Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KOTA BITUNG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG


Jl. S.H. SARUNDAJANG KEL. MANEMBO-NEMBO TENGAH.95545
Telp./Fax 0438 – 38066, e-Mail : rsud.bitung@yahoo.com

PETUNJUK TEKNIS PENERAPAN


STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN RUMAH SAKIT

A. PENGKAJIAN.
Asuhan keperawatan peripurna memerlukan data yang lengkap dan dikumpulkan
secara terus-menerus, tentang keadaannya untuk menentukan kebutuhan asuhan
keperawatan.
Komponen pengkajian keperawatan meliputi :
1. Pengumpulan data dengan menggunakan format yang baku, sisitematis, diisi sesuai
dengan item yang tersedia, actual dan abash.
2. Pengelompokkan data berdasarkan data Biologis, Psikologis, social dan spiritual.
3. Pengkajian dilakukan sejak pasien dating sampai dengan pulang
4. Masalah dirumuskan bedasarkan data-data yang dikumpulkan.

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN.
Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan data status kesehatan pasien,
dianalisa dan dibandingkan dengan norma fungsi kehidupan.
Criteria diagnosa keperawatan :
1. Diagnosa keperawatan dibuat harus sesuai dengan kondisi pasien yang dapat diketahui
dari hasil pengkajian.
2. Diagnosa keperawatan mengandung komponen Probelm, Etiologi (PE) atau Problem,
Etiologi dan Systom (PES).
3. Merumuskan diagnosa keperawatan yang aktual atau potensial.

C. RENCANA KEPERAWATAN.
Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan diagnosa keperawatan.
Komponen perencanaan keperawatan meliputi :
1. Menyusun prioritas masalah.
Prioritas tertinggi dilakukan pada masalah kesehatan yang mengancam kehidupan,
prioritas kedua pada masalah yang mengancam kesehatan dan prioritas ketiga masalah
yang mempengaruhi perilaku.
2. Merumuskan tujuan yang akan dicapai.
Tujuan keperawatan untuk menanggulangi / mengatasi masalah yang telah
dirumuskan dalam diagnosa keperawatan dengan criteria spesifik, bias diukur, bias
dicapai, realistic dan ada batas waktu.
3. Menentukan rencana tindakan keperawatan yang mengacu kepada :
a. Disususn berdasarkan tujuan asuhan keperawatan.
b. Melibatkan pasien/keluarga dengan mempertimbangkan latar belakang budaya
pasien/keluarga.
c. Menentukan alternative tindakan yang tepat.
d. Mempertimbangkan kebijaksanaan dan peraturan yang berlaku.
e. Menjamin rasa aman dan nyaman bagi pasien.
f. Kalimat instruksi jelas, ringkas, tegas dan mudah dimengerti.
D. INTERVENSI KEPERAWATAN.
Intervensi keperawatan adalah pelaksanaan rencana tindakan yang ditentukan dengan
maksud agar kebutuhan pasien terpenuhi secara maksimal.
1. Tindakan keperawatan dilaksanakan menacu pada rencana perawatan, dengan maksud
untuk mememnuhi kebutuhan pasien secara optimal.
2. Tindakan keperawatan dapat dilaksanakan oleh pasien itu sendiri, perawat secara
mandiri atau bekerja sama dengan tim kesehatan lain.
3. Tenaga keperawatan harus mampu mengobservasi respon pasien terhadap tindakan
keperawatan yang telah dilaksanakan.
4. Tindakan keperawatan direvisi berdasarkan hasil evaluasi.
5. Tenaga keperawatan mencatat secara ringkas dan jelas semua tindakan yang telah
dilaksanakan.

E. Evaluasi Keperawatan.
1. Evaluasi mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan.
2. Evaluasi merupakan proses penilaian pencapaian tujuan serta pengkajian ulang
rencana keperawatan.
3. Evaluasi diawali dari data perkembangan pasien kemudian menafsirkan dan
membandingkan perkembangan keadaan pasien sebelum dan sesudah dilakukan
tindakan dengan menggunakan kriteria pencapaian tujuan yang ditetapkan, langkah
evaluasi adalah mengukur dan membandingkan perkembangan pasien dengan standar
normal yang berlaku.
4. Hasil evaluasi dicatat dengan 3 (tiga) alternatif penafsiran yaitu ; tujuan tercapai,
sebagian tercapai dan sama sekali tidak tercapai.

F. Pencatatan Asuhan Keperawatan.


1. Menulis catatan asuhan keperawatan pada format yang berlaku.
2. Pencatatan Askep dilakukan sesuai dengan tindakan yang telah dilaksanakan.
3. Pencatatan Askep ditulis dengan jelas, ringkas, dan menggunakan istilah yang baku
dan benar.
4. Perawat mencantumkan jam, tanggal dan paraf / nama jelas pada setiap selesai
melakukan tindakan / kegiatan keperawatan.
5. Berkas catatan keperawatan disimpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu
Formulir, No : .....

Bitung, 22 Desember 2010


Mengetahui,
Kepala Bidang Keperawatan

Martji Leong, S.Kep


NIP. 19680310 198712 2 002
PEMERINTAH KOTA BITUNG
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BITUNG
Jl. S.H. SARUNDAJANG KEL. MANEMBO-NEMBO TENGAH.95545
Telp./Fax 0438 – 38066, e-Mail : rsud.bitung@yahoo.com

SURAT KEPUTUSAN
NOMOR : 445/RSUD-Btg/ / /2010

TENTANG
PEMBERLAKUAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN RSUD BITUNG

DIREKTUR RSUD BITUNG


Menimbang ;
a. bahwa sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pengelola
pelayanan keperawatan maka dipandang perlu menetapkan
pedoman pelaksanaan Asuhan Keperawatan .
b. bahwa pemberlakuan pedoman pelaksanaan Asuhan Keperawatan
yang di maksud pada poin a, benar-benar di terapkan secara
konsekuen oleh seluruh tenaga keperawatan di RSUD Bitung.
c. bahwa untuk terlaksananya maksud pada poin a dan b maka di
pandang perlu mengeluarkan surat keputusan Direktur RSUD
Bitung.

Mengingat ;
1. Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
2. SK Menteri Kesehatan No 436/Men-Kes/SK VI /1993 tentang
berlakunya Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Standar
Pelayanan Medis RumahSakit.
3. SK Menteri Kesehatan No 98 / Men-Kes / SK/ XI /1992 tentang
Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum.
4. Peraturan Pemerintah Daerah Kota Bitung No 4b tahun 2010
tentang Struktur Organisasi dan Tata Cara Kerja RSUD Bitung.

MEMUTUSKAN
Menetapkan;
1. Memberlakukan Pedoman Pelaksanaan Asuhan Keperawatan RSUD
Bitung sebagaimana terlampir.
2. Asuhan Keperawatan ini menjadi Pedoman Kerja bagi seluruh
tenaga Keperawatan melaksanakan tugas profesi di RSUD Bitung.
3. Surat keputusan ini berlaku sejak di tetapkan dan apabila di
kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Bitung
Pada tanggal : 22 Desember 2010
Direktur RSUD Bitung

Vonny Th. M. Dumingan, M.Kes, DK


NIP. 140 273 122