Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS LIMA KEKUATAN PORTER

Analisis lima kekuatan Porter (Porter five forces analysis) adalah suatu prosedur untuk
menganalisis industri dan mengembangkan strategi bisnis (David, 2011, p. 74). Ke lima kekuatan
ini dikembangkan oleh Michael Porter. Menurutnya ada lima kekuatan yang menentukan
intensitas persaingan dalam suatu industri bisnis, yaitu :

Gambar 1 Model Lima Kekuatan Porter (David, 2011, p. 74)

1. Persaingan antar perusahaan pesaing


2. Potensi masuknya pesaing baru
3. Potensi pengembangan produk pengganti
4. Daya tawar pemasok
5. Daya tawar konsumen.

1.1 Persaingan antar perusahaan pesaing


Menurut David (2011), kekuatan ini merupakan kekuatan terbesar dari lima kekuatan
kompetitif lainnya. Strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan dapat berhasil hanya jika
perusahaan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan pesaing,
seperti: penurunan harga, peningkatan kualitas, penambahan fitur, penyedia layanan,
perpanjangan garansi dan lain-lain.
Hubungan antara pembeli, pemasok, pendatang baru ataupun pesaing harus dijalin
dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memantau sejauh mana perkembangan pesaing dan
yang terpenting adalah, bagaimana pesaing tersebut tidak mengambil segmen pasar
perusahaan kita. Dengan adanya kerjasama antar pesaing maka akan timbul kesadaran untuk
berbagi pangsa pasar.
1.2 Potensi masuknya pesaing baru
Semakin mudahnya perusahaan baru masuk ke suatu industri tertentu, maka intensitas
persaingan antar perusahaan akan meningkat (David, 2011, p. 76).
Kehadiran pesaing baru pada industri sejenis dapat membawa masalah tersendiri bagi
perusahaan-perusahaan terdahulu, dengan bertambahnya jumlah perusahaan sejenis,
dipastikan bahwa perusahaan baru akan lebih siap bersaing di pasar dengan melihat peluang
yang belum dipenuhi oleh perusahaan yang terdahulu dengan cara inovasi produk dan
penetapan harga sehingga hal ini dapat mempengaruhi perubahan kebijakan perusahaan
terdahulu untuk dapat bersaing dengan pendatang baru.

1.3 Potensi pengembangan produk pengganti


Di banyak industri, perusahaan berkompetisi ketat dengan produsen produk produk
pengganti. Dimana akan sangat berpengaruh apabila produk pengganti tersebut memiliki
harga yang lebih murah dan biaya peralihan konsumen yang juga turun (David, 2011, p. 77).

1.4 Daya tawar pemasok


Daya tawar pemasok mempengaruhi intensitas persaingan di suatu industri khususnya
ketika terdapat sejumlah besar pemasok, atau ketika hanya terdapat sedikit bahan mentah
pengganti yang bagus, atau ketika biaya peralihan ke bahan mentah lain sangat tinggi (David,
2011, p. 77).
Hubungan baik dengan pemasok harus dapat dijalankan jika suatu perusahaan ingin
menekan harga produksi karena tidak dapat dipungkiri bahwa semakin baik hubungan
dengan beberapa pemasok maka perusahaan akan mendapatkan harga bahan baku terbaik
dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memiliki integritas dengan pemasok.

1.5 Daya tawar konsumen


Ketika konsumen berkonsentrasi atau berbelanja atau membeli dalam volum besar, daya
tawar mereka dapat mempresentasikan kekuatan besar yang mempengaruhi intensitas
persaingan di suatu industri (David, 2011, p. 77).
Informasi dan teknologi telah merubah pola pikir para konsumen menjadi lebih selektif
dan pintar dalam memilih dan membandingkan produk. Strategi promosi hendaknya bukan
hanya sekedar promosi tapi harus memberikan informasi dan edukasi sehingga dapat
meyakinkan para konsumen untuk memilih produk kita.

David, Fred, R. 2011. Strategic Management Manajemen Strategi Konsep, Edisi 12, Salemba
Empat, Jakarta.