Anda di halaman 1dari 3

1.

Izin Usaha Industri


Izin usaha industri obat cair β-laktam diberikan oleh menteri kesehatan dan wewenang
pemberian izin dilimpahkan kepada Badan POM. Izin ini berlaku seterusnya selama
perusahaan industri obat cair β-laktam tersebut berproduksi. Sedangkan untuk industri obat
cair β-laktam penanaman modal asing (PMA) masa berlakunya sesuai dengan ketentuan dalam
UU No.1 tahun 1967 tentang penanaman modal asing dan peraturan pelaksanaannya
2. Wajib Daftar Perusahaan
Daftar Perusahaan adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut aturan atau berdasarkan
ketentuan undang-undang ini dan atau peraturan pelaksanaannya, dan memuat hal-hal yang
wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang berwenang dari
kantor pendaftaran perusahaan. Daftar catatan resmi ini terdiri dari formulir-formulir yang
memuat catatan lengkap mengenai hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan.
Wajib daftar perusahaan diatur dalam Undang undang No. 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar
Perusahaan.
3. Surat Izin Usaha Perdagangan
Surat Ijin Usaha Perdagangan yang selanjutnya disebut SIUP adalah Surat Ijin untuk dapat
melaksanakan kegiatan usaha perdagangan, yang selanjutnya disebut SIUP. SIUP sebagai surat
izin perdagangan dan usaha diberikan oleh pejabat pemerintah kepada pelaku usaha sebagai
bukti pengesahan bahwa suatu usaha yang sedang dijalankan adalah sah dan legal serta sudah
diakui oleh pemerintah. SIUP diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik
Indonesia Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 Tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan
(Permendag 36/2007)
4. Surat Keterangan Domisili Usaha
Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) merupakan bukti sah dari keberadaan suatu usaha
ataupun perusahaan, dimana surat dimaksud dikeluarkan oleh pemerintah tempat suatu
usaha/perusahaan berkedudukan, yang biasanya oleh pihak Kelurahan dan atau Kecamatan.
Maksud dari kepemilikan SKDU/SKTU/SKDP ini salah satunya untuk memenuhi syarat
administrasi dalam pengajuan perizinan usaha.
5. Nomor Pokok Wajib Pajak
Nomor Pokok Wajib Pajak adalah adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai
sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau
identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Menurut
ketentuan, setiap wajib pajak hanya diberikan satu NPWP, di mana NPWP tersebut terdiri atas
15 digit, 9 digit pertama merupakan kode wajib pajak dan 6 digit berikutnya merupakan kode
administrasi. Dengan memiliki NPWP, kita akan mendapatkan kemudahan dalam mengurus
persyaratan Administrasi seperti di bank. Manfaat lain dari NPWP adalah berkaitan langsung
dengan kemudahan pengurusan segala bentuk administrasi perpajakan. NPWP diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 147/PMK.03/2017 tentang Tata Cara
Pendaftaran Wajib Pajak dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak Serta Pengukuhan dan
Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
6. Surat Izin Tempat Usaha
Surat Izin Tempat Usaha adalah izin yang diberikan kepada perorangan, perusahaan, badan
untuk memperoleh tempat usaha sesuai dengan tata ruang wilayah yang diperlukan dalam
rangka penanaman modal. SITU dibuat agar suatu perusahaan memperoleh izin disebuah
lokasi usaha sehingga tidak menimbulkan gangguan yang bisa merugikan pihak-pihak tertentu.
SITU memiliki dasar yang hukum yang didasarkan pada Peraturan Daerah dari pemerintah
daerah tempat domisili perusahaan.
7. Surat Izin Usaha Industri
Surat Izin Usaha Industri adalah surat izin yang wajib diperoleh untuk mendirikan perusahaan
industri dengan nilai investasi perusahaan seluruhnya, tidak termasuk tanah dan bangunan
tempat usaha, di atas Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). IUI tanpa persetujuan prinsip
diberikan kepada industri yang jenis dan komoditi industri yang proses produksinya tidak
merusak ataupun membahayakan lingkungan, serta tidak menggunakan sumber daya alam
secara berlebihan. Selain itu, industri berlokasi di kawasan industri atau kawasan berikat yang
memiliki izin dengan memenuhi ketentuan yang berlaku di kawasan industri/kawasan berikat.
Dasar hukum yang digunakan adalah Peraturan Menteri Perindustrian RI No. 41/M-
IND/PER/6/2008 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Industri, Izin
Perluasan dan Tanda Daftar Industri.
8. Tanda Daftar Perusahaan
Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah daftar catatan resmi yang diadakan menurut atau
berdasarkan ketentuan undang-undang atau peraturan-peraturan pelaksanaannya, dan memuat
hal-hal yang wajib didaftarkan oleh setiap perusahaan serta disahkan oleh pejabat yang
berwenang. Kewajiban melakukan pendaftaran dalam Daftar Perusahaan diatur dalam
Undang-undang No. 3 Tahun 1982 Tentang Wajib Daftar Perusahaan
9. Tanda Daftar Industri
Tanda daftar industri adalah izin yang wajib diperoleh oleh orang pribadi atau perusahaan yang
melakukan kegiatan usaha industri/pengolahan barang bagi industri kecil. Jadi TDI adalah izin
usaha industri yang diberikan kepada industri kecil. Industri kecil adalah industri dengan nilai
investasi perusahaan seturuhnya sampai dengan Rp 200.000.000,-(dua ratus juta rupiah), tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dasar hukum tanda daftar industri adalah
Peraturan Menteri Perindustrian No.:41/M-Ind/Per/6/2008 tentang Ketentuan dan Tata Cara
Pemberian izin Usaha Industri, Izin Perluasan, dan Tanda Daftar industri.
10. Surat Izin Mendirikan Bangunan
Surat izin mendirikan bangunan adalah adalah perizinan yang diberikan oleh Kepala Daerah
kepada pemilik bangunan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi,
dan/atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis
yang berlaku. IMB merupakan salah satu produk hukum untuk mewujudkan tatanan tertentu
sehingga tercipta ketertiban, keamanan, keselamatan, kenyamanan, sekaligus kepastian
hukum. Dasar hukum IMB adalah Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung, Undang-undang no. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, PP no. 36 tahun 2005
tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang no. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
11. Izin BPOM
12. Sertifikat Halal MUI
Sertifikat halal MUI adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan
suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat Halal MUI ini merupakan syarat untuk
mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang
berwenang. Sertifikasi Halal MUI pada produk pangan, obat-obat, kosmetika dan produk
lainnya dilakukan untuk memberikan kepastian status kehalalan, sehingga dapat
menenteramkan batin konsumen dalam mengkonsumsinya. Kesinambungan proses produksi
halal dijamin oleh produsen dengan cara menerapkan Sistem Jaminan Halal.
13.