Anda di halaman 1dari 4

PENGUJIAN KESESUAIAN FUNGSI PRODUK BARANG/JASA

Pengujian Konsep
 Pengujian konsep dilakukan untuk mengetahui respon pelanggan terhadap konsep yang
dimiliki untuk memutuskan apakah usaha pengembangan ini dapat dilanjutkan dan dapat
memberikan keuntungan finansial pada perusahaan.
 Pada tahap pengujian konsep, diminta respon dari pelanggan potensial terhadap target
pasar yang dituju mengenai uraian dan gambaran konsep produk.
 Tipe pengujian seperti ini dilakukan antara lain untuk memilih diantara beberapa konsep
yang akan dilanjutkan ke tahap berikutnya, mengumpulkan informasi dari pelanggan
potensial tentang cara memperbaiki konsep, dan memperkirakan potensi penjualan
produk.
 Pengujian konsep berhubungan erat dengan seleksi konsep, di mana kedua aktivitas ini
bertujuan untuk meyempitkan jumlah konsep yang akan diproses lebih lanjut.

1. Mendefinisikan maksud dari pengujian konsep


Masing-masing anggota tim menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin dijawab
melelui pengujian ini. Karena pengujian konsep ini pada dasarnya ialah sebuah
eksperimen, maka sangatlah penting mengetahui maksud eksperimen untuk merancang
metode eksperimen yang efektif.
Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan pada pengujian konsep yaitu:
• Dari beberapa alternatif konsep, konsep mana yang akan dilanjutkan pengembangannya?
• Bagaimana cara memperbaiki konsep sehingga dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
dengan lebih baik?
• Berapa banyak produk yang kira-kira dapat terjual?
• Apakah proses pengembangan dapat dilanjutkan?
2. Memilih populasi konsep
Dalam pengujian konsep, asumsi dasarnya yaitu populasi pelanggan mencerminkan
target pasar dari sebuah produk. Jika populasi survei menunjukkan ketertarikan atau tidak
terhdap produk dibandingkan target akhir dari produk, maka kesimpulan dari pengujian
konsep akan menjadi bias. Oleh karena itu, tim harus menentukan populasi survei yang
mencerminkan target pasar yang sebenarnya.
Beberapa produk seringkali juga ditujukan kepada beberapa segmen pasar sehingga
dibutuhkan pengujian konsep terhadap pelanggan dari setiap segmen target untuk
keakuratan hasil survei. Karena menghabiskan cukup banyak biaya dan waktu, tim
pengembang dapat memilih untuk mensurvei pelanggan potensial yang berasal dari
beberapa segmen pasar terbesar saja.
3. Memilih format survei
Format survei yang dapat digunakan dalam pengujian konsep yaitu:
– Interaksi langsung (face-to-face interaction)
Pewawancara berinteraksi langsung dengan pelanggan, misalnya dalam bentuk
wawancara yang telah diatur sebelumnya, menyetop dan menanyai pengunjung di
pertokoan atau pengguna jalan, wawancara dengan pelanggan potensial di pameran
perdagangan atau kelompok fokus.
– Telepon
Survei melalui telepon ditujukan pada individu yang sangat khusus.
4. Mengkomunikasikan konsep

a) Konsep dapat dikomunikasikan melalui cara-cara berikut ini :


 Uraian verbal
Uraian verbal umumnya berupa paragraf singkat atau ringkasan konsep produk. Uraian
ini dapat dibaca sendiri oleh responden atau dibacakan sendiri oleh orang yang melakukan
survei.
 Sketsa
Sketsa menunjukkan gambaran produk dari berbagai sudut pandang dan dapat dilengkapi
dengan keterangan atau catatan penting.
 Foto dan gambar (renderings)
Foto digunakan untuk mengkomunikasikan konsep ketika terdapat model nyata untuk
konsep produk. Rendering merupakan ilustrasi yang menyerupai foto yang sebenarnya,
biasanya dibuat dengan pena atau pointer, atau dengan software Computer Aided Design
(CAD).
 Storyboard
Storyboard merupakan rangkaian gambar yang mengkomunikasikan urutan sementara
dalam penggunaan produk.
 Video
Video dapat mengkomunikasikan produk dan cara penggunaannya dengan jelas karena
bersifat dinamis.

b) Konsep dapat dikomunikasikan melalui cara-cara berikut ini :

 Simulasi
Simulasi umumnya diimplementasikan sebagai software yang menirukan fungsi atau
gambaran interaktif dari produk.
 Multimedia interaktif
Multimedia intraktif mengkombinasikan kemampuan visual video dengan kemampuan
intraktif dari simulasi. Dengan multimedia, didapatkan rekaman dari video dan juga
gambaran dari produk sehingga responden akan mendapatkan informasi secara verbal,
grafis, dan juga mendengarkan informasi dari audio. Karena mahal, multimedia hanya
digunakan untuk proyek pengembangan produk yang sangat besar.
 Model fisik
Model fisik secara jelas menggambarkan bentuk dan penampilan produk, biasanya terbuat
dari kayu atau busa polimer yang diwarnai menyerupai produk yang sebenarnya.
 Prototipe yang dioperasikan (working prototipes)
Working prototipes akan sangat berguna saat pengujian konsep, tetapi resikonya yaitu
pelanggan akan menyamakan prototipe dengan produk akhir. Dalam beberapa kasus,
prototipe dapat bekerja lebih baik atau lebih buruk daripada produk akhir.

5. Mengukur respons pelanggan


Ketika pengujian konsep dilakukan pada awal fase pengembangan konsep, respons
pelanggan biasanya diukur dengan meminta pelanggan memilih salah satu dari dua atau
lebih konsep alternatif. Pertanyaan difokuskan pada mengapa responden bereaksi dalam
cara tertentu dan bagaimana konsep produk dapat diperbaiki. Pengujian konsep umumnya
juga mengukur keinginan pelanggan untuk membeli, yaitu dengan skala ukuran yang
dibagi menjadi lima kategori:
– Pasti akan membeli
– Mungkin akan membeli
– Mungkin atau tidak akan membeli
– Mungkin tidak akan membeli
– Pasti tidak akan membeli
6. Menginterpretasikan hasil
Interpretasi hasil dapat dilakukan secara langsung jika tim pengembang tertarik untuk
membandingkan dua atau lebih konsep. Jika salah satu konsep mendominasi yang lain,
dan tim percaya responden memahami perbedaan di antar konsep-konsep tersebut, maka
tim dapat dengan mudah memilih konsep yang diinginkan.
Pada beberapa kasus, tim juga tertarik untuk mengestimasikankan permintaan produk
dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), estimasi Q dengan formula :
Q =N xAx P
Dimana:
Q = jumlah produk yang diharapkan terjual selama periode waktu tertentu
N = jumlah pelanggan potensial yang diharapkan melakukan pembelian selama periode
waktu tertentu
A = proporsi pelanggan potensial atau pembelian produk yang tersedia dan pelanggan
yang menyadari keberadaan produk tersebut (hal ini terjadi jika kesadaran dan
ketersediaan diasumsikan merupakan faktor yang terpisah, hasil kali kedua faktor ini
akan menghasilkan nilai A)
P = peluang produk akan dibeli jika tersedia dan jika pelanggan menyadari keberadaaan
produk.
Nilai P diestimasikan dengan rumus berikut:

P = Cdefinetely x Fdefinetely + Cprobably x Fprobably


Fdefinetely ialah proporsi responden survei yang memilih skala “pasti akan membeli”.
Fprobably ialah proporsi responden survei yang memilih skala “mungkin akan membeli”.
Cprobably dan Cdefinetely ialah konstanta kalibrasi yang biasanya ditetapkan berdasarkan
pengalaman perusahaan yang sama di masa lalu, umumnya berkisar pada interval :
0.10 < Cdefinetely ¸0.50 dan 0 < Cprobably < 0.25 (Jika tidak terdapat data masa lalu,
dapat digunakan nilai 0.4 untuk Cdefinetely dan 0.2 untuk Cprobably).

Contoh :

Nilai N dihitung dari jumlah pelanggan yang membeli. Misalkan jumlah ini diperkirakan 2
juta per tahun. Proporsi sampel yang “pasti akan membeli” sebesar 0.3 dan proporsi
“mungkin akan membeli” sebesar 0.3. Tim pengembang mengharapkan 30 persen dari
pelanggan yang menjadi target pasar akan menyadari keberadaan produk. Digunakan nilai
0.4 untuk Cdefinitely dan 0.2 untuk Cprobably
P = 0.4 x 0.3 + 0.2 x 0.3 = 0.18
Dan,
Q = 1.851.851,85 x 0.3 x 0.18 = 100.000 unit untuk tahun pertama.

7. Merefleksikan hasil dan proses

Pengujian konsep memiliki manfaat utama yaitu untuk memperoleh umpan balik
dari pelanggan potensial. Penilaian kualitatif yang dihasilkan dari suatu diskusi terbuka
dengan responden tentang konsep-konsep yang diusulkan mungkin merupakan hasil yang
terpenting dari pengujian konsep, terutama pada awal proses pengembangan.
Dari penilaian tersebut, tim pengembang dapat merefleksikannya menjadi nilai
numerik dan dapat memprediksikan tiga variabel kunci, yaitu :
– ukuran pasar keseluruhan,
– ketersediaan atau kesadaran tentang produk,
– dan proporsi pelanggan yang mungkin akan membeli produk.
Dalam merefleksikan hasil pengujian konsep, tim sebaiknya mengajukan 2
pertanyaan kunci, yaitu : apakah konsep sudah dikomunikasikan dengan benak sehingga
menghasilkan respons pelanggan sesuai dengan yang dituju dan apakah hasil prediksi
konsisten dengan hasil pengamatan tingkat penjualan terhadap produk-produk yang sama.