Anda di halaman 1dari 21

PERANAN SIM DALAM KEGIATAN BISNIS (E-COMMERS)

Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah

“SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEUANGAN”

Dosen Pengampu :

Yogi Dwi Lestari, SE, MM

Di susun oleh PS 5-K kelompok 4 :

1. Nia Megawati (17401163451)


2. Siti Zulaikah (17401163455)
3. Widyaningrum (17401163463)
4. Dyah Dwi Lestari (17401163474)
5. Nadya Bilqis Kafa M. (17401163490)

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG


NOVEMBER 2018

KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah Yang Maha Esa
atas berkat, rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangan didalamnya.
Makalah ini akan menjelaskan mengenai peranan SIM dalam kegiatan bisnis (e-
commers).
Sejalan dengan selesainya makalah ini kami mengucapkan terimakasih
kepada :
1. Dr. Maftuhin, M.Ag., selaku rektor IAIN Tulungagung
2. Yogi Dwi Lestari, SE, MM selaku dosen pengampu mata kuliah Sistem
Informasi Manajemen Keuangan
3. Serta semua pihak yang ikut serta dalam pembahasan materi ini

Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktuya.


Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, masih banyak
kekurangan yang mendasar pada makalah yang kami buat.

Oleh karena itu kami mengharapkan pembaca untuk memberikan saran


serta kritik yang membangun. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami
harapkan untuk menyempurnakan makalah kami selanjutnya agar karya yang
kami buat dapat bermanfaat serta menambah wawasan bagi pembaca.

Tulungagung, November 2018

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman judul...................................................................................................... i

ii
Kata Pengantar..................................................................................................... ii

Daftar Isi............................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.......................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah..................................................................................... 1

C. Tujuan Penulisan....................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Perdagangan Elektronik............................................................................. 3

B. Inteligensi Bisnis (Business Intelligence).................................................. 7

C. Strategi E-Commerce Dan Sistem Interorganisasional.............................. 9

D. Sistem Interorganisasional......................................................................... 9

E. EDI ............................................................................................................10

F. Strategi B2C Untuk E-Commerce..............................................................11

G. Langkah E-Commerce Berikutnya............................................................13

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan............................................................................................. 15

B. Saran....................................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya dunia


baru yang disebut dunia maya. Di dunia maya, setiap individu
memiliki hak dan kemampuan untuk berinteraksi dengan
individu lain tanpa batasan apapun yang dapat
menghalanginya. Globalisasi yang sempurna sebenarnya
telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh
komunitas digital. Dari seluruh aspek kehidupan manusia
yang terkena dampak kehadiran internet, sektor bisnis
merupakan sektor yang paling terkena dampak dari
perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi serta
paling cepat tumbuh.

Mobilitas manusia yang tinggi menuntut dunia


perdagangan mampu menyediakan layanan jasa dan barang
dengan cepat sesuai permintaan konsumen. Untuk mengatasi
masalah tersebut, kini muncul transaksi yang menggunakan
media internet untuk menghubungkan produsen dan
konsumen. Transaksi bisnis melalui internet lebih dikenal
dengan nama e-business dan e-commerce. Melalui e-
commerce, seluruh manusia dimuka bumi memiliki
kesempatan dan peluang yang sma untuk bersaing dan
berhasil berbisnis di dunia maya. Oleh karena itu, kami akan
mencoba membahas apa dan bagaimana e-commerce
tersebut

B. Rumusan Masalah

1
1. Bagaimanakah perdagangan elektronik?
2. Bagaimanakah inteligensi bisnis (Business Intelligence)?
3. Bagaimanakah strategi e-commerce dan sistem interorganisasional?
4. Bagaimanakah sistem interorganisasional?
5. Apakah yang dimaksud dengan EDI?
6. Bagaimanakah strategi B2C untuk e-commerce?
7. Bagaimanakah langkah e-commerce berikutnya?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui tentang perdagangan

2. Untuk mengetahui tentang inteligensi bisnis (Business Intelligence)


3. Untuk mengetahui strategi e-commerce dan sistem interorganisasional

4. Untuk mengetahui sistem interorganisasional

5. Untuk mengetahui tentang EDI

6. Untuk mengetahui strategi B2C untuk e-commerce

7. Untuk mengetahui langkah e-commerce berikutnya

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Perdagangan Elektronik

E-commerce (perniagaan elektronik), sebagai bagian dari electronic


business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmissio)
adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui
sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer
lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data
elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan
data otomatis. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala
bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and
service) dengan menggunakan media elektronik.1

1. E-Commerce di Luar Batas Perusahaan

E-commerce dibedakan menjadi dua jenis, yaitu e-commerce bisnis ke


konsumen (business-to-consumen—B2C) mengacu pada transaksi-
transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir produk;
dan yang kedua yaitu e-commerce bisnis ke bisnis (business-to-business—
B2B) mengacu pada transaksi antarbisnis dimana tidak ada pihak yang
menjadi konsumen akhir.2

2. Manfaat-Manfaat yand Diharapkan dari E-Commerce

a. Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan

1
Rintho Rante Rerung, E-commers Menciptakan Daya Saing Melalui Teknologi Informasi,
(Yogyakarta: DEEPUBLISH, 2018), hlm. 18
2
Tata Sutabri, Konsep Sistem Informasi,(Yogyakarta: ANDI OFFSET, 2012), hlm. 108

3
b. Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan

c. Penekanan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan,


menyimpan, dan mengakses informasi berbasis kertas

d. Perluasan pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global.3

Perlu diingat, peningkatan laba tidak termasuk ke dalam manfaat yang


diharapkan dari e-commerce karena laba adalah hasil dari sebuah
organisasi yang mencapai tujuannya sedangkan e-commerce adalah sarana
pendukung yang kuat yang dapat membantu organisasi mencapai
tujuannya.

3. Kendala-Kendala E-Commerce

Pada tahun 1996, dilakukan survey dan didapati 60 persen perusahaan


yang memberikan respons menunjukkan bahwa mereka belum
mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk
melakukannya dalam waktu tiga tahun ke depan.

Ketika ditanyakan mengenai alasannya, perusahaan tersebut


menyebutkan tiga kendala dengan urutan sebagai berikut:

a. Biaya yang tinggi

b. Kekhawatiran akan masalah keamanan

c. Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia4

4. Ruang Lingkup E-Commerce

E-commerce bersifat dinamis dan ruang lingkup pengaruhnya dapat


berubah dalam waktu hanya beberapa bulan. Karena sangat lebarnya
spektrum proses dari transaksi jual beli yang ada, sangat sulit menentukan
3
Sarfilianty Anggiani, Kewirausahaan: Pola pikir, pengetahuan, dan Keterampilan, (Jakarta:
Prenadamedia, 2018), hlm. 222
4
Raymond McLeod, Jr. & George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Salemba
Empat, 2008), hlm. 61

4
ruang lingkup atau batasan dari domain e-commerce. Salah satu cara yang
dapat dipergunakan untuk dapat mengerti batasan-batasan dari sebuah e-
commerce adalah dengan mencoba mengkaji dan melihat fenomena bisnis
tersebut dari berbagai dimensi, seperti yang dijelaskan berikut ini.

a. Teknologi

Kontributor terbesar yang memungkinkan terjadinya e-commerce


adalah teknologi informasi, dalam hal ini perkembangan pesat teknologi
komputer dan telekomunikasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa arena jual
beli di dunia maya terbentuk karena terhubungnya berjuta-juta
komputer ke dalam sebuah jaringan raksasa (internet). Dari sisi ini e-
commerce dapat dipandang sebagai sebuah prosedur atau mekanisme
berdagang (jual beli) di internet dimana pembeli dan penjual
dipertemukan di sebuah dunia maya yang terdiri dari sekian banyak
komputer.

b. Marketing dan “New Consumer Processes”

Dari segi pemasaran, e-commerce sering dilihat sebagai sebuah


kanal atau cara baru untuk berhubungan dengan pelanggan. Melalui e-
commerce jangkauan sebuah perusahaan menjadi semakin luas karena
yang bersangkutan dapat memasarkan produk dan jasanya ke seluruh
dunia tanpa memperhatikan batasan-batasan geografis. Dengan cara
yang sama pula sebuah perusahaan dapat langsung berhubungan dengan
end-comsumers-nya. Economic e-commerce merupakan sebuah pemicu
terbentuknya prinsip ekonomi baru yang lebih dikenal dengan ekonomi
digital (digital economy). Di dalam konsep ekonomi ini, semua sumber
daya yang dapat didigitalisasikan menjadi tak terbatas jumlahnya.

c. Electronic linkage

Di suatu sisi yang lain, banyak orang melihat e-commerce sebagai


sebuah mekanisme hubungan secara elektronis antara satu entiti dengan
entiti lainnya. Dengan adanya e-commerce, maka dua buah divisi dapat

5
bekerja sama secara efisien melalui pertukaran data elektronis;
demikian juga antara dua buah kelompok berbeda seperti misalnya
antara kantor pemerintah dengan masyarakatnya; atau mungkin antara
pelanggan dengan perusahaan-perusahaan tertentu.

d. Information value adding

Di dalam e-commerce, bahan baku yang paling penting adalah


informasi. Sehubungan dengan hal ini, proses pertambahan nilai (value
adding processes) menjadi kunci terselenggaranya sebuah mekanisme
e-commerce. Konsep ini dikuatkan dengan teori virtual value chain
yang menggambarkan bagaimana proses pertambahan nilai
diberlakukan terhadap informasi, yaitu melalui langkah-langkah proses:
gathering, organizing, selecting, synthesizing, dan distributing.

e. Market-making

E-commerce dikatakan sebagai market-making karena


keberadaannya secara langsung telah membentuk sebuah pasar
perdagangan tersendiri yang mempertemukan berjuta-juta penjual dan
pembeli di sebuah pasar digital maya (e-market). Di pasar maya ini
terjadi perdagangan secara terbuka dan bebas, karena masing-masing
penjual dan pembeli dapat bertemu secara efisien tanpa perantara. E-
market juga disinyalir sebagai arena perdagangan yang paling efisien
karena kecenderungannya untuk selalu mencari bentuk-bentuk
perdagangan yang berorientasi kepada pembeli (customer oriented).

f. Service infrastructure

Konsep e-commerce ternyata tidak hanya membuahkan mekanisme


transaksi jual beli semata, namun ternyata banyak sekali jasa-jasa baru
yang diperlukan sebagai sarana pendukung aktivitas jual beli produk
tersebut. Katakanlah jasa dari institusi keuangan untuk menawarkan
cara pembayaran secara elektronik, jasa perusahaan hosting yang

6
menawarkan perangkat penyimpan data maupun situs perusahaan yang
bersangkutan, dan lain-lain.

g. Legal, privacy, dan public policy

Sisi terakhir dalam melihat e-commerce adalah mencoba


memandangnya dari unsur-unsur semacam hukum, peraturan,
kebijakan, proses, dan prosedur yang diberlakukan. Secara tidak
langsung terlihat bahwa interaksi perdagangan elektronis yang telah
mengikis batas-batas ruang dan waktu mau tidak mau mendatangkan
tantangan baru bagi pemerintah dan masyarakat dalam mencoba
membuat regulasi tertentu agar di satu pihak terbentuk lingkungan
bisnis yang kondusif, sementara di pihak lain hak-hak individu maupun
masyarakat dapat terjaga dengan baik.

5. Jalan Menuju E-Commerce

Ketika perusahaan merasa bahwamanfaatyang diharapkan lebih besar


daripada biaya dan memutuskan untuk mengimplementasikan e-commers,
perusahaan tersebut menyadari bahwa implementasi yang dilakukan
merupakan suatu pekerjaan yang benar. Rencana bisnis strategis akan
membakukan komitmen untuk menggunakan e-commerce guna meraih
keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus memperoleh
kecerdasan bisnis (business intelligence) sehingga perusahaan tersebut
akan dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh
masing-masing unsur lingkungan.5

B. Inteligensi Bisnis (Business Intelligence)

Inteligensi bisnis atau business intelligence menjadi sangat dibutuhkan


karena pengambilan keputusan pelaksanaan e-commerce itu terlebih dahulu

5
Raymond McLeod, Jr. & George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Salemba
Empat, 2008), hlm. 63

7
harus mengetahui tentang perusahaan dan hubungannya dengan para
pelanggan, pesaing, pemasok, dan pihak-pihak eksternal lainnya.

Inteligensi bisnis (business intelligence—BI) adalah aktivitas


pengumpulan informasi mengenai unsur-unsur di dalam lingkungan yang
berinteraksi dengan perusahaan.6

1. Basis Data Eksternal

Perusahaan tidak harus mengumpulkan informasi lingkungannya


sendiri. Tersedia sejumlah basis data komersial penting yang memberikan
informasi mengenai hampir semua subjek. Perusahaan menggunakan
berbagai basis data ini untuk mendapatkan kecerdasan bisnis karena ia
lebih cepat dan lebih murah daripada meneliti beragam jenis sumber
informasi.

Basis data pemerintah juga merupakan sumber informasi penting


lainnya seperti perpustakaan, biro sensus, biro statistik tenaga kerja, dan
sebagainya. Perusahaan menjadi semakin condong untuk melakukan
pencarian eksternal sendiri untuk kecerdasan pasar. Pencarian eksternal
telah dibantu oleh adanya fakta bahwa semakin banyak perusahaan
memberikan informasinya sendiri di web.

2. Mesin Pencari

Suatu mesin pencari (search engine) adalah suatu program computer


khusus yang menanyakan satu kata atau kelompok kata kepada pengguna
untuk dicari. Program ini kemudian mencari isi situs-situs web di internet
untuk melihat apakah kata atau kata-kata tersebut terdapat di situs-situs

6
Raymond McLeod, Jr. & George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Salemba
Empat, 2008), hlm. 64

8
web tersebut. Beberapa contoh mesin pencari ini adalah seperti Yahoo!,
Google, MSN, Altavista, dan sebagainya.7

C. Strategi E-Commerce Dan Sistem Interorganisasional

Strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-


unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang
diberikan untuk strategi ini adalah sistem interorganisasional
(interorganizational system – IOS). Istilah yang sering kali dipeprgunakan
untuk IOS adalah EDI, yang merupakan singkatan dari electronic data
interchange (pertukaran data elektronik). Pertukaran data elektronik adalah
salah satu cara untuk mendapatkan suatu sistem interorganisasional.

D. Sistem Interorganisasional

Sebuah perusahaan dapat membuat hubungan elektronik dengan


perusahaan lain untuk menciptakan suatu sistem interorganisasional (IOS)
sehingga semua perusahaan bekerja bersama sebagai suatu unit yang
terkoordinasi, meraih manfaat yang tidak dapat diraih sendiri oleh setiap
perusahaan. Beberapa manfaat dari IOS adalah sebagai berikut:

a. Efisiensi Komparatif

Dengan bergabung dalam IOS, para sekutu dagang dapat memproduksi


barang dan jasa dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan, selanjutnya
memberikan barang dan jasa dengan biaya yang lebih rendah kepada para
pelanggannya.

b. Kekuatan Penawaran

7
Ibid., hlm. 65

9
Kekuatan penawaran (bargainingpower) adalah kemampuan sebuah
perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan para pemasok dan
pelanggannya demi keuntungan perusahaan itu sendiri.8

E. EDI

EDI terdiri atas transmisi data langsung komputer-ke-komputer dalam


suatu format struktur yang dapat dibaca oleh mesin. EDI sangat penting
karena memfasilitasi sebagian besar mayoritas perdagangan B2B. EDI adalah
implementasi dominan dari suatu IOS.

1. Ekstranet

Ekstranet adalah cara lain dari membuat suatu IOS. Cara ini
memungkinkan dibaginya informasi berbasis komputer yang sensitive
dengan perusahaan lain dengan menggunakan teknologi informasi yang
pada umumnya dihubungkan dengan internet. Keamanan dan privasi
mendapat perhatian yang serius, sehingga ekstranet biasanya diamankan
dibalik suatu firewall.

2. Sekutu-Sekutu Bisnis Proaktif dan Reaktif

Sponsor IOS pada umumnya mengambil pendekatan proaktif,


merangsang minat akan IOS dan mendorong partisipasi di dalam jaringan.
Para partisipan pada umumnya merespons dengna cara yang reaktif,
menerima atau menolak penawaran sponsor untuk menerpakan IOS.

3. Pengaruh Penerapan

Ada empat faktor yang menentukan apakah perusahaan akan


mengambil langkah proaktif atau reaktif.

8
Raymond McLeod, Jr. & George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Salemba
Empat, 2008), hlm. 67

10
a. Tekanan kompetitif. Ketika perusahaan berada dalam suatu posisi yang
buruk terhadap para pesaingnya atau ketika asosiasi industri atau
perdagangan memberikan tekanan yang kuat, perusahaan akan
menerapkan IOS, seperti EDI, dengan cara yang reaktif.

b. Penggunaan kekuasaan. Ketika sebuah perusahaan dapat memaksakan


kekuasaannya atas anggota lain, ia akan proaktif dalam menerapkan
IOS.

c. Kebutuhan internal. Ketika perusahaan sadar bahwa partisipasi dalam


IOS merupakan salah satu cara untuk meningkatkan operasinya,
perusahaan tersebut akan melakukan pendekatan atas IOS dengan cara
yang proaktif.

d. Dukungan manajemen puncak. Tanpa melihat apakah perusahaan


tersebut bertindang dengan cara yang proaktif maupun reaktif,
dukungan manajemen puncak selalu akan mempengaruhi keputusan.9

4. Manfaat-Manfaat Tidak Langsung IOS

a. Mengurangi kesalahan

b. Menurunkan biaya

c. Meningkatnya efisiensi operasional

d. Meningkatnya kemampuan untuk bersaing

e. Memperbaiki hubungan dengan sekutu dagang

f. Memperbaiki layanan pelanggan.10

F. Strategi B2C Untuk E-Commerce

9
Raymond McLeod, Jr. & George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Salemba
Empat, 2008), hlm. 69
10
Ibid., hlm. 70

11
Semakin banyaknya jumlah produk dan jasa yang tersedia untuk
pengiriman digital dan semakin banyaknya pelanggan yang mampu
mengatasi keengganan mereka untuk melakukan pembelian menggunakan
web. Kecepatan komunikasi yang lebih cepat dari komputer-komputer
rumahan juga telah membuat pengiriman produk-produk ditgital menjadi
lebih praktis.

1. Produk-produk Digital

Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk


lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara
mendownload secara elektronik.11 Satu perbedaan utama antara pembelian
produk-produk digital dengan produk-produk fisik melalui web adalah
bahwa produk digital dapat digunakan begitu selesai di-download.
Perbedaan lainnya adalah bahwa produk itu sendiri akan berpindah ke aset
pembelinya.

2. Produk-produk Fisik

Barang-barang fisik tidak dapat dikonsumsi melalui web; sebagai


gantinya, harus dikirimkan ke pelanggan. Pesanan penjualan dapat diambil
alih oleh web, tapi pengiriman harus tetap dilakukan. Pos paket sering kali
menjadi jasa paling murah yang diberikan, tetapi biasanya membutuhkan
waktu pengiriman yang paling lama.

3. Penjualan Maya Versus Campuran

Penjualan maya (virtual sales) adalah penjualan yang dilakukan oleh


sebuah perusahaan yang tidak mengoperasikan tempat berjualan fisik.
Dengan penjualan maya, tidak ada toko dimana pelanggan dapat masuk
dan membeli produk. Penjualan campuran (hybrid sales) terjadi ketika

11
M. Anang Firmansyah & Didin Fatihudin, Globalisasi Pemasaran , (Yogyakarta:
DEEPUBLISH, 2017), hlm. 75

12
perusahaan memiliki tempat berjualan secara fisik dan situs web dimana
pelanggan dapat membeli produk. Kedua strategi penjualan eceran ini
perlu menginformasikan biaya dan fitur produk kepada pelanggan,
mengatur pembayaran pelanggan, dan menghasilkan pengiriman produk.

Penjualan maya paling sering dipergunakan ketika perusahaan tidak


dapat membangun sebuah tempat berjualan fisik atau menemukan tempat
berjualan fisik yang layak secara ekonomis. Penjualan campuran terkadang
disebut sebagai operasi brick-and-click. Kebanyakan perusahaan memiliki
tempat berjualan karena biasanya hal tersebut dibutuhkan untuk rencana
bisnisnya.

4. Pemerintahan Elektronik

Pemerintah juga dapat mengambil manfaat dari e-commerce.


Pemerintahan elektronik atau e-government adalah penggunaan teknologi
informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan
bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan
pemerintahan. E-government dapat diaplikasi pada legislatif, yudikatif,
atau administrasi public, untuk meningkatkan efisiensi internal,
menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang
demokratis. Keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah
peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari
pelayanan publik.

G. Langkah E-Commerce Berikutnya

Tantangan bagi e-commerce lebih dari sekedar jenis barang yang


ditawarkan. Banyak pelanggan lebih nyaman menggunakan telepon selular
dari pada menggunakan keyboard komputer.

1. Perdagangan Bergerak

13
Perdagangan bergerak adalah penggunaan telepon selular dan asisten
digital pribadi (personal digital assistant—PDA) untuk melakukan e-
commerce nirkabel. Seiring dengan berkembangnya teknologi telepon
selular dari generasi analog menjadi generasi digital, istilah
telekomunikasi generasi ketiga (third generation—3G) telah secara
longgar dipergunakan untuk teknologi-teknologi nirkabel yang mampu
memindahkan data.

2. Nirkabel Berkelas Bisnis di Semua Tempat

Karena ketergantungan pada sambungan komunikasi kabel dan


kecilnya cakupan jarak oleh suatu poin akses nirkabel menjadikan akses
nirkabel secara terus-menerus mustahil untuk dilakukan. Komunikasi
nirkabel yang kecepatannya cukup memadai melalui penyedia jasa
komunikasi yang sama dengan telepon seluler akan memungkinkan
terciptanya komputasi nirkabel berkelas bisnis hampir di semua bisnis
hampir di semua tempat. Verizon menawarkan suatu rencana akses pita
lebar (broadband) yang berjalan pada kecepatan mulai dari 400 sampai 700
kilobit per detik, namun layanan ini tersedia dibanyak wilayah
metropolitan dan tidak terbatas hanya pada poin akses terdekat untuk suatu
jaringan menggunakan kabel.12

12
Raymond McLeod, Jr. & George P. Schell, Sistem Informasi Manajemen, (Jakarta: Salemba
Empat, 2008), hlm. 77

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

E-commerce (perniagaan elektronik), sebagai bagian dari electronic


business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic
transmission) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang
dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau
jaringan komputer lainnya.

Inteligensi bisnis atau business intelligence menjadi sangat dibutuhkan


karena pengambilan keputusan pelaksanaan e-commerce itu terlebih dahulu
harus mengetahui tentang perusahaan dan hubungannya dengan para
pelanggan, pesaing, pemasok, dan pihak-pihak eksternal lainnya.

Strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-


unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang
diberikan untuk strategi ini adalah sistem interorganisasional
(interorganizational system – IOS).

Sebuah perusahaan dapat membuat hubungan elektronik dengan


perusahaan lain untuk menciptakan suatu sistem interorganisasional (IOS)
sehingga semua perusahaan bekerja bersama sebagai suatu unit yang
terkoordinasi.

15
EDI terdiri atas transmisi data langsung komputer-ke-komputer dalam
suatu format struktur yang dapat dibaca oleh mesin. EDI sangat penting
karena memfasilitasi sebagian besar mayoritas perdagangan B2B. EDI adalah
implementasi dominan dari suatu IOS.

Semakin banyaknya jumlah produk dan jasa yang tersedia untuk


pengiriman digital dan semakin banyaknya pelanggan yang mampu
mengatasi keengganan mereka untuk melakukan pembelian menggunakan
web. Kecepatan komunikasi yang lebih cepat dari komputer-komputer
rumahan juga telah membuat pengiriman produk-produk ditgital menjadi
lebih praktis.

Penggunaan telepon selular dan asisten digital pribadi (personal digital


assistant—PDA) untuk melakukan e-commerce nirkabel seiring dengan
berkembangnya teknologi telepon selular dari generasi analog menjadi
generasi digital.

B. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna dalam


menyusun makalah ini, dan masih banyak kekurangan yang harus penulis
perbaiki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari
pembaca sangat diharapkan untuk kebaikan penulis. Semoga makalah ini bisa
memberikan manfaat kepada pembaca secara umum terlebih bagi penulis.

16
DAFTAR PUSTAKA

Anggiani, Sarfilianty. 2018. Kewirausahaan: Pola pikir, pengetahuan, dan


Keterampilan. Jakarta: Prenadamedia
Firmansyah, M. Anang & Didin Fatihudin. 2017. Globalisasi Pemasaran.
Yogyakarta: DEEPUBLISH
McLeod, Jr., Raymond & George P. Schell. 2008. Sistem Informasi Manajemen.
Jakarta: Salemba Empat
Rerung, Rintho Rante. 2018. E-commers Menciptakan Daya Saing Melalui
Teknologi Informasi. Yogyakarta: DEEPUBLISH
Sutabri, Tata. 2012. Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: ANDI OFFSET

17
18