Anda di halaman 1dari 16

128

BAB 4
PRIORITAS MASALAH DAN POA

4.1 Daftar Masalah


Tabel 4.1 Daftar masalah
No Pernyataan Masalah
KETENAGAAN (MAN/M1)
1 Belum adanya tenaga non keperawatan (administrasi dan transporter)
sehingga perawat bekerja diluar tugas pokoknya.
SARANA DAN PRASARANA (MATERIAL/M2)
2 Kurang optimalnya pengelolaan fasilitas kesehatan yang ada di ruangan
dimana penataan ruangan dan alat-alat yang belum tertata rapi sehingga
belum dapat dimanfaatkan secara optimal
3 Belum optimalnya labeling pada alat-alat dan obat pada ruang Anggrek
METODE (METHOD/M3)
4 Metode SBAR dalam timbang terima tidak dilaksanakan secara kontinyu
5 Diskusi refleksi kasus bersifat informal, tidak terjadwal, dan tidak
menggunakan literatur atau jurnal penelitian sebagai bahan diskusi untuk
pemecahan masalah
6 Proses timbang terima belum sesuai dengan prosedur
7 Metode penugasan tim yang telah diterapkan oleh ruangan belum
berfungsi secara optimal karena pembagian tugas pemberian layanan
asuhan keperawatan pada masing-masing tim belum tertata
8 Panduan pembagian tupoksi antara Karu, Katim, dan perawat pelaksana
belum spesifik
9. Belum optimalnya pelaksanaan supervisi berkelanjutan yang ada di
ruangan
10 Belum adanya tanda risiko jatuh pada bed pasien
PEMASARAN BANGSAL (MARKET/ M5)
11 Hasil penghitungan pergerakan BOR ruangan menurun (2 bulan terakhir)
129

4.2 Penampisan Prioritas Masalah


Tabel 4.2 Penampisan prioritas masalah
Skor
No Prioritas Masalah Jumlah Prioritas
M S V C A
1. Belum adanya tenaga non 3 4 3 4 1 144 10
keperawatan (administrasi dan
transporter) sehingga perawat
bekerja diluar tugas pokoknya.
3. Kurang optimalnya 3 4 3 2 4 288 6
pengelolaan fasilitas kesehatan
yang ada di ruangan dimana
penataan ruangan dan alat-alat
yang belum tertata rapi
sehingga belum dapat
dimanfaatkan secara optimal
4. Belum optimalnya labeling 4 4 3 2 2 192 7
pada alat-alat dan obat pada
ruang Anggrek
5. Metode penugasan tim yang 4 3 4 4 3 576 2
telah diterapkan oleh ruangan
belum berfungsi secara optimal
karena pembagian tugas
pemberian layanan asuhan
keperawatan pada masing-
masing tim belum tertata
6. Diskusi refleksi kasus bersifat 4 4 4 2 3 384 3
informal, belum terjadwal, dan
belum menggunakan literatur
terupdate atau jurnal penelitian
sebagai bahan diskusi untuk
pemecahan masalah
7. Proses timbang terima belum 4 4 4 4 3 768 1
sesuai dengan prosedur
8. Belum adanya tanda risiko 3 4 3 3 3 324 4
jatuh pada bed pasien
9. Panduan pembagian tupoksi 3 3 3 2 3 162 9
antara Karu, Katim, dan
perawat pelaksana belum
spesifik
9. Belum optimalnya pelaksanaan 4 4 3 2 3 288 5
supervisi berkelanjutan yang
ada di ruangan
10. Hasil penghitungan pergerakan 4 2 4 3 2 192 8
BOR ruangan menurun (2
bulan terakhir)

Keterangan :
130

Magnitude (M) : Berapa banyak orang yang terkena dampak masalah tersebut
Severity (S) : Besarnya kerugian yang timbul yang ditunjukan dengan case
fatality dari masing-masing
Vulnerability (V) : Menunjukkan sejauh mana masalah tersebut
Community and political concern (C): Menunjukkan sejauh mana masalah tersebut
menjadi concern atau kegusaran orang dan
para pemangku kebijakan
Affordability(A) : Menunjukkan ada tidaknya dana yang tersedia untuk mengatasi
masalah tersebut
Adapun skor penilaian yang digunakan adalah :
1 : Tidak ada
2 : Kurang
3 : Cukup
4 :Banyak
5 : Sangat Banyak
Berdasarkan penampisan prioritas masalah, maka diperoleh masalah-masalah yang
menjadi prioritas untuk diselesaikan, yaitu:
Tabel 4.3 Daftar prioritas masalah
No Prioritas Masalah
1. Proses timbang terima belum sesuai dengan prosedur
2. Metode penugasan tim yang telah diterapkan oleh ruangan belum
berfungsi secara optimal karena pembagian tugas pemberian layanan
asuhan keperawatan pada masing-masing tim belum tertata
3. Diskusi refleksi kasus bersifat informal, belum terjadwal, dan tidak
menggunakan literatur terupdate atau jurnal penelitian sebagai bahan
diskusi untuk pemecahan masalah
4. Belum adanya tanda risiko jatuh pada bed pasien
5. Belum optimalnya pelaksanaan supervisi berkelanjutan yang ada di
ruangan
6. Penataan ruangan dan alat-alat yang belum tertata rapi sehingga belum
dapat dimanfaatkan secara optimal dimana kurang optimalnya
pengelolaan fasilitas kesehatan yang ada di ruangan
7. Belum optimalnya labeling pada alat-alat dan obat pada ruang Anggrek
8. Hasil penghitungan pergerakan BOR ruangan menurun (1 bulan)
9. Panduan pembagian tupoksi antara Karu, Katim, dan perawat pelaksana
belum spesifik
10. Belum adanya tenaga non keperawatan (administrasi dan transporter)
sehingga perawat bekerja diluar tugas pokoknya.

4.3 Penampisan Prioritas Tindakan


131

Masalah 1:
Proses timbang terima belum sepenuhnya dapat dilaksanakan secara konsisten sesuai
prosedur

Tabel 4.4 Proses timbang terima belum sepenuhnya dapat dilaksanakan secara
konsisten sesuai prosedur
Skor Jumlah Prioritas
No. Prioritas Tindakan
C A R L
1. Identifikasi proses pelaksanaan 5 4 4 5 400 1
timbang terima
2. Diskusikan dan review pelaksanaan 4 4 4 5 320 2
timbang terima
3.. Diskusikan pembuatan format 4 4 4 3 192 3
timbang terima yang dapat
digunakan (SBAR)
4. Pembuatan format untuk 4 3 3 4 144 4
pelaksanaan timbang terima
menggunakan SBAR
5. Roleplay pelaksanaan timbang 3 3 3 3 81 5
terima menggunakan SBAR

Skala prioritas masalah yang dipakai adalah dengan menggunakan metode sebagai
berikut :
Capability( C ) : Kemampuan ruangan dalam mengatasi masalah
Accessible (A) : Kemudahan masalah untuk diatasi
Readliness (R) : Kesiapan ruangan dalam mengatasi masalah
Leverage (L) : Daya pendorong dalam mengatasi masalah
Adapun skor penilaian yang digunakan adalah :
1 : Tidak Mampu
2 : Kurang Mampu
3 : Cukup Mampu
4 : Mampu
5 : Sangat Mampu

b. . Masalah 2:
Metode penugasan tim yang telah diterapkan oleh ruangan belum berfungsi
secara optimal karena pembagian tugas pemberian layanan asuhan keperawatan
pada masing-masing tim belum tertata
132

Tabel 4.6 Metode Penugasan Tim yang Telah Diterapkan oleh Ruangan Tidak
Berfungsi Secara Optimal karena Pembagian Tugas Pemberian Layanan Asuhan
Keperawatan pada Masing-Masing Tim Belum Tertata
Skor Jumlah Prioritas
No. Prioritas Tindakan
C A R L
1. Identifikasi metode penugasan tim 5 4 4 4 320 1
yang diterapkan oleh ruangan
Anggrek
2. Identifkasi penugasan tim yang 5 5 4 3 300 2
belum optimal
3.. Diskusikan metode penugasan tim 5 4 4 3 240 3
yang sesuai standart
4. Diskusikan pembuatan dan 5 4 3 3 180 4
pembagian penugasan dalam tim
sesuai standart
5. Roleplay pelaksanaan penugasan 4 4 3 3 144 5
tim di ruang Anggrek

Skala prioritas masalah yang dipakai adalah dengan menggunakan metode sebagai
berikut :
Capability( C ) : Kemampuan ruangan dalam mengatasi masalah
Accessible (A) : Kemudahan masalah untuk diatasi
Readliness (R) : Kesiapan ruangan dalam mengatasi masalah
Leverage (L) : Daya pendorong dalam mengatasi masalah
Adapun skor penilaian yang digunakan adalah :
1 : Tidak Mampu
2 : Kurang Mampu
3 : Cukup Mampu
4 : Mampu
5 : Sangat Mampu

c. Masalah 3:
Diskusi refleksi kasus bersifat informal, belum terjadwal, dan belum
menggunakan literatur terupdate atau jurnal penelitian sebagai bahan diskusi
untuk pemecahan masalah
Tabel 4.6
Skor
No. Prioritas Tindakan Jumlah Prioritas
C A R L
1. Identifikasi kemungkinan 5 5 4 3 320 1
penerapan diskusi refleksi
kasus di ruangan.
2. Diskusikan dan review 5 5 3 3 225 2
133

pelaksanaan diskusi refleksi


kasus.
3. Diskusikan pembuatan format 5 5 3 2 150 3
diskusi refleksi kasus yang
dapat diterapkan diruangan.
4. Role play pelaksanaan diskusi 4 3 2 2 48 4
refleksi kasus di ruangan

Skala prioritas masalah yang dipakai adalah dengan menggunakan metode sebagai
berikut :
Capability( C ) : Kemampuan ruangan dalam mengatasi masalah
Accessible (A) : Kemudahan masalah untuk diatasi
Readliness (R) : Kesiapan ruangan dalam mengatasi masalah
Leverage (L) : Daya pendorong dalam mengatasi masalah
Adapun skor penilaian yang digunakan adalah :
1 : Tidak Mampu
2 : Kurang Mampu
3 : Cukup Mampu
4 : Mampu
5 : Sangat Mampu

d. Masalah 4: Belum adanya tanda risiko jatuh pada bed pasien


Tabel 4.6
Skor
No. Prioritas Tindakan Jumlah Prioritas
C A R L
1. Identifikasi riwayat pasien 5 5 4 3 320 1
jatuh
2. Identifikasi diagnosa pasien 5 5 3 3 225 2
yang berisiko jatuh
3. Lakukan skrining pasien yang 5 5 3 2 150 3
berisiko jatuh
4. Diskusikan untuk melakukan 4 3 2 2 48 4
pelabelan sesuai risiko jatuh
5. Pemberian label pasien yang 4 3 1 2 24 5
berisiko jatuh.
134

Skala prioritas masalah yang dipakai adalah dengan menggunakan metode sebagai
berikut :
Capability( C ) : Kemampuan ruangan dalam mengatasi masalah
Accessible (A) : Kemudahan masalah untuk diatasi
Readliness (R) : Kesiapan ruangan dalam mengatasi masalah
Leverage (L) : Daya pendorong dalam mengatasi masalah
Adapun skor penilaian yang digunakan adalah :
1 : Tidak Mampu
2 : Kurang Mampu
3 : Cukup Mampu
4 : Mampu
5 : Sangat Mampu

e. Masalah 5
Belum optimalnya pelaksanaan supervisi berkelanjutan yang ada di Ruangan
Tabel 4.7
Skor
No. Prioritas Tindakan Jumlah Prioritas
C A R L
1. Identifikasi pelaksanaan 5 5 4 3 320 1
supervisi di ruangan.
2. Diskusikan rencana 5 5 3 3 225 2
pelaksanaan proses supervisi
yang ideal di ruangan.

3. Pembuatan jadwal 4 4 3 3 144 3


pelaksanaan supervisi
terstruktur dan pelaksanaan
supervise kondisional di
135

ruangan.

4. Role play pelaksanaan 4 4 3 2 96 4


pelaksanaan supervisi
terstruktur maupun
kondisional di ruangan

Skala prioritas masalah yang dipakai adalah dengan menggunakan metode sebagai
berikut :
Capability( C ) : Kemampuan ruangan dalam mengatasi masalah
Accessible (A) : Kemudahan masalah untuk diatasi
Readliness (R) : Kesiapan ruangan dalam mengatasi masalah
Leverage (L) : Daya pendorong dalam mengatasi masalah
Adapun skor penilaian yang digunakan adalah :
1 : Tidak Mampu
2 : Kurang Mampu
3 : Cukup Mampu
4 : Mampu
5 : Sangat Mampu
136

4.4 Plan Of Action


No Masalah Rencana Kegiatan Kriteria Hasil Penanggung Jawab Waktu
1. Proses timbang a. Identifikasi proses a. Terlaksananya proses Ikbar N. Imaniar, S.Kep
terima belum pelaksanaan timbang pelaksanaan timbang Meisita Tiara N., S.Kep.
sepenuhnya dapat terima terima.
dilaksanakan b. Diskusikan dan review b. Evaluasi pelaksanaan
secara konsisten pelaksanaan timbang timbang terima.
sesuai prosedur terima c. Adanya feedback dan hasil
c. Diskusikan pembuatan diskusi format timbang
format timbang terima terima yang dapat
yang dapat digunakan digunakan (SBAR)
(SBAR) d. Peneriman pihak ruangan
d. Pembuatan format untuk terhadap format timbang
pelaksanaan timbang terima yang dapat
terima menggunakan digunakan (SBAR).
SBAR e. Mampu mengaplikasikan
e. Roleplay pelaksanaan SBAR selama proses
timbang terima timbang terima.
menggunakan SBAR

2 Metode a. Identifikasi metode a. Adanya metode penugasan Ria Novita Sari, S.Kep.
penugasan tim penugasan tim yang tim yang diterapkan oleh Imelda Fitrah D., S.Kep
yang telah diterapkan oleh ruangan ruangan anggrek
diterapkan oleh Anggrek b. Adanya penugasan tim
ruangan belum b. Identifkasi penugasan yang optimal di Ruang
berfungsi secara tim yang belum optimal Anggrek
optimal karena c. Diskusikan metode c. Adanya metode penugasan
pembagian tugas penugasan tim yang tim yang sesuai standar
137

pemberian sesuai standar d. Adanya metode penugasan


layanan asuhan d. Diskusikan pembuatan tim dan pembagian
keperawatan pada dan pembagian penugasan dalam tim yang
masing-masing penugasan dalam tim dilaksanakan sesuai standar
tim belum tertata sesuai standart e. Telah dilaksanakan
e. Roleplay pelaksanaan penugasan tim yang sesuai
penugasan tim di ruang standar di Ruang Anggrek
Anggrek
3. Diskusi refleksi a. Identifikasi kemungkinan a. Terlaksananya proses Amadea Yollanda, S.Kep.
kasus bersifat penerapan diskusi diskusi refleksi kasus di Erna Dwi Putri C., S.Kep.
informal, belum refleksi kasus di ruangan. ruangan. Risha P. Mahardika, S.Kep.
terjadwal, dan b. Diskusikan dan review b. Adanya feedbeck dari Bima Satriya D., S.Kep.
belum pelaksanaan diskusi hasil diskusi dan
menggunakan refleksi kasus. bagaimana pelaksanaan
literatur terupdate c. Diskusikan pembuatan diskusi refleksi kasus di
atau jurnal format diskusi refleksi ruangan.
penelitian sebagai kasus yang dapat c. Adanya evaluasi dari
bahan diskusi diterapkan diruangan. format diskusi refleksi.
untuk pemecahan d. Role play pelaksanaan d. Terlaksananya proses
masalah diskusi refleksi kasus di roleplay diskusi refleksi
ruangan kasus.
4. Belum adanya a. Identifikasi riwayat a. Teridentifikasinya riwayat Nur Fajar Islamiyah, S.Kep.
tanda risiko jatuh pasien jatuh.\ pasien jatuh. Yudha Bintang P., S.Kep.
pada bed pasien b. Identifikasi diagnosa b. Teridentifikasinya diagnose
pasien yang berisiko pasien yang berisiko jatuh.
jatuh. c. Terlaksananya skrining
c. Lakukan skrining pasien pasien yang berisiko jatuh
yang berisiko jatuh. misal pasien anak, pasien
d. Diskusikan untuk lanjut usia, pasien dengan
138

melakukan pelabelan penurunan kesadaran dan


sesuai risiko jatuh. pasien dengan gangguan
e. Pemberian label pasien mobilitas.
yang berisiko jatuh. d. Adanya feedbeck dari hasil
diskusi terkait bagaimana
pemberian label sesuai
dengan skrining pasien.
e. Terlaksananya pemberian
label pasien yang berisiko
jatuh
5. Belum optimalnya a. Identifikasi pelaksanaan a. Terlaksananya proses Ary Januar Putra P., S.Kep.
pelaksanaan supervisi di ruangan. identifikasi pelaksanaan Dian Pratiwi, S.Kep S.Kep.
supervisi b. Diskusikan rencana supervisi di ruangan.
berkelanjutan pelaksanaan proses b. Adanya feedbeck dari hasil
yang ada di supervisi yang ideal di diskusi terkait rencana
Ruangan ruangan. pelaksanaan proses
c. Pembuatan jadwal supervisi yang ideal di
pelaksanaan supervisi ruangan.
terstruktur dan c. Adanya jadwal yang
pelaksanaan supervise terstruktur terkait
kondisional di ruangan. pelaksanaan supervisi di
d. Role play pelaksanaan ruangan.
pelaksanaan supervisi d. Terlaksananya proses
terstruktur maupun roleplay supervisi
kondisional di ruangan terstruktur maupun
supervisi kondisional di
ruangan.
139

JADWAL KEGIATAN MANAJEMEN KEGIATAN

WAKTU PELAKSANAAN
NO NAMA KEGIATAN

10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29
1. Identifikasi proses
pelaksanaan
timbang terima
2. Diskusikan dan
review pelaksanaan
timbang terima
3. Diskusikan
pembuatan format
timbang terima
yang dapat
digunakan (SBAR)
4. Pembuatan format
untuk pelaksanaan
timbang terima
menggunakan
SBAR
5. Roleplay
pelaksanaan
timbang terima
menggunakan
140

SBAR

6. Identifikasi metode
penugasan tim
yang diterapkan
oleh ruangan
Anggrek
7. Identifkasi
penugasan tim
yang belum
optimal
8. Diskusikan metode
penugasan tim
yang sesuai
standart
9. Diskusikan
pembuatan dan
pembagian
penugasan dalam
tim sesuai standart
10. Roleplay
pelaksanaan
penugasan tim di
ruang Anggrek
11. Identifikasi riwayat
pasien jatuh
12 Identifikasi
diagnosa pasien
yang berisiko jatuh
141

13 Lakukan skrining
pasien yang
berisiko jatuh
14 Diskusikan untuk
melakukan
pelabelan sesuai
risiko jatuh
15 Pemberian label
pasien yang
berisiko jaatuh
16 Identifikasi
kemungkinan
penerapan diskusi
refleksi kasus di
ruangan.
17 Diskusikan dan
review
pelaksanaan
diskusi refleksi
kasus.
18 Diskusikan
pembuatan format
diskusi refleksi
kasus yang dapat
diterapkan
diruangan.
19 Role play
pelaksanaan
diskusi refleksi
142

kasus di ruangan

20 Identifikasi
pelaksanaan
supervisi di
ruangan.
21 Diskusikan
rencana
pelaksanaan proses
supervisi yang
ideal di ruangan.

22 Pembuatan jadwal
pelaksanaan
supervisi
terstruktur dan
pelaksanaan
supervise
kondisional di
ruangan.

23 Role play
pelaksanaan
pelaksanaan
supervisi
terstruktur maupun
kondisional di
ruangan
143