Anda di halaman 1dari 4

Laina Maqfirah: Stomata

Pendahuluan dan diasitik (Fahn, 1991; Lakitan 1993 dalam


Bentuk dan posisi stomata pada daun Rompas, 2011, p.13).
beragam tergantung spesies tumbuhannya.
Stomata adalah celah yang ada diantara dua Metode/Cara Kerja
sel penjaga (guard cell), sedangkan aparatus Waktu dan Tempat
stomata adalah kedua sel penjaga tersebut. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium
Berdampingan dengan sel penjaga terdapat Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah
sel-sel epidermis yang juga telah Kuala pada tanggal 06 Oktober 2018 pada
termodifikasi, yang disebut sebagai sel pukul 16:20 WIB.
pendukung (subsidiary cell) (Lakitan, 2012,
p.56). Target/Subjek/Populasi/Sampel
Kerapatan stomata daun, yang Sampel yang digunakan sayatan
mungkin mencapai 20.000 persenti meter parademal permukaan bawah daun alpokat
persegi, dipengaruhi oleh control genetis dan (Persea Americana), daun alamanda
lingkungan. Misalnya, sebagai akibat dari (Alamanda chatartica), dan daun jagung (Zea
evolusi melalui seleksi alam, tumbuhan gurun mays). Sayatan epidermal permukaan bawah
memiliki kerapatan stomata yang lebih rendah daun cabe (Capsicum sp). Sayatan melintang
dari pada tumbuhan rawa (Campbell, 2008, daun Rhoe discolor dan Ficus elestica.
p.250). Sedangkan alat yang digunakan adalah alat
Bentuk stomata relatif sama tulis menulis, kertas pengamatan, silet, kaca
anomocytic yaitu stomata tidak mempunyai penutup, kaca objek, dan mikroskop.
sel-sel tetangga atau sel-sel tetangganya sama
dengan sel-sel epidermis lainnya. Sedangkan Prosedur
karakter jumlah stomata diperoleh nilai Pada pengamatan stomata anomositik,
bervariasi baik jumlah stomata bagian parasitik, dan stomata halter diamati dengan
epidermis atas maupun epidermis bawah dari cara disayat paradermal permukaan bawah
masing-masing sampel tanaman (Susilawati, daun preparat. Untuk pengamatan stomata
2016, p. 110). anisositik diamati dengan disayat epidermal
Pada epidermis terdapat stomata (mulut permukaan bawah daun preparat dan untuk
daun), yaitu celah yang dibatasi oleh sel pengamatan stomata fenoropor dan kriptophor
penutup. Lapisan epidermis atas berfungsi diamati dengan disayat melintang permukaan
melindungi bagian di bawahnya. Stomata bawah daun preparat kemudian masing-
sebagai tempat keluar masuknya udara dan masing preparat diletakkan diatas kaca benda
dengan menghubungkan ruang-ruang antar sel kemudian ditetesi dengan air kemudian
didalam jaringan (Wibawani, 2015, p. 47). ditutup dengan kaca penutup dan diamati
Stomata biasanya ditemukan pada dengan mikroskop.
bagian tumbuhan yang berhubungan dengan
udara terutama di daun, batang dan rizoma Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan
Stomata umumnya terdapat pada permukaan Data
bawah daun, tetapi ada beberapa spesies Observasi data didapatkan dengan
tumbuhan dengan stomata pada permukaan mengamati setiap bentuk stomata yang
atas dan bawah daun. Ada pula tumbuhan terdapat pada preparat-preparat.
yang hanya mempunyai stomata pada
permukaan atas daun, misalnya pada bunga Teknik Analisis Data
lili air. Bentuk atau tipe stomata dibedakan Deskriptif serta dianalisis dalam bentuk
atas 4 yaitu anomositik, anisositik, parasitik gambar dan beserta keterangan.

2
Laina Maqfirah: Stomata

Hasil dan Pembahasan Tipe stomata pada tumbuhan dikotil


Pada umumnya dalam jaringan bila ditinjau letak sel tetangga terhadap sel
epidermis juga dijumpai rambut-rambut, penutup pada terbagi atas tipe diastik (sel
stomata, dan sel spesifik lainnya. Stomata tetangga tegak lurus terhadap sel penutup),
yang berfungsi dalam pertukaran gas antar parasitik (sel tetangga sejajar dengan sel
jaringan daun dan atmosfer, kadangkala penutup), anomositik (letak sel tetangga tidak
terdapat pada permukaan daun bagian atas sejajar) dan anisositik (jumlah sel tetangga
atau bawah atau keduanya. Setiap stomata lebih dari dua dan letaknya tidak sejajar).
terdiri atas dua sel pengawal yang Berdasarkan letak sel penutup
mengelilingi lubang celah (Cutler, 1978; terhadap sel epidermis terbagi menjadi
Fahn, 1982 dalam Witono, 2013, p.91-92). stomata fenerophor (sel penutup dan sel
Stomata merupakan lubang-lubang epidermis sejajar) dan kriptophor (sel penutup
yang berada di bagian epidermis dan tidak sejajar dengan sel epidermis).
dilindungi oleh kedua celah yang disebut sel Sedangkan tipe stomata pada tumbuhan
penjaga (Dorly, 2016, pp.614-615). monokotil memiliki tipe somata tersendiri.
Intensitas cahaya yang tinggi Yaitu berbentuk seperti halter yang
mengakibatkan temperatur daun meningkat, memanjang dan pada ujungnya membulat,
sebagai akibat menutupnya stomata, sehingga terdapat sel tetangga yang dikelilingi oleh sel
sebagaian klorofil menjadi pecah dan rusak penutup.
(fotodestruktif) (Soekkotjo, 1977, dalam Stomata juga sering disebut dengan
Rohman, 2018, p.26). mulut daun. Stomata dapat ditemukan pada
Semakin tinggi intensitas cahaya, maka daun dan batang, namun umumnya dapat
kerapatan stomata semakin tinggi. Hasil yang ditemukan pada batang yang muda. Stomata
didapatkan ini sesuai dengan pernyataan lebih banyak ditemukan pada permukaan
bahwa semakin tinggi intensitas cahaya, bawah daun dibandingkan pada permukaan
kerapatan stomata di kedua permukaan daun atas daun. Stomata memiliki struktur khusus
semakin meningkat. Kerapatan dan jumlah yang sesuai dengan fungsinya, yaitu memiliki
stomata yang banyak merupakan proses celah sesuai dengan fungsinya, yaitu memiliki
adaptasi dari tanaman terhadap kondisi celah yang diapit oleh dua sel penutup, dan
lingkungannya. Intensitas cahaya mem- satu sel penutup dikelilingi oleh sel tetangga.
pengaruhi suhu lingkungan (Fahn, 1991 Pada praktikum yang telah dilakukan,
dalam Paluvi, 2015, p.103). diadakan pengamatan terhadap stomata pada
Dalam kegiatan praktikum kali ini, beberapa preparat yang telah disediakan.
akan dilakukan pengamatan terhadap derivat Seharusnya pada pengamatan pertama
epidermis yaitu stomata. Derivat epidermis terhadap preparat daun adam hawa (Rhoe
adalah perubahan struktur epidermis discolor) ditemukan stomata bertipe
dimana fungsinya juga ikut berubah. Stomata fenerophor dimana stomata dengan sel
merupakan salah satu derivat dari epidermis penutupnya sama tinggi dengan sel epidermis.
yang memiliki struktur khusus yang berfungsi Namun karena yang digunakan disini adalah
sebagai tempat pertukaran atau sirkulasi udara sayatan penampang membujur stomata
antara jaringan dengan lingkungan luar. fenerophor tidak dapat dilihat bahwa sama
Pada epidermis didapati stomata yang tinggi terhadap epidermis namun bentuk
berfungsi untuk pertukaran gas antar jaringan stomata jelas terlihat di bawah mikroskop
daun dan atmosfir (Fahn, 1995 dalam dengan pembesaran 10 x 10 seperti yang
Handayani, 2018, p.263). terlihat pada Gambar 1.

3
Laina Maqfirah: Stomata

Seharusnya pada pengamatan


berikutnya, yaitu terhadap sayatan daun karet
(Ficus elastica) terdapat stomata kriptophor
yaitu stomata dengan sel penutupnya lebih
tinggi dari sel epidermis. Namun karena yang
digunakan disini adalah sayatan penampang
membujur stomata kriptophor tidak dapat
dilihat tinggi rendahnya terhadap epidermis
namun bentuk stomata jelas terlihat di bawah
Gambar 1. Stomata fenerophor pada Rhoe
mikroskop dengan pembesaran 10 x 40 seperti
discolor
yang pada Gambar 4.

Pada preparat daun alamanda


(Allamanda cathartica) terdapat stomata
parasitic dimana sel tetangga sejajar dengan
sel penutupnya. Stomata jelas pada
pembesaran 10 x 40 seperti yang terlihat pada
Gambar 2.

Gambar 4. Stomata kriptophor pada Ficus


elastica

Pada pengamatan terhadap daun


monokotil yaitu preparat daun jagung (Zea
mays) memiliki stomata dengan tipe sel
penutup yang panjang seperti halter, kedua
Gambar 2. Stomata parasitic pada Allamanda ujungnya membulat, masing-masing sel
cathartica penutup memiliki sel tetangga yang letaknya
sejajar dengan sel penutup. Stomata jelas pada
Pada daun cabai (Capsicum sp) pembesaran 10 x 40 seperti yang terlihat pada
setelah diamati terdapat stomata dengan tipe Gambar 5.
anisositik yang memiliki lebih dari dua sel
tetangga dengan pola sel yang tidak beraturan.
Stomata jelas pada pembesaran 10 x 40
seperti yang terlihat pada Gambar 3.

Gambar 5. Stomata tipe halter pada Zea mays

Pada preparat terakhir yaitu daun


Gambar 3. Stomata anisositik pada alpukat (Persea americana), jenis stomata
Capsicum sp pada daun ini adalah anomositik yaitu dimana
letak sel tetangga sejajar atau tidak beraturan.

4
Laina Maqfirah: Stomata

Stomata jelas terlihat pada pembesaran 10x40 Lakitan, Benyamin. (2012). Dasar-Dasar
seperti yang terdapat pada Gambar 6. Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:
Rajawali Press.
Paluvi., Niken., Mukarlina dan Linda, R.
(2015). Struktur Anatomi Daun,
Kantung dan Sulur Nepenthes
Gracilis Korth yang Tumbuh di Area
Intensitas Cahaya Berbeda. Jurnal
Protobiont. 4:1, 103-107.
Gambar 6. Stomata anomositik pada Persea Rohman, Hanif Fatur., dkk. (2018). Pengaruh
americana Umur Batang Bawah dan Naungan
Terhadap Keberhasilan Grafting Pada
Simpulan dan Saran Tanaman Durian (Durio zibethinus
Simpulan Murr.) Lokal. Jurnal Buana Sains.
Stomata merupakan salah satu derivat 18:1, 21-28.
dari epidermis yang memiliki struktur khusus Rompas, Y. (2011). Struktur Sel Epidermis
yang berfungsi sebagai tempat pertukaran atau dan Stomata Daun Beberapa
sirkulasi udara antara jaringan dengan Tumbuhan Suku Orchidaceae. Jurnal
lingkungan luar. Bentuk stomata anomositik Bioslogos. 1:1, 13-19.
dapat dilihat pada daun alpokat, stomata
Susilawat. Dkk. (2016). Kajian Ragam Aksesi
anisositik pada cabe, stomata parasitik pada
daun alamanda, stomata fenerophor pada daun Duku (Lansium domesticum Corr.) di
adam hawa, stomata kriptofor pada daun Kabupaten Musi Banyuasin
Ficus elestica dan stomata pada tumbuhan Berdasarkan Karakter Morfologi,
monocotyledon dilihat pada daun jagung. Anatomi dan Fisiologi. Jurnal Lahan
Suboptimalz. 5:1, 105-118.
Saran Wibawani, Alif Intan & Ainun Nikmati Laily.
Praktikan harus belajar menyayat (2015). Identifikasi Tanaman
sehingga ketika praktikum dimulai praktikan Berdasarkan Tipe Fotosintesis Pada
sudah telaten dan tidak membuang-buang Beberapa Spesies Anggota Genus
waktu pada proses menyayat. Ficus Melalui Pengamat Anatomi
Daun. Jurnal El-Hayah. 5:2, 43-48.
Daftar Pustaka Witono, Joko R. (2013). Struktur Epidermis
Campbell, Neil A. (2008). Biologi Jilid 2. Daun Pinanga coronata (Blume ex
Jakarta: Erlangga. Mart.) Blume (Palmae) di Jawa dan
Dorly. (2016). Studi Anatomi Daun dari Tiga Bali. Jurnal Biodiversitas. 4:2, 89-92.
Anggota Suku Malvaceae di Kawasan
Waduk Jatiluhur. Proceeding Biology
Education Conference. 13:1, 611-618.
Handa yani, Selpida., dkk. (2018). Profil
Fitokimia dan Pemeriksaan
Farmakognostik Daun Anting-Anting
(Acalypha indica. L). Jurnal
Fitofarmaka Indonesia. 5:1, 258-265.

Anda mungkin juga menyukai