Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS ATAS PRAKTEK TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL)

DALAM MENDUKUNG BISNIS ONLINE DENGAN MEMANFAATKAN


JEJARING SOSIAL INSTAGRAM

Aditya Arie Hanggono


Siti Ragil Handayani
Heru Susilo
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya
Email : Aditya4r1eh@gmail.com

Abstract

The aim of research is to Know and explain the influence of perceived ease of use Instagram for perceived
usefulness, the influence of perceived ease of use Instagram to Attitude Toward Using. Know and explain the
effect of the perceived usefulness Instagram to Attitude Toward Using, the influence of Attitude Toward Using
to behavioral intention, influence behavioral intention Instagram to the actual system usage. population in
this study is a Business Administration student who is currently studying UB thesis and determined 85 persons
as research samples. Methods of sample selection was done by purposive sampling is not random sample
selection which information is obtained with certain considerations. The analysis technique used is path
analysis. From the analysis path can be concluded that: Variable Perceived ease of use positive significant
effect on the Perceived Usefulness. Variable perceived ease of use have a significant positive effect Usage
attitude toward using, Variable perceived usefulness have a significantly positive effect on the attitude toward
using, Variable attitude toward using has a positive significant effect on the behavioral intention use, Variable
behavioral intention use have a significantly positive effect on the actual system usage with t value 14.829
sig. t of 0.000.

Keyword : Perceived Ease Of Use, Perceived Usefulness, Attitude Toward Using, Behavioral Intention,
Actual System Usage

Abstrak
Tujuan penelitian adalah untuk Mengetahui dan menjelaskan pengaruh peresepsi kemudahan penggunaan
Instagram terhadap peresepsi kemanfaatan Instagram. Mengetahui dan menjelaskan pengaruh peresepsi
kemudahan penggunaan Instagram terhadap Sikap Penggunaan Instagram. Mengetahui dan menjelaskan
pengaruh peresepsi kemanfaatan Instagram terhadap Sikap Penggunaan Instagram. Mengetahui dan
menjelaskan pengaruh Sikap Penggunaan jejaring sosial Instagram terhadap perilaku untuk menggunakan
Instagram, Mengetahui dan menjelaskan pengaruh perilaku untuk mengggunakan Instagram terhadap
kondisi nyata penggunaan sistem. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis
Universitas Brawijaya yang sedang menempuh skripsi dan ditentukan 85 orang sebagai sampel penelitian.
Dari hasil analisis path dapat disimpulkan bahwa: Variabel peresepsi Kemudahan Penggunaan berpengaruh
signifikan positif terhadap Peresepsi Kemanfaatan, Variabel peresepsi kemudahan penggunaan memiliki
pengaruh signifikan positif terhadap Sikap Penggunaan, Variabel peresepsi kemanfaatan memiliki pengaruh
signifikan positif terhadap Sikap Penggunaan, Variabel Sikap Penggunaan memiliki pengaruh signifikan
positif terhadap perilaku untuk menggunakan, Variabel perilaku untuk mengggunakan memiliki pengaruh
signifikan positif terhadap kondisi nyata penggunaan sistem dengan nilai t hitung 14.829 pada sig. t sebesar
0,000.
Kata kunci : Peresepsi Kemudahan Penggunaan, Peresepsi Kemanfaatan, Sikap Penggunaan, Perilaku
Untuk Menggunakan, Kondisi Nyata Penggunaan Sistem.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 1


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
PENDAHULUAN peresepsi kemudahan penggunaan (perceive
Konsep TAM menawarkan sebuah teori ease of use), sikap penggunaan (Attitude Toward
sebagai landasan untuk mempelajari dan memahami Using), minat prilaku untuk menggunakan
perilaku pemakai dalam menerima dan (behavioral intention to use), kondisi nyata
menggunakan sistem informasi, konsep yang penggunaan sistim (actual system usage).
digunakan adalah peresepsi kemanfaatan Berdasarkan uraian di atas, maka
(perceived usefulness), peresepsi kemudahan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
penggunaan (perceive ease of use) minat dengan judul “ANALISIS ATAS PRAKTEK
perilaku untuk menggunakan (behavioral TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE
intention to use), dan kondisi nyata MODEL) DALAM MENDUKUNG BISNIS
penggunaan sistem (actual system usage) ONLINE DENGAN MEMANFAATKAN
(Davis,1989). JEJARING SOSIAL INSTAGRAM”
Model ini memiliki tujuan untuk menjelaskan
faktor-faktor kunci dari perilaku pengguna Tujuan Penelitian:
teknologi informasi terhadap penerimaan Mengetahui dan menjelaskan pengaruh
pengadopsian teknologi informasi tersebut (Ferda, peresepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of
2011; Seeman, 2009). Perluasan konsep TAM use) jejaring sosial Instagram terhadap peresepsi
diharapkan akan membantu memprediksi sikap dan kemanfaatan (perceived usefulness) jejaring sosial
penerimaan seseorang terhadap teknologi dan dapat Instagram, Mengetahui dan menjelaskan pengaruh
memberikan informasi mendasar yang diperlukan peresepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of
mengenai faktor-faktor yang menjadi pendorong use) jejaring sosial Instagram terhadap Sikap
sikap individu tersebut (Rose, 2006; Lee, 2010). Penggunaan (Attitude Toward Using) jejaring sosial
TAM berteori bahwa niat seseorang untuk Instagram, Mengetahui dan menjelaskan pengaruh
menggunakan sistem atau teknologi ditentukan oleh peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness)
dua faktor, yaitu peresepsi kemanfaatan (perceived jejaring sosial Instagram terhadap Sikap
usefulness), adalah tingkat kepercayaan individu Penggunaan (Attitude Toward Using) jejaring sosial
bahwa penggunaan teknologi akan meningkatkan Instagram, Mengetahui dan menjelaskan pengaruh
kinerjanya, dan peresepsi kemudahan penggunaan Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using) jejaring
(perceived ease of use), adalah tingkat kepercayaan sosial Instagram terhadap perilaku untuk
individu bahwa penggunaan teknologi membuatnya menggunakan (behavioral intention use) jejaring
lebih mudah menyelesaikan pekerjaan (Venkatesh sosial Instagram, Mengetahui dan menjelaskan
dan Davis, 2000). pengaruh perilaku untuk mengggunakan
Penelitian model TAM dilakukan oleh Akbar (behavioral intention use) jejaring sosial Instagram
(2013) dengan menggunakan 5 konsep yaitu terhadap kondisi nyata penggunaan sistem (actual
peresepsi kemudahan, peresepsi kemanfaatan, system usage).
sikap penggunaan, minat perilaku untuk
menggunakan dan kondisi nyata penggunaan TINJAUAN PUSTAKA
system. Penelitian senada dilakukan oleh Dewi 1. Marketing Online
(2010) juga menggunakan 5 konsep tersebut Kotler (2005:82) mendefinisikan internet
dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh konstruk marketing merupakan proses dalam membangun
utama Technology Acceptance Model (TAM) dan mempertahankan customer relationship melalui
terhadap penerimaan dan penggunaan situs jejaring aktivitas online yang merupakan produk, pertukaran
sosial di kalangan mahasiswa. Penelitian lain ide, dan jasa yang dapat memenuhi kepuasan
terkait model TAM dilakukan oleh Devi dan pelanggan.dalam definisi ini terlihat pada internet
Suartana (2014) bertujuan untuk mengetahui marketing terkadang aktivitas yang berupa transaksi
pengaruh personalization, computer self efficacy, online, baik ide, produk jasa yang berujung pada
dan trust terhadap penggunaan system informasi kepuasan pelanggan. Definisi ini merupakan
dengan konsep Technology Acceptance Model pengembangan dari definisi marketing sendiri yang
(TAM), yaitu dengan melihat pengaruh ketiga mencakup seperti proses, produk, transaksi, jasa dan
variable tersebut kepada dua factor kunci kepuasan pelanggan. Penekanan transaksi
(perceived usefulness dan perceived ease of use). ditekankan oleh Kotler. Oleh karena itu, perusahaan
Penelitian ini menggunakan 5 konstruk yang hanya sekedar menempel profil perusahaan di
yang seperti pada penelitian terdahulu, yaitu : internet tidak disinggung di bukunya, karna
peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness), perusahaan ini hanya menjalankan usahanya.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 2


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
2. Instagram menyimpulkan kemanfaatan teknologi informasi
Instagram merupkan aplikasi berbagi foto yang merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna
dapat dilihat oleh Followers dari peng-upload foto teknologi informasi untuk melaksanakan tugas.
tersebut dan dapat saling berkomentar antara Thompson (1991) juga menyebutkan bahwa
sesama pengguna. Nama Instagram berasal dari seorang individu akan menggunakan TIK jika orang
insta dan gram, “insta” yang berasal dari kata instant tersebut mengetahui manfaat atau kegunaan
dan “gram” yang berasal dari telegram, dapat berpengaruh positif atas penggunaanya.
disimpulkan dari namanya yang dapat diartikan Menurut Chin dan Todd (1995) kemanfaatan
menginformasikan atau membagikan foto kepada dapat dibagi kedalam dua kategori, antara lain (1)
orang lain dengan cepat dan praktis. sesuatu yang Kemanfaatan dengan estimaasi satu faktor, (2)
unik dari Instagram adalah foto yang berbentuk kemanfaatan dengan estimasii dua faktor
persegi, terlihat seperti kamera Polaroid dan kodak (kemanfaatan dan efektifitas). Dimensi-dimensi
Instamatic bukan seperti foto umumnya yang masing-masing yang dikelompokkan sebagai
menggunakan rasio. berikut:
3. TAM 1) Kemanfaatan mencakup dimensi : membuat
Metode TAM pertama kali diperkenalkan pekerjaan lebih mudah (makes job easier),
oleh Davis pada tahun 1989. TAM adalah teori Bermanfaat (usefull), meningkatkan produktifitas
sistem informasi yang membuat model tentang (Increase productivity).
proses pengguna mau menerima dan 2) Efektifitas mencakup dimensi :
menggunakan teknologi. Model ini menjelaskan meningkatkan efektifitas (enchance my
bahwa ketika pengguna menggunakan sistem effectiveness), mengembangkan kinerja pekerjaan
informasi, sejumlah faktor mempengaruhi (improve my job performance).
keputusan mereka mengenai bagaimana dan
kapan menggunakan sitem informasi tersebut. b. Peresepsi Kemudahan Penggunaan
Model TAM diadopsii dari model The Theory (Perceived Ease of Use)
of Reasoned Action (TRA), yaitu teori tindakan yang Davis (1989) mendefinisikan kemudahan
beralasan yang dikembangkan oleh Fishben dan penggunaan (perceived ease ofuse) adalah suatu
Ajzen (1975), dengan satu premis bahwa reaksi dan tingkatan dimana seseorang mempercayai bahwa
peresepsi seseorang terhadap sesuatu hal akan penggunaan system tertentu dapat mengurangi
menentukan sikap dan prilaku orang tersebut. Teori usaha seseorang dalam mengerjakan sesuatu.
ini membuat model prilaku seseorang sebagai suatu Menurut Goodwin (1987) dan Silver (1988) dalam
fungsi dari tujuan prilaku . Tujuan prilaku di Maskur (2005), intensitas penggunaan dan interaksi
tentukan oleh sikap atas perilaku tersebut antara pengguna (user) dengan sistem dapat
(Sarana,2000:1). Dapat disimpulkan reaksi dan menunjukan tingkat kemudahan penggunaan.
peresepsi pengguna TI akan mempengaruhi Davis (1989) memberikan beberapa indikator
sikapnya dalam penerimaan penggunaan TI, yaitu kemudahan penggunaan TI antara lain meliputi; (1)
salah satu factor yang mempengaruhi adalah Komputer sangat mudah dipelajari, (2) Komputer
peresepsi pengguna atas kemanfaatan dan mengerjakan dengan mudah sesuai yang diinginkan
kemudahan penggunaan TI sebagai suatu tindakan oleh pengguna (3) Keterampilan pengguna akan
yang beralasaan dalam konteks penggunaa TI, maka bertambah dengan menggunakan komputer (4)
dari itu alasan seseorang dalam melihat manfaat dan Komputer sangat mudah untuk dioperasikan.
kemudahan penggunaan TI menjadikan tindakan Temuan studi Iqbaria (1994) membuktikan bahwa
orang tersebut dapat menerima penggunaan TI. TI digunakan bukan mutlak karena adanya tekanan
sosial, sehingga dapat disimpulkan bahwa
a. Peresepsi Kemanfaatan Penggunaan penggunaan TI bukan karena adanya unsur tekanan,
(Usefulness) tetapi karena memang mudah untuk digunakan.
Peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness) c. Sikap Terhadap Penggunaan (Attitude
merupakan suatu tingkatan dimana seseorang Toward Using)
percaya bahwa pengguna suatu sistem tertentu akan Sikap pada penggunaan sesuatu menurut
meningkatkan prestasi kerja orang tersebut. Aakers dan Myers (1997) adalah sikap menyukai
Berdasarkan definisi tersebut diartikan bahwa atau tidak menyukai terhadap penggunaan dalam
kemanfaatan dari penggunaan TIK dapat suatu produk. adalah sikap menyukai atau tidak
meningkatkan kinerja, prestasi kerja orang yang menyukai terhadap suatu produk ini dapat
menggunakannya. Thompsonet. al (1991) digunakan untuk memprediksii perilaku niat

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 3


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
seseorang dalam menggunakan suatu produk atau terhadap perilaku untuk menggunakan (behavioral
tidak menggunakannya. Sikap terhadap penggunaan intention use)
teknologii (attitude toward usingtechnology), H5: Terdapat pengaruh yang signifikan
didefinisikan sebagai evaluasi dari pemakai tentang positiif minat perilaku untuk mengggunakan
ketertarikannya dalam menggunakan teknoologi (behavioral intention use) terhadap kondisi nyata
(Davis, 1989). penggunaan sistem (actual system usage)
d. Minat Perilaku Penggunaan (Behavioral
Intention to Use) METODE PENELITIAN
Behavioral intention to use adalah Jenis penelitian: jenis penelitian explanatory
kecenderungan perilaku untuk tetap menggunakan (penjelasan) merupakan penelitiaan yang
suatu teknologi (Davis, 1989). Tingkat penggunaan dilakukaan dengann cara menjelaskan hubungan
sebuah teknologi komputer pada seseorang dapat kausal antara variabel-variabel melalui pengujian
diprediksi dari sikap perhatian pengguna terhadap hipotesis (Singarimbun, 2006:4).
teknologi tersebut, misalkan keinginan menambah
peripheral yang mendukung, motivasi untuuk tetap Tabel 1 Konsep, Variabel, Indikator dan Item
Variabel Indikator Item
menggunakan, dan keinginan untuk memotivasi Mempelajari 1. Fitur-fitur yang ada dalam
pengguna lainya. Arief Hermawan (2008) dalam Instagram mudah Instagram tidak asing saat
Suseno (2009) mendefinisikan bahwa minat mencoba pertama kali
Mengunakan 1. Kemudahan mendaftar instagram
perilaku menggunakan teknologi (behavioral 2. Kemudahan meng
Instagram mudah
intention to use) sebagai minat (keinginan) upload/mengunggah foto
3. Mudah dalam mencari informasi
seseorang untuk melakukan perilaku tertentu. yang diinginkan
e. Penggunaan Senyatanya (Actual Use) Peresepsi 4. Mudah dalam berinteraksi dengan
kemudahan user lain dengan memanfaatkan
Penggunaan senyataanya (actual system usage) penggunaan fitur tombol like/love
merupakan kondisi nyata penggunaan sistem (Perceived Interaksi dapat 1. Memberikan komentar dalam
Ease Of foto yang ditampilkan dapat
(Davis,1989). Individu akan puas menggunakan Use)
dengan jelas dan
dengan mudah dibalas oleh user
terpahami
sistem jika meyakini bahwa sistem tersebut mudah
digunakan dan dapat meningkatkan Mudah 1. Mudah mendapatkan teman baru
produktifitasnya, yang tercermin dari kondisi nyata beradaptasi dan inspirasi dalam
mengembangkan produk bisnis
penggunaan (Natalia Tangke, 2004). Bentuk Keseluruhan 1. Secara keseluruhan, instagram
pengukuran penggunaan senyatanya (actual system mudah digunakan mudah digunakan dalam
usage) merupakan frekuensi dan durasi waktu melaksanakan bisnis online
Peningkatan 1. Menggunakan Instagram dengan
penggunaan terhadap TIK. Penggunaan teknologi fitur Following dan Follower dapat
performa kinerja
sesungguhnya (actual technology use), diukur meningkatkan produktifitas dalam
bisnis online
dengan jumlah waktu yang digunakan untuk 2. Seringnya aktif dalam meng
berinteraksi dengan teknologi dan frekuensi upload foto akan meningkatnya
banyaknya follower atau calon
penggunaan teknologi tersebut. pembeli dalam bisnis online
3. banyaknya efek foto yang dapat
Peresepsi
ditampilkan dapat meningkatkan
kemanfaat
perhatian dari user lain
HIPOTESIS PENELITIAN an
Peningkatan 1. Tidak menghabiskan banyak biaya
(perceived
H1 :Terdapat pengaruh yang signifikan positif efektivitas dalam menggunakan instagram
usefulness
kinerja 2. Dengan memanfaatkan hashtag
Peresepsi Kemudahan Penggunaan Perceived Ease )
mempercepat dan mempermudah
Of Use) terrhadap Peresepsi Kemanfaatan mempromosikan produk bisnis
3. Dengan banyaknya Follower akan
(Perceived Usefulness) berdampak pada kepercayaan user
H2 : Terdapat pengaruh yang signifikan positif lain
Menyederhanaka 1. Fitur dalam Instagram lebih
peresepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of n proses kinerja simple dari pada jejaring sosial
use) terhadap Sikap Penggunaan (Attitude Toward lain dalam melakukan interaksi
dengan user lain
Using) Kenyamanan 1. Kemudahan dalam melakukan
H3 : Terdapat pengaruh yang signifikaan Sikap berinteraksi komunikasi dengan pengguna lain
dengan memanfaatkan fitur
positif peresepsi kemanfaatan (perceived Penggunaa Direct Instagram
n (Attitude
usefulness) terhadap Sikap Penggunaan (Attitude Senang 1. Fitur-fitur dan tampilan visual
Toward menggunakan dalam Instagram sangat menarik
Toward Using) Using)
H4 : Terdapat pengaruh yang signifiikan Menikmati 1. Tampilan kualitas visual produk
positif Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using penggunaan bisnis menyenangkan karena dapat
dilihat dengan jelas

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 4


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
2. Mudah untuk memberikan responden dengan harapan jumlah sampel tersebut
komentar dalam foto yang
ditampilkan dapat mewakili seluruh populasi yang ada
Tidak 1. Tampilan foto yang simpel dan
membosankan dengan kualitas foto yang baik
tidak membuat pusing untuk Teknik Analisis Data
dilihat 1. Analisis Statistik Deskriptif
Mempunyai fitur 1. Apabila digunakan untuk media
yang membantu bisnis online memudahkan untuk Statistik deskriptif dapat digunakan untuk
pengenalan produk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau
2. Fitur-fitur yang ada dalam instag
ram dapat mempermudah menggambarkan data yang telah terkumpul
Perilaku
pengguna lain untuk membeli sebagaimana adanya tanpa bermaksudd membuat
produk
Untuk
3. Dengan memanfaatkan hashtag kesimpulan yang berlaku untuuk umum atau
Tetap
Menggunak
dapat memudahkan mencari generalisasi (Sugiyono, 2012:147). Teknik analisis
ataupun mempromosikan produk
an
bisnis yang digunakan untuk mendeskripsikan data adalah
(Behavioral
Intention
Selalu mencoba 1. Sekali menggunakan insta-gram, presentase dan rata-rata.
menggunakan akan timbul keinginan untuk terus
To Use)
menggunakannya dalam bisnis 2. Analisis Statistik Inferensial
online Teknik statistik inferensial biasa digunakan
Berlanjut dimasa 1. Fitur-fitur dalam instagram dapat
dating dikembangkan lagi untuk untuk penelitian ini yaitu analisis jalur (path
kepentingan lain dalam analysis). Model analisis jalur (path analysis)
penggunaannya
Frekuensi dan 1. Apakah hampir setiap hari digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar
durasi waktu membuka instagram variable dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh
2. menghabiskan waktu Berapa menit
penggunaan
tiap mengoperasikannya langsung maupun tidak langsung seperangkat
Kondisi terhadap TIK
Nyata variable bebas (eksogen) terhadap variable terikat
Penggunaa Penggunaan 1. Instagram merupakan salah satu (endogen) (Riduwan dan Kuncoro, 2006:2). Dengan
n Sistem bentuk teknologi canggih dalam
(Actual
teknologi menggunakan analisis jalur dapat diketahui
sesungguhnya mendukung praktek bisnis online
System
dalam praktek
dengan memanfaatkan jejaring pengaruh langsung dan tidak langsung antar
Usage) sosial
(actual variabel. Pengaruh langsung berarti arah hubungan
technology use) antara dua variabel langsung tanpa melewati
variabel yang lain, sementara hubungan tidak
Populasi Dan Sampel: langsung harus melewati variabel yang lain.
Populasi dalam penelitian ini adalah
mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis Universitas HASIL DAN PEMBAHASAN
Brawijaya yang sedang menempuh skripsi. Metode 1. Pengaruh peresepsi kemudahan penggunaan
pemilihan sampel dilakukan dengan cara purposive (perceive ease of use) jejaring sosial Instagram
sampling yaitu pemilihan sampel secara tidak acak terhadap peresepsi kemanfaatan (perceived
yang informasinya diperoleh dengan pertimbangan usefulness) jejaring sosial Instagram
Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Sub struktur 1: X1
tertentu yang pada umumnya disesuaikan dengan
terhadap X2
tujuan atau masalah tertentu. Pertimbangan tersebut Variabel Standardized t hitung Sig. Keterangan
diantaranya adalah: 1) Ilmu Administrasi Coefficients
Universitas Brawijaya yang sedang menempuh
peresepsi
skripsi; (2) Memanfaatkan jejaring sosial kemudahan
instagram. penggunaan 0.747 10.229 0.000 Signifikan
Jumlah populasi belum diketahui dengan (perceive ease of
use) (X1)
pasti jumlahnya karena mahasiswa yang sedang R2 : 0.558
menempuh skripsi dan memanfaatkan jejaring Sumber: Data primer diolah, 2015.
sosial instagram belum diketahui, maka jumlah Keterangan: Variabel endogen adalah
sampel ditentukan semaksimal mungkin peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness)
berdasarkan pendapat Ferdinand (2002), yang Variabel peresepsi kemudahan penggunaan
mengemukakan bahwa jumlah sampel ditentukan (perceive ease of use) memiliki nilai t hitung 10.229
dengan jumlah indikator dikali lima sampai pada sig. t sebesar 0,000 yang menghasillkan
sepuluh. Penelitian ini menggunakan 17 indikator kepuutusan terhadapp Ho ditolak dikarenakan nilai
dengan perbandingan 1 : 5 responden, sehingga 17 sig. t kurang dari 0,05 artinya koefisien analisis jalur
indikator x 5 responden = 85 responden (Ferdinand, adalah signifikan. Dengan demikian variabel
2002). Jadi, jumlah sampel penelitian ini adalah 85 peresepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of
use) memiliki pengaruh signifikan terhadap

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 5


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness) peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness)
sehingga H1 :Terdapat pengaruh signifikan positif (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap
Peresepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived penggunaan (Attitude Toward Using) sehingga H3
Usefulness) terhadap Peresepsi Kemanfaatan :Terdapat pengaruh signifikan positif peresepsi
(Perceived Ease Of Use) dapat diterima. kemanfaatan (perceived usefulness) terhadap
2. Pengaruh peresepsi kemudahan penggunaan sikap penggunaan (Attitude Toward Using) dapat
(perceive ease of use) jejaring sosial Instagram diterima.
terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward 4. Pengaruh sikap penggunaan (Attitude Toward
Using) jejaring sosial Instagram Using) jejaring sosial Instagram terhadap
Tabel 4 Rekapitulasi hasil Sub struktur 2 X1 perilaku untuk menggunakan (behavioral
terhaddap X3 intention to use)
Variabel Standardized t hitung Sig. Keterangan Tabel 5 Rekapitulasi Hasil Sub struktur 4: X3
Coefficients
terhadap X4
peresepsi Variabel Standardiz t hitung Sig. Keterang
kemudahan ed an
penggunaan 0.774 11.148 0.000 Signifikan Coefficien
(perceive ease of
ts
use) (X1)
R2 : 0.600
Sumber: Data primer diolah, 2015. sikap
Keterangan: Variabel endogen adalah sikap pengguna
penggunaan (Attitude Toward Using) (X3) an
14.68 0.00 Signifik
Variabel peresepsi kemudahan penggunaan (Attitude 0.850
8 0 an
(perceive ease of use) (X1) memiliki nilai t hitung Toward
11.148 pada sig. t sebesar 0,000 menghasilkan Using)
keputusan terhadap Ho ditolak dikarenakann nilai (X3)
sig. t kurangg dari 0,05 artinya koefiisien analisis R2 : 0.722
jalur adalah siggnifikan. Dengan demikian variabel Sumber: Data primer diolah, 2015.
peresepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of Variabel sikap penggunaan (Attitude
use) memiliki pengaruh signifikan terhadap sikap Toward Using) memiliki nilai t hitung 14.688 pada
penggunaan (Attitude Toward Using) sehingga H2 sig. t sebesar 0,000 yang menghasilkan keputusan
:Terdapat pengaruh signifikan positif Peresepsi terhadap Ho ditolak karena nilai sig. t kurang dari
Kemudahan Penggunaan (Perceived Usefulness) 0,05 artinya koefisien analisis jalur adalah
terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward signifikan. Dengan demikian variabel sikap
Using) dapat diterima. penggunaan (Attitude Toward Using) memiliki
3. Pengaruh peresepsi kemanfaatan (perceived pengaruh signifikan terhadap perilaku untuk
usefulness) (X2) jejaring sosial Instagram menggunakan (behavioral intention to use)
terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward sehingga H4 :Terdapat pengaruh signifikan positif
Using) (X3) jejaring sosial Instagram sikap penggunaan (Attitude Toward Using)
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Sub struktur 3: X2 terhadap perilaku untuk menggunakan
terhadap X3 (behavioral intention to use) dapat diterima.
Variabel Standardized t hitung Sig. Keterangan
Coefficients
5. Pengaruh perilaku untuk mengggunakan
peresepsi (behavioral intention use) jejaring sosial
kemanfaatan Instagram terhadap kondisi nyata penggunaan
(perceived 0.674 8.317 0.000 Signifikan
usefulness)
sistem (actual system usage)
(X2) Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Sub struktur 5: X4
R2 : 0.455 terhadap X5
Sumber: Data primer diolah, 2015. Variabel Standardized t hitung Sig. Keterangan
Coefficients
Variabel peresepsi kemanfaatan
(perceived usefulness) (X2) memiliki nilai t hitung perilaku untuk
8.317 pada sig. t sebesar 0,000 yang menghasilkan mengggunakan
0.852 14.829 0.000 Signifikan
(behavioral
keputusan terhadap Ho ditolak karena nilai sig. t intention use) (X4)
kurang dari 0,05 artinya koefisien analisis jalur R2 : 0.726
adalah signifikan. Dengan demikian variabel Sumber: Data primer diolah, 2015.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 6


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Keterangan: Variabel endogen adalah kondisi nyata semakin baik peresepsi kemudahan penggunaan
penggunaan sistem (actual system usage) (perceive ease of use) dalam menggunakan jejaring
Variabel perilaku untuk mengggunakan (behavioral social instagram maka dapat meningkatkan Sikap
intention use) memiliiki nilai t hitung 14.829 pada Penggunaan (Attitude Toward Using). Hasil
sig.t sebesar 0,000 yang menghasilkann keputusan Khakim (2013) dan Akbar (2013), yang
terhadap Ho ditolak karena nilai sig. t kurang dari menemukan hubungan yang signifikan antara
0,05 artinya koefisien analisis jalur adalah peresepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of
siggnifikan. Dengan demikian variabel perilaku use) terhadap Sikap Penggunaan (AttitudeToward
untuk mengggunakan (behavioral intention use) Using).
memiliki pengaruh signifikan terhadap kondisi c. Pengaruh peresepsi kemanfaatan (perceived
nyata penggunaan sistem (actual system usage) usefulness) terhadap Sikap Penggunaan
sehingga H5: Terdapat pengaruh signifikan positif (Attitude Toward Using)
minat perilaku untuk mengggunakan (behavioral Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa
intention use) terhadap kondisi nyata penggunaan peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness)
sistem (actual system usage) dapat diterima. berpengaruh signifikan positif terhadap Sikap
Penggunaan (Attitude Toward Using), artinya
Tabel 7 Hasil pengaruh tidak langsung semakin baik peresepsi kemanfaatan (perceived
Pengaruh Tidak usefulness) maka dapat meningkatkan Sikap
Koefisie Langsung melalui Pengaruh
Variabel
n jalur
Pengaruh X3 Bersama
Penggunaan (Attitude Toward Using). Hasil
Langsung
(R2m) penelitian ini sesuai hasil penelitian Dewi (2010)
menyatakan hubungan yang signifikan antara
X1 – X2 0,747 0,747 - -
X1 – X3 0,744 0,744 - - peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness)
X2 – X3 0,674 0,674 - - terhadap Sikap Penggunaan (Attitude Toward
X3 – X4 0,850 0,850 - -
X4 – X5 0,852 0,852 - - Using). Selain itu, Khakim (2013), juga
X1 – X4 - - 0,744x0,850=0,63 - menyatakan bahwa terdapat hubungan yang
2
X1,X3 – - - - 0.920
signifikan antara peresepsi kemanfaatan (perceived
X4 usefulness) terhadap Sikap Penggunaan (Attitude
Sumber: Data primer diolah, 2015 Toward Using).
d. Pengaruh Sikap Penggunaan (Attitude Toward
Pembahasan Hasil Penelitian Using) jejaring sosial Instagram terhadap
a. Pengaruh Peresepsi Kemudahan Penggunaan perilaku untuk menggunakan (behavioral
(Perceived Usefulness) terhadap Peresepsi intention use) jejaring sosial Instagram
Kemanfaatan (Perceived Ease Of Use) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using)
Peresepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived jejaring sosial Instagram berpengaruh signifikan
Usefulness) berpengaruh signifikan positif positif terhadap perilaku untuk menggunakan
terhadap Peresepsi Kemanfaatan (Perceived Ease (behavioral intention use) jejaring sosial
Of Use), artinya semakin positif peresepsi Instagram, artinya semakin baik sikap penggunaan
mahasiswa terhadap kemudahaan penggunaan (Attitude Toward Using) maka perilaku untuk
(Perceived Usefulness) jejaring social instagram menggunakan (behavioral intention use) juga akan
maka peresepsi yang dimiliki mahasiswa tentang semakin besar. Hasil penelitian ini sesuai hasil
kemanfaatan (Perceived Ease Of Use) juga akan Dewi (2010), Akbar (2013) dan Khakim (2013)
semakin baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan menyatakan pada hasil penelitiannya bahwa adanya
penelitian Dewi (2010) dan Akbar (2013) yang hubungan positif signifikan antara sikap
menyatakan bahwa variabel peresepsi kemudahan penggunaan (Attitude Toward Using) terhadap
penggunaan mempunyai pengaruh yang signifikan perilaku untuk menggunakan (behavioral intention
terhadap peresepsi kemanfaataan. use).
b. Pengaruh peresepsi kemudahan penggunaan e. Pengaruh perilaku untuk mengggunakan
(perceive ease of use) terhadap Sikap (behavioral intention use) jejaring sosial
Penggunaan (Attitude Toward Using) Instagram terhadap kondisi nyata penggunaan
Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa sistem (actual system usage)
peresepsi kemudahan penggunaan (perceive ease of Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
use) berpengaruh signifikan positif terhadap Sikap perilaku untuk mengggunakan (behavioral
Penggunaan (Attitude Toward Using), artinya intention use) jejaring sosial Instagram

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 7


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
berpengaruh signifikan positif terhadap kondisi signifikan positif terhadap perilaku untuk
nyata penggunaan sistem (actual system usage), menggunakan (behavioral intention use).
artinya semakin tinggi kecenderungan mahasiswa e. Variabel perilaku untuk mengggunakan
menggunakan instagram maka akan semakin tinggi (behavioral intention use) memiliki
pula kenyataan penggunaannya. Hasil penelitian ini pengaruh signifikan positif terhadap kondisi
mendukung hasil penelitian Dewi (2010) dan Akbar nyata penggunaan sistem (actual system
(2013) bahwa minat perilaku untuk mengggunakan usage).
(behavioral intention use) yang dapat
meningkatkan kondisi nyataa penggunaan sistim Saran
(actual system usage). Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat
f. Pengaruh tidakk langsung peresepsii dikemukakan saran sebagai berikut:
kemanfaatann (perceived usefulness), Bagi pengguna jejaring sosial instagram
terhadap perilaaku untuk menggunakan 1) Disarankan agar pengguna jejaring sosial
(behavioral intention to use) melalui sikap instagram agar memanfaatkan sebaik
penggunaann (Attitude Toward Using) mungkin fitur-fitur canggih yang terdapat
Dari hasil penelitian ini diketahui terdapat dalam instagram.
pengaruh tidak langsung peresepsi kemanfaatan 2) Perlunya untuk mengenali lebih mendalam
(perceived usefulness), terhadap perilaku untuk tentang bentuk produk yang diinginkan dari
menggunakan (behavioral intention to use) konsumennya. yakni Pengetahuan mengenai
melalui sikap penggunaan (Attitude Toward merk apa saja yang beredar di pasaran yang
Using) yaitu sebesar 0.632. Nilai ini ternyata lebih membuat konsumen tidak memilih pada satu
kecil jika dibandingkan dengan pengaruh langsung merk saja sehingga produsen perlu bersedia
peresepsi kemanfaatan (perceived usefulness), mengeksplorasi temuan-temuan barunya
terhadap perilaku untuk menggunakan terlebih lagi mencipitakan trend baru atau
(behavioral intention to use). Artinya, peresepsi inovasi yang nantinya akan mampu diminati
kemanfaatan (perceived usefulness) sudah tinggi oleh konsumen serta memperbanyak
pada pengguna instagram, tetapi kalau melalui promosi dalam memasarkan produk di
sikap penggunaan (Attitude Toward Using) instagram.
pengaruhnya lebih kecil. Artinya, jika peresepsi 3) Memberikan informasi toko online sejelas
kemanfaatan (perceived usefulness) tinggi mungkin dengan memberikan alamat toko
tetapi terdapat unsur tidak suka dalam diri maupun link jejaring sosial lain yang dapat
pengguna maka akan dapat menurunkan dengan mudah diakses pelanggan toko
pengaruh peresepsi kemanfaatan (perceived online.
usefulness) terhadap perilaku untuk 4) Memberikan tampilan semenarik dengan
menggunakan (behavioral intention to use). memberkan efek-efek foto yang ada di
instagram agar pengunjung akun toko online
KESIMPULAN DAN SARAN tersebut tidak bosan-bosan dalam melihat
Kesimpulan foto-foto produk.
Dari hasil analisis path dapat disimpulkan bahwa:
a. Variabel peresepsi Kemudahan Penggunaan Bagi peneliti selanjutnya
(Perceived Ease Of Use) berpengaruh Bagi penelitian selanjutnya disarakan agar
signifikan positif terhadap Peresepsi menambahkan variable lain diluar variabel yang
Kemanfaatan (Perceived Usefulness). digunakan dalam penelitian ini, ataupun
b. Variabel peresepsi kemudahan penggunaan mengkombinasikan variable-variabel baru dalam
(perceive ease of use) memiliki pengaruh mengembangkan instagram sebagai media utama
signifikan positif terhadap Sikap dalam mengembangkan bisnis online yang
Penggunaan (Attitude Toward Using). terpercaya dan lebih menarik lagi untuk
c. Variabel peresepsi kemanfaatan (perceived dipergunakan.
usefulness) memiliki pengaruh signifikan
positif terhadap Sikap Penggunaan (Attitude DAFTAR PUSTAKA
Toward Using). Akbar 2013. Penerimaan Dan Penggunaan Situs
d. Variabel Sikap Penggunaan (Attitude Jejaring Sosial Twitter Di Lingkungan
Toward Using) memiliki pengaruh Mahasiswa Dengan Pendekatan Technology
Acceptance Model(TAM)

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 8


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Chin W Wynne, Todd Peter.1995. “On The use Management Development Conference
Usefullness,ease of use of structural equation Proceedings, 2(10),pp: 122-129.
Modeling in MIS Research : A note of Caution
”. Management Information System Quarterly, Singarimbun, Masri, Sofian Efendi, 2006. Metode
21(3) Penelitian Survei, Edisi Revisi, Jakarta:
LP3ES.
Davis FD. Perceived usefulness, perceived ease of
use, and user acceptance of information Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif
technology. MIS Q 1989;13(3):319–39. Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta
Devi, Ni Luh Nyoman Sherina dan Suartana, I Venkatesh, Viswanath and Fred D. Davis. 2000.
Wayan. 2014. Analisis Technology Acceptance “A Theoretical Extension of the Technology
Acceptance Model: Four Longitudinal Field
Model (Tam) Terhadap Penggunaan Sistem Studies”. Management Science 46(2), pp 186-
Informasi Di Nusa Dua Beach Hotel & Spa. E- 204
Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 6.1
(2014): 167-184 ISSN: 2302-8556.
Ferda, Ahmet, Serkan Benk, & Tamer Budak.
2011. The Acceptance of Tax Office
Automation System (VEDOP) By Employees:
Factorial Validation of Turkish Adapted
Technology Acceptance Model (TAM).
International Journal of Economics and
Finance, 3(6), pp: 107-116.
Fishbein, M. and Ajzen, I. 1975. "Belief, Attitude,
Intention and Behavior: An Introduction to
Theory and Research," Addison-Wesley, Read-
ing, MA.
Igbaria M,.1994. “An Examination of the factors
contributing to Micro Computer techenology
acceptance ”. Journal of Information
system,Elsiever Science, USA
Khakim. 2011. Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Penerimaan dan
PenggunaanSoftware Akuntansi MYOB
Dengan MenggunakanPendekatan Technology
Acceptance Model (TAM).
Lee, Y., Kozar, K.A., dan Lrsenm, K.R.T., 2010,
‘The technology Acceptance Model: Past,
Presents, and Future’ in Communication of the
Association for Information System, pp. 752-
780.

Riduwan dan Kuncoro, Engkos Achmad, 2006,


Cara Menggunakan dan Memaknai Analisis
Jalur (Path Analysis), Bandung: Alfabeta
Rose, Janelle and Gerard Fogarty. 2006.
Determinants of perceived usefulness and
perceived ease of use in The Technology
Acceptance Model: Senior Consumers Adoption
of Self- Serving Banking Technologies.
Academy of World Business, Market-ing &

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 26 No. 1September2015| 9


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id