Anda di halaman 1dari 3

RESUME ASUHAN KEPERAWATAN PADA BY. NY.

DENGAN DIAGNOSA HIDROCEPALUS POST OP SHUNTING

DI RUANG PBRT RSUP DR. KARIADI

Di Susun Oleh:

Yenny Mayangsari

G3A017308

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADYAH SEMARANG

2017/2018
A. IDENTITAS KLIEN
Nama : By. Ny. V
Nomor RM : C719741
Jenis Kelamin : perempuan
Umur : 1 bulan
Alamat : Semarang
Diagnosa medis : Hidrocepalus, SOL Post op Shunt

B. RIWAYAT KELUHAN
Keluhan Utama : tidak dapat terkaji
Riwayat Kesehatan
Tanggal 20 Oktober 2018 pukul 10.06 lahir bayi perempuan dengan G1P0A0 usia 25
tahun, hamil 39 minggu. Berat badan lahir 3400 gr, bayi baru lahir diduga terdapat
hydrocephalus, karena makrocephal, bayi lahir tidak langsung menangis, tonus otot
kurang, retraksi dalam,,mendapatkan VTP selama 1 menit dengan oksigen nasal canul
2 lpm. Tanggal 28 Oktober 2019 jam 13.00 dilakukan ventriculoperitoneal shunting,
post op dilakukan perawatan di ruang NICU selama 2 hari, dan dipindahkan ke
PBRT.

C. PENGKAJIAN FISIK
- Kesadaran : apatis,, keadaan umum klien lemah
- Tanda-tanda vital : S: 36,4˚C, N: 136 x/menit, RR: 32 x/menit
- Pada saat pengkajian bayi tampak retraksi dan terdapat nafas cuping, terpasang 02
nasal canul 2 lpm, terdapat gerakan involunter pada mata.

D. ANALISA DATA
Data Fokus Masalah Keperawatan etiologi
Ds: tidak dapat dikaji Ketidakefektifan perfusi Suplay dan kebutuhan
Do: jaringan serebral oksigen dalam otak
Kesadaran apatis, terdapat
gerakan involunter pada
mata.
Tampak adanya retraksi
dada dan nafas cuping
Terpasang O2 nasal canul
2 lpm
E. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ketidakefektifan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan Suplay dan kebutuhan
oksigen dalam otak.

F. INTERVENSI
Diagnosa Keperawatan NOC NIC
Ketidakefektifan perfusi Setelah dilakukan asuhan 1. Monitor TTV
jaringan serebral keperawatan selama 1x24 jam 2. Monitor AGD, ukuran
berhubungan dengan diharapkan masalah teratasi pupil, ketajaman,
Suplay dan kebutuhan dengan Kriteria Hasil: kesimetrisan dan reaksi
oksigen dalam otak  Tidak ada 3. Monitor adanya diplopia,
ortostatikhipertensi pandangan kabur, nyeri
 Bebas dari aktivitas kepala
kejang 4. Monitor level
 Tidak mengalami nyeri kebingungan dan orientasi
kepala 5. Monitor tonus otot
pergerakan
6. Monitor tekanan
intrkranial dan respon
nerologis
7. Catat perubahan pasien
dalam merespon stimulus
Pertahankan parameter
hemodinamik
8. Tinggikan kepala 0-45o
tergantung pada konsisi
pasien dan order medis

G. IMPLEMENTASI
Tanggal Implemetasi Tanggal Evaluasi
6 Nov 1. Memonitor 28 Mei S: tidak dapat dikaji
2018 hemodinamik 2018 O: kesadaran apatis, terdapat
2. Memantai pola nafas retraksi dada minimal, nafas
3. Mengatur aliaran cuping berkurang, masih
oksigen tampak adanya gerakan
4. Memberikan posisi involunter pada mata.
nyaman dengan A: masalah belum teratasi
memasang nesting dan P: lanjutkan intervensi
kepala lebih tinggi
5. Memantau adanya
gerakan involunter