepada terget
pasar di minggu kelima sebelum kedai kopi ini dibuka. Tahap terakhir dalam
perencanaan proyek adalah beroperasinya ceritakita Coffee space pada
minggu keenam

4.1.2. Perencanaan
a. Tenaga kerja:
 Manajer
 Barista Senior
 Barista Junior
 Kasir
b. operasional kerja:
 10.00 – 02.00 WIB
c. Waktu kerja:
Dibagi 2 shift, yaitu:
 10.00 - 18.00 WIB
 18.00 – 02.00 WIB
d. Fasilitas
 Wifi
 AC
 Smoking room
 Stop contact
 Audio

Universitas Diponegoro Page 15


 LCD TV
 CCTV

4.1.3. Alat perencanaan

Bagan Gantt

Minggu 1 2 3 4 5 6 Keterangan
Data dan Dokumen
Survey lokasi dan Supplier
Desain Layout
Pembelian Alat
Perekrutan Karyawan
Pengoperasian CeritaKita
Coffee space

4.2. Manajemen dalam Operasi

4.2.1. Jenis Pekerjaan

4.2.1.1. Deskripsi Jabatan

Deskripsi jabatan berisi tentang informasi yang berkaitan dengan


tugas, kewajiban, dan tanggung jawab suatu jabatan yang spesifik. Pembagian
deskripsi jabatan di ceritakita Coffee Space sebagai berikut:

a. Manajer
 Mempekerjakan dan memberhentikan karyawan

Sebagai seseorang yang akan membantu si pemilik mengelola


restoran, manajer cafe juga bertugas dalam mengurus hal-hal yang
berkaitan dengan mempekerjakan maupun memberhentikan karyawan.
Selain itu, mereka juga bertugas untuk memberikan pelatihan bagi para
karyawan baru dan memastikan bahwa mereka bekerja sesuai dengan
kewajiban masing-masing. Apabila ia menemukan adanya karyawan
yang tidak produktif atau tidak melaksanakan tugas-tugasnya, maka ia
berhak memproses pemberhentian karyawan tersebut.

 Mengatur jadwal kerja

Manajer café juga bertugas mengatur dan menentukan jadwal


kerja karyawan. Ia harus mampu membagi pekerjaan dengan seadil
mungkin dan sesuai dengan posisi jabatan masing-masing. Ketika ada
karyawan yang kurang sesuai dengan pembagian jadwal atau mungkin
membutuhkan cuti, mereka bisa mengatakannya pada manajer cafe.

Universitas Diponegoro Page 16


 Mengurus inventaris

Manajer cafe juga bertanggung jawab dalam hal pengurusan


inventaris. Ia juga membantu memastikan bahwa inventaris yang dibeli
memang berguna bagi kelancaran bisnis kuliner dan harganya sesuai
dengan budget yang sudah ditentukan.

 Menyetujui serta mengelola anggaran

Apabila karyawan merasa ada fasilitas yang harus ditambah, ia


tidak bisa asal membeli tanpa persetujuan manajer restoran. Hal ini
dikarenakan manajer restoran yang bertugas mengelola anggaran
untuk memastikan bahwa setiap pembelian yang dilakukan bagi bisnis
kuliner berguna dan tidak dibuang untuk keperluan yang tidak penting.

 Pemasaran

Apabila tidak ada bagian khusus yang menangani pemasaran


atau marketing, maka biasanya manajer cafe juga bertugas dalam hal
ini. Entah itu membantu berjalannya akun media sosial cafe, memesan
brosur, hingga mengelola iklan cetak maupun iklan via media digital
seperti media social (online).

 Merencanakan menu yang disajikan

Manajer cafe juga bertanggung jawab dalam membantu


perencanaan menu yang akan disajikan di bisnis kuliner. Manajer cafe
tentu bisa melakukannya dengan berdiskusi dengan para chef atau
barista yang bertugas. Selain itu, manajer cafe juga bertanggung jawab
dalam memperkirakan kisaran harga menu yang dihidangkan sesuai
dengan harga bahan pokok yang ada di pasaran.

 Mempersiapkan acara dan event spesial

Apabila ada acara spesial yang hendak digelar, misalnya ada


pelanggan yang berencana menggelar acara ulang tahun di cafe
tersebut. Manajer cafe biasanya akan bertanggung jawab membantu si
pelanggan dalam mengoordinasi serta merealisasikan acaranya.

 Memastikan bahwa standar kebersihan serta keamanan


terpenuhi

Orang yang bertanggung jawab memastikan bahwa para


karyawan bekerja sesuai dengan standar yang berlaku adalah manajer
cafe. Ia akan memastikan supaya nantinya tidak ada masalah yang
terjadi terkait peraturan atau standar yang berlaku. Standar yang

Universitas Diponegoro Page 17


berlaku terutama adalah standar kebersihan makanan, kebersihan
lingkungan, keamanan lingkungan, prosedur pelayanan dan penyajian
menu makanan.

 Customer Experience

Mungkin mereka bukanlah orang yang akan mengurus langsung


bagian yang akan dikerjakan oleh tim customer service. Namun,
manajer restoran tetaplah bertugas untuk memastikan bahwa customer
service bekerja dengan semestinya. Ia jugalah yang bertugas melatih
karyawan yang bekerja di bidang tersebut.

 Memantau bahan baku

Ia juga bertugas untuk memantau stok dan keadaan bahan baku


dan bahan pokok kebutuhan bisnis kuliner.

b. Barista Senior
 Membuat Minuman Selain Kopi

Jangan kira barista itu kerjanya membuat kopi saja. Barista


bertugas untuk meracik semua minuman yang ada di menu kedai kopi
meskipun minuman itu tidak mengandung kopi sama sekali. Misalnya
aneka jus, aneka minuman cokelat, teh hingga aneka signature
drinks yang ada di sana. Tapi jangan khawatir, barista itu paling senang
jika mendapat orderan kopi. Buat mereka tak ada yang lebih
menyenangkan selain meracik kopi karena kopi berada di strata
teringgi minuman. Berada di puncak tertinggi dari deretan minuman
lain di buku menu.

 Menerbitkan Senyum Di Wajahmu

Yang terakhir ini adalah tugas paling mutlak bagi semua


barista di semesta raya. Karena apalah arti kopi paling nikmat
jika senyum pelanggan tak hadir secara cuma-cuma. Barista
yang berhasil adalah barista yang mampu menularkan
kebahagiaan dari secangkir kopi yang lahir dari tangannya.

c. Barista Junior
 Membersihkan Coffee Bar

Barista itu bekerja di balik coffee bar dan bertanggung-jawab


penuh dengan apa-apa yang ada di sana. Termasuk menjaga

Universitas Diponegoro Page 18


kebersihan mesin espresso dan berbagai macam peralatan di dalam
bar. Tidak ada cleaning service yang bertugas khusus untuk
membersihkan ini semua. Karena baristalah yang bertanggung-jawab
sekaligus paling tahu perkara membersihkan area bar ini. Tak hanya
membersihkan mesin espresso, mereka juga membersihkan hal-hal lain
seputar coffee bar. Ampas kopi, sisa memanaskan susu dan lain
sebagainya dibersihkan langsung setelah kopi diracik. Tak berhenti di
situ, saat kedai kopi tutup segalanya dibersihkan secara menyeluruh.

 Membersihkan Area Kedai Kopi

“Kami harus berbagi tugas secara bergantian untuk


membersihkan area Coffee Space setelah kedai tutup,” kata
seorang barista Starbucks yang saya kenal baik. Jadi kalian harus
tahu bahwa barista juga harus merangkap sebagai ‘tukang
bersih-bersih’ bagi kedai kopi tempatnya bekerja. Ternyata
tanggung jawab barista tidak hanya sebatas urusan meracik kopi
saja tetapi merangkum keseluruhan kedai kopi meskipun tidak
semua kedai kopi memberi tugas kepada baristanya untuk
bersih-bersih.

d. Kasir

Seorang kasir harus memahami apa yang menjadi tugasnya agar


bisa bekerja dengan baik. Tugas seorang kasir secara umum antara lain
sebagai berikut :

 Menjalankan proses penjualan dan penerimaan pembayaran

Kasir merupakan ujung tombak di minimarket yang


langsung head to head dengan pelanggan yang akan membayar. Sikap
yang sopan dan ramah serta penampilan yang menarik dan rapi sangat
penting untuk ditonjolkan di sini. Selain itu, seorang kasir juga harus
pandai berkomunikasi dengan pelanggan agar suasana tidak kaku. Saat
menerima pembayaran seorang kasir harus teliti. Pengecekan uang
kertas asli atau palsu dengan lampu ultra violet harus dilakukan. Pada
saat memberikan kembalian pun, uang harus dihitung jangan sampai
lebih atau kurang, harus pas

 Mencatat setiap transaksi

Semua transaksi penjualan harus dicatat dengan teliti, jangan


sampai ada yang terlewat atau bahkan salah terutama pada penulisan

Universitas Diponegoro Page 19


angka karena akan berakibat fatal. Namun, sekarang tugas pencatatan
seluruh transaksi sudah digantikan dengan software point of
sales (aplikasi penjualan) yang umum digunakan di minimarket. Meski
demikian, tetap saja kasir harus teliti saat memasukkan data barang
yang dibeli oleh pelanggan.

 Membantu memberikan informasi mengenai suatu produk


kepada pelanggan

Pelanggan terkadang menanyakan harga, ketersediaan bahkan


informasi mengenai tanggal kadaluarsa barang pada kasir. Maka,
pengetahuan tentang suatu produk dan kemampuan komunikasi yang
baik, sopan dan ramah sangat penting. Kasir harus memiliki sikap
tersebut agar pelanggan merasa nyaman dan senang karena rasa ingin
tahunya bisa terjawab.

 Melayani transaksi dan packing barang

Selama melakukan pencatatan barang ke software penjualan,


seorang kasir perlu mengajak pelanggan berbicara dengan ramah
secukupnya sebagai basa-basi atau bisa juga menawarkan produk
lainnya. Jangan lupa untuk memasukkan barang yang sudah dicatat ke
dalam plastik. Untuk memasukkan barang kedalam plastik ini,
sebaiknya pisahkan antara produk makanan dan yang bukan makanan.

 Melakukan pengecekan barang sebelum menyerahkan ke


pelanggan

Penyerahan barang kepada pelanggan dilakukan setelah proses


pencatatan transaksi dan pembayaran selesai. Namun sebelum
memberikan barang, kasir harus mengecek apakah semua barang
sudah masuk ke dalam plastik atau belum. Jangan sampai ada yang
tertinggal karena akan merugikan konsumen.

4.2.1.2. Spesifikasi Jabatan

Spesifikasi jabatan adalah uraian persyaratan kualitas minimum orang


yang bisa diterima agar dapat menjalankan jabatan dengan baik dan
kompeten di suatu perusahaan. Spesifikasi jabatan di ceritakita Coffee Space
sebagai berikut:

a. Berusia 19-25 tahun


b. Minimal lulusan SMA dan sederajat
c. Berpenampilan Menarik
d. Bertanggung jawab dan Dapat Dipercaya

Universitas Diponegoro Page 20


e. Mau berkontribusi untuk memajukan ceritakita Coffee Shop

4.2.2. Struktur Organisasi

Bagan Struktur organisasi

OWNER

MANAJER

BARISTA KASIR
SENIOR

BARISTA
JUNIOR

4.2.3. Rekrutmen

 Iklan

Rekrutmen pegawai untuk ceritakita Coffee Space dapat dilakukan


melalui media cetak dan media social. Media cetak berupa koran, pamflet,
brosur, majalah bursa kerja kemudian media social berupa iklan di facebook,
instagram, line jobs. Lebih banyak di pasarkan melalui media social karena
kebanyakan orang lebih sering melihat media social dibandingkan dengan
media cetak.

 Kantor Penempatan Kerja

Perekrutan tenaga kerja dapat dilakukan dengan mendaftar di


ceritakita Coffee Space secara langsung dengan membawa kelengkapan
administrasi sebagai syarat menjadi pegawai di coffee shop kita.

Universitas Diponegoro Page 21


BAB V
ANALISIS KELAYAKAN
ASPEK KEUANGAN

5.1. Asumsi Dasar Perhitungan

Tabel 5.1.

Asumsi dan Parameter untuk Analisis Keuangan ceritakita Coffee Space

No Asumsi Satuan Jumlah/nilai


1 Periode proyek Tahun 5
2 Luas tanah m2 250 m
Luas tanah untuk kantor dan gudang m2 2,5
3 Pembangunan Usaha
tahap awal berdiri 2 bulan 5
Penyediaan bahan-bahan minggu 1
Jangka waktu penjualan hari 1
4 Harga Coffee dan non Coffee Rp/500gr 46000
Harga Biji Coffee Rp/ min. 9 cm
Harga Susu Greenfield Rp/liter 17500
Harga Taro sachet Rp/100 gr 19800
Harga Red Velvet sachet Rp/100 gr 19800
Harga Matcha sachet Rp/100 gr 19800
Harga Lasagna Rp/cm 2,5
Harga Fettucini Carbonara Rp/gr 400
Harga Spaghetti Bolognese Rp/gr 18000
Oreo cheese cake porsi 18000
Strawberry Cheese Cake porsi 18000
Double Chocolate Cake porsi 18000
5 Tenaga kerja orang
Tetap orang 9
6 Resiko kegagalan pemasukan persen 65
Sumber: Lampiran 1

5.2. Biaya Investasi dan Operasional

(1). Kebutuhan Investasi

Secara rinci, kebutuhan investasi untuk usaha ceritakita Coffee Space ini adalah
sebagai berikut :

Universitas Diponegoro Page 22


Tabel 5.2.

Investasi ceritakita Coffee Space

No Jenis biaya Nilai (Rp) Penyusutan (Rp)


1 Perijinan 25000000 0
2 Tanah milik pribadi 0 0
3 Peralatan Coffespace 124605000 12705000
4 Bangunan 600000000 50000000

Jumlah biaya investasi 749605000 62705000


Sumber biaya investasi dari
a. Kredit (40%) 299842000
b. Dana sendiri (60%) 449763000
Sumber: Lampiran 2

Investasi yang dibutuhkan untuk ceritakita Coffee Space ini adalah Rp 714.410.000
dengan umur proyek selama 5 tahun, maka nilai penyusutan per tahunnya adalah
Rp. 62.705.000. Investasi merupakan biaya tetap (fixed cost) yang terdiri dari
beberapa komponen seperti biaya perijinan, sewa tanah, sewa bangunan, dan
peralatan-peralatan lainnya.

(2) Biaya Operasional

Tabel 5.3.

Biaya Operasional ceritakita Coffee Space

No Jenis biaya Jumlah


1 Biaya tenaga kerja tetap (head barista) 120.000.000

2 Biaya tenaga kerja tidak tetap (manajer&konsultan) 210.000.000

3 Biaya tenaga kerja tidak tetap (barista&kasir) 192.000.000

4 Biaya operasional lain-lain 4.710.000


Jumlah total biaya 526.710.000
Sumber: Lampiran 4

5.3. Kebutuhan Kredit dan Modal Kerja

Dana yang dibutuhkan untuk ceritakita Coffee Space ini diperoleh dari dua sumber,
yaitu dari modal sendiri dan dari kredit bank. Secara rinci, sumber dana untuk
ceritakita Coffee Space ini adalah sebagai berikut:

Universitas Diponegoro Page 23


Tabel 5.4.

Kebutuhan Kredit dan Modal Kerja

No Rincian Biaya Proyek Total Biaya


1 Dana investasi yang bersumber dari
a. Kredit (40%) 299842000
b. Dana sendiri (60%) 449763000
Jumlah dana investasi 749605000
2 Dana modal kerja yang bersumber dari
a. Kredit (0%) 0
b. Dana sendiri (100%) 53.375.000
Jumlah dana modal kerja 53.375.000
3 Total dana proyek yang bersumber dari
a. Kredit 299842000
b. Dana sendiri 503138000
Jumlah dana proyek 802980000
Sumber: Lampiran 5

5.4. Proyeksi Produksi dan Cashflow

Secara lengkap, total aliran kas untuk ceritakita Coffee Space ini selama 5 tahun
adalah sebagai berikut :

Tabel 5.5.

Total Aliran Kas Selama Umur usaha ceritakita Coffee Space

No. Uraian Jumlah


1 Pendapatan
Penjualan 13.230.000.000
Nilai Sisa 0
Jumlah Pendapatan 13230000000
2 Pengeluaran -
a. Investasi -
a. Perijinan 25000000
b. Tanah milik pribadi 0
c. Peralatan coffeespace 124605000
d. Bangunan 600000000
Jumlah Biaya Investasi 425.800.000
b. Biaya tenaga kerja -
Biaya tenaga kerja tetap (head barista) 120.000.000

Biaya tenaga kerja tidak tetap 210.000.000


(manajer&konsultan)
Biaya tenaga kerja tidak tetap (barista&kasir) 192.000.000

c. Biaya operasional lain 166.710.010


Jumlah biaya operasional 688.710.010
3 Surplus/defisit 13.918.710.010
Sumber: Lampiran 8

Universitas Diponegoro Page 24


5.5. Proyeksi Laba Rugi dan Break Even Point

Tabel 5.6.
Proyeksi Keuntungan dan Kerugian ceritakita Coffee Space
Selama 5 tahun

No Uraian Jumlah
1 Pendapatan 2646000000

2 Pengeluaran
a. Biaya Operasional 688.710.010
b. Biaya Investasi 3.748.025.000
c. Penyusutan 313525000
Jumlah 4.750.260.010
Laba sebelum pajak 8.479.739.990
e. Pajak 10% 847973999

3 Laba rugi 7.631.765.991

4 Profit margin % 2,884265303


BEP (nilai penjualan) 4284591660
Sumber: Lampiran 9

5.6. Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek


Tabel 5.7.
Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek
Uraian Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Inflow
1. Pendapatan 0 2.646.000.000 2.646.000.000 2.646.000.000 2.646.000.000 2.646.000.000
2. Kredit
a. Investasi 299842000
b. Modal Kerja 0
3. Dana Sendiri
a. Investasi 449763000
b. Modal Kerja 53.375.000
e. Nilai sisa 0 0 0 0 0 72387000
Jumlah 749605000 2699375000 2.646.000.000 2.646.000.000 2.646.000.000 2718387000
Inflow untuk IRR 0 2.646.000.000 2.646.000.000 2.646.000.000 2.646.000.000 2718387000
Outflow 0
a. Biaya investasi 749605000 0 0 0 0 0
b. Biaya operasional 0 137.742.000 137.742.001 137.742.002 137.742.003 137.742.004
c. Pajak % 0 169594800 244555299,9 244555299,8 244555299,7 244555299,6
Jumlah 749605000 307336800 382297300,9 382297301,8 382297302,7 382297303,6
Outflow untuk IRR 0 307.336.800 382.297.301 382.297.302 382.297.303 382.297.304
Arus Bersih (NCF) 0 2392038200 2263702699 2263702698 2263702697 2336089696
Cashflow untuk IRR 0 2338663200 2263702699 2263702698 2263702697 2336089696
Discount Factor (5,25%) 1 0,950118765 0,475059382 0,316706255 0,237529691 0,190023753
Present Value 0 2222007791 1075393206 716928803,9 537696602,7 443912531,4
Kumulatif cashflow 0 2222007791 3297400997 4014329801 4552026404 4995938935
Analisis Kelayakan Usaha
NPV 4995938935
IRR #NUM!
Net B/C Ratio 2,384785217

Sumber: Lampiran 10

Universitas Diponegoro Page 25


BAB VI
PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Dari hasil analisis kami terhadap aspek-aspek yang ada dalam studi kelayakan bisnis,
seperti aspek pasar dan pemasaran, aspek teknik, aspek manajemen, dan aspek
keuangan, kami menyimpulkan bahwa meskipun terdapat banyak hambatan usaha
ceritakita Coffee Space tersebut layak untuk di lanjutkan.

6.2. Saran

Dalam menjalankan bisnis ceritakita Coffee Space ini yang perlu diperhatikan adalah
bagaimana menjaga minuman kopi yang berkualitas dan mencari segmen yang
tepat. Penentuan lokasi juga menentukan dalam memasarkan produk ini kepada
masyarakat.

Universitas Diponegoro Page 26

Anda mungkin juga menyukai