Anda di halaman 1dari 7

Satuan acara penyuluhan (sap)

Prediabetes

Disusun oleh :
ELKARISNA NOVIA LAMBA’
Po.71.4.201.15.1.012
Tingkat iv.a

Politeknik kesehatan kemenkes makassar


Prodi d-iv keperawatan
2018

1
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Prediabetes
Sasaran : Masyarakat Daerah Kelurahan Kassi-Kassi
Tempat : Baruga Paralegal, Kel. Kassi-Kassi
Hari/Tanggal : 16 November 2018
Waktu : 1 x 25 menit
Penyuluh : Mahasiswa

I. LATAR BELAKANG
Menurut definisi dari the American Diabetes Association and US Department of
Health and Human Services, prediabetes adalah suatu tahapan dimana kadar glukosa
diatas normal tetapi masih di bawah kadar glukosa darah untuk diagnosis diabetes.
Kondisi ini mencakup toleransi glukosa terganggu (TGT) dan / ataupun glukosa puasa
terganggu (GPT). American Diabetes Association (ADA) mendefinisikan prediabetes
sebagai GPT yaitu kadar glukosa puasa 100 mg/dl (5,6 mmol/L) – 125 mg/dl (7,0
mmol/L) atau bila kadar glukosa darah 2 jam setelah beban glukosa 75 gram 140-199
mg/dl (7,8 – 11 mmol/L) yang sering disebut dengan TGT. Prevalensi prediabetes di
Indonesia cukup tinggi, yakni ± 10,2 %, sehingga diperkirakan 24 juta penduduk
Indonesia telah menyandang prediabetes. 1,2 Penyandang prediabetes dalam
perkembangannya mempunyai 3 kemungkinan: sekitar 1/3 nya akan tetap sebagai
prediabetes, 1/3 kasus akan menjadi diabetes mellitus tipe 2 (DMT2), dan 1/3 sisanya
dapat kembali menjadi normoglikemi. Prediabetes meningkatkan risiko absolut menjadi
DM sebesar 2-10 kali lipat, bahkan pada beberapa populasi peningkatan resiko tersebut
dapat lebih tinggi lagi.
Resiko terjadinya penyakit kardiovaskular pada prediabetes sama besarnya
dengan DM. Berbagai keadaan tersebut semakin meyakinkan bahwa tindakan dan
program pencegahan dini DM sangat diperlukan, antara lain melalui penanganan
prediabetes. Identifikasi dan penatalaksanaan awal bagi para pasien prediabetes yang
dapat menurunkan insiden DM serta komplikasinya akan sangat bermanfaat tidak hanya
bagi pasien, namun juga bagi keluarga dan pemerintah. Prediabetes adalah suatu kondisi
yang serius. Siapapun yang mempunyai kondisi prediabetes beresiko besar untuk
didiagnosis menjadi diabetes mellitus. Dalam hal antisipasi umtuk pencegahan prediabetes
ini yang sangat perlu diperhatikan adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada
penderita prediabetes maupun yang beresiko terkena prediabetes. Penyuluhan kesehatan

2
pada penderita prediabetes merupakan suatu hal yang sangat penting dalam regulasi gula
darah penderita prediabetes dan mencegah atau setidaknya menghambat munculnya/
terjadinya penyakit diabetes melitus. Dalam hal ini diperlukan kerja sama yang baik antara
penderita dan keluarganya dengan para pengelola atau penyuluh. Penyuluhan diperlukan
karena penyakit pradiabetes adalah penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup.
Pengobatan pradiabetes memerlukan keseimbangan antara beberapa kegiatan yang
merupakan bagian integral dari kegiatan rutin sehari-hari seperti makan, tidur, bekerja dll.
Pengaturan jumlah serta jenis makanan serta olahraga oleh penderita serta keluarganya.
Berhasilnya pengobatan pradiabetes tergantung pada kerjasama antara petugas kesehatan
dengan penderita dan keluarganya. Pasien yang mempunyai pengetahuan cukup tentang
prediabetes, kemudian selanjutnya mengubah perilakunya, akan dapat mengendalikan
kondisi penyakitnya sehingga ia dapat sembuh. Jadi penyuluhan pradiabetes mellitus
disamping sebagai upaya promotif dilakukan juga upaya preventif serta upaya kuratif dan
rehabilitative untuk meningkatkan peningkatan pwnyakit kronik (Diabetes Melitus).
II. TUJUAN
A. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 20
menit, masyarakat Kelurahan Kassi-Kassi diharapkan mampu memahami mengenai
prediabetes.
B. Tujuan Intruksional Khusus (TIK) Setelah proses penyuluhan kesehatan tentang
Prediabetes, diharapkan masyarakat Kelurahan Kassi-Kassi mampu :
1. Menjelaskan pengertian Prediabetes
2. Menyebutkan penyebab terjadinya Prediabetes
3. Menyebutkan faktor-faktor risiko tejadinya Prediabetes
4. Menyebutkan tanda dan gejala Prediabetes
5. Menyebutkan komplikasi yang dapat terjadi akibat dari Prediabetes
6. Menyebutkan penanganan Prediabetes
7. Menyebutkan pencegahan Prediabetes
III. SASARAN
Masyarakat Kelurahan Kassi-Kaasi.
IV. MATERI
Dalam penyuluhan, materi yang disampaikan adalah :
1. Pengertian Prediabetes
2. Penyebab terjadinya Prediabetes
3. Faktor-faktor risiko tejadinya Prediabetes

3
4. Tanda dan gejala Prediabetes
5. Komplikasi yang dapat terjadi akibat dari Prediabetes
6. Penanganan Prediabetes
7. Pencegahan Prediabetes
V. METODE
Metode yang digunakan dalam Penyuluhan Kesehatan Prediabetes ini adalah:
1. Ceramah
2. Tanya jawab
VI. ALAT & MEDIA
A. Alat Alat yang digunakan dalam Penyuluhan Kesehatan Prediabetes ini adalah:
1. LCD
2. Laptop
3. Proyektor
4. Mikrofon
5. Meja
6. Kursi
7. Speaker
B. Media Media yang digunakan dalam Penyuluhan Kesehatan Prediabetes ini adalah:
1. Leaflet
2. Slide
VII.WAKTU
1. Hari, tanggal : Jum’at, 16 November 2018
2. Jam : 10.00-10.25 Wita
VIII. TEMPAT
Penyuluhan dilaksanakan di baruga sambung rasa kelurahan Kassi-kassi

IX. KEGIATAN PENYULUHAN

NO. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA


Pembukaan :
1. Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam
mengucapkan salam.
1 3 menit
2. Memperkenalkan diri  Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan dari
 Memperhatikan
penyuluhan
4. Menyebutkan materi yang akan  Memperhatikan

4
diberikan
Pelaksanaan :
1. Menggali pengetahuan  Memperhatikan
masyarakat tentang Prediabetes
2. Menjelaskan pengertian
 Memperhatikan
Prediabetes
3. Menyebutkan penyebab
terjadinya Prediabetes
4. Memperhatikan  Bertanya dan menjawab
2 10 menit 5. Memperhatikan pertanyaan yang diajukan
6. Bertanya dan menjawab
7. Menjelaskan faktor-faktor risiko
tejadinya Prediabetes  Memperhatikan
8. Menyebutkan tanda dan gejala
Prediabetes
9. Menyebutkan komplikasi yang  Bertanya dan menjawab
dapat terjadi akibat dari pertanyaan yang diajukan
Prediabetes
10. Menjelaskan penanganan
Prediabetes
11. Menjelaskan upaya pencegahan
Prediabetes
3 10 menit Evaluasi:
Menanyakan kepada peserta
(masyarakat) tentang materi yang
telah diberikan, dan reinforcement  Menjawab pertanyaan
kepada masyarakat yang dapat
menjawab pertanyaan.

Terminasi :
4 2 menit
1. Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan
peran serta peserta.
2. Mengucapkan salam penutup  Menjawab salam
X. PENGORGANISASIAN
Dosen Pembimbing : Sukma Saini S.Kep M.Kep
Pamateri : Elkarisna Novia Lamba’
Moderator : Indo’ Nurul
Notulen : Fitriana

5
XI. RENCANA EVALUASI
A. Struktur
1. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan bisa digunakan
dengan baik dalam penyuluhan yaitu : Leaflet dan Slide
2. Persiapan Alat
Alat yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan
dengan baik antara lain : LCD, laptop, proyektor, mikrofon, meja, kursi dan
speaker.
3. Persiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan di buatkan power point (PPT) dan
leaflet agar lebih mudah saat penyampaian informasi kepada masyarakat (peserta
penyuluhan).
4. Undangan
Dalam penyuluhan kesehatan tentang prediabetes kami mengundang Masyarakat
Kelurahan Kassi-Kassi.
B. Proses Penyuluhan
1. Penyuluhan Kesehatan tentang Prediabetes berlangsung lancar dan terjadi proses
interaksi antara penyuluh dengan masyarakat yang menerima penyuluhan
2. Kehadiran undangan diharapkan sekitar 90 % dan tidak ada yang meninggalkan
tempat saat penyuluhan berlangsung.
C. Hasil Penyuluhan
1. Jangka pendek
Setelah diberikan penyuluhan masyarakat mampu :
a. Memahami materi penyuluhan sebanyak 70% dari apa yang telah disampaikan
dengan kriteria mampu menjawab pertanyaan yang akan diberikan oleh
penyuluh.
b. Menjelaskan kembali pengertian Prediabetes
c. Menyebutkan penyebab terjadinya Prediabetes
d. Menyebutkan faktor-faktor risiko tejadinya Prediabetes
e. Menyebutkan tanda dan gejala Prediabetes
f. Menyebutkan komplikasi yang dapat terjadi akibat dari Prediabetes
g. Menyebutkan penanganan Prediabetes
h. Menyebutkan pencegahan Prediabetes

6
2. Jangka panjang
Meningkatkan pengetahuan masyarakat sejak dini tentang upaya pencegahan
terjadinya Diabetes Melitus serta mampu menerapkan penanganan prediabetes jika
sudah terdiagnosis dalam kehidupan sehari-hari.

Makassar, 17 November 2018


Mengetahui,

Pembimbing Penyuluh