Anda di halaman 1dari 3

TANDA TANDA BIRAHI (ESTRUS) PADA SAPI

THOMAS SAPUTRO 1/30/2015

Birahi atau estrus atau heat, didefinisikan sebagai periode waktu dimana betina mau menerima
kehadiran jantan, kawin, dengan perkataan lain betina atau dara aktif sexualitasnya. Dalam program
perkawinan alami atau IB, seorang manager reproduksi ternak haru smampu mengenali tanda-tanda
berahi dan factor-faktor yang mendorong berlangsungnya tingkah laku berahi yang normal. Kadar
hormon estrogen yang tinggi mempunyai kaitan denga pemunculan tanda-tanda berahi, adapun pada
dasrnya pemunculan tingkah laku berahi secara sempurna merupakan pengaruh interaksi antara
estrogen dan indera, dalam hal ini terlibta satu gabungan inderan penciuman, pendengaran dan indera
penglihatan. Indera perasa/sentuhan pun penting pada sapi betina yang melangsungkan perkawinan,
melalui gigitan, jilatan, endusan merupakan bagian dari percumbuan sebelum kopulasi terjadi. Pada
umumnya, sapi betina induk adan dara enggan istirahat, aktif selama berahi. Sapi-sapi betina
mempunyai sifat yang unik, dimana cenderung homosexual, sehingga memudahkan dalam deteksi
berahi sekalipun tidak ada pejantan. Betina yang berahi akan menyendiri, menaiki temannya, bahkan
mungkin juga menciumi vulva dan seringkali mengangkat dan mengibas-ibaskan dan mungkin
meninggalkan kelompoknya mencari pejantanekornya. Betina-betina yang berahi mempunyai vulva
yang lembab, lender bening seringkali nampak keluar dari vulva. Betina yang dalam fase lain dalam
siklus berahi bisa jadi menaiki betina lain, tetapi tidak mau jika dinaiki, oleh karena itu betina diam
dinaiki merupakan tanda tunggal yang kuat bahwa betina dalam keadaan berahi. Jika seekor betina
memasuki siklus berahi, manakala betina tersebut dalam keadaan fertile, dimana betina ini berovulasi
atau melepas sel telur dari ovariumnya. Waktu terbaik unatu menginseminasi dalah jika betina dalam
keadaan standing heat, yaitu sebelum terjadi ovulasi. Satu hal yang dianjurkan untuk mengadakan
pendeteksian berahi adalah denga cara menempatkan sapi-sapi dara atau induk pada sebuah padang
penggembalaan deteksi berahi. Padang penggembalaan ini seyogyanya cukup luas, memungkinkan
betina-betina bisa kesana-kemasi dan bebas merumput, namun juga tidak terlalu luas, sehingga
operator dapat mengadakan deteksi berahi dengan mudah. Satu kunci sukses dalam deteksi berahi
adalah lamanya waktu untuk mengamati betina-betina, memeriksa tanda-tanda berahi, adalah
dianjurkan bagi operator meluangkan waktu selama minimal 30 menit pada pagi hari dan 30 menit pada
sore hari. Operator juga dianjurkan memperhatikan betina-betina pada waktu-waktu yang sama setiap
hari. Jadi, mempelajari mengenal tanda-tanda berahi dan mengetahuinya betina-betina yang sedang
berahi merupakan kunci suksesnya satu program IB.

Baca Juga

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah

Tujuan Inbreeding Serta Keuntungan Dan Kerugian Pada Ternak


Manfaat Pemuliaan Ternak

Tanda - tanda birahi pada sapi betina adalah :

1. Ternak gelisah.

2. Sering berteriak ( dalam bahasa jawa bengak bengok dalam suara emah emoh).

3. Suka menaiki dan dinaiki sesamanya.

4. Vulva : bengkak, berwarna merah, bila diraba terasa hangat (3 A dalam bahasa Jawa: abang, abuh,
anget, atau 3 Bdalam bahasa Sunda: Beureum, Bareuh, Baseuh)

5. Dari vulva keluar lendir yang bening dan tidak berwarna.

6. Nafsu makan berkurangGejala.

7. Jika dipalpasi perektal maka uterus terasa kontraksi, tegang, mengeras dengan permukaan tidak rata,
cervik relaksasi dan pada ovarium terdapat folikel de graaf yang membesar dan sudah matang.

Tanda tanda birahi (estrus) pada sapi

Pada waktu di Inseminasi Buatan (IB) ternak harus dalam keadaan birahi, karena pada saat itu liang leher
rahim (servix) pada posisi yang terbuka. Kemungkinan terjadinya konsepsi (kebuntingan) bila
diinseminasi pada periode-periode tertentu dari birahi telah dihitungoleh para ahli, perkiraannya adalah
:

1. Permulaan birahi : 44%.

2. Pertengahan birahi : 82%

3. Akhir birahi : 75%

4. 6 jam sesudah birahi : 62,5%

5. 12 jam sesudah birahi : 32,5%

6. 18 jam sesudah birahi : 28%

7. 24 jam sesudah birahi : 12%


Faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya prosentase kebuntingan adalah :

1. Fertilitas dan kualitas mani beku yang jelek / rendah;

2. Inseminator kurang / tidak terampil;

3. Petani / peternak tidak / kurang terampil mendeteksi birahi;

4. Pelaporan yang terlambat dan / atau pelayanan Inseminator yang lamban;

5. Kemungkinan adanya gangguan reproduksi / kesehatan sapi betina.