Anda di halaman 1dari 2

B.

DASAR TEORI

Kecepatan reaksi untuk sistem reaksi homogen berkatalisa adalah


penjumlahan kecepatan reaksi berkatalisa dan tidak berkatalisa. Perhatikan reaksi
A  R
A+C  R+C
Persamaan kecepatan reaksinya adalah
𝑑𝐶
−( 𝑑𝑡𝐴)1 = 𝐾1 𝐶𝐴 ............................................................................(VI-1)
𝑑𝐶
−( 𝑑𝑡𝐴)2 = 𝑘2 𝐶𝐴 𝐶𝑐 ........................................................................(VI-2)

Kecepatan reaksi overall penghilangan A adalah


𝑑𝐶𝐴
− = 𝑘1 𝐶𝐴 + 𝐾2 𝐶𝐴 𝐶𝑐 = (𝑘1 + 𝐾2 𝐶𝑐) 𝐶𝐴 ..............................(VI-3)
𝑑𝑡

Bila konsentrasi katalis tidak berubah, maka setelah diintegrasikan menjadi :


𝐶
−𝑙𝑛 𝐶 𝐴 = − ln(1 − 𝑋𝐴 ) = (𝑘1 + 𝐾2 𝐶𝐶 )𝑡 = 𝐾𝑡𝑒𝑟𝑜𝑏𝑠𝑒𝑟𝑣𝑎𝑠𝑖 𝑡...........................(VI-4)
𝐴𝑂

Dengan membuat serangkaian percobaan dengan memvariasikan konsentrasi


katalis maka akan dapat diperoleh nilai k1 dan k2. Hal ini dapat dilakukan
membuat plot antara nilai kterobservasi dengan CC.
Reaksi pembuatan biodiesel
Pada percobaan ini akan dibuat biodiesel dari minyak goreng dan alkohol dengan
katalis basa (NaOH). Reaksi pembentukannya adalah sebagai berikut:
Konstanta laju reaksi ditentukan dari reaksi order 1 dengan menggunakan
metanol berlebihan. Hubungan konversi dan waktu reaksi dinyatakan dengan
persamaan –ln(1-x) = k. t, dimana k sebagai slope persamaan tersebut. Gliserol
yang terbentuk dihitung dengan persamaan Griffin :

Keterangan :
G : Gliserol yang terbentuk (mgek)
Wr: Berat campuran minyak – metanol (gr)
Ws : Berat sampel yang diambil (gr)
Wg : Berat lapisan gliserol (gr)
Wa : Berat lapisan gliserol yang dianalisis (gr)
Vb : Volume HCl titrasi blanko (ml)
Vs : Volume HCl titrasi sampel (ml)
N HCl :Normalitas HCl (mgek/ml)
(Handy Willianto, 2014)