Anda di halaman 1dari 10

PENGGAUDITAN II

KASUS PENN SQUARE BANK

OLEH :
KELOMPOK 11

Ni Putu Swandewi (1607532113)


Ni Luh Yuni Pratiwi (1607532119)

PROGAM NON REGULER


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2018
KASUS PENN SQUARE BANK

Pada pukul 07:05, tanggal 5 Juli 1982, suatu tim penyelidik bank dari Federal Deposit Insurance
Corporation (FDIC, Perusahaan Asuransi Deposito Federal) mengunci pintu-pintu Penn Square
Bank yang berlokasi di Oklahoma City, Oklahoma. Dengan demikian berakhirlah sudah harta
peninggalan sebuah bank pusat perbelanjaan kecil yang berkembang dari total aset senilai $29 juta
pada tahun 1974, pada saat ia diakuisisi oleh B.P. “Beep” Jennings, hingga mencapai total aset
lebih dari $ 500 juta pada saat penutupannya.
Peat Marwick & Company menjadi target yang mudah bagi pihak-pihak ketiga yang ingin
memojokan seseorang agar bertanggungjawab terhadap runtuhnya bank tersebut. Diantara
berbagai pihak yang mengarahkan tuduhannya kepada Peat Marwick & Company adalah U.S
House of Representative (semacam DPR di AS), yang melakukan investigasi atas kegagalan bank
tersebut. Representative Fernand St Germain, yang menjadi pimpinan U. S House Committee
untuk Bidang Perbankan, Keuangan dan Urusan Pertokoan, bersifat sangat kritis terhadap peran
Peat Marwick & Company dalam bencana yang dialami oleh Penn Square Bank. Pada salah satu
kesempatan dalam pemeriksaan awal komite itu atas keruntuhan Penn Square Bank, satu partner
Peat Marwick & Company menjelaskan bahwa laporan audit firmanya hanya dimaksudkan untuk
para direktur bank. Partner tersebut mengimplikasikan bahwa pihak-pihak luar tidak harus dan
tidak dianjurkan bertumpu pada opini wajar tanpa syarat (unqualified opinion) yang diterbitkan
atas laporan keuangan 1981 pada Penn Square Bank kira-kira tiga bulan sebelum bubarnya bank
tersebut. Surat protes dari partner itu membangkitkan respons yang sangat keras dari representative
St Germain.

RIWAYAT PENN SQUARE BANK


Penn Square Bank didirikan sebagai badan hukum pada tahun 1960 dan selama 22 tahun
keberadaannya bank ini berlokasi di suatu mall perbelanjaan di kawasan Oklahoma City. Peran
bank tersebut berubah secara cepat setelah diakuisisi oleh Jennings pada tahun 1974. Di bawah
kepemilikan Jennings, bank tersebut mulai sibuk dengan ledakan minyak Oklahoma pada tahun
1970-an dan terus memberikan lending spree (pinjaman liar) kepada para spekulan minyak dan
gas, suatu spree yang melipatduakan aset-aset bank tersebut setiap dua tahun sejak 1976 hingga
1982.
Pertumbuhan dahsyat Penn Square Bank utamanya direkayasa oleh satu sosok tunggal,
yaitu William Peterson. Jennings mempekerjakan Peterson sebagai jasa baik sahabat keluarga tak
lama setelah ia mengakuisisi bank itu. Peterson mendapatkan pekerjaan sebagai loan officer.
Untuk membiayai pertumbuhan uang cepat, Penn Square Bank akhirnya terpaksa untuk
terus menerus mengembangkan bisnis depositnya. Bank tersebut menarik sejumlah besar deposito
dalam jangka waktu yang singkat dengan menawarkan premi suku bunga untuk sertifikat deposito
(CD) jenis “jumbo”. CD ini memberikan suku bunga sebesar 25-150 basi point al atas suku bunga
yang berlaku di pasar. Kegagalan bank yang berlokasi di Oklahoma City itu bukan karena
ukurannya, melainkan karena beberapa bank terbesar Negara itu menjadi terlibat dalam aktivitas
pemberian pinjaman minyak dan gas spekulatif pada divisi energy Penn Square Bank.
Pada akhir 1907-an, Peterson menjadi sangat berhasil dalam menarik ventura minyak dan gas Penn
Square Bank sehingga banknya yang memiliki ukuran terbatas itu, tidak mampu untuk mendanai
pinjaman yang diminta oleh banyak calon pelanngan. Pada beberapa kasus, Penn Square Bank
menjalankan fungsi secara ketat sebagai perantara dalam pinjaman-pinjaman ini. Penn Square
bank bukannya menerima suatu bunga ekuitas (equity interest) pada “partisipasi 100 persen” ini,
melainkan bank tersebut hanya mendapatkan bayaran fee atas jasanya oleh bank-bank yang
sungguh-sungguh menyediakan dana pinjaman itu. Seattle First National Bank, Continental
Illinois, dan Chase Manhattan merupakan beberapa contoh diantara bank-bank metropolitan yang
membiayai sejumlah ventura minyak dan gas besar atas bantuan Penn Square Bank
Kebijakan pelestarian energy selama pemerintahan Presiden Jimmy Carter dan kelebihan
produksi besar-besaran oleh OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) menyebabkan
harga minyak dan gas terpuruk pada tahun 1980. Pada saat harga minyak mentah tiba-tiba anjlok
beberapa dolar per barrel, maka ventura-ventura ini segera merugi.
Menjelang awal tahun 1980-an, Office of the Comptreller of the Currency (OCC, Badan
Pengawas Mata Uang) segera mengarahkan perhatiannya pada Penn Square Bank. Pada akhir
1980-an, OCC memaksa direktur bank itu untuk menandatangani “administrative agreement” dan
menurut perjanjian itu direktur tersebut berjanji untuk mengambil langkah-langkah perbaikan
untuk mengkoreksi persoalan-persoalan yang mereka hadapi.
Langkah-langkah yang diambil oleh Penn Square bank menghasilkan suatu evaluasi yang
lebih positif atas bank itu oleh para penyidik bank federal pada musim gugur 1981. Dalam tujuh
bulan terakhir keberadaannya, Penn Square Bank memberikan pinjaman lebih dari $1 miliar
kepada para spekulan minyak dan gas, melalui pinjaman langsung atau tak langsung melalui
transaksi-transaksi partisipasi, yang bahkan jauh melebihi laju peminjaman fantastis yang
dilakukan sebelum tahun 1980-an.
Menjelang para penyidik federal kembali ke Penn Square Bank pada musim semi 1982,
kondisi finansial bank tersebut memburuk pada tingkat yang menghawatirkan. Penn Square Bank
berada pada posisi yang sedemikian terpuruk dalam beberapa minggu terakhir sebelum
penutupannya sehingga Federal Reserve terpaksa menalangi bank tersebut hingga beberapa juta
dolar dalam bentuk pinjaman darurat untuk mempertahankan kesehatan finansial bank tersebut.
Pada akhirnya, di bulan Juli 1992, OCC menyimpulkan bahwa Penn Square Bank sudah mencapai
titik yang sudah tidak bisa diselamatkan lagi dan memerintahkan FDIC untuk menutup bank
tersebut dan berfungsi sebagai receiver-nya

PEMECATAN ARTHUR YOUNG OLEH PENN SQUARE BANK


Kantor Rthun Young & Company yang berada di Oklahoma City mengaudit laporan
keuangan tahunan Penn Square Bank sejak 1976 hingga 1980. Mulai dengan tahun fiscal yang
berakhir pada 31 Desember 1979, Penn Square Bank menjadi sebuah cabang yang dimiliki penuh
dari bank holding company yang baru dibentuk, First Penn Corporation. Meskipun demikian, klien
audit de facto tetap saja Penn Square bank. Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 1976
hingga 31 Desember 1979, bank tersebut mendapatkan opini wajar tanpa syarat (unqualified
opinion) dari Arthur Young. Pada tahun 1980, Arthur Young menerbitkan suatu unqualified
opinion (opini wajar tanpa syarat).
Selama pemeriksaan awal kongres atas Penn Square Bank di musim gugur 1982, Harild
Russel, managing partner pada kantor Arthur Young di Oklahoma City, membahas persoalan-
persoalan yang dihadapi firmanya selama proses audit tahun 1980 atas Penn Square Bank. Russel
melaporkan bahwa praktik dokumentasi pinjaman bank tersebut mengalami pemburukan antara
1979 dan 1980. Tanpa peringatan sebelumnya, Jennings memberitahu Russel pada akhir 1981
bahwa Peat Marwick & Company telah disewa untuk mengaudit laporan keuangan tahun 1981
bank tersebut. Laporan media menyatakan bahwa Arthur Young telah dipecat karena adanya
qualified opinion, suatu rumor yang terus menerus disangkal oleh para pejabat Penn Square Bank.
Blanton mengusulkan bahwa hubungan ini bertanggungjawab atas keputusan Penn Square
Bank untuk mengangkat Peat Marwick & company sebagai firma audit barunya di musim gugur
1981. Saat diajukan pertanyaan lebih lanjut oleh komite ini, Blanton mengungkapkan bahwa
beberapa partner Peat Marwick & Company di Oklahoma City sebelumnya pernah menerima lebih
dari $2 juta dalam bentuk pinjaman dan $1 juta dalam bentuk kucuran kredit dari Penn Square
Bank. Pinjaman –pinjaman ini memposisikan firma audit itu dengan suatu persoalan independesi
yang harus segera diselesaikan sebelum bank tersebut dapat diterima sebagai suatu klien.
Perjanjian yang dicapai antara kedua belah pihak adalah bahwa Penn Square Bank akan
“sepenuhnya mempartisipasikan” pinjaman dan kucuran kredit itu ke bank-bank lain. Partisipasi
ini dimaksudkan sebagai suatu transaksi non-recourse. Namun pada tanggal 1 Juli 1982 beberapa
hari sebelum penutupan bank itu Peat Marwick & company mengetahui bahwa salah satu pinjaman
tersebut telah dibeli kembali oleh Penn Square Bank.

AUDIT TAHUN 1981 ATAS PENN SQUARE BANK OLEH PEAT MARWICK &
COMPANY
Jim Blanton menyerahkan kepada panitia penyelidik Kongres suatu memorandum rinci yang
membahas antara lain item-item dalam audit 1981 atas Penn Square bank oleh Firmanya. Titik
utama audit 1981 adalah alowansi bank tersebut atas kerugian pinjaman yang mungkin timbul.
Blanton menyatakan bahwa Penn Square Bank menghapuskan pinjaman senilai $4,8 juta pada
tahun 1981 jika dibandingkan dengan penghapusan pada 1980 yang hanya sekitar $600.000. Selain
itu, Blanton mencatat bahwa saldo rekening alowansi pada tanggal 31 Desember 1981 adalah lebih
dari dua kali saldo satu tahun sebelumnya. Meskipun demikian, alowansi Penn Square bank untuk
kerugian pinjaman adalah sepadan dengan hanya sekitar 1,5 persen dari total pinjaman bank
tersebut pada akhir 1981, suatu persentase yang kecil menurut standar industri.
Blanton melaporkan bahwa firma ini memberikan perhatian yang seksama selama audit
tahun 1981 atas pinjaman bermasalah senilai $15 juta yang ditampilkan dalam kualifikasi Arthur
Young tahun sebelumnya. Menjelang akhir 1981, sebagian besar pinjaman ini dibayar kembali.
Untuk pinjaman-pinjaman bermasalah yang masih belum dilunasi sampai dengan 31 desember
1981, Blanton berpendapat bahwa persoalan-persoalan yang diangkat oleh Arthur Young
mendapatkan penanganan melalui pembentukan suatu departemen peninjauan kredit dan melalui
langkah-langkah perbaikan lain yang diambil oleh bank tersebut. Untuk mendukung pendapat ini
Blanton merujuk pada hasil pemeriksaan oktober 1981 oleh OCC, yang memerintahkan agar para
direktur bank tersebut untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pengoperasian dan administratif
pada Penn Square Bank.
Hasil dari audit Penn Square Bank 1981 jelas menyisakan sedikit keraguan dalam pikiran
para auditor Peat Marwick & Company bahwa laporan keuangan bank tersebut telah dinyatakan
secara fair.
Sekalipun kesaksian Blanton dan mitra-mitra Peat Marwick & Company lainnya
mendukung keputusan firma tersebut untuk menerima alowansi 1981 Penn Square Bank atas
kerugian pinjaman yang mungkin, namun para penyelidik Kongres berulang kali meragukan
ketepatan dari keputusan itu.
Para penyelidik Kongres juga memberikan perhatian yang besar terhadap “management
letter” yang disediakan oleh Peat Marwick & Company untuk para direktur Penn Square Bank
saat menyelesaikan audit tersebut. Surat tersebut mengkritik beberapa penegndalian internal Penn
Square Bank. Para penyelidik itu menanyakan apakah persoalan-persoalan ini belum disebutkan
di laporan audit. Pada suatu kesempatan dalam pemeriksaan awal, staf Kongres Doug Barnard
secara langsung menanyai Blanton apakah pengendalian internal bank tersebut cukup memadai.
Aspek akhir dari audit Penn Square Bank 1981 yang mendapat perhatian cermat dari
panitia kongres adalah komunikasi yang berlangsung antara para auditor Peat Marwick &
Company yang ditunjuk pada kegiatan itu dan tim audit Peat Marwick & Company untuk Chase
Manhatan. Chase manhattan adalah salah satu bank metropolitan terbesar yang berpastisipasi
dalam banyak sindikat pinjaman Penn Square Bank. Panitia Kongres menanyakan apakah para
auditor Chase Manhattan, setelah mengetahui kondisi keuangan Penn Square Bank yang
mengalami keterpurukan cepat dari kolega-kolega mereka di audit Penn Square Bank, terus
menyampaikan informasi itu kepada pra eksekutif Chase. Menyusul pemeriksaan awal Kongres,
FDIC mengajukan gugatan kepada Chase Manhattan atas penarikan dana secara tidak layak dari
Penn Square Bank beberapa hari sebelum penutupan bank tersebut.
Para partner Peat Marwick & Company yang memberikan kesaksian di hadapan komite
penyidik menyangkal bahwa Chase Manhattan telah memperoleh informasi dari orang dalam
mengenai kondisi finansial penn Square Bank dari auditor Peat Marwick & Company. Staf
Kongres Ed Weber mengejar isu ini dengn menanyai Blanton apakah para auditor independen
disyaratkan untuk melindungi kerahasian informasi yang sensitif yang mereka peroleh dari klien.

PENN SQUARE BANK-SUATU KEGAGALAN AUDIT?


Bukti yang disertakan kedalam kesaksian Kongres yang paling merusak kredibilitas audit Penn
Square Bank oleh Peat Marwick & Compeny adalah laporan OCC yang memberi label audit itu
sebagai “tanda dapat diterima.” Laporan tertanggal 31 Maret 1982 itu menyatakan :
Opini wajar tanpa syarat atau unqualified opinion (yang diterbitkan oleh Peat Marwick &
Company) tetap dibuat meskipun telah teridentifikasi eksepsi kolateral berlebihan,
ditemukan insidensi dimana bank tersebut melakukan pembayaran pokok dan bunga
pinjaman ke bank-bank yang bersesuian pada partisipasi tertentu tanpa terlebih dahulu
menerima pembayaran dari pihak peminjam dan penerimaan suatu cadangan untuk
kerugian pinjaman yang mungkin timbul, yang dianggap kurang memadai oleh para
penyelidik selama peninjauan mereka atas portofolio pinjaman.
Staf Kongres Weber mencatat bahwa hasil audit OCC di musim semi 1982 atas Penn
Square Bank-yang dilaksanakan serentak dengan audit Peat Marwick & Company atas bank
tersebut –mengungkap “persoalan-persoalan yang serius.” Sayangnya, tim audit Peat Marwick
&Company tidak memiliki akses terhadap hasil audit OCC. Sekalipun para auditor Peat Marwick
& Company telah mengidenfikasikan persoalan-persoalan utama sehubungan dengan rekaman
finansial dan kebijakan pengoperasian Penn Square Bank, namun hasil pemeriksaan mereka
mendorong mereka untuk menyimpulkan bahwa persoalan-persoalan itu tidak sepadan apa yang
kemudian didokumentasikan pada laporan OCC.
Kesaksian Peat Marwick & Company selama pemeriksaan awal kongres mengisyaratkan
bahwa firma audit tersebut mungkin terlalu mengandalkan kontrol yang dijalankan penn Square
Bank dalam tahun 1980 atas desakan OCC. Peat Marwick & Company mungkin juga terlena akibat
adanya rasa aman yang semu oleh adanya laporan yang menyenangkan yang diterbitkan atas penn
Square Bank oleh para penyidik OCC di musim gugur 1981. Selama pemeriksaan ulang, terlihat
bahwa kontrol baru yang dijalankan oleh bank tersebut pada tahun 1980 hanya efektif untuk
sementara waktu.
Setidaknya ada satu kesimpulan definitif yang dapat ditarik dari analisis atas audit Penn
Square Bannk 1981 oleh Peat Marwick & Company : kegagalan audit Penn Square Bank yang
didakwakan tidak akan terjadi apabila harga minyak terus membubung dicatat oleh salah satu
penyelidik Kongres, Penn Square Bank adalah sebuah “rumah kardus” yang dibangun di atas
asumsi bahwa harga minyak semakin membubung tinggi. Karena petaka yang dialami oleh Penn
Square Bank, firma-firma audit kemungkinan akan semakin memperhatikan calon-calon klien
yang hasil pengoperasian masa depannya lebih bergantung kepada variabel-variabel luar
ketimbang pada keputusan tim manajemen yang bijak dan berdisplin.

EPILOG
Pada musim semi 1985, William Peterson dibebaskan atas dua puluh enam tuduhan penipuan bank
dalam suatu gugatan pidana yang diajukan terhadap dirinya dalam suatu pengadilan fedral di
Oklahoma City. Tiga tahun kemudian, duabelas tuduhan kriminal serupa juga digugurkan ketika
suatu mistrial dinyatakan dalam suatu gugatan pidana yang diajukan terhadap Peterson dalam
suatu pengadilan federal di Chicago. Akhirnya, pada bulan Juli 1988, dalam suatu kesepakatan
runding pembelaan dengan para jaksa federal, Peterson dinyatakan bersalah atas misaplikasi dana-
dana bank dan dijatuhi hukuman dua tahun kurungan penjara federal. Pada tahun 1984, seorang
kolega Peterson di Penn Square Bank dinyatakan bersalah atas tuduhan penipuan bank dan
mendapatkan ganjaran penjara tiga puluh bulan.
Pada akhirnya, lebih dri $1 miliar gugatan perdata diajukan terhadap Peat Marwick &
Company atas keterliabatannya dalam kasus Penn Square Bank. Jelas bahwa hampir semua
gugatan ini diselesaikan secara pribadi. FDIC menggugat Peat Marwick & Company atas nilai
sebesar $90 juta dan dilaporkan menarik separuh dari jumlah itu dari firma audit dalam suatu
penyelesaian rahasia. Departemen kehakiman AS mengjukan gugatan terhadap duabelas
karayawan atau mantan karyawan Peat Marwick & Company, atas tuduhan antara lain bahwa
individu-individu ini disalahkan atas adanya konflik kepentingan sehubungan dengan Penn Square
Bank. Tuduhan-tuduhan terhadap individu ini tampaknya juga diselesaikan secara pribadi.
Menyusul krisis perbankan dan servings and loans pada tahun 1980-an, profesi auditing
mengambil beberapa langkah untuk membantu para auditor mengembangkan strategi-strategi
audit yang lebih efektif untuk institusi-institusi finansial. Salah satu langkah terpenting diantaranya
adalah penerbitan sebuah monograf yang berjudul Auditing The Allowance for Credit Losses of
Banks (New York : AICPA, 1986). Publikasi ini dirancang untuk membantu para auditor untuk
memperkuat akurasi material alowansi suatu klien bagi kerugian kredit atau bad loan, yang secara
tipikal menjadi akun yang paling problematik dalam proses audit institusi-institusi finansial.

PERTANYAAN-PERTANYAAN
1. Karakteristik apa yang ada dalam portofolio pinjaman Penn Square Bank yang
menyebabkan risiko bisnis bank ini jauh lebih tinggi dibanding jika bank itu mengalami
sebaliknya? Komponen risiko audit mana sepertinya yang dijelaskan dalam SAS No. 47,
“Audit Risk and Materiality in Conducting an Audit,” yang dipengaruhi oleh risiko bisnis
klien? Tunjukan dengan suatu contoh numerik bagaimana risiko bisnis klien audit
mempengaruhi derajat risiko audit yang dihadapi sebuah firma audit.
2. Pada saat sebuah firma audit menerima klien yang mendapat suatu qualified opinion (opini
wajar bersyarat) dari auditor sebelumnya, apakah tanggung jawab profesional audit
tersebut berbeda dengan tanggung jawab yang akan dipikulnya untuk kegiatan audit yang
lebih khusus? Mengapa demikian atau mengapa sebaliknya? Jika ada, sebutkan apa yang
telah dilakukan profesi auditing untuk meminimalkan “opinion shopping (jual beli opini)”
oleh klien audit?
3. Apakah pinjaman Penn Square Bank terhadap partner Peat Marwick & Company
menghadapkan firma audit itu pada permasalahan independen de facto? Berikan alasan
jawaban saudara.
4. Jika ada apakah tanggung jawab pelaporan para auditor ketika mereka menemukan
kelemahan serius dalam sistem pengendalian internal klien? Haruskah auditor melaporkan
kualitas atau kelayakan sistem pengendalian internal suatu klien kepada para pemakai
laporan keuangan?
5. Salah satu partner peat Marwick & Company mengimplikasikan bahwa laporan audit
firmanya hanya dimaksudkan untuk kemanfaatan dewan direksi bank tersebut. Menurut
hukum kebiasaan (common law), apakah pihak-pihak lain manapun dapat dibenarkan
untuk bertumpu pada laporan audit Peat Marwick & Company Penn Square Bank dan
Holding Company yang menjadi induknya dimiliki oleh pihak swasta. Apakah fakta ini
mengubah jawaban saudara?
6. Apakah Peat Marwick & Company telah melanggar standard etika profesi tersebut
seandainya kantor New York-nya yang baru memberitahu Chase Manhattan bahwa Penn
Square Bank jelas berada pada posisi nyaris bangkrut?
7. Peat Marwick & Company dikecam atas kegagalan pihaknya untuk mengingatkan para
pihak yang mengandalkan pada laporan keuangan 1981 Penn Square Bank bahwa bank
tersebut berada dalam bahaya kebangkrutan. Menurut standard auditing yang berlaku
sekarang, tanggung jawab apa yang dimiliki auditor, jika ada, untuk memberi peringatan
sebelumnya kepada pemakai laporan keuangan atas klien yang berada dalam risiko
bangkrut?

JAWABAN :
1. Pertumbuhan dahsyat Penn Square Bank utamanya direkayasa oleh satu sosok tunggal,
yaitu William Peterson. Dalam 18 bulan, Peterson yang sangat ambisius mengelola
portofolio pinjaman minyak dan gas bank tersebut dan telah menjadi sekutu Jennings yang
paling dipercaya.
Untuk membiayai pertumbuhan uang cepat, Penn Square Bank akhirnya terus
menerus mengembangkan bisnis depositnya. Bank tersebut menarik sejumlah besar
deposito dalam jangka waktu yang singkat dengan menawarkan premi suku bunga untuk
sertifikat deposito (CD) jenis “jumbo”. CD ini memberikan suku bunga sebesar 25-150
basi point al atas suku bunga yang berlaku di pasar. Sekalipun bank tersebut tumbuh sangat
pesat di bawah Jennings dan Peterson, namun Penn Square Bank masih tergolong sebuah
bank yang berukuran sedang ketika ia dinyatakan bangkrut. Dalam total aset, Penn Square
Bank pada saat penutupannya hanya menduduki peringkat terbesar urutan ke tujuh yang
pernah ditutup oleh FDIC. Kegagalan bank yang berlokasi di Oklahoma City itu bukan
karena ukurannya, melainkan karena beberapa bank terbesar Negara itu menjadi terlibat
dalam aktivitas pemberian pinjaman minyak dan gas spekulatif pada divisi energy Penn
Square Bank.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Risiko Bisnis Klien Arens (2001) menjelaskan faktor-
faktor yang mempengaruhi risiko bisnis klien adalah :
 Industri dan lingkungan eksternal Terdapat tiga alasan mengapa diperlukan
pemahaman yang baik atas industri klien dan lingkungan eksternal, yaitu ;
a. Risiko yang berkaitan dengan industri tertentu dapat mempengaruhi penilaian
auditor atas risiko bisnis klien dan risiko audit yang dapat diterima dan bahkan
dapat mempengaruhi auditor dalam menerima penugasan pada industri yang
lebih berisiko, seperti asuransi kesehatan.
b. Terdapat risiko-risiko inhern yang umumnya dimiliki oleh semua klien dalam
sejumlah industri tertentu. Pemahaman akan risiko tersebut akan membantu
auditor dalam mengidentifikasi risiko-risiko inhern yang dimiliki klien.
c. Banyak industri yang memiliki persyaratan akuntansi yang unik, yang harus
dipahami auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien sesuai
prinsip akuntansi yang berlaku umum.
 Manajemen dan tata kelola Karena manajemen menetapkan strategi dan proses
bisnis perusahaan, auditor harus menilai filosofi dan gaya operasi manajemen,
serta kemampuannya untuk mengidentifikasi dan merespons risiko, karena sangat
mempengaruhi risiko salah saji material dalam laporan keuangan. Tata kelola
meliputi struktur organisasi klien, aktivitas dewan direksi serta komite audit.
Dewan direksi yang efektif mampu memastikan bahwa perusahaan hanya
mengambil risiko yang tepat. Komite audit, melalui pengawasan atas laporan
keuangan, dapat mengurangi kemungkinan akuntansi yang terlalu agresif. Selain
itu, auditor juga harus memahami anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,
mempertimbangkan kode etik perusahaan dan membaca notulen rapat perusahaan.
 Tujuan dan strategi Strategi adalah pendekatan yang diikuti oleh entitas untuk
mencapai tujuan organisasi. Auditor harus memahami tujuan klien yang terkait
dengan :
a. Reliabilitas pelaporan keuangan
b. Efektifitas dan efisiensi operasi
c. Ketaatan hukum dan peraturan
 Pengukuran dan kinerja Sistem pengukuran kinerja klien meliputi indikator
kinerja utama yang digunakan manajemen untuk mengukur kemajuan pencapaian
tujuan. Indikator prestasi meliputi pangsa pasar, penjualan per karyawan,
pertumbuhan unit penjualan. Risiko inhern untuk salah saji laporan keuangan bisa
meningkat bila klien telah menetapkan tujuan yang tidak wajar atau bila sistem
pengukuran kinerja mendorong akuntansi yang agresif.

Penilaian Risiko Bisnis Klien


Arens (2006) menjelaskan bahwa auditor menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dari
pemahaman strategis atas bisnis dan industri klien untuk menilai risiko bisnis klien. Perhatian
utama auditor adalah risiko dari salah saji material dalam laporan keuangan yang disebabkan
oleh risiko bisnis klien. Penilaian auditor atas risiko bisnis klien mempertimbangkan industri
yang digeluti klien dan faktor eksternal lainnya, serta strategi bisnis klien, proses dan faktor
internal lainnya. Auditor juga mempertimbangkan pengendalian manajemen yang dapat
mengurangi risiko bisnis, seperti praktik penilaian risiko yang efektif dan tata kelola
perusahaan.

2. Ya karena opinion shopping adalah aktivitas auditor yang mau mendukung perlakuan akuntansi
yang diajukan oleh manajemen untuk mencapai tujuan pelaporan perusahaan. Upaya dalam
meminimalkan opinion shopping yaitu dalam Wahana Vol 2 (1999:24) disebutkan ada 9
elemen pengendalian kualitas yang harus diterapkan oleh kantor akuntan dalam mengadopsi
kebijakan dan prosedur pengendalian kualitas untuk memberikan jaminan yang memadai agar
sesuai dengan standar profesional di dalam melakukan audit, jasa akuntansi, dan jasa review.
Sembilan elemen pengendalian kualitas tersebut adalah :

 Independensi : Seluruh auditor harus independent terhadap klien ketika melaksanakan


tugas. Prosedur dan kebijakan yang digunakan adalah dengan mengkomunikasikan aturan
mengenai independensi kepada staf.
 Penugasan personil untuk melaksanakan perjanjian Personil harus memiliki pelatihan teknis
dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam penugasan. Prosedur dan kebijakan yang
digunakan yaitu dengan mengangkat personil yang tepat dalam penugasan untuk
melaksanakan perjanjian serta memberi kesempatan partner memberikan persetujuan
penugasan.
 Konsultasi: Jika diperlukan personil dapat mempunyai asisten dari orang yang mempunyai
keahlian, judgement, dan otoritas yang tepat. Prosedur dan kebijakan yang diterapkan
adalah mengangkat individu sesuai dengan keahliannya.
 Supervisi: Pekerjaan pada semua tingkat harus disupervisi untuk meyakinkan telah sesuai
dengan standar kualitas. Prosedur dan kebijakan yang digunakan adalah menetapkan
prosedur-prosedur untuk mereview kertas kerja dan laporan serta menyediakan supervise
pekerjaan yang sedang dilaksanakan.
 Pengangkatan: Karyawan baru harus memiliki karakter yang tepat untuk melaksanakan
tugas secara lengkap. Prosedur dan kebijakan yang diterapkan adalah selalu menerapkan
suatu program pengangkatan pegawai untuk mendapatkan karyawan pada level yang akan
ditempati.
 Pengembangan profesi: Personil harus memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk
memenuhi tanggung jawab yang disepakati. Prosedur dan kebijakan yang diterapkan adalah
menyediakan program peningkatan keahlian spesialisasi serta memberikan informasi
kepada personil tentang aturan professional yang baru.
 Promosi: Personil harus memenuhi kualifikasi untuk memenuhi tanggung jawab yang akan
mereka terima di masa depan. Prosedur dan kebijakan yang diterapkan adalah menetapkan
kualifikasi yang dibutuhkan untuk setiap tingkat pertanggungjawaban dalam kantor akuntan
serta secara periodic membuat evaluasi terhadap personil.
 Penerimaan dan kelangsungan kerja sama dengan klien: Kantor akuntan harus
meminimalkan kemungkinan penerimaan penugasan sehubungan dengan klien yang
memiliki manajemen dengan integritas yang kurang. Prosedur dan kebijakan yang
diterapkan adalah menetapkan criteria dalam mengevaluasi klien baru serta mereview
prosedur dalam kelangsungan kerja sama dengan klien.
 Inspeksi : Kantor akuntan harus menentukan prosedur-prosedur yang berhubungan dengan
elemen-elemen yang lain yang akan diterapkan secara efektif. Prosedur dan kebijakan yang
diterapkan adalah mendefinisikan luas dan isi program inspeksi serta menyediakan laporan
hasil inspeksi untuk tingkat manajemen yang tepat.
3. Blanton mengungkapkan bahwa beberapa partner Peat Marwick & Company di Oklahoma City
sebelumnya pernah menerima lebih dari $2 juta dalam bentuk pinjaman dan $1 juta dalam
bentuk kucuran kredit dari Penn Square Bank. Pinjaman –pinjaman ini memposisikan firma
audit itu dengan suatu persoalan independesi yang harus segera diselesaikan sebelum bank
tersebut dapat diterima sebagai suatu klien. Perjanjian yang dicapai antara kedua belah pihak
adalah bahwa Penn Square Bank akan “sepenuhnya mempartisipasikan” pinjaman dan kucuran
kredit itu ke bank-bank lain. Partisipasi ini dimaksudkan sebagai suatu transaksi non-recourse.
Namun pada tanggal 1 Juli 1982 beberapa hari sebelum penutupan bank itu Peat Marwick &
company mengetahui bahwa salah satu pinjaman tersebut telah dibeli kembali oleh Penn Square
Bank. Para pejabat Peat Marwick & Company menegaskan bahwa pembelian kembali ini
dilakukan tanpa sepengetahuan mereka dan bahwa hal ini sepenuhnya bertentangan dengan
kesepahaman kami sebelumnya dengan bank tersebut.
4. Ada kemungkinan hasil prosedur audit laporan keuangan, auditor dapat menemukan adanya
kelemahan dalam pengendalian intern. Informasi tentang hal tersebut sebaiknya terlebih dahulu
dikomunikasikan kepada manajemen, dewan komisaris, komite audit, beserta rekomendasi
untuk perbaikan yang diperlukan.
5. Menurut pendapat kami, pihak-pihak luar tidak harus dan tidak dianjurkan bertumpu pada opini
wajar tanpa syarat (unqualified opinion) yang diterbitkan atas laporan keuangan 1981 pada
Penn Square Bank. Namun disisi lain, wajar jika pihak-pihak lain manapun dibenarkan untuk
bertumpu pada laporan audit Peat Marwick & Company karena memang hanya itulah yang
tersedia.
6. Jika Peat Marwick & Company memberitahu Chase Manhattan bahwa Penn Square Bank jelas
berada pada posisi nyaris bangkrut, itu tidak melanggar standar etika profesi seorang auditor,
dimana seperti yang kita ketahui prinsip dasar prilaku etis auditor adalah sebagai berikut:
Obyektivitas yaitu auditor yang tidak memihak sehingga independensi profesinya dapat
dipertahankan; integritas berkaitan dengan profesi auditor yang dapat dipercaya karena
menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran; ketepatan bertindak yaitu auditor harus bertindak
konsisten dalam mempertahankan reputasi profesi serta lembaga profesi akuntan public dan
menahan diri dari setiap tindakan mendiskreditkan lembaga profesi atau dirinya sebagai auditor
prifesional auditor harus melakukan audit sesuai standar audit yang berlaku yang meliputi
standar teknis dan profesional yang relevan. Dari prinsip tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa, jika Peat Marwick & Company memberitahu Chase Mahattan bahwa Penn Square Bank
nyaris bangkrut bukanlah tindakan yang melanggar kode etik dimana Chase Mahattan sendiri
merupakan pihak yang berkepentingan pada laporan keuangan tersebut.
7. Sesuai dengan PSA No 2 SA Seksi 110 (SPAP,2001), dinyatakan auditor bertanggungjawab
dalam merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang
apakah laporan keuangan tersebut bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh
kekeliruan atau kecurangan. Auditor independen inilah yang memberikan pendapat mengenai
kewajaran atas penyajian laporan keuangan, serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum. Jadi jika seorang auditor tersebut independen maka dia
bertanggungjawab untuk memberi peringatan sebelumnya kepada pemakai laporan keuangan
atas klien yang berada dalam risiko bangkrut.