Anda di halaman 1dari 26

BAB I

DEFINISI

APD (Alat Pelindung Diri) diartikan sebagai pakaian khusus atau


perlengkapan yang digunakan petugas kesehatan untuk melindungi dirinya dari
bahan bahan infekius dalam lingkungan RS. APD didesain untuk memberikan
perlindungan terhadap kulit dan selaput lendir mata, hidung, mulut dan kaki dari
kemungkinan terpapar oleh darah dan cairan tubuh yang bersifat infeksius.

Sarung tangan adalah alat atau benda yang digunakan untuk melindungi
tangan dari bahan yang dapat menularkan penyakit dan melindungi pasien dari
mikroorganisme yang berada ditangan petugas kesehatan.

Masker adalah alat yang dipakai untuk menutup hidung, mulut, bagian
bawah dagu, dan rambut pada wajah (jenggot), agar menahan cipratan yang keluar
sewaktu petugas kesehatan atau petugas bedah bicara, batuk atau bersin serta
mencegah percikan darah atau cairan tubuh lainnya memasuki hidung atau mulut
petugas kesehatan. Masker Dengan Efisiensi tinggi adalah jenis masker khusus
yang direkomendasikan, bila penyaringan udara dianggap penting misalnya pada
perawatan pasien yang menularkan melalui droplet maupun airborn. Seperti
masker N95

Kaca mata adalah alat yang digunakan sebagai pelindungmata dari


percikan darah atau cairan tubuh lainnya

Topi adalah penutup rambut dan kulit kepala sehingga serpihan kulit dan
rambut tidak masuk kedalam luka selama pembedahan dan sebaliknya dapat
melindungipetugas dari percikan darah dan cairan tubuh dari pasien.

Gaun pelindung adalah digunakan untuk menutupi atau mengganti


pakaian biasa atau seragam lain, pada saat merawat pasien yang diketahui atau
dicurigai menderita penyakit menular melalui droplet/ airborn

Apron Timbal adalah alat pelindung sejenis plastik atau karet yang
dilapisi dengan timbal digunakan saat mendampingi pasien dialkukan foto X Ray
atau Ct scan

1
Pelindung kaki atau sepatu melindungi kaki dari cedera akibat benda
tajam dan melindungi dari tumpahan bahan berbahaya serta terkena cairan tubuh
pasien, sepatu boot atau sepatu dengan atasan tertutup sangan dianjurkan
digunakan dan dilakukan pembersihan agar terjaga dari perkembang biakan
organisme.

2
BAB II
RUANG LINGKUP

Panduan ini diterapkan kepada seluruh kegiatan yang memerlukan


penggunaan APD di RSIA AL-IHSAN Simpang Empat.
Pelaksana Panduan ini adalah seluruh Pegawai RSIA AL-IHSAN Simpang
Empat.

3
BAB III
TATA LAKSANA

A. Prinsip Umum
1. Berkaitan dengan kesehatan tempat kerja dan keselamatan pasien,maka
rumah sakit harus menyediakan APD yang sesuai bagi petugas kesehatan
dalam jumlah yang cukup
2. APD yang bersifat disposible harus dibuang setelah digunakan satu kali
3. APD yang di reuse harus dibersihkan dan dicuci dengan cairan detergent
dan disimpan setelah digunakan.
B. Jenis jenis APD meliputi :
1. Sarung tangan
a) Digunakan untuk perawatan pasien , perawatan lingkungan RS
b) Terbuat dari bahan vinyl, latex nitril dll
c) Indikasi pemakaian sarung tangan : saat melakukan tindakan kontak
dengan darah atau cairan tubuh pasien, kulit yang tidak utuh atau
benda yang terkontaminasi
d) Jenis sarung tangan
1) Jenis sarung tangan : sarung tangan bersih ,sarung tangan steril,
sarung tangan rumah tangga, sarung tangan makanan, sarung
tangan panjang.
2) Sarung tangan medis bersifat disposible , sedangkan sarung
tangan rumah tangga dapat dipakai ulang.
3) Prinsip penggunaan sarung tangan
 Gunakan sarung tangan yang telah terkontaminasi sepasang
,tidak untuk satu tangan saja.
 Lakukan pekerjaan mulai dari hal hal bersih menuju kotor.
 Batasi menyentuh bahan terkontaminasi ,lindungi diri
sendiri, orang lain dan lingkungan
 Jangan menyentuh wajah atau memperbaiki APD wajah
dengan sarung tangan yang telah terkontaminasi

4
 Jangan menyentuh permukaan lingkungan pasien kecuali
saat diperlukan selama perawatan.
 Ganti sarung tangan bila robek atau kotor setelah digunakan
 Buang sarung tangan bekas kesampah infeksius
 Jangan pernah mencuci atau menggunakan kembali sarung
tangan disposible
 Sarung tangan tidak kebal terhadap tususkan maka harus hati
hati dalam melakukan pekerjaan
 Sarung tangan tidak mengantikan cuci tangan ,petugas harus
mencuci tangan sebelum dan sesudah pakai sarung tangan
e) Perbedaan beberapa sarung tangan

Jenis Indikasi keterangan Bahan dasar


indikasi

Sarung Prosedur Non steril, sigle NRL (natural


tangan bersih pemeriksaan, use atau rubber latex),
prosedur non disposible vinyl atau
bedah yang gunakan satu sintetis.
kontak dengan pasang untuk
selaput lendir satu pasien,
dan buang sarung
pemeriksaan tangan
laboratorium

Sarung Prosedur Steril single use, Kombinasi


tangan pembedahan diposible, latex dan
pembedahan digunakan satu sintetis
untuk satu pasien

Sarung Prosedur rumah Biasanya lebih Nitril


tangan rumah tangga tahan tusukan
tangga (pembersihan atau bahan

5
desinfeksi ), kimia,
menangani dibersihkan
benda tajam setelah
atau bahan digunakan
kimia.

Sarung Digunakan saat Bersih, Plastik


tangan gizi/ pengolahan digunakan sekali
makanan makanan pakai

Sarung Prosedur Bersih, Kombinasi


tangan pencucian linen diguanakn sekali latex dan
panjang pakai sintetis

f) Pemilihan sarung tangan


1) Gunakan sarung tangan bersih
2) Steril untuk prosedur invasif
3) Bersih atau non steril untuk perawatan rutin pasien
4) Sarung tangan rumah tangga untuk membersihkan instrumen ,
menangani linen kotor atau percikan dan tumpahan darah, sarung
tangan ini dapat dicuci lagi.
5) Periksalah sebelum digunakan dan gunakan sarung tangan yang
pas
g) Menggunakan sarung tangan
1) Cuci tangan sebelum prosedur dan pastikan kering
2) Ambil sarung tangan yang pertama pada bagian pergelangannya
3) Gunakan sarung tangan yang pertama, kembangkan dan tarik
kearah tangan sehingga setiap jari masuk kedalamnya
4) Ulangi untuk tangan yang lainnya.

6
h) Melepaskan sarung tangan
1) Ketika melepaskan semua APD lepaskan sarung tangan terlebih
dahulu
2) Pegang bagian luar satu sarung tangan, dekatkan pergelangan
dengan ibu jari dan telunjuk dari tangan yang lainnya, tarik satu
tangan, sehingga mengubah posisi bagian dalam menjadi berada
diluar dan peganglah dengan tangan yang masih besarung
tangan.
3) Dengan ibu jari atau jari telanjang, kaitkan sarung tangan yang
masih terpakai dari bagian dalam dan tarik keluar sehingga
seluruh sarung Tangan terlepas
4) Buanglah sarung tangan kedalam tempat sampah infeksius
5) Segera lakukan prosedur cuci tangan.
2. Gaun/skor
a) Terdapat 3 jenis skor pelindung diantaranyan skor berbahan dasar
kain, celemek berbahan plastik dan apron timbal
b) Skor dan celemek digunakan untuk memberikan perlindungan
terhadap pakaian atau kulit tubuh petugas dari resiko terpapar darah
atau cairan tubuh
c) Apron timbal digunakan untuk melindungi petugas atau keluarga dari
bahaya radiasi di bagian radiologi
d) Gaun ini bersifat reuseable, hendaknya dicuci setelah dipakai
e) Gaun tahan air digunakan pada prosedur yang terkena cairan
infeksius langsung, misalnya pembedahan, persalinan.
f) Petugas harus melepaskan gaun pelindung sebelum meninggalkan
tempat kerja
g) Mengenakan gaun
1) Cuci tangan dan keringkan
2) Pegang gaun pada bagian leher dalam untuk membukan lipatan
3) Masukkan tangan kedalam lengan gaun
4) Ikat tali leher

7
5) Upayakan belakang gaun menutup bagian pakaian petugas dan
ikat bagian pinggang /kapan perlu bantu dengan petugas lain.
h) Melepaskan gaun
1) Lepaskan gaun setelah melepas sarung tangan
2) Jika ikatan pinggang dibagian depan maka lepaskan terlebih
dahulu ikatan pinggang sebelum melepas sarung tangan
3) Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
4) Lepaskan tali ikatan leher
5) Lepaskan gaun dengan cara mendorong gaun kebawah dan kedua
tangan
6) Gulung gaun dan letakkan diwadah linen kotor infeksius.
i) Indikasi pemakaian schor/ gaun
1) Membersihkan luka yang luas dan berbau
2) Tindakan drainase
3) Mengeluarkan cairan terkontaminasi kedalam lubang
pembuangan (wc atau toilet)
4) Menangani pasien pendarahan masif
5) Tindakan penangan pencemaran atau kontaminasi pada pakaian
petugas
6) Saat melakukan x-ray
3. Masker

a) Tujuan penggunaan masker N95 untuk melindungi mulut, hidung dan


saluran nafas dari inhalasi mikroorganisme yang di transmisikan
secara droplet dan Airborn (seperti: M tuberculosis, varicella,
menigococcal meningitis SARS dan Avian Influenza)

b) Masker bedah mampu melindungi pasien dari mikroorganisme yang


berasal dari petugas pemakai masker dan sebaliknya melindungi
petugas dari partikel droplet yang mungkin terpecik saat tindakan
dilakukan pasien

8
c) Petugas kesehatan maupun pengunjung harus menggunakan masker
apabila mengunjungi atau melakukan tindakan perawatan terhadap
pasien menular melalui droplet atau airbone

d) Pasien menular secara droplet wajib menggunakan masker ketika


ditransfer dari satu unit ke unit pelayanan lain di rumah sakit

e) Masker disposible digunakan selama 4-6 jam, jika sakit/ flu ganti
saban 2 jam atau sesuai kondisi setelah itu dibuang. Masker
disposible tidak boleh disimpan di dalam tas dan di gunakan kembali.
Jika masker basah oleh percikan darah atau cairan tubuh, harus segera
diganti dan diikuti dengan tindakan mencuci tangan.

f) Pemilihan masker :

1) Masker bedah digunakan pada keadaan dimana akan melakukan


tindakan yang beresiko menularkan secara droplet kepada pasien
atau untuk melakukan pembedahan
2) Masker respirator atau N95 digunakan pada keadaan dimana
terdapat risiko penularan secara droplet dan airbone
3) Contoh masker N95 ( pada lampiran II)
 Menggunakan masker
 Cuci tangan dan keringkan
 Ambil masker bersih dari tempat penyimpanan
 Pastikan ukuran masker pas dan nyaman digunakan
 Jika menggunakan kacamata, pastikan tepi atas masker
berada di bawah kacamata
 Contoh memakai kaca mata masker N95 (pada lampiran
II)
 Contoh memakai masker bedah (pada lampiran II)
 Melepas masker
 Lepas masker, pegang hanya pada talinya. Hindari
memegang bagian depan masker
 Buanglan pada tempat sampah infeksius yang tersedia

9
4. Perlindungan wajah dan mata (google )
a) Perlindungan wajah atau mata (kacamata goggle-face shield) harus
digunakan setiap kali petugas melakukan kegiatan yang berisiko
terpecik darah atau ciran tubuh pada wajah atau mata (misalnya saat
melakukan suction endotracheal atau tracheostomy,suction
tenggorok, melepas indwelling kateter, dll)
b) Face shield dapat melindungi wajah, mata dan mulut pada situasi
berisiko tinggi
c) Perlindungan wajah atau mata harus diganti dan dicuci serta
dekontaminasi setelah digunakan

Pemilihan perlindungan wajah atau mata


a) Pilihlah google yang terbuat dari lapisan polikarbonat jernih yang
melindungi dahi dan bagian samping mata. Sebaiknya goggle bersifat
optic yang jelas, anti kabut dan anti distori sehingga tidak menggangu
pandangan petugas
b) Pastikan posisi pelindung mata cukup aman melintas jembatan
hidung dan menutupi kedua mata secara sempurna. Posisi pelindung
mata berada tepat diatas masker yang menutupi hidung

Melepaskan pelindung wajah atau mata


Lepaskan pelindung wajah atau mata dan tempatkan pada wadah
yang tersedia untuk dibersihkan dan didekantaminasi sebelum digunakan
kembali
5. Sepatu boot
a) Sepatu boot digunakan untuk melindungi petugas terpecik darah atau
cairan tubuh pada kaki
b) Sepatu boot harus digunakan pada tempat yang beresiko kontaminasi
tinggi, lantai yang basah atau saat pembersihan lantai
c) Pemilihan sepatu boot harus dapat dicuci ulang dan bersifat kedap air.
Alas sepatu tidak boleh licin jika digunakan di lantai basah.

10
Sebaiknya gunakan sepatu karet atau alas yang menutupi seluruh
ujung dan telapak kaki
d) Melepaskan sepatu boot : lepaskan sepatu boot pada langkah akhir
melepas APD dan segera lakukan cuci tangan
e) Sepatu boot yang telah dipakai langsung direndam dengan
menggunakan detergen dan dikeringkan
f) Sepatu boot tersimpan dalam keadaan siap pakai
g) Hal hal yang diperhatikan
1) Alat pelindung diri sebaiknya tersedia setiap ruangan dalam
keadaan siap pakai
2) Umumnya sekali pakai atau dipakai terpisah untuk setiap pasien
3) Setiap alat pelindung diri yang terkontaminasi harus disingkirkan
dan segera diganti
4) Alat kotor ditempatkan dalam tempat penampungan sementara
tanpa mencemari lingkungan
5) Alat tersebut diproses dengan dekontaminasi, pencucian dan
strelisasi atau dibuang
6. Tutup kepala
a) Tutup kepala atau topi digunakan untuk melindungi kepala dan
rambut dari percikan darah atau cairan tubuh yang bersifat infeksius
b) Mencegah jatuhnya mikroorganisme yang ada dirambut dan kulit
kepala petugas terhadap alat-alat atau daerah steril saat melakukan
tindakan pada pasien.
c) Pemilihan tutup kepala : sebaiknya pilihlah tutup kepala yang
disposable dan tahan air
d) Mengenakan tubuh kepala : gunakan tutup kepala sehingga menutupi
seluruh kepala dan rambut
e) Melepaskan tutup kepala
1) Lepaskan tutup kepala dengan memegang bagian dalam tutup
kepala dan lipat/gulung keluar, sehingga bagian dalam tutup
kepala berada diluar

11
2) Buanglah di tempat sampah infeksius
3) Lakukan prosedur cuci tangan
f) Indikasi pemakaian tutup kepala
1) Saat akan melakukan tindakan yang memerlukan area steril yang
luas
2) Saat akan melakukan tindakan operasi di kamar operasi
3) Saat akan pemasangan kateter vena sentral
C. Urutan penggunaan APD lengkap
1. Cuci tangan
2. Pakai sepatu boot
3. Pakai tutup kepala
4. Pakai masker
5. Pakai gaun/ apron atau scort tahan air
6. Gunakan pelindung mata
7. Cuci tangan dan keringkan
8. Pakai sarung tangan
D. Pemilihan APD sesuai dengan jenis pajanan

JENIS PAJANAN CONTOH PILIHAN APD


TINDAKAN
Risiko rendah 1. Injeksi Sarung tangan non
1. Kontak dengan kulit 2. Pengambilan sampel steril
2. Beresiko terpajan cairan darah
tubuh 3. Perawatan luka
ringan
4. Pemasangan infuse/
kateter intravena
5. Penaganan specimen
labor
Risiko sedang 1. Pemeriksaan pelvis Sarung tangan steril
Kemungkinan terpajan darah 2. Infers IUD Mungkin perlu gaun
namun tidak ada percikan 3. Melepas IUD pelindung
4. Pemasangan kateter
5. Pemasangan NGT
6. Pemasangan infuse/
kateter intravena

12
7. Perawatan luka
berat
8. Pemasangan
laringoskop
Risiko tinggi 1. Tindakan bedah  Sarung tangan
1. Kemungkinan mayor steril
terpapar darah dan 2. Tidakan bedah  Mitela
kemungkin terkena mulut  Apron
percikan darah 3. Persalinan normal  Baju pelindung
2. Pendarahan masif dan patologi  Kacamata
4. Punksi pelindung
5. Pemasangan WSD Masker
6. Spinal anestesi  Sepatu boot
7. Thorakal tube

E. Ringkasan manfaat APD untuk petugas

JENIS APD TERHADAP PASIEN TERHADAP


PETUGAS
KESEHATAN
Sarung tangan Mencegah kontak Mencegah kontak tangan
mikroorganisme yang ada petugas terhadap darah/
pada tangan petugas cairan tubuh penderita
kesehatan kepada pasien lain, selaput lendir, kulit
yang tidak utuh atau alat
kesehatan/ permukaan
yang telah
terkontaminasi
Masker Mencegah kontak droplet Mencegah tertularnya
dan airborn dari mulut, petugas dari
hidung petugas kesehatan mikroorganisme yang
yang menggandung bersifat droplet dan
mikroorganisme dan airborn dari pasien
terpecik saat bernafas,
bicara, batuk pada pasien
Kacamata Mencegah membrane
pelindung mukosa petugas
kesehatan kontak dengan
percikan darah/cairan

13
tubuh pasien
Tutup kepala Mencegah jatuhnya
mikroorganisme dari rambut
kulit kepala ke daerah steril
Gaun atau baju Mencegah kontak Mencegah kulit petugas
kerja mikroorganisme dari kesehatan kontak dengan
pakaian petugas kesehatan percikan darah/cairan
kepada pasien didaerah zona tubuh pasien
0 dan 1 dikamar operasi
Sepatu pelindung Mencegah terjadinya
tertusuk benda tajam,
tumpahan cairan tubuh
dan tumpahan B3

F. Hal hal yang harus dihindari dalam penggunaan APD


1. Petugas tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah memakai APD
2. Sarung tangan hanya digunakan satu tangan
3. Sarung tangan dipakai tidak sesuai indikasi
4. Masker digunakan dileher
5. Masker di bawa keluar ruang perawatan
6. Masker diselipkan dalam saku baju
7. Malas menggunakan sarung tangan dengan alasan panas dll
8. Petugas tidak memakai sepatu untuk melindungi kaki
9. Tidak menggunakan scor di ruangan perina dan ICU

G. Area penggunaan APD

NO UNIT/INSTALASI APD YANG DIGUNAKAN


1 Kamar Operasi 1. Sarung tangan
 Steril (biasa, orthopedi, obgyn)
 Non steril
 Rumah tangga
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu boot

14
5. Topi/tutup kepala
6. Masker bedah
2 Ruang isolasi 1. Sarung tangan
 Steril biasa
 non steril
 rumah tangga
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu Pelindung
5. Topi/tutup kepala
6. Masker N95
3 IGD 1. Sarung tangan
 Steril biasa
 non steril
 rumah tangga
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu Pelindung
5. Topi/tutup kepala
6. Masker
4 Unit laboratorium 1. Sarung tangan non steril sardek
nitril (warna biru)
2. Masker
3. Gaun (Jas labor)
4. Google
5 Unit linen dan 1. Sarung tangan rumah tangga
loundry 2. Sarung tangan panjang
3. Gaun
4. Kaca mata
5. Sepatu Pelindung
6. Topi/tutup kepala
7. Masker
6 Spoelhock 1. Sarung tangan rumah tangga
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu Pelindung
5. Topi/tutup kepala
6. Masker
7 Ruang rawat inap 1. Sarung tangan
 Steril biasa

15
 non steril
 rumah tangga
2. Masker
3. Google
4. Gaun/skor
8 Kamar bersalin 1. Sarung tangan
 Steril biasa,
 non steril
 rumah tangga
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu Pelindung
5. Topi/tutup kepala
6. Masker
9 Unit farmasi Ruang racik/ puyer obat :
1. Masker
2. Sarung tangan non steril
10 Unit gizi 1. Masker
2. Sepatu kerja
3. Celemek
4. Sarung tangan plastik (khusus
bahan makanan)
5. Topi/tutup kepala
11 Unit radiologi 1. Sarung tangan
 Steril biasa
 non steril
 rumah tangga
2. Masker
3. Apron timbal
4. Gaun
5. Boot
12 Pembersihan toilet 1. Sarung tangan rumah tangga
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu Pelindung
5. Masker
13 Kegiatan 1. Sarung tangan rumah tangga
pembersihan clining 2. Masker
service 3. Sepatu boot
4. Gaun

16
14 Kamar jenazah 1. Sarung tangan
 Steril biasa
 non steril
 rumah tangga
2. Masker
3. Gaun
4. Boot
5. Google
15 teknisi 1. Sarung tangan (api listrik)
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu Pelindung
5. Topi/tutup kepala/ helm
6. Masker
16 Driver/ sopir Sarung tangan non steril
Masker
17 Khemoterapi 1. Sarung tangan Steril biasa
2. Gaun
3. Kaca mata
4. Sepatu Pelindung
5. Topi/tutup kepala
6. Masker

H. GAMBAR APD YANG DIGUNAKAN


NO NAMA GAMBAR
1 MITELA/ TOPI
BEDAH

17
2 GOOGLE/ KACA
MATA

3 MASKER N95

MASKER BEDAH

4 CELEMEK

18
JAS OPERASI

SCHOR

APRON TIMBAL

SARUNG
TANGAN MEDIS

19
SARUNG
TANGAN
RUMAH
TANGGA

SARUNG
TANGAN GIZI

SARUNG
TANGAN
LABORATORIUM

SARUNG
TANGAN
PANJANG

20
6 BOOT

I. CARA MEMASANG DAN MELEPAS APD


1. CARA MEMASANG APD

21
2. CARA MELEPAS APD

22
BAB IV
DOKUMENTASI

A. Formulir audit kepatuhan penggunaan APD


B. SPO penggunaan APD

23
BAB V
PENUTUP

Alat pelindung diri merupakan hal penting dan diperlukan oleh petugas
atau siapapun yang memiliki risiko kecelakaan ataupun bahaya dalam bekerja.
Oleh karena itu pemakaian APD harus diterapkan dengan benar agar terhindar dari
resiko cedera akibat pekerjaan.
Demikian panduan APD di RSIA AL-IHSAN Simpang Empat. Simpang
Empat yang merupakan keharusan untuk dilaksanakan ,dimana dengan adanya
panduan dan pelaksanaan program APD dapat meningkatkan mutu pelayanan dan
mampu mengendalikan dan mencegah kejadian infeksi nosokomial di RSIA AL-
IHSAN Simpang Empat..
Semoga Allah senatiasa memberikan kita semua limpahan taufik dan
hidaya-Nya kepada hamba hamba yang selalu berlomba dalam kebaikan dan
berusaha terus menerus memperbaiki amaliahnya, aamiin .
Akhirnya kami ucapkan alhamdullilahirobbil’alamin atas segala karunia –Nya dan
nikmat yang diberikan Allah SWT.

24
KEBIJAKAN PENGGUNAAN APD
DI RSIA AL-IHSAN SIMPANG EMPAT

1. Dalam rangka Kesehatan dan Keselamatan Kerja, setiap unit kerja di rumah
sakit harus menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) dan dipakai
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
2. APD digunakan berdasarkan prinsip kewaspadaan standar dan isolasi
dengan selalu mengukur potensi risiko spesifik pada setiap aktivitas
pelayanan/ tindakan medik sehingga tepat, efektif dan efisien.
3. Jenis APD yang digunakan RSIA AL-IHSAN Simpang Empat.ada 6
macam diantaranya : mitela, google, masker, gaun/scort, sarung tangan dan
sepatu boot.
4. APD habis pakai disediakan melalui Unit Farmasi dan logistik umum
5. Ketua TIM PPI RS melakukan monitoring dan audit ketepatan penggunaan
APD sebagai bahan Ketua Tim PPIRS dalam evaluasi dan rekomendasi
peningkatan efektivitasnya.
6. Gunakan APD sesuai ukuran dan potensial hazard
7. Gunakan APD sesuai indikasi
8. Lepaskan sarung tangan segera setelah selesai, sebelum menyentuh benda
dan permukaan yang tidak terkontaminasi, sebelum beralih ke pasien lain
9. Jangan memakai sarung tangan yang sama untuk pasien yang berbeda
10. Pakailah goggle untuk melindungi konjungtiva, mukus membran mata,
hidung, mulut selama melaksanakan prosedur dan aktifitas perawatan
pasien yang berisiko terjadi cipratan duh tubuh
11. Masker bedah digunakan untuk mencegah transmisi partikel besar dari
droplet saat kontak erat (<3 m) dari pasien saat batuk/bersin. Pakailah
selama tindakan yang menimbulkan aerosol walaupun pada pasien tidak
diduga infeksi. Kenakan Respirator partikulat ( N95/ Kategori N pada
efisiensi 95% ) saat melakukan perawatan/ masuk ruang isolasi pasien
airborne disease.

25
12. Kenakan baju pelindung (bersih, tidak steril) untuk melindungi kulit,
mencegah baju menjadi kotor, kulit terkontaminasi selama prosedur/
merawat pasien yang memungkinkan terjadinya percikan/ semprotan cairan
tubuh pasien.
13. Bila cairan tubuh bisa menembus baju pelindung, perlu dilapisi apron tahan
cairan mengantisipasi percikan/semprotan cairan infeksius
14. Gunakan mitella saat melakukan tindakan pembedahan agar rambut atau
dandruf tidak jatuh ke area pembedahan.
15. Gunakan sepatu boot untuk melindungi kaki dari cairan tubuh pasien saat
melakukan tindakan yang beresiko untuk mengkontaminasi kaki petugas
dengan cairan dan benda tajam.

26