Anda di halaman 1dari 7

Riska Rahmayana, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol.

3 (2017) : 88-94 88

PENINGKATAN HASIL BELAJAR K3LH MELALUI PEMBERIAN KUIS


PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 MARE KABUPATEN BONE

Improved The Result of The K3LH Learning Trhought Giving The Learning Quiz to
The Students at X Grade In SMK Negeri 1 Mare of Bone District

Riska Rahmayana1), Kadirman2), dan Purnamawati3).


Program Studi Pendidikan Teknologi Pertanian
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Makassar
riska.ptp@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research)


yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah;
(1) untuk mengetahui aktivitas yang ada dalam pembelajaran K3LH melalui pemberian
kuis (2) untuk mengetahui hasil belajar K3LH setelah menerapkan metode pemberian kuis
(3) untuk mengetahui pengaruh pemberian kuis terhadap hasil belajar K3LH. Subjek
penelitian ini terdiri dari 34 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi dan pemberian tes setiap akhir siklus sesuai dengan materi yang diajarka.
Prosedur penelitian meliputi tahap: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan, (c) observasi, dan
(d) refleksi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif
kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui pemberian kuis
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. yaitu 50 % meningkat menjadi 82,36 % dengan
Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 70.
Kata Kunci : Peningkatan, Kuis, Hasil Belajar

ABSTRACT

This reseacrh is a classroom action research which aims to improve the learning
outcomes of students. The aims of this research is; (1) to know the activity in learning of
K3LH throught giving the quiz (2) to know the results of K3LH learning after applied the
method of giving the quiz (3) to know the influence of giving the quiz to the results of K3LH
learning. The subject of this reseach consists of 34 students. The techniques of collection
data using observation and giving test at the end of the cycle that related to materials on
teaching. Research procedures consist of: (a) planning, (b) implementation, (c)observation
and (d) reflection. The data collected will be analyzed by qualitative descriptive data
analysis. Based on the results of the research, it can be conclud that through giving the
quiz can improve the result of students learning. That is 50% increase to 82,36% with
Minimum Completeness Criterion (KKM) that is 70.
Key Words: Improved, Quiz, The Results Of The Study
Riska Rahmayana, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : 88-94 89

PENDAHULUAN ke kelas dan ada juga siswa yang hanya


sekedar menyalin pekerjaan siswa
Pendidikan merupakan faktor lainnya, dan yang paling parah adalah
utama yang menentukan kualitas suatu terdapat siswa yang acuh terhadap tugas
bangsa. Pendidikan bukanlah sesuatu tersebut dan memilih untuk tidak
yang bersifat statis melainkan sesuatu mengerjakannya.
yang bersifat dinamis sehingga selalu Kondisi seperti inilah kemudian
menuntut adanya suatu perbaikan yang menjadi salah satu penyebab siswa
bersifat terus menerus. kesulitan menyerap pelajaran, karena
Pendidikan pada hakikatnya mereka masuk ke kelas tanpa memiliki
adalah usaha mencerdaskan dan pengetahuan tentang materi yang telah
membudayakan manusia. Hal ini karena diajarkan sebelumnya. Siswa yang tidak
manusia merupakan pribadi yang utuh mampu lagi untuk memahami materi
dan kompleks. Hakikat manusia selanjutnya. Oleh karena itu, sehingga
berkembang mengikuti perkembangan kiranya perlu ada tindakan dari pendidik
zaman, maka dari itu ilmu pengetahuan yaitu bagaimana siswa mempelajari
juga harus ikut dikembangkan sesuai ulang materi yang sudah diajarkan dan
dengan perkembangan zaman. mencermati materi yang akan dipelajari
Pesatnya perkembangan ilmu berikutnya. Sehingga, hal ini kemudian
pengetahuan dan teknologi menuntut akan memberikan dampak negatif
dukungan dari berbagai faktor, salah terhadapi hasil belajar siswa, atau
satunya adalah faktor pendidikan yang dengan kata lain hal ini menyebabkan
berkualitas dan bermutu. Akan tetapi, hasil belajar siswa menjadi rendah.
sampai saat ini mutu pendidikan masih Peningkatan hasil belajar siswa
tetap jadi suatu masalah yang paling yang harus dilakukan adalah upaya
menonjol disetiap pembaharuan sistem seorang tenaga pendidik mencari
pendidikan nasional. Salah satu pendekatan, metode, model serta
komponen yang berkenaan dengan strategi pembelajaran yang cocok
masalah kualitas pendidikan adalah dengan kondisi siswanya. pendekatan,
proses belajar. Hal ini tidak sejalan yang metode, model serta strategi yang harus
terjadi di lapangan dimana dalam setiap dipilih oleh tenaga pendidik sebisa
proses belajar mengajar terjadi mungkin melibatkan siswa, agar mereka
pembelajaran secara monoton yang mampu bereksplorasi untuk membentuk
menyebabkan murid mengalami depresi kompetensi, dengan menggali berbagai
mental seperti kebosanan, kurangnya potensi yang ada pada diri siswa. Tugas
motivasi . tenaga pendidik di kelas, tidak hanya
Dilihat dari fakta yang terjadi menyampaikan informasi kepada peserta
dikalangan siswa ketika diberikan tugas, didik, tetapi harus menjadi fasilitator
berbagai macam sikap yang ditunjukkan yang bertugas memberikan suatu
siswa terhadap tugas yang diberikan pembahasan kepada siswa yang dimana
kepadanya tersebut. Sikap tersebut pembahasan tersebut bisa menciptakan
diantaranya yaitu terdapat siswa yang pendiskusian antara siswa dan pendidik.
dengan tekun mengerjakan tugas Agar pembahasan tersebut bisa betul-
dirumah di hari sebelum tugas itu akan betul dipahami bukan hanya diketahui.
dikumpulkan, ada juga yang Salah satu tindakan yang dapat
mengerjakan tugas sebelum guru masuk dipilih adalah dengan pemberian kuis,
Riska Rahmayana, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : 88-94 90

kuis merupakan penilaian singkat yang untuk terus belajar guna untuk
digunakan dalam pendidikan dan bidang membangkitkan semangat belajar siswa.
serupa mengukur peningkatan Menurut Hermawan (2012),
pengingatan, pengetahuan, kemampuan, kelebihan proses belajar mengajar yang
dan keterampilan. Oleh karena itu dilakukan dengan penerapan pemberian
memberikan kuis merupakan suatu kuis adalah: 1) dapat mendorong inisiatif
sarana memotivasi belajar siswa. siswa bertanggung jawab, kreatif, tekun,
Dengan adanya kuis guru dapat giat, rajin belajar, dan berdiri sendiri, 2)
mengetahui keputusan apa yang diambil pengetahuan yang diperoleh siswa dari
tentang berhasil atau tidaknya hasil belajar akan dapat diingat lebih
pencapaian tujuan pembelajaran yang lama, 3) meningkatkan minat dan dapat
telah ditetapkan, sedangkan bagi siswa meningkatkan hasil belajarnya.
dapat mengukur kemampuannya sendiri. SMK Negeri 1 Mare merupakan
Menurut Hamzah (NurIsmi:2007) salah satu sekolah yang letaknya sangat
“pemberian kuis setiap awal strategis di kabupaten Bone sehingga
pembelajaran dimaksudkan untuk memiliki banyak siswa yang ingin
melihat keseriusan murid dalam belajar bergabung. Salah satu mata pelajaran di
dan menilai kesiapan belajar siswa, kompetensi kejuruan penyuluhan
artinya penilaian sejauh mana siswa pertanian adalah Kesehatan
telah memiliki kemapuan-kemampuan Keselamatan Kerja dan Lingkungan
atau keterampilan yang diperlukan Hidup (K3LH). Menurut Suryani (2011)
(prasyarat) untuk mempelajari suatu K3LH adalah suatu upaya perlindungan
bahan pelajaran. Selain itu pemberian agar karyawan/tenaga kerja selalu dalam
kuis bertujuan untuk meningkatkan keadaan selamat dan sehat selama
motivasi siswa agar lebih bergairah dan melakukan pekerjaannya di tempat kerja
menekuni materi pelajaran selama termasuk juga orang lain yang memasuki
berlangsungnya proses belajar tempat kerja maupun proses produk
mengajar”. dapat secara aman dalam produksinya.
Selanjutnya Majid (2012:56) Definisi K3LH yang lainnya
mengemukakan bahwa “kuis adalah adalah suatu upaya perlindungan agar
isian singkat dan menanyakan hal-hal karyawan/tenaga kerja selalu dalam
yang prinsip. Biasanya dilakukan keadaan selamat dan sehat selama
sebelum pelajaran dimulai kurang lebih melakukan pekerjaannya di tempat kerja
5-10 menit. Kuis mempunyai fungsi termasuk juga orang lain yang memasuki
ganda yaitu untuk mengukur tempat kerja maupun proses produk
kemampuan siswa dan untuk mengukur dapat secara aman dalam produksinya,
keberhasilan program pembelajaran”. yang berkembang seiring perkembangan
Keuntungan proses belajar mengajar ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
yang dilakukan dengan penerapan Berdasarkan hasil observasi awal
pemberian kuis disetiap awal di SMK Negeri 1 Mare kelas X pada
pembelajaran adalah dapat mendorong mata pelajaran K3LH (Kesehatan
inisiatif siswa, meningkatkan minat dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan
dapat meningkatkan hasil belajarnya. Hidup) masih tergolong sangat rendah.
Pengajaran yang menerapkan Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar
pemberian kuis akan menuntun siswa siswa berupa daftar nilai guru kelas X
ditemukan rata-rata nilai ujian tengah
Riska Rahmayana, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : 88-94 91

semester K3LH dengan jumlah untuk memberikan informasi bagaimana


keseluruhan 34 peserta didik, ada 10 cara untuk meningkatkan hasil belajar
peserta didik diantaranya telah siswa dengan menggunakan metode
memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal Pemberian kuis.
(KKM) yang telah dipersyaratkan yaitu Desain dalam penelitian tindakan
70, sedangkan 24 peserta didik lainnya kelas ini peneliti menggunakan model
belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Kemmis dan Mc. Taggart. Pelaksanaan
Minimal (KKM)) yang telah penelitian tindakan meliputi empat
dipersyaratkan yaitu 70. langkah yaitu perencanaan (planning),
Guru mata pelajaran K3LH di pelaksanaan tindakan (action),
sekolah ini sudah melakukan proses pengamatan (observation), dan refleksi
pembelajaran secara maksimal namun (reflection). Setiap langkah pelaksanaan
hasil akhir yang diperoleh siswa hanya termuat dalam suatu siklus. Siklus
seperti itu masih ada yang belum dihentikan jika penelitian yang dilakukan
mencapai nilai KKM. Hal ini yang terjadi sesuai dengan rencana dan mengalami
dalam proses pembelajaran K3LH di peningkatan.
SMK Negeri 1 Mare perlu dicarikan Penelitian ini dilaksanakan di
solusi, karena berdampak negatif bagi SMK Negeri 1 Mare dengan subjek
prestasi belajar siswa jika terus menerus penelitian adalah siswa kelas X.PP SMK
dibiarkan seperti ini. Negeri 1 Mare berjumlah 34 siswa.
Berdasarkan paparan di atas, Waktu penelitian dilaksanakan semester
maka peneliti tertarik untuk melakukan genap tahun ajaran 2015/2016.
perbaikan terhadap proses belajar Penelitian tindakan kelas ini
mengajar K3LH pada siswa kelas X SMK dilaksanakan dalam dua siklus kegiatan
Negeri 1 Mare Kecamatan Mare yaitu siklus I (pertama) dilaksanakan
Kabupaten Bone melalui sebuah selama 4 kali pertemuan, dan siklus II
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan hanya dilaksanakan 3 kali pertemuan.
judul “Peningkatkan Hasil belajar K3LH Pengolahan data pada penelitian
Melalui Pemberian Kuis Pada Siswa ini dianalisis secara kuantitatif dan
Kelas X SMK Negeri 1 Mare Kab.Bone”. kualitatif. Menurut Tohirin (2012:3)
“penelitian kualitatif merupakan suatu
penelitian yang bermaksud memahami
Tujuan Penelitian fenomena tentang apa yang dialami oleh
subjek penelitian misalnya perilaku,
Tujuan yang ingin dicapai dalam persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain
penelitian ini adalah : untuk mengetahui secara holistik dan dengan cara
aktivitas, hasil belajar, dan pengaruh deskripsi dalam bentuk kata-kata dan
pemberian kuis siswa kelas X.PP SMK bahasa pada suatu konteks khusus yang
Negeri 1 Mare melalui pemberian kuis alami serta dengan memanfaatkan
pada mata pelajaran K3LH. berbagai metode alamiah”.
Untuk analisis secara kuantitatif
METODOLOGI PENELITIAN digunakan analisis deskriptif, yaitu nilai
rata-rata dan persentase. Selain itu,
Penelitian ini adalah penelitian tabel frekuensi nilai minimum dan
tindakan kelas (classroom action maksimum yang siswa peroleh pada
research), Penelitian ini dimaksudkan pokok bahasan yang diajarkan. Dalam
Riska Rahmayana, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : 88-94 92

hal analisis kualitatif dilakukan dengan 2. Siklus I


melihat hasil observasi selama proses Setelah dilakukan pembelajaran
belajar mengajar dari tiap siklus. K3LH dengan menggunakan metode
pemberian Kuis diperoleh hasil belajar
siswa yang disajikan pada gambar
HASIL DAN PEMBAHASAN dibawah ini:
Hasil dan analisis data penelitian Presentase Frekuensi
ini dibuat berdasarkan data yang 67.65
diperoleh dari kegiatan penelitian tentang 70
hasil belajar siswa pada mata pelajaran 60
K3LH melalui pemberian kuis yang 50

Nilai KKM
dilaksanakan di SMK Negeri 1 Mare. 40 32.35
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan 30 23
selama 2 siklus. Adapun yang dianalisis 20 11
adalah hasil tes awal, tes akhir siklus I
10 0 0
dan siklus II. Hasil dan pembahasan
0
yang diperoleh dari dua siklus selama <33 33-66,5 66,6-100
penelitian ini adalah sebagai berikut:
Persentase Hasil Belajar
Hasil Penelitian
1. Tes Awal Gambar 1. Data Distribusi Frekuensi
Pada tabel 4.1 menunjukkan Nilai Tes Siklus I
bahwa skor rata-rata belajar siswa pada
mata pelajaran K3LH setelah tes awal Dari gambar 1 diperoleh bahwa dari
adalah 59,50 % dari skor ideal, yaitu 34 siswa kelas X SMK Negeri 1 Mare
100. Skor maksimum yang diperoleh terdapat 11 orang atau 32,35% dengan
siswa adalah 80, skor minimum 45 dan kategori cukup, 23 orang atau 67,65%
rentang skor adalah 35. Apabila dengan kategori baik. Untuk persentase
kemampuan siswa dalam menyelesaikan ketuntasan belajar siswa pada tes siklus
soal-soal pada tes awal dianalisis, maka I diperoleh bahwa dari 34 siswa kelas X
persentase ketuntasan belajar siswa tes SMK Negeri 1 Mare terdapat 17 orang
awal persentase ketuntasan belajar atau 50% yang mencapai ketuntasan,
siswa sebesar 26,47 % yaitu 9 dari 34 dan masih terdapat 17 siswa atau 50%
siswa termasuk dalam kategori tuntas, yang belum mencapai batas ketuntasan
sedangkan 73,53 % atau 25 dari 34 atau belum kompeten berdasarkan
siswa termasuk dalam kategori tidak kriteria ketuntasan minimal (KKM) dalam
tuntas. kurikulum satuan tingkat pendidikan
Hal ini menunjukkan bahwa dari (KTSP) serta tuntutan sekolah yakni
34 jumlah siswa masih ada 25 siswa minimal 80%, maka dengan demikian
yang belum tuntas hasil belajarnya dan perlu dilakukannya penelitian berlanjut
memerlukan perbaikan pada pada siklus berikutnya.
pembelajaran siklus I.
Riska Rahmayana, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : 88-94 93

3. Hasil Tes Siklus II PEMBAHASAN


Setelah dilakukan perbaikan
sesuai hasil refleksi pada siklus I, Dari hasil observasi yang
diperoleh hasil belajar siswa pada mata dilakukan selama dua siklus dengan
pelajaran K3LH dengan menggunakan menerapkan metode pembelajaran
metode pemberian kuis seperti yang pemberian kuis memberikan banyak
tertera pada gambar di bawah ini: perubahan pada siswa, diantaranya:
5. Siswa lebih termotivasi untuk giat
belajar.
Presentase Frekuensi
6. Melalui pemberian kuis
94.11 pembelajaran dapat meningkatkan
100 hasil belajar siswa
80 7. Siswa tidak tertekan pada saat
Nilai KKM

60
proses pembelajaran dengan model
32 pembelajaran pemberian kuis
40 8. Melalui pemberian kuis siswa dapat
20 0 0 5.8 2 mengingat lebih lama, aktif dan
0 berfikir kreatif.
<33 33-66,5 66,6-100 9. Siswa merasa senang dengan
metode yang diterapkan
Persentase Hasil Belajar
10. Perhatian siswa pada saat proses
pembelajaran meningkat.
Gambar 2. Data Distribusi Frekuensi Hasil belajar siswa bisa
Nilai Tes Siklus II dikatakan meningkat, dimana tingkat
penguasaan yang mereka capai dalam
Dari hasil gambar 2 diperoleh mengikuti proses belajar mengajar
bahwa dari 34 siswa kelas X SMK Negeri dengan menggunakan metode
1 Mare terdapat 2 orang atau 5,8% pemberian kuis memiliki hasil yang
dengan kategori cukup, 32 orang atau cukup baik.
94,11%. Untuk persentase ketuntasan Hal ini sesuai dengan keuntungan
belajar siswa tes siklus II diperoleh proses belajar mengajar menggunakan
bahwa dari 34 siswa kelas X SMK Negeri kuis yang dijelaskan oleh Slameto (1991:
1 Mare sudah 82,36% yang telah 56), yaitu dapat mendorong inisiatif
mencapai ketuntasan. siswa, meningkatkan minat dan dapat
Dari daftar frekuensi dapat meningkatkan hasil belajarnya.
disimpulkan bahwa secara klasikal (80) Hasil belajar siswa meningkat
siswa sudah bisa dikatakan setelah melalui pengalaman belajar
berkompeten, karena sebanyak 28 dalam kurun waktu tertentu yang diukur
Siswa atau 82,36% yang memperoleh dengan menggunakan beberapa tes
hasil nilai pada siklus II ≥70 atau diatas dimana pengalaman belajar yang dilalui
penetapan kriteria ketuntasan minimal berupa beberapa siklus dan beberapa
yang terdapat dalam kurikulum Tingkat tes yang diberikan oleh guru.
Satuan Pendidikan (KTSP) pada
lembaga SMK Negeri 1 Mare.
Riska Rahmayana, Et al / Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3 (2017) : 88-94 94

SIMPULAN DAN SARAN sesuai dengan strategi yang dia


ketahui.
Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data DAFTAR PUSTAKA


dan pembahasan, maka dapat
disimpulkan bahwa penerapan model Hermawan. 2012. Penggunaan
pembelajaran pemberian kuis dapat Pemberian Kuis Sebelum
meningkatkan pretasi belajar siswa pada Kegiatan Pembelajaran Sebagai
mata pelajaran K3LH di kelas X.PP di Upaya Meningkatkan Hasil
SMK Negeri 1 Mare, hal ini dapat dilihat Belajar Siswa Kelas VI SDN
dari ketuntasan secara klasikal pada tes Ngabean Kecamatan Secan
awal yaitu 26,47%, pada siklus I terjadi Kabupaten Magelang.pdf
peningkatan sehingga ketuntasan secara http://repository.uksw.edu/handle
klasikal menjadi 50% dan pada siklus II /123456789/923 (diakses 11
terjadi peningkatan hasil belajar Februari 2016).
sehingga ketuntasan secara klasikal .
menjadi 82,36%. Majid, Abdul.2012. Perencanaan
Pembelajaran. Bandung: PT
Saran Remaja

1. Untuk meningkatkan hasil belajar Nurismi, 2007. Peningkatan Hasil Belajar


pada mata pelajaran K3LH perlu Sains Murid Kelas VIIIA SMP
menerapkan model pembelajaran Negeri 2 Makassar Melalui
pemberian kuis, dengan cara Pemberian Kuis Berlapis Disertai
pembawaan yang menarik dan Catatan. PTK: FMIPA UNM.
dapat memotivasi siswa untuk
mengikuti pelajaran.
2. Kepada guru khususnya guru SMK Suryani dkk. 2011. Menerapkan K3LH.
Negeri 1 Mare dapat Bekasi: Galaxy Puspa Mega
mempertimbangkan metode
pemberian kuis pembelajaran Slameto. 2003. Belajar dan Faktor –
sebagai upaya untuk meningkatkan Faktor yang Mempengaruhi.
hasil belajar siswa. Jakarta: Rineka Cipta.
3. Siswa yang hasil belajarnya
tergolong rendah hendaknya Tohirin. 2012. Metode Penelitian
diberikan perlakuan khusus berupa Kualitatif Dalam Pendidikan dan
bimbingan atau motivasi khusus, Bimbingan Konseling. Jakarta: PT.
memberi kesempatan kepada siswa RajaGrafindo Persada.
untuk menyelesaikan masalah