Anda di halaman 1dari 12

CONTOH SPO

PENERIMAAN BAHAN MAKANAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 1/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah serangkaian kegiatan yang meliputi
pemeriksaan/penelitian, pencatatan dan pelaporan tentang macam
PENGERTIAN kualitas dan kuantitas bahan makanan yang diterima sesuai
dengan pesanan serta spesifikasi yang telah ditetapkan.

Sebagai pedoman penerimaan bahan makanan sesuai dengan


TUJUAN
daftar pesanan, waktu pesanan dan spesifikasi yang ditetapkan.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1. Bahan makanan diperiksa, sesuai dengan pesanan dan ketentuan
PROSEDUR spesifikasi bahan makanan yang dipesan.
2. Bahan makanan dikirim ke gudang penyimpanan sesuai
dengan jenis barang atau dapat langsung ke tempat
pengaolahan bahan makanan.

1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
2. Suplier
PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 2/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah Penyimpanan bahan makanan adalah suatu tata cara
menata, menyimpan, memelihara jumlah, kualitas dan keamanan
PENGERTIAN
bahan makanan kering dan segar di gudang bahan makanan kering
dan dingin/ beku
Tersedianya bahan makanan yang siap digunakan dalam jumlah
TUJUAN dan kualitas yang tepat sesuai dengan kebutuhan

SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang


KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1) Setelah bahan makanan yang memenuhi syarat diterima, segera
PROSEDUR dibawa ke ruang penyimpanan, gudang atau ruang pendingin
2) Apabila bahan makanan langsung akan digunakan, setelah
ditimbang dan diperiksa oleh bagian penyimpanan bahan
makanan setempat dibawa ke ruang persiapan bahan makanan
1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
PERSIAPAN BAHAN MAKANAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 3/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah Serangkaian kegiatan dalam penanganan bahan makanan
yang meliputi berbagai proses antara lain membersihkan,
PENGERTIAN
mencuci, dll.

Sebagai pedoman untuk mempersiapkan bahan makanan sebelum


TUJUAN dilakukan kegiatan pengolahan.

SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang


KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
A. Persiapan Bahan Makanan Pokok
PROSEDUR 1. Bahan makanan yang akan diolah disiapkan kemudian
dibersihkan dari kotoran yang tercampur didalamnya, seperti
kerikil, kulit padi/skam, paku, dll.
2. Bahan makanan ditempatkan dalam tenggok kemudian dicuci
dengan mengggunakan air mengalir sambil diaduk-aduk.
3. Pencucian bahan makanan dilakukan +3 kali sampai cucian
berasnya bersih.
4. Beras / bahan makanan kemudian ditiriskan
B. Persiapan Bumbu
1. Petugas membersihkan/memisahkan bumbu dari berbagai
kotorannya.
2. Petugas mempersiapkan bumbu dan alat yang akan digunakan.
3. Petugas mencuci bumbu dengan air bersih dan mengalir.
4. Petugas memotong/menghaluskan bumbu yang akan digunakan
dan menempatkannya dalam tempat yang bersih dan tertutup.
C. Persiapan Lauk
1. Petugas membersihkan bahan makanan yang akan diolah
dengan cara mengupas kulitnya (untuk tempe), membuang
kotorannya (untuk ikan segar dan ayam).
2. Bahan makanan dicuci dan dibersihkan dengan menggunakan
air mengalir, kemudian ditiriskan.
3. Untuk daging giling persiapan yang dilakukan dengan cara
menambah bumbu.
D. Persiapan Sayur
1. Sayur dihilangkan akar dan batang yang tidak terpakai.
2. Sayur dicuci di air mengalir kemudian ditiriskan di keranjang
pencucian diulang sampai tiga kali hingga bersih.
3. Sayur yang perlu dipotong dilakukan pemotongan sesuai
kebutuhan dan jenis masakan.
4. Sayur ditempatkan di keranjang yang bersih, siap untuk
dimasak.

E. Persiapan Buah
5. Petugas menyiapkan buah dan alat yang akan digunakan.
6. Petugas menggunakan sarung tangan plastik untuk
membersihkan buah dari kotoran dengan cara memotong,
mengupas dan membuang bagian-bagian yang tidak digunakan.
7. Buah seperti melon, pepaya dan semangka dilakukan pencucian
dahulu dengan menggunakan air mengalir baru dilakukan
pengupasan kulit kemudian dicuci dengan air mineral dan
ditiriskan dari air, untuk buah pisang dilakukan pengelapan
dengan menggunakan lap bersih.
8. Pemotongan buah sesuai berat standar porsi, untuk pisang
dipotong kedua ujung kulit tanpa memotong bagian buah.

1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
2. Pemasak
PENGOLAHAN BAHAN MAKANAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 5/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah suatu kegiatan mengubah (memasak) bahan makanan
mentah menjadi makanan yang siap dimakan, berkualitas dan
PENGERTIAN
aman untuk dikonsumsi.

1. Mengurangi resiko kehilangan zat gizi bahan makanan.


2. Meningkatkan nilai cerna.
TUJUAN
3. Meningkatkan dan mempertahankan warna, rasa, keempukan
dan penampilan makanan.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
Setelah dilakukan persiapan bahan makanan dilakukan
PROSEDUR pengolahan berdasarkan standar resep.
Makanan diet meliputi:
1. Makanan diit rendah lemak, diet jantung, diet rendah
kolesterol, diet hati, diet rendah purin : makanan diambil dari
pengolahan sebelum dilakukan pemberian santan.
2. Makanan diit rendah garam: makanan diambil dari pengolahan
sebelum dilakukan pemberian garam.
3. Makanan diit Diabetes Mellitus : makanan diambil dari
pengolahan sebelum dilakukan pemberian gula
Makanan non diet
Setelah makanan diambil untuk makanan diet maka dilakukan
pemberian gula dan tambahan garam.
1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
2. Pemasak
DISTRIBUSI MAKANAN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 6/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah serangkaian proses kegiatan penyampaian makanan
sesuai dengan jenis makanan dan jumlah porsi konsumen/ pasien
yang dilayani. Distribusi makanan yang diterapkan di RSKH
PENGERTIAN
adalah distribusi makanan yang dipusatkan atau sentralisasi yaitu
makanan dibagi dan disajikan dalam alat makan di ruang produksi
makanan
Konsumen/ pasien mendapat makanan sesuai diet dan ketentuan
TUJUAN
yang berlaku
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam

PROSEDUR

1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
2. Pemasak
PENCUCIAN ALAT MAKAN PASIEN

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 7/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah kegiatan membersihkan atau mencuci alat makan pasien
PENGERTIAN
dari sisa makan pasien.
Alat makan yang digunakan pasien bersih dari sisa makanan dan
TUJUAN
terbebas dari penyakit infeksi.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1. Pisahkan peralatan makan infeksius dan non infeksius.
PROSEDUR 2. Pencucian alat makan (piring, sendok, plato) terpisah dengan
gelas dan tutup gelas.
3. Alat makan infeksius:
a. Bersihkan peralatan makan dari sisa makanan dan dibuang
ke tempat sampah.
b. Siram dengan air mengalir.
c. Rendam dengan larutan chorine selama 30 menit.
d. Peralatan makan dicuci dengan sabun cuci piring.
e. Peralatan makan dibilas dengan air bersih dan mengalir.
f. Rendam dengan air panas ± 30 menit.
g. Keringkan dengan sinar matahari sebelum disusun pada rak
alat makan.
4. Alat makan non infeksius:
a. Bersihkan peralatan makan dari sisa makanan dan dibuang
ke tempat sampah.
b. Peralatan makan disiram dengan air mengalir.
c. Peralatan makan dicuci dengan sabun cuci piring.
d. Peralatan makan dibilas dengan air bersih dan mengalir.
e. Peralatan makan dibilas dengan air panas.
f. Peralatan makan disusun pada rak alat makan.
1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
2. Petugas pencuci alat
STANDAR DIET RUMAH SAKIT

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 8/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah standar yang digunakan untuk menyediakan makanan
PENGERTIAN rumah sakit meliputi jumlah dan jenis makanan yang disesuaikan
dengan keadaan dan kondisi pasien
Menyediakan makanan sesuai dengan diet dan porsi yang tepat
TUJUAN
untuk membantu proses penyembuhan pasien.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1. Pasien yang tidak berisiko malnutrisi
Diet yang diberikan berdasarkan diet standar, yaitu:
PROSEDUR
Bahan Makanan Diet Standar (kkal)
1000 1500 1800 2100
Makanan pokok 2,5 P 4,5 P 5P 5,25 P
Lauk Hewani & Nabati 1,5 P 3,5 P 4P 6P
Sayuran A & B ½P ½P 3P 3P
Buah & Gula 1,5 P 1,5 P 3P 3P
Susu/Snack 2P 2P 2P 2P
Minyak 3P 3P 3P 4P
TOTAL 1020 1515 1830 2158

2. Pasien yang berisiko malnutrisi


Diet yang diberikan sesuai kebutuhan gizi dan kondisi pasien.
1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
ASUHAN GIZI
(PEMBERIAN TERAPI NUTRISI RAWAT INAP)

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 9/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah proses pelayanaan gizi yang diberikan kepada pasien
PENGERTIAN untuk membantu meningkatkan kualitas pasien yang berguna
untuk mempercepat proses penyembuhan pasien.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk melakukan
TUJUAN
proses asuhan gizi rawat inap.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1. Pengkajian nutrisi awal dilakukan oleh ahli gizi.
2. Hasil dari pengkajian gizi pasien dinyatakan berisiko dan tidak
PROSEDUR
berisiko.
3. Pasien dengan hasil berisiko malnurisi dilanjutkan asuhan gizi.
4. Ahli gizi melakukan kegiatan kegiatan asuhan gizi berdasarkan
Proses Asuhan Gizi Terstandar dan mengumpulkan data antara
lain:
a. Hasil pemeriksaan antropometri.
b. Hasil pemeriksaan klinis dan fisik.
c. Hasil pemeriksaan biokimia.
d. Hasil pemeriksaan penunjang lainnya.
e. Dokumentasi kegiatan asuhan gizi pada formulir
integritas/formulir catatan terpadu pasien rawat inap.
5. Ahli gizi memberikan diagnosis gizi dan menyusun prioritas
tindak lanjut masalah gizi yang ditemukan.
6. Ahli gizi mempelajari diit yang telah ditentukan oleh Dokter
penanggung jawab pasien.
7. Ahli gizi menerjemahkan diit yang telah disepakati antara
dokter penanggung jawab pasien dan ahli gizi ke dalam
susunan hidangan makanan pasien.
8. Ahli gizi memberikan konsultasi kepada pasien dan keluarga.
9. Ahli gizi mengevaluasi asupan diit pasien dengan
menggunakan formulir pengamatan sisa makan dan mencatat
dalam formulir
1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
PERENCANAAN TERAPI NUTRISI

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 10/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah suatu kegiatan pelayanan gizi Rumah Sakit untuk
memenuhi kebutuhan gizi rawat inap, untuk keperluan metabolism
PENGERTIAN tubuh, peningkatan kesehatan, maupun mengoreksi kelainan
metabolism dalam rangka upaya preventif, kuratif, rehabilitative
dan promotif.
1. Sebagai pedoman untuk meningkatkan kesehatan pasien rawat
inap.
TUJUAN 2. Pasien rawat inap mendapatkan konsultasi mengenai makanan
yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk penyakit yang
diderita.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1. Ahli gizi datang ke ruangan rawat inap.
2. Mempersiapkan alat tulis dan lembar yang diperlukan.
PROSEDUR
3. Melihat rekam medik pasien.
4. Ahli gizi mendatangi pasien untuk melihat kondisi dan
melakukan skrining semua pasien. Setelah itu mengukur
antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan dan
apabila tidak bisa di ukur maka menggunakan Lingkar Lengan
Atas (LILA) dan tinggi lutut.
5. Kemudian ahli gizi menentukan diit pasien.
6. Melakukan anamnesa gizi pada pasien dan kelurga pasien.
7. Menentukan status gizi berdasarkan data antropometri,
pemeriksaan biokimia, pemeriksaan fisik serta riwaya personal
pasien.
8. Memberikan konsultasi gizi kepada pasien mengenai
pengaturan makan bagi pasien dengan penyakit tertentu.
Memesankan diit ke dapur gizi dengan menuliskan dibuku harian.
1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
2. Rawat Inap
PROSEDUR
PEMBERIAN KONSULTASI GIZI PASIEN RAWAT INAP

RUMAH SAKIT NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


KELUARGA HUSADA 11/1
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah proses pemberian penjelasan edukasi gizi kepada pasien
PENGERTIAN
rawat inap berkaitan dengan kondisi kesehatannya.
Sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada
klien/pasien rawat inap dengan membantu mencari solusi masalah
TUJUAN gizinya melalui nasihat gizi mengenai jumlah asupan makanan
yang sesuai, jenis diet, yang tepat, jadwal makan dan cara makan,
jenis diet sesuai dengan kondisi kesehatannya.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1. Ahli gizi melakukan pencatatan data pasien dalam form
konsultasi
PROSEDUR
2. Melakukan cuci tangan sesuai protab 6 langkah
3. Gunakan masker pada pasien yang dapat menularkan infeksi
lewat udara.
4. Ahli gizi mendatangi bed pasien yang memerlukan konseling
gizi
5. Ahli gizi memberikan salam dan memperkenalkan diri
6. Ahli gizi memberikan pertanyaan terbuka tentang identitas
pasien
7. Ahli gizi memberikan intervensi gizi berupa edukasi dan
konseling dengan langkah menyiapkan dan mengisi leaflet diet
sesuai penyakit dan kebutuhan gizi pasien serta menjelaskan
tujuan diet, jadwal, jenis, jumlah bahan makanan sehari,
menjelaskan tentang makanan yang dianjurkan dan tidak
dianjurkan, cara pemasakan dan lain-lain yang disesuaikan
dengan pola makan dan keinginan serta kemampuan pasien.
8. Ahli gizi memberikan pertanyaan ulang kepada keluarga pasien
secara singkat mengenai diet yang diberikan sebagai umpan
balik
9. Ahli gizi mencantumkan jenis diet, tanggal, dan lama
pemberian konsultasi, tanda tangan dan meminta keluarga
pasien untuk membubuhkan tanda tangan pula pada lembar
catatan terintegrasi.
1. Instalasi Gizi
UNIT TERKAIT
2. Rawat Inap
MONITOR DAN EVALUASI TERAPI GIZI

NO. DOKUMEN NO. REVISI HALAMAN


RUMAH SAKIT 12/1
KELUARGA HUSADA
BATAM

TANGGAL TERBIT Ditetapkan Direktur


RS. Keluarga Husada Batam
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

dr. Ratna Palupi Indirasari


NIK.197306262017122004
Adalah kegiatan memantau terapi gizi yang sudah diberikan
PENGERTIAN
kepada pasien.
1. Untuk mengetahui respon pasien terhadap terapi gizi yang
TUJUAN diberikan.
2. Untuk melakukan evaluasi pencapaian terapi gizi.
SK Direktur No……./SK-DIR/RSKH/……./2018 Tentang
KEBIJAKAN …………………………………………………………………….
Rumah Sakit Keluarga Husada Batam
1. Ahli gizi melakukan monitoring atau kunjungan ulang kepada
pasien yang mendapat terapi gizi untuk mendapatkan data
PROSEDUR
respon pasien terhadap terapi gizi antara lain:
a. Asupan total energy, presentase asupan karbohidrat,
protein, lemak dari total energy dan asupan zat gizi terkait
diagnosis gizipasien.
b. Riwayat diet dan perubahan BB/ status gizi.
c. Biokimia: kadar gula darah, ureum, lipida darah,
elektrolit, HB dan lain-lain.
d. Perilaku pasien yang terkait diagnosis.
e. Kepatuhan terhadap anjuran gizi.
2. Mengukur hasil perkembangan/ perubahan yang terjadi
sebagai respon terhadap intervensi gizi. Parameter yang
harus diukur berdasarkan tanda dan gejala dari diagnosis
gizi.
3. Evaluasi hasil pasien, ahli gizi bisa melihat dari dampak
perilaku dan lingkungan terkait gizi meliputi tingkat
pemahaman, perilaku pasien, dampak asupan gizi, dampak
terhadap tanda dan gejala fisik yang terkait gizi.
4. Ahli gizi mencatat respon pasien pada catatan perkembangan
pasien terintregasi.
5. Apabila respon pasien terhadap terapi gizi belum mencapai
target yang diharapkan, ahli gizi melakukan pengkajian ulang
dan revisi asuhan gizi.
1. Instalasi gizi
UNIT TERKAIT 2. Rawat Inap