Anda di halaman 1dari 2

(i.e., procedural knowledge).

Generalized amnesia has an acute onset; the perplexity,


disorientation, and purposeless wandering of individuals with generalized amnesia usually
bring them to the attention of the police or psychiatric emergency services. Generalized
amnesia may be more common among combat veterans, sexual assault victims, and individuals
experiencing extreme emotional stress or conflict.
Individuals with dissociative amnesia are frequently unaware (or only partially aware) of
their memory problems. Many, especially those with localized amnesia, minimize the
importance of their memory loss and may become uncomfortable when prompted to address it.
In systematized amnesia, the individual loses memory for a specific category of information
(e.g., all memories relating to one’s family, a particular person, or childhood sexual abuse. In
continuous amnesia, an individual forgets each new event as it occurs.

Associated Features Supporting Diagnosis


Many individuals with dissociative amnesia are chronically impaired in their ability to form
and sustain satisfactory relationships. Histories of trauma, child abuse, and victimization are
common. Some individuals with dissociative amnesia report dissociative flashbacks (i.e.,
behavioral re-experiencing of traumatic events). Many have a history of self mutilation, suicide
attempts, and other high-risk behaviors. Depressive and functional neurological symptoms are
common, as are depersonalization, auto-hypnotic symptoms, and high hypnotizability. Sexual
dysfunctions are common. Mild traumatic brain injury may precede dissociative amnesia.

Prevalence
The 12-month prevalence for dissociative amnesia among adults in a small U.S. community
study was 1.8% (1.0% for males; 2.6% for females).

Translate

(yaitu, pengetahuan prosedural). Secara umum, amnesia memiliki onset yang akut;
kebingungan, disorientasi, dan berjalan tanpa tujuan pada individu yang menderita amnesia
biasanya berakibat pada pemantauan dari polisi atau layanan darurat psikiatri. Amnesia secara
secara keseluruhan mungkin lebih umum dialami oleh kalangan veteran perang, korban
kekerasan seksual, dan individu yang mengalami tekanan emosional atau konflik yang ekstrim.
Individu dengan amnesia disosiatif sering tidak menyadari (atau hanya sebagian sadar)
masalah ingatan mereka. Banyak, terutama mereka yang mengalami amnesia lokal,
meremehkan pentingnya masalah hilang ingatan mereka dan mungkin merasa tidak nyaman
ketika diminta untuk mengatasinya. Pada amnesia yang sudah tersistemisasi, individu dapat
kehilangan ingatannya dalam beberapa kategori informasi tertentu (misalnya, semua kenangan
yang berkaitan dengan keluarga seseorang, orang tertentu, atau pelecehan seksual masa

1
kanak-kanak). Dalam amnesia yang berkelanjutan, seseorang melupakan setiap peristiwa baru
saja terjadi.

Hubungan dalam Mendukung Diagnosis


Banyak individu dengan amnesia disosiatif mengalami gangguan kronis dalam
kemampuan mereka untuk membentuk dan mempertahankan hubungan yang baik. Riwayat
trauma, pelecehan pada anak, dan penipuan sering terjadi. Beberapa individu dengan amnesia
disosiatif dapat melakukan kilas balik secara disosiatif (yaitu, perilaku mengalami kembali
peristiwa traumatik). Banyak yang memiliki riwayat mutilasi diri, upaya bunuh diri, dan
perilaku berisiko tinggi lainnya. Gejala neurologis depresif dan fungsional sering terjadi,
seperti depersonalisasi, gejala autohipnotis, dan hipnotisabilitas yang tinggi. Disfungsi seksual
biasa terjadi. Trauma dan cedera otak ringan dapat mendahului amnesia disosiatif.

Prevalensi
Tingkat prevalensi selama 12 bulan yang dilakukan pada kalangan orang dewasa dengan
amnesia disosiatif dalam penelitian yang melibatkan kelompok kecil di U.S. sebesar 1,8%
(1,0% untuk laki-laki; 2,6% untuk perempuan).