Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

KEPERAWATAN DASAR 1

“FISIOTERAPI DADA TINDAKAN CLAPPING”

Dosen : Ns. Kristinawaty, S.Kep.

DI SUSUN OLEH :
Kelompok 4
DHEA PERMATASARI ISKANDAR 2018.C.10a.0964
ERNA SARI 2018.C.10a.0966
FITRIALIYANI 2018.C.10a.0965
SAPTA 2018.C.10a.0984
SARPIKA YENA AMALIA 2018.C.10a.0985

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
TAHUN AJARAN 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala
rahmat-Nya makalah ini dapat diselesaikan tepat waktu walaupun ada beberapa
halangan yang mengganggu proses pembuatan makalah ini, namun penulis dapat
mengatasinya tentu atas campur tangan Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis berharap makalah ini akan berguna bagi para mahasiswa terutama yang
berada di STIKes Eka Harap materi tentang “Fisioterapi Dada Tindakan
Clapping” sehingga diharapkan dengan mempelajari makalah ini mahasiswa
maupun pembaca lainnya untuk mendapatkan tambahan pengetahuan.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna, penulis
berharap adanya kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan makalah ini
pada masa yang akan datang. Akhir kata dari penulis berterimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini sehingga
menjadi bermanfaat bagi kita semua.

Palangka Raya, 21 November 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... ii


DAFTAR ISI..................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
1.1 LATAR BELAKANG ........................................................................................ 1
1.2 RUMUSAN MASALAH .................................................................................... 1
1.3 TUJUAN ............................................................................................................. 1
1.3.1. Tujuan Umum .............................................................................................. 1
1.3.2. Tujuan Khusus ............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN TUGAS .................................................................................... 2
2.1 PENGERTIAN CLAPPING ............................................................................... 2
2.2 TUJUAN ............................................................................................................. 2
2.3 INDIKASI ........................................................................................................... 2
2.4 JENIS CLAPPING .............................................................................................. 3
2.5 PERSIAPAN ALAT ........................................................................................... 3
2.6 PROSEDUR TINDAKAN .................................................................................. 4
2.7 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN ........................................................... 4
BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 6
4.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 6
4.2 Saran ................................................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 7

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Fisioterapi dada merupakan tindakan yang disusun untuk
meningkatkan pengembangan paru, kekuatan otot pernapasan,
mengeliminasi sekret yang berasal dari sistem pernapasan. Fisioterapi dada
sangat berguna bagi penderita penyakit respirasi baik yang bersifat akut
maupun kronis. Fisioterapi dada ini walaupun caranya kelihatan tidak
istimewa tetapi ini sangat efektif dalam upaya mengeluarkan sekret dan
memperbaiki ventilasi pada pasien dengan fungsi paru yang terganggu.
Fisioterapi dada terdiri atas turning, postural drainage, clapping/perkusi
dada, vibrating/vibrasi dada, latihan napas dalam, dan batuk efektif.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1 Apa yang di maksud dengan Clapping?
1.2.2 Apa tujuan dari Clapping?
1.2.3 Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dari Fisioterapi Dada?

1.3 TUJUAN

1.3.1. Tujuan Umum


Untuk mengetahui Fisioterapi Dada Tindakan Clapping.

1.3.2. Tujuan Khusus


a. Untuk memenuhi tugas Keperawatan Dasar 1 tentang
Fisioterapi Dada Tindakan Clapping.
b. Untuk menambah wawasan pengetahuan bagi mahasiswa(i)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Eka Harap Palangka Raya.

1
BAB II
PEMBAHASAN TUGAS

2.1 PENGERTIAN CLAPPING


Clapping atau disebut perkusi adalah tepukkan atau pukulan ringan
pada dinding dada klien menggunakan telapak tangan yang dibentuk seperti
mangkuk, tepukan tangan secara berirama dan sistematis dari arah atas
menuju kebawah. Selalu perhatikan ekspresi wajah klien untuk mengkaji
kemungkinan nyeri. Setiap lokasi dilakukan perkusi selama 1-2 menit.
Clapping tidak dapat dilakukan pada pasien emboli paru, hemoragie,
eksaserbasi dan nyeri hebat (seperti pasien kanker).

2.2 TUJUAN
1. Meningkatkan efisiensi pola pernafasan
2. Membersihkan jalan napas.
3. Mencegah akumulasi secret.

2.3 INDIKASI
Perkusi atau clapping secara rutin dilakukan pada pasien yang
mendapat postural drainase, jadi semua indikasi postural drainase secara
umum adalah indikasi perkusi.

2
Indikasi untuk Postural Drainase :
 Profilaksis untuk mencegah penumpukan sekret yaitu pada :
1. Pasien yang memakai ventilasi.
2. Pasien yang melakukan tirah baring yang lama.
3. Pasien yang produksi sputum meningkat seperti pada fibrosis
kistik atau bronkiektasis.
 Mobilisasi sekret yang tertahan :
1. Pasien dengan atelektasis yang disebabkan oleh secret
2. Pasien dengan abses paru.
3. Pasien dengan pneumonia
4. Pasien pre dan post operatif
5. Pasien neurologi dengan kelemahan umum dan gangguan
menelan atau batuk
 Kontra indikasi untuk postural drainase :
1. Tension pneumotoraks
2. Hemoptisis
3. Gangguan sistem kardiovaskuler seperti hipotensi, hipertensi,
infark miokard akutrd infark dan aritmia.
4. Edema paru
5. Efusi pleura yang luas

2.4 JENIS CLAPPING


 Cupping adalah menepuk-nepuk tangan dalam posisi telungkup.
 Clupping menepuk-nepuk tangan dalam posisi terbuka. Tujuan
untuk menolong pasien mendorong / menggerakkan sekresi didalam
paru-paru yang diharapkan dapat keluar secara gaya berat,
dilaksanakan dengan menepuk tangan dalam posisi telungkup.

2.5 PERSIAPAN ALAT


1. Handuk kecil atau baju pasien
2. Tempat sputum dan tisu
3. Stetoskop
4. Bantal untuk mengatur posisi

3
2.6 PROSEDUR TINDAKAN
Prosedur Pelaksanaan:
1) Cuci tangan
2) Ikuti protokol standar umum dalam intervensi keperawatan seperti
perkenalkan diri perawat, pastikan identitas klien, jelaskan prosedur
dan alasan tindakan.
3) Bantu pasien mengatur posisi yang nyaman.
4) Tutup area yang akan dilakukan perkusi dengan handuk atau pakaian
tipis untuk mencegah iritasi kulit dan kemerahan akibat kontak
langsung.
5) Anjurkan klien untuk tarik napas dalam dan lambat untuk
meningkatkan relaksasi.
6) Jari dan ibu jari berhimpitan dan fleksi membentuk mangkuk.
7) Tepuk-tepuk punggung pasien dari punggung hingga bahu. Tepukan
yang dilakukan dengan benar akan menghasilkan bunyi seperti
letupan.
8) Perkusi pada setiap segmen paru selama 1-2 menit.
9) Perkusi tidak boleh dilakukan pada daerah dengan struktur yang
mudah cedera seperti mamae, sternum,kolumna spinalis, dan ginjal.
10) Cuci tangan.
11) Evaluasi hasil tindakan, ulangi jika perlu atau lakukan untuk daerah
paru lainnya

2.7 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Beri cairan / minuman hangat dalam jumlah yang cukup banyak untuk
meningkatkan sekresi.
2. Lakukan terapi fisik dada 30 – 60 menit setelah pemberian
bronkodilator.
3. Gunakan bantal untuk menyokong pasien dan meningkatkan
kenyamanan.
4. Lakukan postural drainage sekurangnya 5 menit sebelum dilakukan
perkusi / clapping dada.

4
5. Hindari perkusi hingga 2 jam setelah makan untuk mencegah reflek
batuk. Jadwalkan fiosioterapi dada30 – 60 menit sebelum makan. Jika
klien mendapatkan makanan per sonde (gastrik tube), hentikan
pemberian sedikitnya 1 jam sebelum tindakan. Jika klien mendapatkan
makanan dari infus duodenum atau jejunumberkelanjutan, makanan
tetap dapat diberikan selama pelaksanaan prosedur.
6. Saat melakukan vibrasi, usahakan vibrasi dan perkusi sedikitnya 3 – 5
menit untuk setiap posisi/daerah dan dapat dilakukan lebih lama jika
dapat ditoleransi oleh klien dan waktunya memungkinkan.
7. Auskultasi dada sebelum tindakan fisioterapi dada dan lakukan evaluasi
terhadap keefektifan tindakan.
8. Anjurkan klien melakukan pernafasan bibir dan diagfragma selama
prosedur tindakan.
9. Jangan melakukan tindakan perkusi di atas permukaan tulang datar
seperti skapula, spina, atau klavikula.
10. Jangan melakukan perkusi diatas organ vital atau jaringan sensitif
(seperti payudara, ginjal, hati dan limpa).
11. Beri waktu istirahat dan waktu untuk batuk ( jika ada ) selama tindakan.
12. Bilas (kumur) dilakukan setelah klien dapat mengeluarkan sputum.
13. Waktu terbaik untuk melakukan tindakan fisioterapi dada adalah pada
pagi hari dan sebelum tidur. Jika perlu, lakukan empat kali dalam sehari.
Tindakan fisioterapi dada dapat dilakukan sebelum makan dan sebelum
tidur.
14. Waktu terbaik menurut pilihan pasien adalah pada saat pasien merasa
nyaman dan produksi sputum minimal.

5
BAB III
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Fisioterapi dada adalah salah satu dari pada fisioterapi yang sangat
berguna bagi penderita penyakit respirasi baik yang bersifat akut maupun
kronis. Fisioterapi dada ini walaupun caranya kelihatan tidak istimewa
tetapi ini sangat efektif dalam upaya mengeluarkan sekret dan memperbaiki
ventilasi pada pasien dengan fungsi paru yang terganggu. Clapping atau
disebut perkusi adalah tepukkan atau pukulan ringan pada dinding dada
klien menggunakan telapak tangan yang dibentuk seperti mangkuk, tepukan
tangan secara berirama dan sistematis dari arah atas menuju kebawah.

4.2 Saran
Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah keinginan
penulis atas partisipasi para pembaca, agar kiranya mau memberikan kritik
dan saran yang sehat dan bersifat membangun demi kemajuan penulisan
makalah ini. Kami sadar bahwa penulis adalah manusia biasa yang pastinya
memiliki kesalahan. Oleh karena itu, dengan adanya kritik dan saran dari
pembaca, penulis bisa mengkoreksi diri dan menjadikan makalah ke depan
menjadi makalah yang lebih baik lagi dan dapat memberikan manfaat yang
lebih bagi kita semua. Perawat diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan
tentang konsep.

6
DAFTAR PUSTAKA

http://www.rsazra.co.id/RSAZRA/index.php/tutorials-mainmenu-
48/artikelkesehatanmenu/rehabilitasimedis/314-rehabilitasimedisartikel6
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/2024/1/anak-helmi2.pdf
Saputra, Dr. Lyndon.2013.Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia.Pamulang:
Binarupa Aksara Publisher.