Anda di halaman 1dari 21

Critical Book Review

“DEMOGRAFI UMUM”

&

“DASAR – DASAR DEMOGRAFI”

OLEH

LANSTIAR SIAHAAN
NIM. 3163131021

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan
karunia-Nya saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Geografi Kependudukan
dan Demografi yang berjudul “Critical Book Review: Demografi Umum dan
Dasar – Dasar Demografi” dengan tepat waktu.

Saya mengucapkan terimakasih kepada dosen pengampuh mata kuliah ini


karena telah membimbing dan membagi ilmunya kepada saya dalam
menyelesaikan tugas ini serta waktu yang di berikan untuk dapat
menyelesaikannya dengan baik.

Saya menyadari masih banyak kekurangan dalam laporan critical book ini,
maka dari itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Akhir
kata semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi saya dan pembaca sekalian,
terimakasih.

Medan, 9 September 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………. Ii
DAFTAR iii
ISI……………………………………………………………
DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………...
5
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Informasi Bibliografi………………………………………………
6
BAB II PEMBAHASAN ISI BUKU SECARA UMUM 6
2.1 Sinopsis Buku………………………………………………………
6
BAB III PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REPORT
3.1 Latar Belakang Masalah…………………………………………. 7
3.2 Permasalahan yang di kaji…………………………………..……
3.3 Kajian Teori………………………………………………………..
3.4 Metode……………………………………………………………... 11
3.5 Analisis Critical Book Report…………………………………….
12
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan………………………………………………………… 13
4.2 Saran……………………………………………………………….. 13
Daftar Pustaka
Daftar Lampiran

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Informasi Bibliografi

Judul Buku : Demografi Umum


No. ISBN : 979-9289-61-0
Penulis : Prof. Ida Bagoes Mantra, Ph.D
Penerbit : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit : 20
Tebal Buku : xii + 294 halaman
Bahasa Teks : Bahasa Indonesia

1.2 Informasi Bibliografi

Judul Buku : Dasar – Dasar Demografi


No. ISBN : 979-9242-58-4
Penulis : Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI
Penerbit : Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI
Tahun Terbit : 20
Tebal Buku : vi + 273 halaman
Bahasa Teks : Bahasa Indonesia

1
BAB II
PEMBAHASAN ISI BUKU SECARA UMUM

2.1 Sekilas Sinopsis Buku

DEMOGRAFI UMUM

Berdasarkan Multilingual Demographic Dictionary (IUSSP,1982) defenisi


demografi adalah sebagai berikut:

Demography is the scientific study of human populations in primarily with the


respect to their size, their structure (composition) and their development
(change). Yang dalam terjemahannya ke bahasa Indonesia berarti: Demografi
mempelajari penduduk suatu wilayah terutama mengenai jumlah, struktur
(komposisi penduduk) dan perkembangannya (perubahannya).

Philip M. Hauser dan Duddley Duncan (1959) mengusulkan defenisi demografi


sebagai berikut:

Demography is the study of the size, territorial distribution and composition of


population changes there in and the components of such changes wich maybe
identified as natality, territorial movement (migration), and social mobility
(change of states). Apabila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti:
Demografi mempelajari jumlah, persebaran, territorial dan komposisi penduduk
serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu, yang biasanya
timbul karena natalitas (fertilitas), mortalitas, gerak territorial (migrasi), dan
mobilitas sosial (perubahan status).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa demografi mempelajari struktur dan proses


penduduk disuatu wilayah. Struktur penduduk meliputi: jumlah, persebaran, dan
komposisi penduduk. Struktur penduduk ini selalu berubah-ubah, perubahan
tersebut disebabkan karena proses demografi, yaitu: kelahiran (fertilitas),
kematian (mortalitas), dan migrasi penduduk.

Struktur penduduk merupakan aspek yang statis, merupakan gambaran atau potret
penduduk dari hasil sensus penduduk (cacah jiwa) pada hari sensus pada tahun

2
yang berakhiran dengan angka kosong (0). Data penduduk pada hari sensus
penduduk (hari H) ini dijadikan sebagai basis perhitungan penduduk. Sesudah hari
sensus struktur penduduk akan berubah. Komponen penduduk yang dapat
mengubah struktur penduduk diatas adalah komponen yang dinamis yang terdiri
dari kelahiran, kematian dan migrasi penduduk.

Demografi tidaklah mempelajari penduduk sebagai individu, tetapi penduduk


sebagai suatu kumpulan (aggregates dan collection). Jadi yang dimaksud dengan
penduduk dalam kajian demografi adalah sekelompok orang yang bertempat
tinggal di suatu wilayah.

Selain itu demografi bersifat matematis, yang berarti analisis demografi


didasarkan atas analisa kuantitatif, dan karena sifatnya yang demikian maka
demografi sering juga disebut dengan statistic penduduk. Demografi formal
dengan teknik-teknik analisis kuantitatif dapat dibuat perkiraan variabel – variabel
demografi berdasarkan data kependudukan yang didapat dari sensus penduduk
untuk masa-masa mendatang dan juga masa-masa lalu.

Demografi murni (pure domography) atau dapat juga disebut dengan demografi
normal (formal demography) hanya mendeskripsikan atau menganalisis variabel-
variabel demografi seperti yang telah dicontohkan diatas, yaitu hubungan antara
naik turunnya tingkat fertilitas dengan struktur demografi di suatu daerah.

Namun demikian demografi sebagai ilmu yang mempunyai pula metode tersendiri
terutama dalam mengukur maupun membuat estimasi variabel demografi baik
untuk masa lampau, sekarang, dan masa mendatang.

Studi kependudukan (population studies) lebih luas dari kajian demografi murni,
karena didalam memahami struktur dan proses kependudukan disuatu daerah,
faktor-faktor non demografis ikut dilibatkan, misalnya dalam memahami trend
pasangan usia subur, tetapi juga faktor sosial budaya yang ada di daerah tersebut.
Pada masyarakat patrilinial dimana tiap keluarga mendambakan anak laki-laki,
maka besarnya jumlah anak yang diinginkan tergantung pada sudah ada tidaknya
anak laki-laki pada keluarga tersebut. Jadi untuk mengetahui perkembangan
penduduk disuatu daerah perlu diketahui faktor-faktor determinan yang tidak

3
hanya berasal dari faktor demografi saja tetapi juga berasal dari faktor non
demografi.

Kammeyer (1971) memperjelas perbedaan antara demografi formal dengan studi


kependudukan lewat perbedaan antara variabel pengaruh (independent variabel =
IV) dengan variabel terpengaruh (Dependent Variabel=DV). Kalau variabel
berpengaruh dan variabel terpengaruh keduanya terdiri dari variabel demografi
maka tipe studi tersebut adalah demografi murni (demografi formal). Apabila
salah satu variabelnya adalah variabel non demografi, maka kajian tersebut adalah
studi kependudukan.

Contoh Analisis Demografi Formal dan Studi Kependudukan Berdasarkan Jenis


Variabel Pengaruh dan Variabel Terpengaruh

Tipe Studi Variabel Pengaruh (IV) Variabel Terpengaruh (DV)


Demografi Formal Variabel Demografi Variabel Demografi
- Komposisi Umur - Tingkat Kelahiran
- Tingkat Kelahiran - Komposisi Umur
Studi Kependudukan Variabel Non Demografi Variabel Demografi
(Contoh Tipe I) - Faktor Sosiologi, - Migrasi Keluar
mis: kelas sosial
- Faktor Ekonomi,
mis: kesempatan
ekonomi
Studi Kependudukan Variabel Demografi Variabel Non Demografi
(Contoh Tipe II) - Tingkat Kelahiran - Kebutuhan Pangan
- Migrasi Masuk - Kemiskinan
- Tingkat Kematian - Pertumbuhan
- Ekonomi
Sumber: Kemmeyer, Kenneth CW., 1971.

4
Sensus Penduduk

Sensus penduduk merupakan suatu proses keseluruhan dari pengumpulan,


pengolahan, penyajian dan penilaian data penduduk yang menyangkut antara lain:
ciri-ciri demografi, sosial ekonomi, dan lingkungan hidup. Dibandingkan dengan
metode penelitian yang lain, sensus penduduk mempunyai ciri-ciri yang khas
dalam pelaksanaanya. Pertama, bersifat individu (individual) yang berarti
informasi demografi dan sosial ekonomi yang dikumpulkan bersumber dari
individu baik sebagai anggota rumah tangga maupun sebagai anggota masyarakat.
Kedua, bersifat universal yang berarti pencacahan bersifat menyeluruh. Ketiga,
pencacahan dilakukan secara serentak diseluruh negara, dan yang Keempat,
sensus penduduk dilaksanakan secara periodic yaitu pada tiap-tiap tahun yang
berakhiran dengan angka kosong (0).

Agar data hasil sensus penduduk dari beberapa negara dapat dibandingkan,
Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan informasi kependudukan minimal yang
harus ada tiap-tiap sensus penduduk adalah sebagai berikut:

1. Geografi dan migrasi penduduk


2. Rumah tangga
3. Karakteristik sosial dan demografi
4. Kelahiran dan kematian
5. Karakteristik pendidikan
6. Karakteristik ekonomi

Sensus penduduk bertujuan untuk mencacah seluruh penduduk yang ada disuatu
negara, ini berarti pada hari pelaksanaan sensus, petugas sensus akan datang ke
rumah-rumah tangga untuk mencacah seluruh anggota rumah tangga yang ada.

Penduduk yang dicacah meliputi penduduk de jure (penduduk yang resmi


berdomisili di daerah tersebut) dan penduduk de facto, penduduk yang bertempat
tinggal disuatu wilayah pada jangka waktu tertentu tetapi tidak termasuk
penduduk resmi bagi wilayah yang bersangkutan.

5
Kesalahan sensus (Cencus Error) oleh Yaukey (1990) mengelompokkan
kesalahan menjadi tiga kelompok yaitu: kesalahan cakupan (error of coverage),
kesalahan isi pelaporan (error of content), dan kesalahan ketepatan laporan
(estimating error)

Registrasi Penduduk

Komponen penduduk yang dinamis seperti: kelahiran, kematian, mobilitas


penduduk, perkawinan, perceraian, perubahan pekerjaan, yang dapat terjadi setiap
saat tidak dapat terjaring di dalam sensus penduduk. Untuk menjaring data ini
maka diadakan cara pengumpulan data baru yang disebut dengan registrasi
penduduk.

Registrasi penduduk ini dilaksanakan oleh Kantor Pemerintahan Dalam Negeri.


Sudah tentu ujung tombak pelaksanaannya adalah Kepala Desa dengan perabot
desa lainnya. Berbeda dengan sensus penduduk yang pelaksanaanya dengan sifat
aktif, registrasi penduduk dilaksanakan dengan sistem pasif.

Pelaporan dengan sistem pasif ini menimbulkan beberapa permasalahan, terutama


ketidaklengkapan data pelaporan. Beberapa contoh ketidaklengkapan pelaporan
adalah sebagai berikut:

1. Seorang bayi setelah lahir beberapa menit kemudian meninggal dunia.


Seharusnya peristiwa ini dicatatkan sebagai peristiwa kelahiran dan
kematian, tetapi oleh orang tuanya sama sekali tidak dilaporkan.
2. Sering peristiwa kelahiran terlambat dilaporkan karena menunggu tali
pusarnya putus, tetapi sebelum kejadian tersebut bayi tersebut meninggal
dunia. Peristiwa kelahiran dan kematian ini tidak dilaporkan kepada kepala
desa.
3. Jarak kantor desa terlalu jauh dari rumah orang yang melahirkan, sehingga
sering peristiwa kelahiran tersebut tidak dilaporkan.
4. Seorang perempuan hamil karena peristiwa ‘kecelakaan’, kalau bayinya
lahir, apalagi dilaporkan kekantor desa tetangga pun tidak diberitahu.

6
Survei Penduduk

Hasil sensus penduduk dan registrasi penduduk mempunyai keterbatasan. Mereka


hanya menyediakan data statistik kependudukan, dan kurang memberikan
informasi tentang sifat dan perilaku penduduk setempat. Untuk mengatasi
keterbatasan ini, perlu dilaksanakan survei penduduk yang sifatnya lebih terbatas
dan informasi yang dikumpulkan lebih luas dan mendalam. Biasanya survei
penduduk ini dilaksanakan dengan sistem sampel atau dalam bentuk studi kasus.

Data penduduk yang didapatkan dari hasil sensus penduduk, registrasi maupun
survey, susunannya masih belum teratur sehingga sukar untuk dibaca apalagi di
interpretasi. Untuk itu seluruh data perlu terlebih dahulu disederhanakan.
Menyederhanakan data kedalam bentuk yang mudah dibaca dan di interpretasi
disebut menganalisa data (Sofian Effendi et al, 1983). Atau dapat dilukiskan
sebagai berikut:

Data diproses (dianalisis) informasi

Dalam proses ini seringkali digunakan statistic, karena memang salah satu fungsi
statistik adalah menyederhanakan data.

Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas variabel-variabel


tertentu. Komposisi penduduk menggambarkan susunan penduduk yang dibuat
berdasarkan pengelompokan penduduk menurut karakteristik-karakteristik yang
sama (Said Rusli, 1983). Bermacam-macam komposisi penduduk dapat dibuat,
misalnya komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, status
perkawinan, tingkat pendidikan, lapangan pekerjaan, bahasa dan agama. Daftar
pertanyaan (kuisioner) yang digunakan dalam sensus penduduk berisi pertanyaan
- pertanyaan mengenai variabel kependudukan yang akan di tanyakan responden.

Komposisi penduduk yang sering digunakan untuk analisis dan perencanaan


pembangunan adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Pada
masa penerintahan Orde Baru Kantor Menteri Negara Kependudukan/Kepala
BKKBN dalam mempersiapkan alat-alat kontrasepsi membutuhkan data pasangan
usia subur. Kantor Menteri Tenaga Kerja dalam usaha pengadaan pasar kerja

7
membutuhkan jumlah angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan. Kantor
Menteri Pendidikan Nasional (dulu P & K) membutuhkan data penduduk usia
sekolah dalam merencanakan wajib belajar, atau pembangunan sarana pendidikan.

Struktur umur penduduk antara negara satu dengan negara yang lain tidak sama.
Begitu pula keadaannya bila dibandingkan antara struktur umur penduduk negara-
negara yang sedang berkembang dengan negara-negara maju atau antara daerah
pedesaan dan perkotaan.

Struktur umur penduduk dipengaruhi oleh tiga variabel demografi, yaitu


kelahiran, kematian dan migrasi. Ketiga variabel ini sering saling berpengaruh
satu dengan yang lain. Kalau salah satu variabel berubah, kedua variabel yang lain
juga ikut berubah. Faktor sosial-ekonomi di suatu negara akan mempengaruhi
struktur umur penduduk melalui ketiga variabel demografi diatas.

Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat digambarkan secara
visual pada sebuah grafik yang disebut Piramida Penduduk. Penggambaran suatu
Piramida Penduduk dimulai dengan menggambarkan dua garis yang saling tegak
lurus. Garis vertikal menggambarkan umur penduduk mulai dari nol lalu naik.
Kenaikan ini dapat tahunan, dapat pula dengan jenjang lima tahunan. Sumbu
horizontal menggambarkan jumlah penduduk tertentu baik secara absolut maupun
relatif (dalam persen). Pemilihan skala perbandingan pada sumbu horizontal ini
sangat tergantung dari jumlah penduduk dalam persentase tertenti dari jumlah
penduduk yang terdapat pada tiap golongan umur di sumbu vertikal. Pada bagian
kiri sumbu vertikal dapat digambarkan jumlah penduduk laki-laki, dan dibagian
kanan digambarkan jumlah penduduk perempuan.

Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin , karakteristik


penduduk suatu negara dapat dibedakan menjadi tiga kelompok:

1. Ekspansif, jika sebagian besar penduduk berada dalam kelompok umur


muda. Tipe ini umumnya terdapat pada negara-negara yang mempunyai
angka kelahiran dan angka kematian tinggi. Tipe ini terdapat pada negara-
negara yang tingkat pertumbuhan penduduk yang cepat akibat dari masih
tingginya angka kelahiran dan sudah mulai menurunnya tingkat kematian.

8
Negara-negara yang termasuk tipe ini ialah: Indonesia, Malaysia, Philipna,
India, dan Costa Rica.
2. Konstruktif, jika penduduk yang berada dalam kelompok termuda
jumlahnya sedikit. Tipe ini terdapat pada negara-negara dimana tingkat
kelahiran turun dengan cepat, dan tingkat kematiannya rendah. Contohnya:
Jepang, dan negara-negara Eropa Barat, misalnya Swedia.
3. Stasioner, jika banyaknya penduduk dalam tiap kelompok umur hampir
sama, kecuali kelompok umur tertentu. Tipe ini terdapat pada negara-
negara yang mempunyai tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah,
misalnya terdapat pada negara-negara Eropa, misalnya Jerman.

Tingginya laju pertumbuhan penduduk di beberapa bagian dunia ini menyebabkan


jumlah penduduk meningkat dengan cepat. Di beberapa bagian di dunia ini telah
terjadi kemiskinan dan kekurangan pangan. Fenomena ini menggelisahkan
beberapa ahli, dan masing-masing dari mereka berusaha mencari faktor-faktor
yang menyebabkan kemiskinan tersebut. Kalau faktor-faktor penyebut tersebut
telah dikemukakan maka masalah kemiskinan akan dapat diatasi.

Umumnya para ahli dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama


terdiri dar penganut aliran Malthusian. Aliran Malthusian dipelopori oleh Thomas
Robert Malthus, dan aliran Neo-Malthusian dipelopori oleh Gerreth Hardin dan
Paul Ehrlich. Kelompok kedua terdiri dari penganut aliran Marxist yang
dipelopori oleh Karl Marx dan Friedrich Engels. Kelompok ketiga terdiri dari
pakar-pakar teori kependudukan mutakhir yang merupakan reformulasi teori-teori
kependudukan yang ada. Beberapa dari pakar tersebut adalah John Stuart Mill,
Arsene Dumont dan Emile Durkheim (Weeks,1992).

Aliran Malthusian dan Marxist masing-masing mempunyai pengikut yang luas.


Aliran Malthusian umumnya dianut di negara-negara kapitalis dan aliran Marxist
dianut di negara-negara sosialis.

9
DASAR – DASAR DEMOGRAFI

Kata demografi berasal dari bahasa Yunani ‘Demos’ yang berarti: rakyat atau
penduduk dan ‘Grafein’ yang artinya menulis. Jadi demografi adalah tulisan-
tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Istilah ini dipakai
pertama kali oleh Achille Guillard dalam tulisannya yang berjudul Elements de
Statistique Humaine on Demographic Compares pada tahun 1885.

- Donal J. Bogue di dalam bukunya yang berjudul Principles of


Demography memberikan defenisi demografi sebagai berikut: “Demografi
adalah ilmu yang mempelajari secara statistika dan matematika tentang
dasar, komposisi dan distribusi penduduk serta perubahan-perubahan
sepanjang masa melalui bekerjanya 5 komponen demografi, yaitu
kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi, dan
mobilitas sosial.
- Johan Suzmilch (1762):………….. mempelajari hukum illahi dalam
perubahan-perubahan pada umat manusia yang tampak dari kelahiran,
kematian, dan pertumbuhannya.
- Achille Giullard:……………. Mempelajari segala sesuatu dari keadaan
dan sikap manusia yang dapat diukur.
- George W. Barclay: demografi memberikan gambaran yang menarik dari
penduduk yang digambarkan secara statistika. Demografi mempelajari
tingkah laku keseluruhan dan bukan tingkah laku perorangan.
- Philip M. Hauser & Dudley Huncan: demografi mempelajari tentang
jumlah, persebaran teritorial dan komposisi penduduk serta perubahan-
perubahannya dan sebab-sebab perubahan tersebut.
- D.V. Glass: demografi is generallylimited to studies of human population
as influenced by demographic processes: fertility, mortality, and migration

Dari beberapa defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa demografi adalah ilmu
yang mempelajari persoalan dan keadaan perubahan-perubahan penduduk atau
dengan perkataan lain segala hal ihwal yang berhubungan dengan komponen-
komponen perubahan tersebut seperti: kelahiran, kematian, migrasi sehingga

10
menghasilkan suatu keadaan dan komposisi penduduk menurut umur dan jenis
kelamin tertentu.

Demografi sebagai salah satu disiplin ilmu telah berkembang sejak 3 abad yang
lalu. John Graunt, seorang pedagang pakaian yang hidup pada abad ke 17 di
London, dianggap sebagai Bapak Demografi. Ia melakukan analisis data kelahiran
dan kematian, dan dari hasil analisisnya dikemukakan batasan-batasan umum
tentang kematian (mortality), kelahiran (fertility), migrasi dan perkawinan dalam
hubungannya dalam proses penduduk.

Pada tahun 1937 di Paris selama kongres masalah kependudukan dilangsungkan,


Adolphe Laundry telah membuktikan secara matematika adanya hubungan antara
unsur-unsur demografi seperti kelahiran, kematian, fertilitas, jenis kelamin, umur
dan sebagainya. Ia menyarankan penggunaan istilah PURE DOMOGRAPHY
untuk cabang ilmu demografi yang bersifat analiti-matematik dan berbeda dari
ilmu demografi yang bersifat deskritif.

Pure Demography (Demografi Murni) atau juga disebut demografi formal


menghasilkan teknik-teknik untuk menghitung data kependudukan. Dengan
teknik-teknik tersebut dapat diperoleh perkiraan keadaan penduduk dimasa depan
atau di masa lampau. Model-model formal sering kelihatan menakjubkan dan
mempunyai kegunaan yang besar, tetapi mereka jarang menyajikan jawaban
tentang pertanyaan-pertanyaan sosial tentang “MENGAPA” bentuk atau proses
yang ada itu terjadi.

Untuk memberikan keterangan “MENGAPA” tersebut diperlukan suatu ilmu yang


biasa disebut dengan Sociological Demography, Population Studies, Social
Demography, Demographic Sociology atau Kependudukan. Ilmu ini merupakan
penghubung antara penduduk dan sistem sosial, dengan harapan dapat
memecahkan pertanyaan dasar: bagaimana kita menambah pengertian kita
terhadap masyarakat melalui proses analisis kependudukan.

Data demografi, pengukuran, teknik-teknik dan model-model adalah alat yang


penting, tetapi mereka hanya sebagian dari gambaran analitik. Jadi determinan-
determinan dan konsekuensi-konsekuensi dari pertambahan penduduk harus

11
dianalisis pula. Dengan mengenal proses sosial dimana terjadi perubahan
penduduk diharapkan para ahli demografi lebih mengerti dinamikanya penduduk.

Ketiga komponen demografi/variabel demografi, bermacam-macam karakteristik


penduduk, dan gejala-gejala yang saling berhubungan di dalam masyarakat
tersebut dipakai oleh para ahli demografi untuk 4 (empat) tujuan pokok, yaitu:

1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah


tertentu.
2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya
dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk
dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial
4. Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk dimasa yang akan datang
dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.

Pengetahuan tentang kependudukan penting bagi lembaga-lembaga swasta


maupun pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah. Perencanaan-
perencanaan yang berhubunngan dengan pendidikan, perpajakan, kemiliteran,
kesejahteraan sosial, perumahan, pertanian dan perusahaan-perusahaan yang
memproduksi barang dan jasa, jalan, rumah sakit-rumah sakit, pusat-pusat
pertokoan dan pusat-pusat rekreasi akan menjadi lebih tepat apabila kesemuanya
didasarkan pada data kependudukan.

Apabila seseorang ingin mengetahui seberapa cepat berkembangnya


perekonomian suatu negara, maka hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan lapangan
kerja, persentase penduduk yang ada di sector pertanian, industry dan jasa-jasa.

Untuk melihat peningkatan standar kehidupan dapat dilihat dari tingkat harapan
hidup rata-rata penduduk, sebab tidak ada ukuran yang lebih baik kecuali lamanya
hidup seseorang dinegara yang bersangkutan.

Pertumbuhan penduduk merupakan keseimbangan yang dinamis antara kekuatan-


kekuatan yang menambah dan kekuatan-kekuatan yang mengurangi julah
penduduk. Secara terus-menerus penduduk akan dipengaruhi oleh jumlah bayi

12
yang lahir (menambah jumlah penduduk), tetapi secara nersamaan pula akan
dikurangi oleh jumlah kematian yang terjadi pada semua golongan umur.
Sementara imigrasi juga berperan: ‘imigran’ (pendatang) akan menambah dan
‘emigran’akan mengurangi jumlah penduduk. Jadi dapat disimpulkan bahwa
pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh 4 komponen, yaitu: kelahiran (fertilitas),
kematian (mortalitas), in-migration (migrasi masuk) dan out-imigration (migrasi
keluar). Selisih antara kelahiran dan kematian disebut reproductive change
(perubahan reproduktif) atau natural increase (pertumbuhan alamiah). Selisih
antara in-migration dan out-imigration disebut net-migration atau migrasi neto.
Jadi pertumbuhan penduduk hanya diperoleh dengan 2 cara, yaitu: melalui
perubahan reproduksi dan migrasi neto.

Beberapa Ukuran Dasar Demografi

1. Fertilitas (Kelahiran)
Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan rill seorang
wanita untuk melahirkan, yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang
dilahirkan. Beberapa ukuran dasar fertilitas yang sering digunakan adalah:
a. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
b. Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate)
c. Angka Fertilitas Total (Total Fertility Rate)
2. Mortalitas (Kematian)
Beberapa angka kematian yang sederhana antara lain:
a. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate)
b. Angka Kematian Menurut Umur (ASDR)

Tinggi rendahnya angka kematian dipengaruhi oleh berbagai faktor,


misalnya struktur umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status sosial-
ekonomi, keadaan lingkungan, dan sebagainya.

3. Migrasi
Migrasi sering diartikan sebagai perpindahan penduduk yang relative
permanen dari suatu daerah ke daerah lain. Orang yang melakukan migrasi
disebut migran.

13
4. Angka Pertumbuhan Penduduk (Population Growth Rate atau “r”)
Angka pertumbuhan penduduk ® menunjukkan rata-rata pertambahan
penduduk pertahun pada periode waktu tertentu, dan biasanya dinyatakan
dengan persen.

14
BAB III
PEMBAHASAN CRITICAL BOOK REPORT
3.1 Latar Belakang Masalah

Dalam perencanaan pembangunan, data kependudukan memegang peran


penting. Makin lengkap dan akurat data kependudukan yang tersedia makin
mudah dan tepat rencana pembangunan itu dibuat. Sebagai contoh, dalam
perencanaan pendidikan, diperlukan data mengenai jumlah penduduk dalam usia
sekolah, dan para pekerja dalam bidang kesehatan masyarakat memerlukan
informasi tentang tinggi rendahnya angka kematian dan angka morbiditas
penduduk. Banyak lagi contoh-contoh lain dimana data kependudukan sangat
diperlukan dalam perencanaan pembangunan. Mengingat akan pentingnya data
kependudukan tersebut, maka setiap negara selalu ingin mengetahui jumlah
penduduk di negara masing-masing dan bagaimana perkembangannya.
Tidak hanya sekedar mengetahui data kependudukan tersebut, data
kependudukan tersebut juga dijadikan sebagai ilmu yang dipelajari di tiap jenjang
pendidikan. Hal ini agar mempersiapkan generasi muda yang memahami dan
mengerti bagaimana keadaan kependudukan di dunia dan di negaranya sendiri,
bagaimana perkembangan penduduk tersebut, permasalahan kependudukan di
negaranya juga bagaimana tindakan yang perlu dilakukan agar mencegah
permasalahan kependudukan tersebut.
Dengan latar belakang ini maka ilmu kependudukan yaitu Demografi di
pelajari juga di jenjang perguruan tinggi. Ditambah lagi demografi juga masih
berkaitan dengan ilmu geografi sosial yang berkaitan dengan masyarakat. Dan
dalam mengikuti perkuliahan Geografi Kependudukan dan Demografi ini, maka
harus memenuhi beberapa tuntutan tugas, diantaranya adalah membuat sebuah
laporan hasil kritikan terhadap suatu buku yang berkaitan dengan mata kuliah. Hal
inilah yang melatar belakangi dibuatnya laporan Critical Book Report ini.

15
3.2 Permasalahan yang Dikaji

Permasalahan yang dikaji dalam buku ini adalah tentang ilmu


kependudukan ‘Demografi’. Dimana di dalam buku telah terkaji defenisi dan
konsep dari demografi itu sendiri, sumber data demografi, serta semua yang
berkaitan dengan kependudukan dan komponen-komponen yang mempengaruhi
kependudukan tersebut. Kedua buku yang menjadi critical book ini sama-sama
mengandung bahan kajian yang sama.

3.3 Kajian Teori

Kajian teori yang saya gunakan untuk membuat critical book report ini
adalah sesuai dengan yang ditentukan dan mengikuti panduan pembuatan CBR
yang sebelum-sebelumnya yang dipandu oleh tim dosen tiap-tiap mata kuliah
yaitu dimulai dengan membaca buku kemudian mencari hal-hal yang perlu di
kritik terkait isi buku dan kemudia merangkum isi buku dan melakukan evaluasi
serta pembahasan terhadap isi buku.

3.4 Metode

Metode yang saya gunakan dalam membuat critical book report ini adalah
metode kualitatif dengan membaca buku terlebih dahulu, kemudian membuat
rangkuman dan terakhir mengevaluasi isi buku serta memberi kritik dan saran
terhadap buku yang akan menunjukkan keunggulan dan kelemahan buku tersebut.

3.5 Analisis Critical Book Report


 Kelebihan Buku
- Penulisan isi buku ini sangat lengkap, tidak hanya fokus untuk
menjabarkan ilmu demografi saja tapi juga memberikan contoh-contoh
yang terkait.
- Pembahasan artikel isi buku disajikan secara mendetail baik dari segi
pemaparan, penjelasan dan susunan kalimat.
- Metode pendekatan yang digunakan oleh penulisan sangat sesuai dengan
konsep bahasannya dan diambil dari contoh sehari-hari yang dapat kita
lihat dan kita kaji.

16
- Gagasan yang diajukan logis dan teratur walaupun masih ada sedikit yang
terasa bias bagi yang masih awam mempelajari ilmu demografi namun
sudah lebih mudah untuk di mengerti.
- Hubungan antar gagasan-gagasan yang disampaikan si penulis sejalan
dengan pokok bahasannya dan alurnya tertata dengan rapi.
- Buku lengkap dengan ilustrasi, penggambaran, contoh-contoh, daftar
pustaka bahkan sebagian ada juga yang diimpor dari buku-buku terkenal
lainnya.
 Kelemahan Buku
- Penggunaan bahasa memang sudah baik, namun masih ada beberapa
ketikan yang salah, sama halnya dengan buku kedua.
- Contoh-contoh yang digunakan tidak dijelaskan sedetail mungkin dengan
pembahasan-pembahasan yang lengkap dan mudah dipahami orang awam,
sehingga apabila dibaca oleh orang yang hanya sekedar ingin memahami
tentang ilmu demografi tentu sangat sulit di mengerti. Meskipun telah ada
pembahasan, namun bagi pembaca awam ini akan sulit dipahami.
Sehingga apabila disbanding buku Dasar – Dasar Demografi, buku kedua
menjadi pilihan saya dimana isinya lebih mudah untuk dipahami.
- Penggunaan bahasa yang terlalu tinggi dan monoton serta kaku, kurang
menyenangkan untuk dibaca karena isinya membosankan. Dibanding buku
kedua yaitu Dasar – Dasar Demografi terbitan Lembaga Demografi UI, isi
bukunya lebih menyenangkan untuk dibaca dan lebih mudah dimengerti
oleh pembaca awam.
- Kesimpulan isi buku terasa kurang pas dikarenakan kesulitan untuk
memahami tingkat kebahasaan yang tinggi pada buku Demografi Umum,
sedangkan untuk Dasar – Dasar Demografi kesimpulan bukunya terasa pas
karena bahasanya yang mudah untuk dipahami.
- Penulis tidak memberikan saran studi atau penelitian lebih lanjut mengenai
isi buku, karena sebetulnya dari isi buku bisa saja diadakan penelitian-
penelitian lebih lanjut.
- Masih ada beberapa kalimat yang penggunaan bahasanya kurang tepat dan
huruf-huruf yang salah ketikan atau kurang.

17
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan

Demografi adalah ilmu yang mempelajari persoalan dan keadaan


penduduk termasuk perubahan-perubahan penduduk yang berkaitan dengan
komponen-komponen perubahan seperti: kelahiran, kematian dan migrasi,
sehingga menghasilkan suatu keadaan dan komposisi penduduk.
Sumber data kependudukan ini diperoleh dengan melakukan sensus
penduduk yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali di tiap-tiap negara dan pada
tiap tahun yang berakhiran angka kosong (0). Kemudian registrasi penduduk yang
dilakukan oleh Kantor Pemerintahan Dalam Negeri dimana setiap kali terjadi
kelahiran dan kematian akan dicatat. Dan yang terakhir adalah survey penduduk
yang dilaksanakan dengan sistem sampel atau studi kasus.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat di ga,barkan
secara visual dalam bentuk sebuah grafik yang disebut Piramida Penduduk. Ada
tiga jenis piramida penduduk yaitu: Ekspansif, Konstruktif, dan Stasioner.
Mempelajari ilmu demografi sudah merupakan hal yang biasa di
masyarakat karena merupakan hal yang penting untuk diketahui masyarakat
mengingat banyaknya manfaat data kependudukan baik dalam sector pendidikan,
kesehatan, sosial-ekonomi, lapangan pekerjaan, hingga permasalahan yang umum
timbul di masyarakat semuanya bisa dikatkan dengan keadaan kependudukan
yang di pengaruhi oleh komponen-komponen seperti: kelahiran, kematian dan
imigrasi.

4.2 Saran

Seorang calon pendidik di bidang geografi, diharapkan memahami ilmu


kependudukan demografi sebagai salah satu point penting mengingat data
kependudukan dan pengetahuan akan kependudukan sangat penting sekali untuk
diketahui semua orang, termasuk generasi muda dalam mempersiapkan dirinya
untuk terjun ke masyarakat baik sebagai individu ataupun kelompok sehingga
permasalahan kependudukan yang cukup tinggi di Indonesia sedikit demi sedikit
bisa diperbaiki.

18