Anda di halaman 1dari 19

DAFTAR ISI

LEMBAR
JUDUL…………………………………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………... 2
Isi
A. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR……………………………………… 3
B. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL…………………………………. 4
C. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS DAN UAP………………………… 6
D. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS…………………………………….. 7
E. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA…………………………………. 9
F. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR………………………………... 11
G. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI………………………….. 13
H. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN…………………………………. 16
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………… 18
Pembangkit listrik adalah bagian dari alat industri yang dipakai untuk memproduksi dan
membangkitkan tenaga listrik dari berbagai sumber tenaga, seperti PLTU, PLTN, PLTA,
PLTS, PLTSa, dan lain-lain. Bagian utama dari pembangkit listrik ini adalah generator, yakni
mesin berputar yang mengubah energi mekanis menjadi energi listrik dengan menggunakan
prinsip medan magnet dan penghantar listrik. Mesin generator ini diaktifkan dengan
menggunakan berbagai sumber energi yang sangat bemanfaat dalam suatu pembangkit listrik.
Berikut adalah beberapa macam Pembangkit Listrik serta prinsip kerjanya :

A. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR


a. Pengertian
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan pembangkit tenaga listrik yang
mengubah energi potensial air (energi gravitasi air) menjadi energi listrik. Mesin
penggerak yang digunakan adalah turbin air untuk mengubah energi potensial air
menjadi kerja mekanis poros yang akan memutar rotor generator untuk
menghasilkan energi listrik.
b. Prinsip Kerja

Sistem tenaga air mengubah energi dari air yang mengalir menjadi energi mekanik
dan kemudian biasanya menjadi energi listrik. Air mengalir melalui kanal
(penstock) melewati kincir air atau turbin dimana air akan menabrak sudu-sudu
yang menyebabkan kincir air ataupun turbin berputar. Ketika digunakan untuk
membangkitkan energi listrik, perputaran turbin menyebabkan perputaran poros
rotor pada generator. Energi yang dibangkitkan dapat digunakan secara langsung,

Page | 2
disimpan dalam baterai ataupun digunakan untuk memperbaiki kualitas listrik pada
jaringan.

Jumlah daya listrik yang dapat dibangkitkan pada suatu pusat pembangkit listrik
tenaga air tergantung pada ketinggian (h) dimana air jatuh dan laju aliran airnya.
Ketinggian (h) menentukan besarnya energi potensial (EP) pada pusat pembangkit
(EP = m x g x h). Laju aliran air adalah volume dari air (m3) yang melalui
penampang kanal air per detiknya (q m3/s). Daya teoritis kasar (P kW) yang
tersedia dapat ditulis sebagai:

P = 9.81 x q x h

Daya yang tersedia ini kemudian akan diubah menggunakan turbin air menjadi
daya mekanik. Karena turbin dan peralatan elektro-mekanis lainnya memiliki
efisiensi yang lebih rendah dari 100% (biasanya 90% hingga 95%), daya listrik
yang dibangkitkan akan lebih kecil dari energi kasar yang tersedia.

B. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL


a. Pengertian
PLTD adalah singkatan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pembangkit Listrik
Tenaga Diesel (PLTD) ialah Pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel
sebagai penggerak mula (prime mover). Prime mover merupakan peralatan yang
mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar
rotor generator. Mesin diesel sebagai penggerak mula PLTD berfungsi
menghasilkan tenaga mekanis yang dipergunakan untuk memutar rotor generator.
Unit PLTD adalah kesatuan peralatan-peralatan utama dan alat-alat bantu serta
perlengkapannya yang tersusun dalam hubungan kerja, membentuk sistem untuk
mengubah energi yang terkandung didalam bahan bakar minyak menjadi tenaga
mekanis dengan menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya.dan
seterusnya tenaga mekanis tersebut diubah oleh generator menjadi tenaga listrik.
PLTD biasa di gunakan sebagai pusat listrik untuk mengatasi adanya beban
runcing yang sewaktu-waktu bias muncul. PLTD disebut pusat listrik beban
runcing karena memiliki beberapa kelebihan-kelebihan sebagai berikut:

Page | 3
1. Dapat mengambil beban dengan cepat,sehingga dapat meratakan beban dengan
cepat.
2. Pada saat start putaran mesin dari 0 rpm sampai sikron dengan jaringan
membutuhkan waktu yang relative cepat.
3. Ongkos pembangunannya relative rendah daripada pembangkit listrik yang lain.
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan
listrik dalam jumlah beban kecil, terutama untuk daerah baru yang terpencil atau
untuk listrik pedesaan dan untuk memasok kebutuhan listrik suatu pabrik.
Indonesia bisa menghemat penggunaan solar dengan memanfaatkan sekam (kulit
biji padi) sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Bauran
antara gas dari batubara hasil proses gasifikasi dengan solar sebagai bahan bakar
PLTD sistem dual fuel, selain dapat mengurangi ketergantungan terhadap solar
juga mengurangi cost production.
b. Prinsip Kerja

Secara umum, skema di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:


- Untuk melakukan pembakaran opmtimal pada diesel engine, maka
diperlukan Oksigen dari udara di sekitar. Disinilah peran air filter yang
fungsinya untuk menyaring udara yang masuk ke turbocharger dan enginer.
- Di dalam diesel engine, solar yang dipakai sebagai bahan bakar,
menghasilkan energi untuk memutar generator yang kemudian
menghasilkan listrik yang dihubungkan ke trafo dan gardu listrik.

Page | 4
- Pada proses PLTD satu hal yang sangat perlu diperhatikan adalah sistem
pendingin pada minyak pelumasan mesin (sistem yang sama dipakai pada
kendaraan bermotor). Sistem pendingin yang dipakai biasanya adalah
sistem heat exchanger dan sistem radiator atau kedua sistem ini
digabungkan.
- Heat exchanger adalah sistem pendingin minyak pelumas, dimana air
digunakan sebagai sarana pendingin. Proses heat exchanger ini memiliki
konsep yaitu, air pendingin dialirkan terus dari sumber air terdekat seperti
danau, sungai ataupun kolam buatan. Air terus dialirkan secara konstan
melalui pipa-pipa yang kemudian dihubungkan dengan pipa minyak
pelumas. Pada aplikasi tertentu, pipa air pendingin ini akan ‘menyelimuti’
pipa minyak pelumas, sehingga terjadi perpindahan suhu tinggi dari minyak
ke suhu rendah (heat exchanging) dari air, yang menyebabkan suhu minyak
menjadi berkurang. Sedangkan air yang memiliki suhu yang lebih tinggi
akan dialirkan kembali menuju sumber air. Berikut seterusnya sistem ini
bekerja.
- Sedangkan untuk sistem pendingin radiator (aplikasi yang sama pada
kendaraan bermotor), minyak pelumas didinginkan dengan menggunakan
kipas radiator. Yang dimana pada sistem ini mengaplikasikan konsep
perpindahan suhu melalui radiasi, kipas radiator yang terus berputar akan
menghasilkan angin untuk mendinginkan minyak pelumas.

C. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS DAN UAP


a. Pengertian
adalah pembangkit yang mengandalkan energi kinetik dari uap untuk
menghasilkan energi listrik.
Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah Generator yang
dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari uap
panas/kering. Pembangkit listrik tenaga uap menggunakan berbagai macam
bahan bakar terutama batu bara dan minyak bakar serta MFO (Marine Fuel
Oil) untuk start up awal.
b. Prinsip Kerja
Di bidang industri saat ini, dilakukan usaha untuk meningkatkan efisiensi
turbin gas yaitu dengan cara menggabungan siklus turbin gas dengan siklus
Page | 5
proses sehingga diperoleh siklus gabungan yang biasa disebut dengan istilah
“Cogeneration”. Sedangkan untuk meningkatkan efisiensi termal turbin gas
yang digunakan sebagai unit pembangkit listrik (PLTG), siklus PLTG
digabung dengan siklus PLTU sehingga terbentuk siklus gabungan yang
disebut “Combined Cycle” atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap
(PLTGU).

Siklus PLTGU terdiri dari gabungan siklus PLTG dan siklus PLTU. Siklus
PLTG menerapkan siklus Brayton, sedangkan siklus PLTU menerapkan siklus
ideal Rankine seperti gambar :

Penggabungan siklus turbin gas dengan siklus turbin uap dilakukan melalui
peralatan pemindah panas berupa boiler atau umum disebut “Heat Recovery
Steam Generator” (HRSG). Siklus kombinasi ini selain meningkatkan efisiensi
termal juga akan mengurangi pencemaran udara.

Dengan menggabungkan siklus tunggal PLTG menjadi unit pembangkit siklus


kombinasi (PLTGU) maka dapat diperoleh beberapa keuntungan, diantaranya
adalah :
- Efisiensi termalnya tinggi, sehingga biayaoperasi (Rp/kWh) lebih rendah
dibandingkan dengan pembangkit thermal lainnya.
-Biaya pemakaian bahan bakar (konsumsi energi) lebih rendah
-Pembangunannya relatif cepat
-Kapasitas dayanya bervariasi dari kecil hingga besar

Page | 6
-Menggunakan bahan bakar gas yang bersih dan ramah lingkungan
-Fleksibilitasnya tinggi
-Tempat yang diperlukan tidak terlalu luas, sehingga biaya investasi lahan
lebih sedikit.
-Pengoperasian PLTGU yang menggunakan komputerisasi memudahkan
pengoperasian.
-Waktu yang dibutuhkan: untuk membangkitkan beban maksimum 1 blok
PLTGU relatif singkat yaitu 150 menit.

D. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS


a. Pengertian
Pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) merupakan sebuah pembangkit energi
listrik yang menggunakan peralatan/mesin turbin gas sebagai penggerak
generatornya. Turbin gas dirancang dan dibuat dengan prinsip kerja yang
sederhana dimana energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan
bakar diubah menjadi energi mekanis dan selanjutnya diubah menjadi energi
listrik atau energi lainnya sesuai dengan kebutuhannya.
PLTG memiliki kelebihan yaitu energi mekanik yang dihasilkan dari mesin turbin
gas lebih besar dibandingkan pembangkit listrik lainnya. Selain itu PLTG juga
sebagai alternatif dari pembangkit listrik tenaga air disaat musim kemarau dimana
pada musim kemarau debit air sangat rendah.
Adapun kekurangan dari turbin gas adalah sifat korosif pada material yang
digunakan untuk komponen-komponen turbinnya karena harus bekerja pada
temperature tinggi dan adanya unsur kimia bahan bakar minyak yang korosif
(sulfur, vanadium dll), tetapi dalam perkembangannya pengetahuan material yang
terus berkembang hal tersebut mulai dapat dikurangi meskipun tidak dapat secara
keseluruhan dihilangkan. Dengan tingkat efisiensi yang rendah hal ini merupakan
salah satu dari kekurangan sebuah turbin gas juga dan pada perkembangannya
untuk menaikkan efisiensi dapat diatur/diperbaiki temperature kerja siklus dengan
menggunakan material turbin yang mampu bekerja pada temperature tinggi dan
dapat juga untuk menaikkan efisiensinya dengan menggabungkan antara
pembangkit turbin gas dengan pembangkit turbin uap dan hal ini biasa disebut
dengan combined cycle.

Page | 7
b. Prinsip Kerja

Turbin Gas Siklus Terbuka


proses perubahan energi tersebut diawali dari Compresor yang berfungsi untuk
memberikan sejumlah udara yang dibutuhkan dalam proses pembakaran bahan
bakar, dalam hal ini energi kimia diubah menjadi energi panas yang berbentuk
gas panas pembakaran yang terjadi dalam Combuster , selanjutnya energi gas
panas pembakaran yang mempunyai besaran temperatur dan kuantitas panas
tersebut disalurkan kedalam Gas Turbine untuk mendorong sudu-sudu turbin
hingga menjadi energi kinetik untuk memutar poros turbin, dalam hal ini energi
panas diubah menjadi menjadi energi mekanik melalui poros gas turbine yang
merupakan satu kesatuan dengan rotor generator, yang berfungsi untuk
membangkitkan energi listrik , selanjutnya gas bekas dari proses ekspansi gas
turbine tersebut dibuang ke atmosfer, hal ini dikenal dengan siklus operasi open
cycle (siklus terbuka).

Page | 8
Turbin gas siklus terbuka dapat dibentuk menjadi sebagai turbin gas siklus
tertutup dengan menggunakan anggapan udara standar (air-standard
assumptions). Proses kompresi dan ekspansi tetap sama, tetapi proses
pembuangan gas panas tekanan tetap ke udara luar diganti dengan proses
pendinginan qout.
Pertama, turbin gas berfungsi menghasilkan energi mekanik untuk memutar
kompresor dan rotor generator yang terpasang satu poros, tetapi pada saat start up
fungsi ini terlebih dahulu dijalankan oleh penggerak mula (prime mover).

Penggerak mula ini dapat berupa diesel, motor listrik atau generator turbin gas itu
sendiri yang menjadi motor melalui mekanisme SFC (Static frequency
Converter). Setelah kompresor berputar secara kontinu, maka udara luar terhisap
hingga dihasilkan udara bertekanan pada sisi discharge (tekan) kemudian masuk
ke ruang bakar.

Kedua, proses selanjutnya pada ruang bakar, jika start up menggunakan bahan
bakar cair (fuel oil) maka terjadi proses pengkabutan (atomizing) setelah itu
terjadi proses pembakaran dengan penyala awal dari busi, yang kemudian
dihasilkan api dan gas panas bertekanan. Gas panas tersebut dialirkan ke turbin
sehingga turbin dapat menghasilkan tenaga mekanik berupa putaran. Selanjutnya
gas panas dibuang ke atmosfir dengan temperatur yang masih tinggi.

Page | 9
E. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA
a. Pengertian
Pembangkit listrik tenaga surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi
surya menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik bisa dilakukan dengan dua cara,
yaitu secara langsung menggunakan photovoltaic dan secara tidak langsung
dengan pemusatan energi surya. Photovoltaic mengubah secara langsung energi
cahaya menjadi listrik menggunakan efek fotoelektrik. Pemusatan energi surya
menggunakan sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak
untuk memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakan mesin
kalor.
b. Prinsip Kerja
Sistem sel surya yang digunakan di permukaan bumi terdiri dari panel sel surya,
rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang
maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel
surya yang digabung dalam hubungan seri dan paralel tergantung ukuran dan
kapasitas yang diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt

atau 30 watt. Modulsel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional
dengan luas permukaan panel yang terkena sinar matahari.

Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan
rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat
mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila
tegangan turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panel
surya sebagai sumber dayanya. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila
berlangsung pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi

Page | 10
pada malam hari, maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah
proses pengisian itu berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu akan
naik. Bila tegangan aki itu mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan
menghentikan proses pengisian aki itu.

Rangkaian kontroler pengisian itu sebenarnya mudah untuk dirakit sendiri. Tapi,
biasanya rangkaian kontroler ini sudah tersedia dalam keadaan jadi di pasaran.
Memang harga kontroler itu cukup mahal kalau dibeli sebagai unit tersendiri.
Kebanyakan system sel surya itu hanya dijual dalam bentuk paket lengkap yang
siap pakai. Jadi, sistem sel surya dalam bentuk paket lengkap itu jelas lebih
murah dibandingkan dengan bila merakit sendiri.

Bahan sel surya sendiri terdiri kaca pelindung dan material adhesive transparan
yang melindungi bahan sel surya dari keadaan lingkungan, material anti-refleksi
untuk menyerap lebih banyak cahaya dan mengurangi jumlah cahaya yang
dipantulkan, semi-konduktor P-type dan N-type (terbuat dari campuran Silikon)
untuk menghasilkan medan listrik, saluran awal dan saluran akhir (tebuat dari
logam tipis) untuk mengirim elektron ke perabot listrik.
Cara kerja sel surya sendiri sebenarnya identik dengan piranti semikonduktor
dioda. Ketika cahaya bersentuhan dengan sel surya dan diserap oleh bahan semi-
konduktor, terjadi pelepasan elektron. Apabila elektron tersebut bisa menempuh
perjalanan menuju bahan semi-konduktor pada lapisan yang berbeda, terjadi
perubahan sigma gaya-gaya pada bahan. Gaya tolakan antar bahan semi-
konduktor, menyebabkan aliran medan listrik. Dan menyebabkan elektron dapat
disalurkan ke saluran awal dan akhir untuk digunakan pada perabot listrik.

Page | 11
F. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR
a. Pengertian
Pembangkit listrik tenaga nuklir adalah stasiun pembangkit listrik termal dimana
panas yang dihasilkan diperoleh dari satu atau lebih reaktor nuklir di dalamnya.
b. Prinsip Kerja

Pada dasarnya prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN sama
halnya dengan Pembangkit Listrik Konvensional. Dalam proses kerjanya, air
akan diuapkan dalam suatu wadah (ketel) dengan melalui pembakaran. Dalam
pembakaran tersebut akan menghasilkan uap yang akan dialirkan ke dalam turbin
yang akan bergerak jika terdapat tekanan uap. Dalam proses tersebut turbin akan
bergerak. Bergeraknya turbin ini berfungsi untuk menggerakkan generator yang
akan menghasilkan energi listrik. Jika dalam Pembangkit Listrik Konvensional,
bedanya yaitu bahan bakarnya dalam menghasilkan uap panas, yaitu dengan
minyak, gas, atau batubara.

Proses dari pembakaran bahan bakar tersebut akan menghasilkan gas Karbon
Dioksida atau CO2, Sulfur Dioksida SO2 dan juga Nitrogen Dioksida atau
disebut juga Nox, selain itu pembakaran tersebut menghasilkan debu yang
mengandung kadar logam berat. Sisa-sisa pembakaran tersebut di atas akan
menjadi gas emisi ke udara dan berpotensi besar terhadap pencemaran

Page | 12
lingkungan. Beberapa pencemaran lingkungan tersebut yaitu hujan asam dan
pemanasan global (Global Warming).

Sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, panas yang dipakai


dihasilkan dari proses reaksi pembelahan inti Uranium di dalam reaktor nuklir.
Sebagai bahan pemindah panas tersebut digunakanlah air yang secara terus-
menerus disirkulasikan selama proses. Bahan bakar yang digunakan untuk
pembakaran ini, yang menggunakan Uranium tersebut tidak melepaskan partikel-
partikel seperti Nox, CO2, ataupun SO2, serta tidak mengeluarkan partikel debu
yang mengandung logam berat.

panas untuk membangkitkan uap dalam PLTN didapatkan dari proses


pembelahan inti. Gambar di atas ini menunjukkan proses pembelahan inti. Bila
sebuah partikel neutron berhasil masuk ke dalam inti atom bahan bakar Uranium,
maka inti Uranium menjadi lebih tidak stabil dan akibatnya mengalami
pembelahan. Hasil dari pembelahan ini adalah dua buah atom materi yang lain, 2
sampai 3 buah neutron baru dan energi. Total massa seluruh materi yang
terbentuk sesudah terjadinya pembelahan inti atom Uranium lebih kecil daripada
sebelum terjadi pembelahan. Selisih massa inilah yang berubah menjadi energi.
Neutron baru yang terbentuk setelah pembelahan inti dapat menumbuk inti atom
Uranium lain dan seterusnya menghasilkan atom materi lain, 2-3 buah neutron
baru dan energi. Demikian seterusnya sehingga terbentuklah sebuah reaksi
berantai. Satu gram Uranium akan dapat menghasilkan daya sebesar 1 juta watt
selama 1 hari. Seandainya sebuah rumah menggunakan energi sebesar 1000
kilowatt-jam dalam sehari, maka energi yang dihasilkan 1 gram Uranium dapat
digunakan selama sekitar 24 hari.
Agar reaksi berantai tidak berkembang menjadi tidak terkendali, seperti halnya
bom atom, maka digunakanlah bahan kendali, antara lain terbuat dari cadmium,
untuk membuat reaksi berantai berjalan stabil dan terkendali.

Page | 13
Panas yang dihasilkan di dalam bahan bakar uranium sangat tinggi. Jika tidak
dilakukan pendinginan maka bahan bakar bisa mengalami kerusakan atau
meleleh. Ada beberapa jenis bahan yang biasanya dipakai sebagai pendingin,
misalnya air ringan, air berat, logam natrium cair, dan gas. Pemilihan jenis
pendingin bergantung juga kepada jenis bahan bakarnya.

G. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI


a. Pengertian
Panas Bumi Panas bumi merupakan sumber tenaga listrik untuk pembangkit
Pusat Listrik Tenaga Panas (PLTP). Sesungguhnya, prinsip kerja PLTP sama saja
dengan PLTU. Hanya saja uap yang digunakan adalah uap panas bumi yang
berasal langsung dari perut bumi. Karena itu, PLTP biasanya dibangun di daerah
pegunungan dekat gunung berapi. Biaya operasional PLTP juga lebih murah
daripada PLTU, karena tidak perlu membeli bahan bakar, namun memerlukan
biaya investasi yang besar terutama untuk biaya eksplorasi dan pengeboran perut
bumi.
Ilustrasi siklus perubahan energi pada PLTP :

Uap panas bumi didapatkan dari suatu kantong uap di perut bumi. Tepatnya di
atas lapisan batuan yang keras di atas magma dan mendapat air dari lapisan
humus di bawah hutan penahan air hujan. Pengeboran dilakukan di atas
permukaan bumi menuju kantong uap tersebut, hingga uap dalam kantong akan

Page | 14
menyembur keluar. Semburan uap dialirkan ke turbin uap penggerak generator.
Setelah menggerakkan turbin, uap akan diembunkan dalam kondensor menjadi air
dan disuntikkan kembali ke dalam perut bumi menuju kantong uap. Jumlah
kandungan uap dalam kantong uap ini terbatas, karenanya daya PLTP yang sudah
maupun yang akan dibangun harus disesuaikan dengan perkiraan jumlah
kandungan tersebut. Melihat siklus dari PLTP ini maka PLTP termasuk pada
pusat pembangkit yang menggunakan energi terbarukan.

b. Prinsip Kerja

1. Uap di-supply dari sumur produksi melalui sistem transmisi uap yang
kemudian masuk ke dalam Steam Receiving Header sebagai media
pengumpul uap. Steam Receiving Header dilengkapi dengan Rupture Disc
yang berfungsi sebagai pengaman terakhir unit .Bila terjadi tekanan berlebih
(over pressure) di dalam Steam Receiving maka uap akan dibuang
melaluiVent Structure.Vent Structure berfungsi untuk warming-up di pipe
line ketika akan start unit dan sebagai katup pengaman yang akan membuang
tekanan bila sudden trip terjadi.
2. Dari Steam Receiving Header uap kemudian dialirkan ke Separator (Cyclone
Type) yang berfungsi untuk memisahkan uap (pure steam) dari benda-benda
asing seperti partikel berat (Sodium, Potasium, Calsium, Silika, Boron,
Amonia, Fluor dll).

Page | 15
3. Kemudian uap masuk ke Demister yang berfungsi untuk memisahkan
moisture yang terkandung dalam uap, sehingga diharapkan uap bersih yang
akan masuk ke dalam Turbin.
4. Uap masuk ke dalam Turbin sehingga terjadi konversi energi dari Energi
Kalor yang terkandung dalam uap menjadi Energi Kinetik yang diterima oleh
sudu-sudu Turbin. Turbin yang dikopel dengan generator akan menyebabkan
generatkut berputar saat turbin berputar sehingga terjadi konversi dari Energi
Kinetik menjadi Energi Mekanik.
5. Generator berputar menghasilkan Energi Listrik (Electricity)
6. Exhaust Steam (uap bekas) dari Turbin dikondensasikan di dalam Condensor
dengan sistemJet Spray (Direct Contact Condensor).
7. NCG (Non Condensable Gas) yang masuk kedalam Condensor dihisap oleh
First Ejectorkemudian masuk ke Intercondensor sebagai media pendingin dan
penangkap NCG. Setelah dari Intercondensor, NCG dihisap lagi oleh Second
Ejector masuk ke dalam Aftercondensorsebagai media pendingin dan
kemudian dibuang ke atmosfir melalui Cooling Tower.
8. Dari Condensor air hasil condensasi dialirkan oleh Main Cooling Water
Pump masuk keCooling Tower. Selanjutnya air hasil pendinginan dari
Cooling Tower uap kering disirkulasikan kembali ke dalam Condensor
sebagai media pendingin.
9. Primary Cooling System disamping sebagai pendingin Secondary Cooling
System juga mengisi air pendingin ke Intercondensor dan Aftercondensor.
10. Overflow dari Cold Basin Cooling Tower akan ditampung untuk
kepentingan Reinjection Pump.
11. River Make-Up Pump beroperasi hanya saat akan mengisi Basin Cooling
Tower.

H. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN


a. Pengertian
Pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit listrik yang
menggunakan angin sebagai sumber energi untuk menghasilkan energi listrik.
Pembangkit ini dapat mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik
dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Sistem pembangkitan listrik
menggunakan angin sebagai sumber energi merupakan sistem alternatif yang
Page | 16
sangat berkembang pesat, mengingat angin merupakan salah satu energi yang
tidak terbatas di alam.
b. Prinsip Kerja

Turbin angin terbagi dalam dua kelompok yaitu turbin sumbu horisontal, turbin
angin sumbu horisontal biasanya baik memiliki dua atau tiga modul. Jenis lain
yaitu turbin sumbu vertikal. Turbin ini berbilah tiga dioperasikan melawan angin,
dengan modul menghadap ke angin.
Turbin skala utility memiliki berbagai ukuran, dari 100 kilowatt sampa dengan
beberapa megawatt. Turbin besar dikelompokkan bersama-sama ke arah
angin,yang memberikan kekuatan massal ke jaringan listrik. turbin kecil tunggal,
di bawah 100 kilowatt dan digunakan pada rumah, telekomunikasi, atau
pemompaan air. Turbin kecil kadang-kadang digunakan dalam kaitannya dengan
generator diesel, baterai dan sistem fotovoltaik. Sistem ini disebut sistem angin
hibrid dan sering digunakan di lokasi terpencil di luar jaringan, di mana tidak
tersedia koneksi ke jaringan utilitas.

Page | 17
Cara kerja dari pembangkitan listrik tenaga angin ini yaitu awalnya energi
angin memutar turbin angin. Turbin angin bekerja berkebalikan dengan kipas
angin (bukan menggunakan listrik untuk menghasilkan listrik, namun
menggunakan angin untuk menghasilkan listrik). Kemudian angin akan
memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor pada generator di
bagian belakang turbin angin. Generator mengubah energi gerak menjadi
energi listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada generator
dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling
poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat
yang membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan
terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan
fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus
listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk
akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus listrik yang
dihasilkan oleh generator ini berupa AC (alternating current) yang memiliki
bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal. Energi Listrik ini biasanya akan
disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.

Page | 18
DAFTAR PUSTAKA

Sasongko, Firman. http://konversi.wordpress.com/2018/07/01/sekilas-mengenai-


pembangkit-listrik-tenaga-air-plta/
Anonim. http://listrikman.wordpress.com/2018/07/01/step-two-this-is-how-pltd-
pembangkit-listrik-tenaga-diesel-works/
Rakhman, Alief. http://rakhman.net2018/07/01/prinsip-kerja-pltgu.html
Rakhman, Alief. http://rakhman.net/2018/07/01/prinsip-kerja-pltp.html
Iksan. http://fungsi.info/definisi-pembangkit-listrik-tenaga-diesel/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_
PPIN BATAN. http://www.batan.go.id/artikel/view_artikel.php?id_artikel=35
Romadhoni, Lugi. http://lugiromadoni.blogspot.com/
Anonim. http://www.kampungide.com/wind-turbine-power-plant

Page | 19